Puncak Hari Santri, SMK PGRI 1 Gresik Bersalawat bersama Jemaah Siji

GRESIK,1minute.id – Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 siswa dan guru SMK PGRI 1 Gresik Bersalawat bareng Jemaah Siji (Silaturrahim Jumat Isuk) dan Ngaji Kitab Riyadus Sholihin pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Ngaji bareng dipimpin oleh Pengasuh Majelis Siji Bersholawat Abuya KH. Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki berlangsung khidmat. Ribuan siswa, jemaah melantunkan selawat Nabi Muhammad SAW serta kirim doa kepada orang tua, guru. Serta ngaji Kitab Fathul Qorib Al-Mujib.

“Alhamdulillah, rangkaian Hari Santri Nasional, sempat hadir beberapa Kiai Sepuh di SMK PGRI 1 Gresik untuk Silaturrahim dan Sholawat Nabi Bersama,” ujar Kepala SMK PGRI Gresik Arief Susanto. Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua PGRI Gresik ini juga menghaturkan terima kasih atas kehadiran Pengasuh Majelis Siji Bersholawat Abuya KH. Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki, para kiai dan seluruh jemaah Siji.

“Sebagai rasa syukur, saya sebagai Pimpinan di SMK PGRI Gresik mengucapkan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih yang sebesar-besarnya Panjenengan semua berkenan hadir di sekolah kami. Semoga kita semua senantiasa dilimpahkan kesehatan dan menjadi hamba Allah yang Qonaah,” katanya. 

Sementara salah satu anggota Jamaah Siji H. Mohammad Nasir mengaku bersyukur berkesempatan mengikuti Majelis Siji Bersholawat Bersama SMK PGRI Gresik. Kegiatan bersholawat ini menjadikan hatinya merasa adem, sejuk, dan dekat dengan Nabi Muhammad SAW serta Allah SWT.

“Matur nuwun Pak Arief Kepala SMK PGRI Gresik. Dan seluruh Pengasuh Majelis Siji Bersholawat,” katanya sambil menyebut sejumlah nama antara lain, KH Muhammad Zainul Amin Ismail Al-Makki ; Habib Ahmad, Kiai Abdus Syukur, KH Anam Rissa, KH. Abdul Rochim, KH Ainul Rofiq, dan KH Zakariah Ansori. Kemudian, KH Najmul Hilmi, K.H. Abdul Adhim; KH M.Mahsun, Ahmad Suyuthi, Ustad Khuluk Farhan, Ustad Mafrudi serta seluruh jemaah Siji. (yad)

Puncak Hari Santri, SMK PGRI 1 Gresik Bersalawat bersama Jemaah Siji Selengkapnya

Pemkab Gresik dan PCNU Gresik Teken Kerjasama Pemenuhan Hak Anak Pekerja Migran di Negeri Jiran, Malaysia 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani nota kerja sama tentang sinergi pemenuhan hak anak pekerja migran. Kerjasama ini menandai era baru peran organisasi kemasyaratan (ormas) keagamaan dan pemerintahan dalam menanggapi isu sosial lintas negara. 

“Sinergi ini bukan sekadar program administratif, tetapi juga ikhtiar kemanusiaan kita bersama. Untuk memastikan anak-anak Gresik yang lahir jauh dari tanah leluhurnya agar tetap mendapat hak dasar sebagai manusia dan warga negara,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sarasehan  puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Kabupaten Gresik pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Sarasehan diinisiasi oleh pengurus PCNU Gresik ini, selain dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi serta tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Warga Gresik banyak yang menjadi pekerja migran. “Pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar keluarganya,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyebut kantong delapan kantong pekerja migran di Kota Santri ini. Delapan kantong pekerja migran itu, yakni, Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, dan Ujungpangkah.  Kemudian, Kecamatan Sangkapura, dan Tambak di Pulau Bawean. Dari wilayah-wilayah tersebut, ada ribuan warga Gresik yang merantau ke Malaysia untuk bekerja, dan banyak di antara mereka membangun keluarga di negeri jiran dengan pernikahan siri.

“Dari pernikahan siri inilah, lahir persoalan baru, dan dipastikan si buah hati ini semua tidak mempunyai dokumen identitas yang legal. Pemerintah Kabupaten Gresik menyoroti hal ini dengan keprihatinan yang sangat mendalam,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia menambahkan, ketiadaan identitas tersebut membuat anak-anak ini hidup dalam bayang-bayang tanpa jaminan hak dasar. Anak itu tidak akan mungkin bisa sekolah, tidak ada sekolah di Malaysia yang bisa menerima apabila anak tersebut tidak memiliki dokumen identitas lengkap.

“Selain itu, mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan, jaminan sosial, atau hak kewarganegaraan apa pun. Ini miris sekali jika dibiarkan,” jelas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Berdasarkan data yang dikumpulkan pemerintah daerah, sedikitnya ada 4 ribu anak dari pekerja migran asal Gresik yang kini sedang di identifikasi. Data tersebut tengah dipilah terlebih dahulu untuk mengetahui mana anak hasil pernikahan sesama warga Gresik dan mana yang berasal dari pernikahan lintas daerah.

Pemkab Gresik juga menegaskan, solusi utama adalah memulangkan anak-anak tersebut ke tanah air. “Ketika usia 0–17 tahun berada di Malaysia tanpa status identitas, maka anak tersebut dinyatakan tidak memiliki identitas kewarganegaraan apa pun,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkab Gresik mengajak lembaga-lembaga pendidikan di bawah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Ma’arif NU, maupun pesantren di bawah naungan PCNU Gresik saling bersinergi membantu.

“Yang penting bisa dibawa pulang dulu. Kalau mau sekolah negeri, nanti bisa melalui dinas. Kalau mau mondok, bisa dititipkan ke lembaga pendidikan di bawah RMI atau Ma’arif,” pungkasnya.

Pada rangkaian resepsi dan sarasehan HSN tersebut juga ada penganugerahan sebagai Bupati Santri yang ditandai dengan pengalungan sorban oleh Katib Syuriah PCNU Gresik KH Abdul Malik kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Selain itu, untuk menjawab tantangan industri di Kabupaten Gresik, PCNU juga meluncurkan lembaga pelatihan kerja (LPK) Omah Masyarakat Berdaya Gresik LKKNU serta Festival Santri X oleh PC LP Ma’arif NU.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Halaqah Kepesantrenan yang disampaikan oleh Ketua RMI Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief sekaligus sebagai narasumber. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. (yad)

Pemkab Gresik dan PCNU Gresik Teken Kerjasama Pemenuhan Hak Anak Pekerja Migran di Negeri Jiran, Malaysia  Selengkapnya

Mlaku-mlaku Sarungan, Jaga Identitas Gresik berjuluk Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Ribuan pelajar mengikuti mlaku-mlaku bareng sarungan di kawasan heritage, Bandar Grissee pada Ahad, 10 November 2024. Mereka tidak hanya memakai sarung. Banyak juga memakai berdandan ala tokoh agama.

Seperti, memakai baju jubah, berkopyah haji warna putih, memakai surban, berjengot putih dan membawa tongkat. Kostum yang dipakai peserta itu semakin menambah gereget kegiatan yang mengambil start dan finish di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur tersebut. 

Bahkan, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah merasa senang, sehingga berulangkali tersenyum kepada peserta Mlaku-mlaku bareng sarungan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional atau HSN tersebut.

Menurut Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar dalam menjaga dan melestarikan budaya santri yang masih melekat di Kabupaten Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa, baik kepada penyelenggara maupun kepada segenap masyarakat yang sangat antusias dengan mengikuti kegiatan ini,” ungkap Plt Bupati berlatar pendidik itu. 

Ia juga menuturkan, kegiatan semacam hendaknya terus dilestarikan sehingga identitas Gresik sebagai kota santri dan kota wali ini tidak luntur dan tetap bertahan di benak masyarakat Kabupaten Gresik. “Ayo kita jaga dan kita dukung kegiatan yang positif ini. Semoga Gresik tetap memegang teguh identitanya sebagai kota santri dan kota wali,” tuturnya.

Sederet penampilan seni turut menyemarakkan suasana, di antaranya Tari Tradisional dari SMK NU Gresik, penampilan penyanyi cilik Alvaro Fernanda, aksi Seni Pencak Silat Pagar Nusa, atraksi Bambu Gila oleh Banser Gresik, serta hiburan dari Trio Cilik MINU Tratee Putera.

Selain menghibur, acara ini menjadi ajang kebanggaan bagi santri serta wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. (yad)

Mlaku-mlaku Sarungan, Jaga Identitas Gresik berjuluk Kota Santri Selengkapnya

Jadi Irup Hari Santri, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah : Hari Santri Bukan Hanya Milik Santri

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Santri Nasional dipusatkan di Alun-alun Sidayu pada Selasa, 22 Oktober 2024. Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah yang di daulat sebagai inspektur upacara (Irup) yang mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan” itu.

Upacara yang diikuti oleh Ketua DPRD Gresik M.Syahrur Munir dan ribuan santri serta elemen masyarakat itu berlangsung khidmat.

Plt Bupati Gresik Aminatun Hibabah saat membacakan sambutan Kementerian Agama menyampaikan bahwa, Hari santri yang diperingati setiap 22 oktober adalah momentum untuk mengenang dan meneladani para santri. Para santri telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peringatan Hari Santri ini juga tidak terlepas dari peristiwa Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 1945 silam. Peristiwa ini menjadi bukti semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta perlawanan santri terhadap para penjajah.

“Dari fatwa Resolusi Jihad itu Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari menyatakan bahwa berperang menolak dan melawan penjajahan itu fardhu ain yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang Islam,” ujar Bu Min – sapaan – Aminatun Habibah.

Plt Bupati Gresik berlatar pendidik itu melanjutkan bahwa tema Hari Santri  2024 ini dipilih sebagai penegasan bahwa santri masa kini memiliki tugas untuk meneruskan perjuangan para pendahulu. Mereka telah berjuang tanpa kenal lelah untuk kemerdekaan dan keutuhan bangsa.

“Menyambung juang bukan berarti hanya mengenang, tetapi juga beraksi dengan semangat dalam menghadapi tantangan zaman modern. Jika para pendahulu berjuang melawan penjajah dengan angkat senjata, maka santri saat ini berjuang melawan kebodohan dan kemuduran dengan angkat pena,” lanjutnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bu Min menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dari pesantren, tetapi milik semua golongan. Serta milik semua seluruh elemen bangsa yang mencintai negaranya. 

Sementara itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWC NU Menganti menggelar apel Hari Santri di lapangan Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Apel yang dihadiri Muspika, Kepala Desa se-Kecamatan Menganti, tokoh agama dan tokoh masyarakat aerta para santri. Peserta apel memakai sarung dan berkopiyah. (yad)

Jadi Irup Hari Santri, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah : Hari Santri Bukan Hanya Milik Santri Selengkapnya

Gus Yani : Alumnus Pesantren Suarakan Islam Moderat Lewat Medsos

GRESIK,1minute.id – Ribuan santri mengikuti apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di lapangan Gembus, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada 22 Oktober 2023. Apel dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  Semua peserta memakai sarung dan kopiyah. Mereka adalah para santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Fandi Akhmad Yani mengatakan, sejak dulu, peran kaum santri dalam membangun NKRI sangatlah besar. Mulai dari melawan penjajah hingga menjadi penggerak mobilisasi masyarakat. Di era modern, kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, peran santri menjadi semakin beragam. Dengan berkembangnya teknologi dan informasi, sudah tentu menjadi tugas para santri sebagai penyeimbang nilai agama dan moralitas agar masyarakat tidak sampai kebablasan.

“Santri saat ini dihadapkan dengan situasi yang berat, dengan adanya perubahan global yang begitu masif. Maka santri harus mampu beradaptasi dengan zaman dengan tetap mempertahankan nilai agama yang didapatkan selama menjadi santri,” ujarnya.

Santri diperlukan dalam menyebarluaskan buah pemikiran para ulama dan kiai. Gagasan inilah yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk mempertahankan nilai-nilai agama yang mulai terkikis. “Maka saya berharap lulusan pesantren harus lebih masif menyuarakan ajaran islam yang moderat. Sebarkan melalui semua media yang tersedia seperti facebook, instagram, twitter, dan lainnya,” katanya.

Gus Yani juga berharap agar para santri dapat mengisi ruang strategis di Indonesia. Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ini dihadiri diantaranya ⁸Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik Nanang Setiawan serta tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat sekitar Bungah. Pada kesempatan itu  Gus Yani juga memenyerahkan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kepada RSI Mabarrot MWCNU Bungah. (yad)

Gus Yani : Alumnus Pesantren Suarakan Islam Moderat Lewat Medsos Selengkapnya

Kado HSN, Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diserahkan kepada PCNU


GRESIK,1minute.id – Pengurus Lajnah Falakiyah Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (LF-PCNU) Gresik semringah. Pasalnya, balai Rukyat, tempat rukyatul hilal di Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu telah resmi menjadi aset organisasi keagamaan terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Sertifikat tanah tempat para perukyat melakukan observasi tata surya telah kelar diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Khusnah Ali usai upacara bendera Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-VI di halaman kantor PCNU Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo yang sudah 20-an tahun proses persertifikatan itu sebagai kado istimewa dari BPN Gresik di HSN 2021 ini.Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan mobil ambulans kepada pengurus PCNU dan hibah senilai Rp 60 juta untuk AMTv dari Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 

Upacara bendera dengan pemimpin upacara Kiai Khusnan Ali itu dihadiri Rais Syuriah PCNU Gresik KH Mahfudz Mas’um, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan jajaran pengurus PCNU dan badan otonomi (Banom)-nya. 
Bupati Fandi Akhmad Yani ikut bangga atas terbitnya sertifikat tanah milik balai rukyat. Menurutnya, hal ini suatu pencapaian yang bagus. Gus Yani menyatakan, balai rukyat Condrodipo ini menjadi salah satu tempat pemantauan bulan atau rukyatul hilal, sebagai penentu awal bulan hijriah, awal puasa ramadan maupun hari raya Idul Fitri.

“Kita terus berdedikasi, ini sebuah kewajiban yang mana fasilitator adalah pemerintah yang berperan kebijakan. Hari ini, aset balai rukyat kita serahkan dibantu oleh BPN. Mudah-mudahan legalitas yang jelas ini bermanfaat ke depan,”katanya. 

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri mengatakan luas tanah balai rukyat hilal seluas 1.047 meter persegi tersebut sudah resmi milik Lembaga Falakiyah PCNU Gresik. Legalitas kepemilikan sah. Selain itu, BPN juga menyerahkan 19 bidang sertifikasi tanah dengan pemegang hak NU yang tersebar di seluruh wilayah Gresik mulai dari masjid, lembaga pendidikan, mushollah serta kantor MWC NU.

“Kami serahkan 19 sertifikat atas nama NU, salah satunya hak milik Balai Rukyat Condrodipo. Sudah sangat lamanya belum selesai karena ada kendala dan akhirnya kini memiliki sertifikat sebagai kepastian hukum hak atas tanah yang sah,”katanya.

Asep mengatakan, pihaknya terus menargetkan pada tahun 2023 seluruh peta bidang tanah milik pemerintah maupun organisasi sosial keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah bisa bersertifikat. “Kami juga serahkan sertifikat tanah ke Pemkab Gresik, yang akan digunakan untuk membangun kantor dinas. Sinergitas ini akan terus kami lakukan,” ujarnya. (yad)

Kado HSN, Sertifikat Balai Rukyat Condrodipo Diserahkan kepada PCNU Selengkapnya

Bupati : Santri Indonesia Harus Siap Siaga Menyerahkan Jiwa dan Raga untuk Indonesia


GRESIK,1minute.id – Bupati Fandi Akhmad Yani memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 22 Oktober 2021. Dalam upacara HSN yang mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga” ini pemimpin dan peserta upacara memakai baju muslim, sarung dan kopyah.

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya, tema “Santri Siaga Jiwa Raga” merupakan suatu bentuk pernyataan sikap yang tegas, bahwa santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air serta mempertahankan persatuan Indonesia. 

Siaga jiwa, imbuhnya, berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah nilai dan ajaran Islam rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Selain itu, tambahnya, dalam jiwa santri hari ini memiliki peran untuk tidak akan memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang akan mengancam persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia. 

HSN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 22 Oktober 2021 (Foto: Humas Pemkab for 1minute.id)

“Siaga raga berarti badan tubuh dan tenaga buah karya santri di dedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu santri tidak pernah lelah dan terus berkarya untuk Indonesia,” sambung GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani menambahkan santri Indonesia mendapat kado menjelang Hari Santri Nasional, yaitu dengan ditekennya Perpres no 82/2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren.  Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur mengenai dana abadi pesantren yang dialokasikan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan pesantren. 

Diakhir sambutannya, Bupati Yani juga mengajak para Santri untuk mendoakan para pahlawan, terutama para ulama, kiai dan santri yang sahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Upacara dalam Peringatan HSN ini merupakan rangkaian dari acara peringatan HSN di Gresik. Upacara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Forkopimda Kabupaten Gresik, serta diikuti oleh elemen Ormas keagamaan yang ada di Kabupaten Gresik. (yad)

Bupati : Santri Indonesia Harus Siap Siaga Menyerahkan Jiwa dan Raga untuk Indonesia Selengkapnya

Peringati HSN, Wabup Ajak Santri jadi Pelopor Pencegahan Stunting

GRESIK,1minute.id – Semarak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 mulai terasa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya, seminar mengusung tema “Santri Gresik Pelopor Pencegahan Stunting untuk Generasi Penerus Bangsa yang Lebih Cerdas”.

Seminar digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pada Kamis, 21 Oktober 2021. Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, momentum peringatan HSN 2021 ini, para santri dapat menjadi sumber daya manusia yang bagus dan didukung oleh kesehatan yang baik. Serta, mendukung usaha pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menurunkan angka stunting.
Stunting dan gizi buruk merupakan masalah krusial yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya Gresik yang saat ini menjadi salah satu lokus stunting.

Kasus stunting di  Gresik saat ini berada pada angka 27 persen. “Gresik merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting, sehingga perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat Gresik mengenai apa itu stunting dan bagaimana cara menghindarinya,”ujar Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Diperingati sejak 2015. Tahun ke-6 ini HSN mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga. Seminar diikuti 80 santri dari sepuluh pondok pesantren (Ponpes) di Gresik ini menghadirkan narasumber Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Gresik dr. Yeni Kurniawati ini dihadiri oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Gresik Abu Hassan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna serta Direktur Utama PT. Phapros Tbk Hadi Kardoko. 

Bu Min menambahkan peringatan HSN bentuk pengakuan para santri juga ikut berjuang dalam Kemerdekaan Indonesia. Di masa saat ini santri juga berjuang dalam bentuk mengangkat Indonesia ini agar menjadi negara yang bermartabat di mata dunia sebagai bentuk kecintaannya pada tanah air. “Insya Allah ini terus didengungkan di pondok pesantren kita, senantiasa kita mengaji selalu dikatakan Hubbul Wathon Minal Iman,”sambungnya. 

Sementara itu, Hadi Kardoko mengungkapkan stunting adalah problem krusial. Karenanya, pihaknya,  berkontribusi dengan memberikan edukasi dengan harapan program pencegahan stunting nasional bisa berjalan dengan baik. “Kami melihat Gresik sebagai Kota Santri, dimana santri bisa memberikan kontribusi dan pengaruh yang signifikan dalam program pencegahan stunting,”ujarnya. (yad)

Peringati HSN, Wabup Ajak Santri jadi Pelopor Pencegahan Stunting Selengkapnya

Peringati Hari Santri, Anggota Partai NasDem Gresik Ziarah Wali dan Nyantri ke Ponpes


GRESIK,1minute.id – PengurusDewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Gresik, Jawa Timur menggelar sejumlah kegiatan merayakan  peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 diperingati setiap 22 Oktober itu. Tahun ini, NasDem Gresik menggelar ziarah ke makam sembilan wali atau Wali Sanga, dan juga nyantri sehari yang dilaksanakan di pondok pesantren Ihya’ul Ulum, Kecamatan Dukun, Gresik. 

Program nyantri sehari diikuti seluruh anggota DPD Partai NasDem Gresik, mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) termasuk anggota Garnita Malahayati turut berpartisipasi. Nyantri sehari ini bagian dari upaya partai NasDem Gresik yang dipimpin oleh Syaiful Anwar ini mendekatkan diri kepada para kiai dan sesepuh, sebagai bentuk ketaatan serta rasa hormat, sesuaiidengan jargon partai NasDem Gresik selama ini, yakni Manut Kyai.

Nyantri sehari diasuh langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ihya’ul Ulum K.H Mahfudz Mas’um. Kiai Mahfudz mengapresiasi program Partai NasDem itu. Menurut Kiai Mahfudz, ide mendekatkan diri ke pondok pesantren harus didukung dan menjadi contoh semua kalangan. “Sangat mendukung, sangat hormat dan senang sekali atas usaha Partai NasDem untuk mendekatkan diri ke pondok pesantren dengan cara nyantri sehari,”ujar K.H Mahfudz dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Gresik itu berharap, semua lapisan masyarakat bisa semakin mendekat ke pondok pesantren, agar supaya bisa mengikuti jejak para kiai. Melalui upaya Partai NasDem nyatri sehari di pondok pesantren ini, Partai NasDem bisa dikenal dengan partai santri, “Semoga partai NasDem semakin dicintai rakyat, karena Gresik Kota Santri, wah ini (NasDem, Red) partainya santri,”ungkapnya.

Anggota partai yang bermarkas di Jalan Veteran, Gresik itu pun bangga dan senang bisa bertemu dengan tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Sebelumnya, anggota partai juga melakukan ziarah ke Makam KH Robbach Ma’shum. Kiai Robbach adalah tokoh Nahdliyin yang juga Bupati Gresik dua periode 2000-2010. Kiai Robbach wafat pada 22 September 2020.

Untuk diketahui Hari Santri Nasional yang jatuh pada setiap  22 Oktober ini, memiliki makna tersendiri bagi Partai NasDem. Dimana di HSN ini sebagai momentum mengingatkan kembali jasa-jasa para kiai, ulama, dan juga para santri, termasuk yang sudah meninggal dunia.
“ini momentum kita, untuk bersama-sama mendoakan para pahlawan termasuk para ulama, dan jasa-jasanya bisa diteruskan generasi saat ini,”ujar Ketua DPD Partai NasDem Gresik Syaiful Anwar melalui sekretarisnya Ainul Fuad. 

Program nyantri sehari di ponpes ini, bagian dari menimbah ilmu agama kepada para kiai sepuh, dan senantiasa mengenang perjuangan santri dan juga kyai dalam ikut membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia. “Sehingga kader-kader Nasdem dapat meneladaninya serta menjadi bagian dari santri di Gresik,” tambah Fuad.

Program nyantri sehari DPD Partai NasDem Gresik ini bagian dari rangkaian memperingati Hari Santri Nasional 2021, selain nyantri sehari, partai NasDem Gresik juga menggelar santripreneur se-Jawa Timur, ngaji kebangsaan bersama KH. Ahmad Muwaffiq, dan pembacaan salawat nariyah 4.444 kali, dan ditutup dengan tasyakuran puncak Hari Santri Nasional di Kantor DPD Partai NasDem Gresik. (yad)

Peringati Hari Santri, Anggota Partai NasDem Gresik Ziarah Wali dan Nyantri ke Ponpes Selengkapnya