Lembaga Konservasi Bawean Prihatin, 5 Ekor Ikan Duyung Mati Di Pesisir Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima ekor dugong alias ikan duyung terdampar dan mati di pesisir Pulau Bawean dalam tiga tahun terakhir ini. Kali terakhir, hewan mamalia yang langka itu ditemukan mati di pesisir pantai Panjinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa, 30 April 2024. Ikan duyung dikubur pada Rabu, 1 Mei 2024.

Menurut Kabid Penelitian Konservasi Bawean Yusra, dimungkinkan bahwa dugong tersebut sudah terdampar beberapa Minggu yang lalu. Dugong nahas itu memiliki panjang 238 cm, lingkaran 106 cm dan panjang sirip 35 cm. “Kami sulit mengenali jenis kelaminnya. Karena kondisi putri duyung itu sudah rusak,” katanya. 

Yusra menduga penyebab mamalia tersebut terdampar di bibir pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dimungkinkan karena cuaca buruk dan ombak yang besar yang terjadi di Pulau Bawean sebulan belakangan ini. “Sebelumnya di tahun yang lalu, bahkan setahun ada dua mamalia dugong yang terdampar sehingga Bawean ini setiap tahun selalu ada dugong terdampar,” urainya.

Pada Rabu, 1 Mei 2024 dugong dikuburkan bersama RKW 11 Bawean (Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jatim ), masyarakat sekitar dan Tim Konservasi Bawean. Data Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean tentang kematian dugong atau Putri Duyung sebagai berikut:

1. 17 Mei 2021 : Seekor Ikan Duyung di Pantai Mayangkara, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak

2. 27 Desember 2022 Ikan Duyung terdampar di Pantai Tanjunganyar Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

3. 4 Februari 2023 seekor dugong terdampar di Pantai Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

4. 9 Maret 2023 seekor dugong terdampar di Pantai Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

5. 30 april 2024 seekor Dugong terdampar di Pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori Kecamatan Tambak

Dari data diatas, Yusra, Kabid Penelitian Konservasi Bawean, mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait untuk segara melakukan penelitian agar terpetakan keberadaan hewan mamalia dan diketahui penyebab paling utama yang membuat dugong ini terdampar setiap tahunnya. (yad)

Lembaga Konservasi Bawean Prihatin, 5 Ekor Ikan Duyung Mati Di Pesisir Pulau Bawean  Selengkapnya

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Nelayan dan para aktivis pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan matinya seekor dugong alias ikan duyung. Hewan mamalia itu ditemukan mati di bibir pantai Panjinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa, 30 April 2024 sekitar pukul 16.07 WIB.

Ahen, salah satu nelayan setempat mengatakan kondisi dugong tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian besar anggota tubuhnya membusuk, kepala hancur hingga terlihat tulang rahangnya. “Sudah banyak anggota tubuh yang membusuk, kepala sudah hancur tinggal tulang rahangnya yang kelihatan sangat jelas,” kata Kabid Penelitian Konservasi Bawean Yusra menirukan ucapan Ahen kepada 1minute.id pada Rabu, 1 Mei 2024.

Menurut Yusra, dimungkinkan bahwa dugong tersebut sudah terdampar beberapa Minggu yang lalu. Dugong nahas itu memiliki panjang  238 cm, lingkaran 106 cm dan panjang sirip 35 cm. “Kami sulit mengenali jenis kelaminnya. Karena kondisi putri duyung itu sudah rusak,” katanya. 

Yusra menduga penyebab mamalia tersebut terdampar di bibir pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dimungkinkan karena cuaca buruk dan ombak yang besar yang terjadi di Pulau Bawean sebulan belakangan ini. “Sebelumnya di tahun yang lalu, bahkan setahun ada dua mamalia dugong yang terdampar sehingga Bawean ini setiap tahun selalu ada dugong terdampar,” urainya.

Pada Rabu, 1 Mei 2024 dugong dikuburkan bersama RKW 11 Bawean (Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jatim ), masyarakat sekitar dan Tim Konservasi Bawean.

Yusra mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait untuk segara melakukan penelitian agar terpetakan keberadaan mereka dan diketahui penyebab paling utama yang membuat dugong ini terdampar setiap tahunnya. (yad)

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean  Selengkapnya

Kali Kedua, Nelayan Menemukan Ikan Duyung Mati di Pesisir Pantai Pulai Bawean

GRESIK,1minute.id – Seekor ikan duyung ditemukan mati di pesisir pantai Pulau Bawean. Saat ditemukan oleh  nelayan asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura kondusif sudah membusuk. 

Nelayan desa setempat bersama Tim Reaksi Cepat Konservasi Bawean, BKSDA RKW 11 Bawean, kantor kelautan dan perikanan (KKP) dan pemerintah desa (Pemdes) Lebak menguburkan ikan duyung – warga Pulau Bawean biasa menyebut- Dugong sekitar lokasi penemuan pada Kamis, 29 Desember 2022. Penemuan dugong mati di pesisir Pantai Pulau Bawean ini untuk kali kedua dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

Dugong jenis kelamin jantan yang kali terakhir ditemukan nelayan Bawean ini memiliki panjang 254 cm, lebar ekor 85 cm dan  sudah dalam keadaan bau busuk dan sebagian tubuh hancur. 

Menurut Kepala Desa Lebak Fadal, dugong ditemukan nelayan ketika hendak mencari ikan. “Nelayan yang akan menjaring ikan di sekitar pesisir pantai pada Selasa lalu sekitar pukul 06.00 WIB, sudah dalam keadaan mati,” kata Fadal kepada wartawan. Pihaknya, setelah mendapat laporan nelayan terkait penemuan satwa laut yang ditangarai mulai langka kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. 

Diantaranya, BKSDA RKW 11 Bawean, KKP, Pemdes Lebak serta lembaga swadaya masyarakat, tim Reaksi Cepat Konservasi Bawean. Fadal mengatakan, warga memang sering menemukan dugong saat cuaca buruk atau ombak besar seperti sekarang ini. “Beberapa hari terkahir nelayan melihat ada tiga dugong sedang makan lamun. Saat ditemukan, satu dugong mati. Dengan mengalami luka di bagian kepala dan sebagian badan,” ucapnya.

Bidang penelitian dari perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Yusra menjelaskan, ekosistem lamun menyediakan tempat tinggal bagi berbagai macam biota laut meliputi ikan, krustasea, reptil hingga mamalia. Mamalia laut. “Ikan yang diketahui berhabitat di padang lamun adalah dugong,” kata Yusra. Sebagai pengetahuan kepada masyarakat kalau pantai Dusun Rabe, Desa Lebak,  terdapat hamparan lamun atau ebus-ebus- kata orang Bawean yang merupakan habitat dugong dan tempat bermainnya. 

“Penemuan dugong mati terdampar sudah dua kali,” terang Yusra. Kali pertama ditemukan mati pada 17 Mei 2021 di Pantai Kepuhteluk Pulau Bawean. Dan, Selasa, 27 Desember 2022. Karena itu, dia mengajak kepada semua pihak untuk terus melestarikan lamun yang merupakan makanan utama dugong serta menjaga dan  melindungi  keberadaannya. 

Masih kata Yusra, mamalia laut jenis dugong ini merupakan salah satu biota langka dan dilindungi oleh negara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa. “Peraturan itu juga dipertegas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut,” jelas Yusra. (yad)

Kali Kedua, Nelayan Menemukan Ikan Duyung Mati di Pesisir Pantai Pulai Bawean Selengkapnya