Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri 

GRESIK,1minute.id – Rahmad Arif Junaidi terlihat semringah. Siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gresik lolos seleksi Indospring Class. Kelas pilihan angkatan X / 2024 ini diikuti 24 siswa. 

Kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class dimulai pada Sabtu, 28 September 2024 ini dihadiri jajaran manajemen PT indospring Tbk, di antaranya,  Direktur Indospring Tbk Bob Budioo, dan Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy. Serta para wali murid siswa kelas Indospring.

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto menyampaikan, bahwa siswa yang terpilih dalam program lndospring Class, merupakan siswa terbaik, hasil dari penjaringan lebih dari 742 siswa di SMK PGRI 1 Gresik. 

“Hanya 24 siswa yang berhasil lolos seleksi ketat berdasarkan berbagai kategori,” ujar Arief Susanto pada Sabtu, 28 September 2024. Indospring Class, lanjutmya merupakan kesempatan emas bagi kalian. “Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di depan mata,” pesan Arief kepada para siswa yang didampingi orang tuanya untuk mengikuti kuliah perdana Indospring Class ini.

Arief berharap program ini bisa menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. “Hal ini, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini, “tandasnya.

Indospring Class di SMK PGRI 1 Gresik memasuki tahun kesebalas. Sempat terhenti satu tahun karena wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Tahun ini, memasuki angkatan ke-X. Semua siswa lulusan Indospring Class ini telah bekerja di sejumlah industri di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Industri BUMN maupun perusahaan multinasional. 

Sebab, selama setahun mereka sekolah mendapatkan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan industri. Pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri. Sehingga, siswa yang lolos Indospring Class, memiliki kesempatan besar untuk bisa bekerja di industri alias satu tiket telah dikantongi untuk bekerja setelah lulus nanti. 

KULIAH PERDANA : Wali murid dan siswa mengikuti seremonial kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class di ruang pertemuan SMK PGRI 1 Gresik pada Sabtu, 28 September 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan industri. Ia menjelaskan bahwa kelas industri ini dirancang agar para siswa tidak hanya siap dilatih, tetapi juga siap bekerja. 

“Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi PT Indospring Tbk. dalam meningkatkan keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia industri,” ujarnya. 

Bob Budiono menambahkan bahwa program ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan budaya kerja industri. “Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat) menjadi acuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan aman,” ujarnya. 

Tantangan masuk industri semakin berat. Hanya anak-anak yang terbaik yang bisa masuk dunia industri. Bob Budiono pun memberikan tips bagi siswa agar bisa bekerja di industri. “Jangan begadang, main hp berlebihan, jujur, dan tidak merokok,” tegasnya.  

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia lokal sehingga masyarakat Gresik mampu bersaing di daerahnya sendiri.

“Kami berharap program ini menjadi kesempatan emas bagi siswa dalam mencapai kesuksesan di dunia kerja, ” tandasnya. Ia melanjutkan bahwa program Indospring Class bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami berharap melalui kelas industri ini, para siswa dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, lanjutnya, pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam dunia industri. “Kelas industri diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia di Gresik. Sehingga, masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton di daerahnya,” tegas Dias yang arek asli Gresik ini. 

Jupri, salah satu wali murid yang hadir di kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada putranya untuk mengikuti program Indospring Class. Ia berharap program ini dapat menjadi jalan bagi anaknya dan siswa lainnya untuk mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Saya sangat berterima kasih kepada SMK PGRI 1 Gresik dan PT Indospring atas program ini. Saya berharap anak-anak kami bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi,” ujar wali murid dari siswa bernama Rahmad Arif Junaidi ini. (yad) 

Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri  Selengkapnya

Gerakan Kalaborasi Pengumpulan Tabung Oksigen Bersambut, Perkuat Yankes di Puskesmas


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menggalang gerakan pengumpulan tabung oksigen. Gerakan kalaborasi kemanusiaan mendapatkan sokongan dari industri dan lembaga pendidikan. Sebanyak 50 tabung oksigen medis ukuran 6 meter kubik (m³) bisa terkumpul di Kantor Bupati Gresik.

Puluhan tabung itu berasal dari lima perusahaan dan dua lembaga pendidikan. Tabung oksigen itu kemudian dilakukan pengisian lalu distribusikan untuk memperkuat layanan di tingkat puskesmas. Ada lima puskesmas sebagai garda terdepan penanganangan Covid-19.

Lima puskesmas itu, adalah Puskesmas Driyorejo, Menganti, Kebomas, Sidayu dan Ujungpangkah. Di setiap puskesmas itu sudah mendirikan tenda darurat yang bisa menampung sepuluh pasien mendapatkan sepuluh tabung oksigen. Puskesmas diharapkan beroperasi 24 jam.

“Sejak minggu kemarin kami berkomunikasi intens dengan Disnaker, Apindo dan perusahaan. Hasilnya, Alhmadulillah banyak yang bersedia meminjamkan tabung oksigennya, kami berharap perusahaan lain juga mengikuti langkah kolaborasi seperti ini. Kami juga sudah rangkul sejumlah SMK,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes drg Syaifuddin Ghozali dan para kepala puskesmas se-Kab Gresik pada Senin, 19 Juli 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya berupaya melakukan percepatan penanganan Covid-19 dengan menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 dan ibu hamil (Bumil). “Puskesmas menjadi garda penanganan pertama. Masyarakat ketika sakit telepon kades dan langsung membawa puskesmas terdekat. Puskesmas kita tambah sarana dan prasarananya,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

DISTRIBUSI : Petugas menaikkan tabung oksigen kalaborasi ke mobil untuk di distribusikan ke puskesmas pada Senin,19 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di lima puskesmas itu yang nanti mendiagnosis pasien apakah masuk kategori berat, sedang atau ringan. Di puskesmas nanti yang memutuskan pasien di rawat dirujuk rumah sakit, rumah sakit lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS) atau isolasi mandiri (isoman). G-JOS telah dinaikkan status sebagai rumah sakit lapangan untuk pasien kategori ringan dan sedang. 

Untuk pasien kategori ringan akan dirawat dilantai III dan pasien sedang lantai II yang dilengkapi dengan oksigen yang disalurkan dari pipa ukuran 3 dim sepanjang 1 kilometer. 
Gus Yani berharap semakin banyak perusahaan yang mau berkalabotasi dengan meminjamkan tabung oksigen kepada pemerintah. “Nantinya, tabung oksigen itu kami distribusikan ke puskesmas di Gresik dan Pulau Bawean,”kata Gus Yani.

Kondisi cuaca yang sulit diprediksi sehingga ketersediaan tabung oksigen di pulau berjarak 80 mil laut tetap tersedia. “Ketika cuaca buruk, kebutuhan oksigen tetap aman,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Gerakan Kalaborasi Pengumpulan Tabung Oksigen Bersambut, Perkuat Yankes di Puskesmas Selengkapnya