Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat atas keluhan warga untuk bisa bekerja di kawasan Java Integrated Industrial and Port (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menjajagi sert memastikan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga non-skill. Sebanyak 22 lowongan kerja non skill tersedia. Pihak perusahaan pun berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja dari ring satu perusahaan.

Selain, Bupati Fandi Akhmad Yani yang menemui perwakilan warga di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu mmenginstruksikan agar Disnaker tidak hanya memantau perusahaan di kawasan JIIPE, tetapi juga perusahaan lain di seluruh Kabupaten Gresik. Setiap perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja, baik skill maupun non-skill, kepada Disnaker untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat Gresik.

Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kontraktor yang sedang dan akan beroperasi di kawasan JIIPE. Hasilnya, terdapat kebutuhan tenaga kerja baik skill maupun non-skill yang dapat segera diisi oleh warga Gresik. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak kontraktor di kawasan JIIPE. Dari hasil itu, ada beberapa kebutuhan tenaga kerja yang terbuka, baik untuk skill seperti operator maupun non-skill seperti helper. Kesempatan ini kami dorong agar benar-benar diprioritaskan untuk warga Gresik,” ujar Zainul Arifin. 

Untuk tenaga skill, ia melanjutkan, kebutuhan yang tersedia, antara lain operator wheel loader, foreman, operator forklift, dan operator crane. Sedangkan untuk tenaga non-skill, terdapat kebutuhan dari lima perusahaan konstruksi dengan total 22 lowongan. “Sejumlah perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk menyerap tenaga kerja warga lokal,” ujar mantan Camat Manyar itu. 

Zainul menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut pemerintah atas aspirasi masyarakat. “Ini bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Sesuai arahan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani,Red), kami sudah turun langsung dan memastikan kebutuhan tenaga kerja tersedia untuk masyarakat Gresik,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pihaknya  juga akan terus mendampingi proses perekrutan agar benar-benar transparan dan memberi peluang besar bagi warga lokal. “Kami akan kawal sampai tuntas. Harapan kami, warga Gresik bisa segera terserap di industri, baik untuk tenaga skill maupun non-skill,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Gresik berharap keluhan warga dapat segera terjawab dan semakin banyak masyarakat yang terserap di industri strategis tersebut. (yad)

Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE Selengkapnya

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ngeluruk Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE dan PT Freeport Indonesia pada Selasa, 15 Oktober 2024. Ratusan warga berada di ring #1 itu menggelar demonstrasi untuk menuntut pekerjaan di perusahaan smelter single line terbesar di dunia itu.

Mereka menagih janji pengelola kawasan dan perusahaan smelter untuk merekrut 60 persen tenaga kerja lokal sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda 7/2022 tentang Penyelenggaraan Tenaga Kerja. Di perda itu, perusahaan diwajibkan merekrut 60 persen tenaga lokal dan 1 persen penyandang disabilitas.

Ratusan warga itu masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE, tempat perusahaan pengolahan konsetrat tembaga hingga 1,7 juta ton, dan emas itu beroperasi melalui jalur darat dan laut. Massa dari jalur darat menggendarai sepeda motor melewati jalan “tikus”. Namun, massa hanya sampai di gate-1 karena dihadang barikade keamanan kawasan dan aparat kepolisian.

Sedang, demonstran jalur laut dengan naik puluhan perahu motor. Berhenti di sekitar pelabuhan internasional kemudian naik kedaratan. Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk. Antara lain, berbunyi : ” Buat apa Dibangun Pabrik Pengolah Emas, Kalo Kita Tetap Susah Beli Beras!!!’. 

Abdul Amin, salah seorang pendemo,  menyampaikan, tuntutan masyarakat Mengare komplek utamanya adalah lapangan pekerjaan. Janji pihak kawasan sebanyak 60 persen untuk warga lokal belum terealisasi.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan yang pernah dijanjikan oleh pihak kawasan (KEK JIIPE). Janji 60 persen penyerapan tenaga kerja sejauh ini belum terealisasi,” kata Abdul Amin.

Koordinator aksi Abdul Wahab Sya’roni setali tiga uang dengan Amin menyebut, pembangunan kawasan JIIPE sangat terdampak bagi warga Mengare Komplek yang keseharian bekerja sebagai nelayan dan petambak. Mereka yang terdampak sedianya diprioritaskan bekerja di Smelter PTFI yang sudah mulai beroperasi.

“Kami menuntut hak-hak kita sebagai warga Mengare disejahterakan terkait adanya PT Freeport ini. Banyak orang beranggapan sebagai warga lokal terutama berada di ring satu penyerapan tenaga kerja sangat besar. Tapi sampai saat ini belum kami rasakan,” ungkapnya.

Roni berharap, dengan adanya aksi demonstarasi ini akan ada mediasi dan solusi yang disepakati bersama. Namun, bila mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka tidak menutupkemungkinan warga akan menggelar demo kembali dengan massa yang lebh besar.

“Ketika aspirasi yang kita sampaikan ke pihak kawasan dan PT Freeport tidak dikabulkan, maka kita akan bawa massa yang lebih besar lagi. Kita buktikan bahwasanya kalau kita ini warga lokal yang kompak,” pungkasnya.

Terpisah, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati  mengatakan, PTFI senantiasa memantuhi ketentuan dari Pemprov Jatim dan Kabupaten Gresik mengenai prioritas tenaga kerja dari desa sekitar Smelter yang telah memenuhi kualifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. 

“PTFI terbuka kepada setiap perusahaan lokal yang ingin bekerja sama dan berkontribusi dalam operasional Smelter dengan melewati proses kualifikasi, verifikasi, dan evaluasi,” kata Katri Krisnati  melalui pesan WhatsApp Grup pada Selasa, 15 Oktober 2024. (yad)

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi 

GRESIK,1minute.id – Kapal Mother Vessel atau MV Unitama Lily yang mengangkut 22 ribu ton konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia  berlayar dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024.

Kapal yang memuat ribuan ton konsentrat tembaga itu diperkirakan akan sandar di Pelabuhan internasional Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu depan, 22 Juni 2024.

Pengiriman perdana konsentrat tembaga itu, menandai akan dimulai beroperasi smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK JIIPE pada Juni 2024 ini.

“Smelter PTFI di Gresik sudah siap beroperasi sehingga kami memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga. Ini adalah momen penting bagi PTFI dan Indonesia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Jumat, 14 Juni 2024.

Adapun Kapal Mother Vessel (MV) Unitama Lily mengangkut total 22.000 ton konsentrat tembaga, dengan rincian sekitar 12.000 ton akan dimurnikan di Smelter PTFI dan 10.000 ton akan dikirim ke PT Smelting Gresik.

“Pengiriman perdana konsentrat ini merupakan momen penting bagi PTFI dan juga bagi Indonesia dimana seluruh konsentrat tembaga ini akan dimurnikan di dalam negeri, mewujudkan hilirisasi sebagai pijakan menuju Indonesia maju,” kata Tony. 

Tony menjelaskan konsentrat tembaga tersebut sebagai pasokan smelter yang akan segera beroperasi. Diperkirakan tiba di Pelabuhan Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik pada 22 Juni mendatang.

Setelah tiba di pelabuhan, konsentrat akan ditempatkan dalam Concentrate Barn sebelum diproses lebih lanjut nantinya pada saat masuk tahapan produksi di Flash Smelting Furnace atau FSF.

Secara garis besar terdapat tiga proses yang harus dilalui konsentrat sebelum menjadi lembaran katoda tembaga, yakni proses material handling konsentrat, proses peleburan di Furnace dan pemurnian di Electrorefinery. 

“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi  pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” tegas Tony.

Smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya dimulai Oktober 2021 dan telah selesai pembangunan sesuai jangka waktu yang ditetapkan pemerintah.

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. 

Smelter dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. (yad)

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi  Selengkapnya

PTV, KEK JIIPE Gelar Tefa, Wabup Gresik Aminatun Habibah : Perda Gresik Amanatkan 60 Persen Naker Gresik Di Setiap Perusahaan

GRESIK,1minute.id – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di Jawa Timur dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik menggelar Inisiasi Teaching Factory atau (Tefa) di Ruang Rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 Mei 2024.

Kegiatan itu bertujuan menyatukan suara antara Pemerintah Kabupaten atau PemkabbGresik, PTV, dan pimpinan perusahaan Gresik khususnya KEK JIIPE ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min

Dalam diskusi  membaha kurikulum pendidikan vokasi, Bu Min mengharapkan pendidikan vokasi menyesuiakan kebutuhan lapangan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki sekitar 603 perusahaan. Melihat hal ini, kata Bu Min perusahaan dapat menyerap tenaga kerja ber-kartu tanda penduduk atau KTP Gresik minimal 60 persen.

“Kita sudah ada peraturan daerah tentang penyerapan tenaga kerja pada Nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Pudak Gresik,” tegas wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Selanjutnya, setiap perusahaan memaparkan terkait kebutuhan lapangan yang nantinya akan disesuaikan dengan pola pengajaran di PTV. Salah satu faktor yang menyebabkan masih kurangnya penyerapan di setiap perusahaan yaitu SDM yang memang belum siap bekerja.

“Sekarang masih banyak siswa-siswi yang siap untuk lulus tetapi tidak siap untuk bekerja. Maka dari itu, penyesuaian kurikulum juga menjadi hal penting,” jelas Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto. 

Selain itu, penerapan Teaching Factory yang merupakan model pembelajaran  dengan suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri masih menjadi langkah yang tepat, namun tetap harus membentuk SDM yang memiliki mental siap kerja.

“Harapannya tidak hanya mendapat link, tapi anak-anak Gresik bisa masuk ke perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik,” tutur Achmad Washil, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik.

Menjawab suara yang disampaikan oleh para buruh pada May Day di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengupayakan penyerapan tenaga kerja ber-KTP Gresik dapat maksimal, salah satunya dengan diskusi yang juga dihadiri oleh Heddy R. Agah selaku Ketua Pakar Tim Ekosistem Kemitraan Daerah, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Ditjen Pendidikan Vokasi serta para pimpinan perusahaan di KEK JIIPE. (yad)

PTV, KEK JIIPE Gelar Tefa, Wabup Gresik Aminatun Habibah : Perda Gresik Amanatkan 60 Persen Naker Gresik Di Setiap Perusahaan Selengkapnya

Tiga Srikandi Freeport Indonesia Berbagi Tips Sukses Menjadi Kartini Masa Kini

GRESIK,1minute.id – Ada nuansa beda di kantor PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK JIIPE), Manyar, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 April 2024. Tiga orang perempuan pimpinan di perusahaan dan 50 orang karyawati perusahaan smelter sedang mengenakan baju adat. Baju Kebaya, dan batik diantaranya.

Tiga srikandi di PTFI yakni Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati; Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI Emily Muteb; dan Manager Construction Project Smelter PTFI Yoga Amaliasari itu berbagi tips dan cerita sukses menjadi Kartini masa kini dalam diskusi memperingati Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April itu.

Diskusi yang diikuti 50 karyawati Smelter PTFI itu terasa gayeng. Peserta pun sangat antusias. Para pembicara dan seluruh peserta mengenakan kebaya dan kain batik, tampil berbeda dibanding hari kerja biasanya.

“Ketika kita sudah memilih berkarir di jalur profesional, maka kita harus punya komitmen yang kuat dan terus belajar supaya kualitas kita terus meningkat. Karir dan prestasi akan mengikuti,” kata Katri yang tampak luwes berkebaya brokat hijau dipadu kain batik cokelat. 

Senada, Yoga Amaliasari berbagi tips tentang mengubah mindset “masalah atau kesulitan”  menjadi “tantangan” sehingga seorang perempuan tidak terjebak dalam pemikiran yang salah kaprah dan berujung pada menyalahkan diri sendiri dan overthinking. 

“Jadi kalau kita mengalami masalah dan menganggap itu sebagai kesulitan maka kita seperti mendoktrin diri sendiri bahwa kita menghadapi hal yang sulit. Berbeda jika kita menganggap hal itu merupakan tantangan, ada rasa dari diri kita untuk menyelesaikan hal tersebut dengan baik,” kata Yoga yang tampil anggun dalam balutan kebaya bordir abu-abu dan kain kebaya lawasan warna hijau. 

Berbeda dengan kesehariannya mengenakan baju kerja dan perlengkapan seperti safety helmet, rompi, dan sepatu khusus. Mengenai peran di keluarga, Emily Muteb turut berbagi cerita. Ibu dua anak ini mengatakan sangat beruntung berada di tengah-tengah tim kerja yang saling memahami dan menguatkan dalam pekerjaan maupun keluarga. 

“Berikan dukungan dan kebersamaan pada keluarga apabila kita menjalankan peran sebagai ibu dan istri,” kata Emily Muteb yang tampil beda dengan kemeja batik biru.

Vice President PTFI Smelting & Refining Aripin Buman mengatakan kegiatan ini untuk  memotivasi karyawati PTFI Smelting & Refining, menyemangati perempuan untuk berani menggenggam mimpi dan mewujudkannya. Menjadi perempuan pekerja yang tangguh dan berdaya.

“Semoga kegiatan ini menginspirasi para karyawati untuk terus berkarya dan mendukung kelancaran operasional dan konstruksi smelter di Gresik,” kata Aripin. (yad)

Tiga Srikandi Freeport Indonesia Berbagi Tips Sukses Menjadi Kartini Masa Kini Selengkapnya

Mapolres Kawasan Khusus Segera Berdiri KEK JIIPE, Groundbreaking Dilakukan Kapolda Jatim 

GRESIK,1minute.id – Markas Polisi Resor Kawasan Khusus segera berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kompleks Java Integrited Industrial and Port Estate (JIIPE) Manyar, Kabupaten Gresik. Groundbreaking pembangunan Mapolres Kawasan itu dilakukan langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Maket bangunan Mapolres Kawasan terdiri dari  pos jaga, gedung Sat Samapta, gedung SPKT, gedung mako utama, gedung reskrim dan narkoba, lapangan olahraga, parkir motor dan mobil. “Polres Kawasan khusus seperti pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara, lahan disiapkan bangunan Polres. Kita segera menyiapkan personel yang ada,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung JIIPE selama ini. Telah menjadi bagian dari setiap perjalanan JIPE dari awal berdiri sampai hari ini, terkhusus kepada Kapolda Jawa Timur yang memberikan dukungan pengamanan yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

JIIPE telah ditetapkan sebagai objek vital (obvit) nasional. Di kawasan ini, nantinya akan beroperasi pabrik smelter terbesar di Indonesia, milik PT Freeport Indonesia (PTFI). “MoU kerjasama pengamanan yang telah berprogress dilaksanakannnya groundbreaking bangunan polri yang akan menjadi cikal bakal kantor kepolisian di kawasan industri dan Pelabuhan JIIPE menjadi bukti negara hadir dalam pengembangan kawasan ekonomi dan memberikan rasa aman kepada para pelaku usaha baik domestik maupun investor asing,” kata Bambang Soetiono.

Integrasi kawasan industri dan Pelabuhan, kata Bambang Soetiono, menjadi daya dukung program hilirisasi pemerintah, ekosistem hilirisasi yang mulai terbentuk di JIIPE dan dengan adanya status KEK menjadi daya dorong masuknya foreign direct investment yang diharapkan secara ultimate mencapai USD 16 miliar dalam 15 tahun ke depan dan job creation mencapai 200.000 orang.

Usai melakukan groundbreaking, Kapolda beserta jajaran menuju lokasi penanaman pohon serentak di KEK JIIPE. Total ada pohon 1.280 ditanam di Jawa Timur. Jenis pohon yang ditanam di KEK JIIPE pohon pule, cemara, akasia, durian,  mangga dan alpukat. Penaman pohon dilakukan serentak seluruh Polres jajaran di Jawa Timur. (yad)

Mapolres Kawasan Khusus Segera Berdiri KEK JIIPE, Groundbreaking Dilakukan Kapolda Jatim  Selengkapnya

Presiden Jokowi : Smelter Freeport Pondasi menjadi Negara Maju, Kini Bertumpu Produksi 

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa 20 Juni 2023. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi mengapresiasi PTFI yang telah menyelesaikan 72,5 persen pembangunan smelter dari target 74,27 persen pada akhir Juni, sesuai dengan linimasa kurva-S dari pemerintah.

Dalam peninjauannya ke proyek smelter PTFI, Presiden Joko Widodo menyampaikan turunan dari hasil smelter ini akan terintegrasi menjadi barang jadi dengan ekosistem besar, salah satunya ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, hal tersebut dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju.

“Kedepan kita memiliki daya saing. Smelter merupakan pondasi untuk menjadi negara maju karena dari yang bertumpu pada konsumsi, sekarang bertumpu pada produksi,” kata Presiden RI Joko Widodo.

PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang mencakup concrete beton smelter, instalasi baja, pembangunan jetty dan wharf pelabuhan, serta pembangunan fasilitas desalinasi. Pembangunan konstruksi fisik akan selesai pada akhir Desember 2023, kemudian akan melalui tahap pre-commissioning dan commissioning selama lima bulan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan bahwa capaian pembangunan yang diraih hingga kini tidak terlepas dari dukungan luar biasa pemerintah, mitra perusahaan, dan putra-putri terbaik bangsa, khususnya masyarakat Gresik. “Smelter ini akan memungkinkan PTFI untuk mendukung percepatan pengembangan industri hilir, transformasi ekonomi nasional, serta agenda ekosistem kendaraan listrik,” kata Tony Wenas.

Pembangunan smelter PTFI ini bernilai USD 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun dan hingga saat ini proyek ini telah menghabiskan USD 2,2 miliar atau setara Rp 33 triliun. Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produk 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (yad)

Presiden Jokowi : Smelter Freeport Pondasi menjadi Negara Maju, Kini Bertumpu Produksi  Selengkapnya

Pantau Kamtibmas di KEK JIIPE, Kapolda Jatim Gagas Pendirian Polsek Urban 

GRESIK, 1minute.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Hermanto melakukan kunjungan kerja ke kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) pada Selasa, 28 Maret 2023. Kunjungan untuk memastikan situasi dan kondisi keamanan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang merupakan proyek strategis nasional.

Dalam peninjauan ini, Irjen Pol Toni Hermanto didampingi Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo dan pejabat utama (PJU) Polda Jatim lainnya ini disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar.

Irjen Pol Toni Hermanto menyatakan bahwa menjaga kondisi keamanan kawasan KEK sebagai obyek vital merupakan salah satu bagian dari tugas Polri. “Untuk itu perlunya koordinasi dan mekanisme pola pengamanan untuk menjamin kegiatan ekonomi didalamnya. Mengingat kawasan JIIPE ini adalah obyek vital,” ujar jenderal dua bintang itu.

Ia melanjutkan, pihaknya merencanakan mendirikan Polsek Urban di kawasan ekonomi khusus yang didalamnya diantaranya bakal beroperasi pabrik smelter, Freeport Indonesia itu. “Ini perlu ada kajian lebih lanjut, sebab pos polisi ada standar dan levelnya. Kalau bisa, langsung saja didirikan Polsek Urban,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengatakan bahwa pihaknya senantiasa hadir dalam memberikan dukungan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satunya adalah dalam bidang utilitas.

“Kami berkesempatan menjalin kerjasama dalam suplai air melalui Perumda Giri Tirta menuju kawasan industri di JIIPE. Ini adalah bagian dari bentuk sinergitas kami terhadap pembangunan KEK di Gresik,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ia berharap, dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh Polda Jatim, maka situasi kamtibmas di Gresik pada umumnya dan terutama di Kawasan Ekonomi Khusus dapat terjamin. “Hal ini nantinya berdampak pada keamanan di Gresik. Selain keamanan yang terjaga, kami juga berharap dengan berdirinya berbagai perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus ini dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Gresik,” ujarnya. (yad)

Pantau Kamtibmas di KEK JIIPE, Kapolda Jatim Gagas Pendirian Polsek Urban  Selengkapnya

150 Warga Ring 1 Kawasan JIIPE Jalani Pelatihan K3 , Wabup Gresik : Bisa Mengakomodir Naker di Smelter 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 150 warga ring 1 kawasan ekonomi khusus JIIPE mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja di SMK Assa’adah Bungah. Penutupan Pelatihan K3 ini untuk mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja (naker) yang memiliki kompeten ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Selain Wabup Aminatun Habibah, penutupan pelatihan K3 gelombang pertama ini dihadiri oleh Manager CSR PT Freeport Indonesia Emely, Kepala SMK Assa’adah Bungah Sumiati, serta pelatih atau trainer.

Pelatihan K3 dibagi dalam tiga gelombang. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan bisa mengakomodir tenaga kerja ahli di bidang K3 yang dibutuhkan di Smelter PT. Freeport Indonesia yang berada di kawasan Java Integrated Inidustrial Port and Estate (JIIPE).

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap, setelah mengikuti pelatihan K3 ini para peserta tidak hanya sekedar dibekali kemampuan dan keahlian, melainkan bisa mendapatkan kesempatan bergabung atau bekerja di PTFI.

“Dengan adanya pelatihan ini maka calon pekerja bisa memiliki kompetensi keahlian yang dibutuhkan di dunia industri. Dan Saya berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya bisa mendapat kesempatan bekerja di Smelter PT Freeport,” harap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah dalam sambutannya. 

Ketua Pelaksana Pelatihan K3 Muh Syamsu Dluha mengatakan, para peserta pelatihan kerja ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Pada tahap awal ini peminatnya cukup banyak yakni sebanyak 600 lebih pendaftar. Namun yang diterima hanya 150 peserta.

“Melalui pelatihan K3 ini setidaknya bisa memberikan bekal kepada peserta atau calon tenaga kerja agar memiliki kompetensi keahlian. Untuk saat ini kami prioritaskan warga ring satu JIIPE dulu,” ujar Gus Syam-sapaan akrab-Muh Syamsu pada Selasa, 7 Maret 2023.

Gus Syam menegaskan, pembekalan terhadap para peserta pelatihan ini dibawah bimbingan pelatih profesional, dosen dan guru yang telah mengantongi sertifikat trainer. Begitu dinyatakan lulus, maka peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan K3.

“Untuk peserta yang perempuan ada penekanan khusus pada pelatihan K3 ini, yakni soal keberanian ketika menghadapi bahaya dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Tahta Alfiana, salah seorang peserta pelatihan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membekali dirinya dan para peserta lain berupa kemampuan dan keahlian di bidang K3. Dia pun berharap ada tindak lanjut setelah pelatihan ini.

“Kami sangat berharap adanya tindak lanjut setelah pelatihan ini. Diantaranya bisa diterima di Smelter PT Freeport Indonesia,” ungkap perempuan muda asal Desa Watuangung Mengare, Bungah ini. (yad)

150 Warga Ring 1 Kawasan JIIPE Jalani Pelatihan K3 , Wabup Gresik : Bisa Mengakomodir Naker di Smelter  Selengkapnya

Menko Perekonomian Erlangga Progres Konstruksi Smelter Sesuai Target , Smelter Freeport Beroperasi 2024

GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan smelter, PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Kamis, 2 Februari 2023. 

Menko Perekonomian Erlangga didampingi Menteri Perindustrian Agus Guwingan Kartasasmita dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, melihat langsung kemajuan konstruksi smelter Manyar berada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur itu. Menko Airlangga optimis proyek smelter bisa selesai tepat waktu pada Desember 2023. Dan, beroperasi 2024.

Dalam paparannya, Airlangga menilai PTFI mampu memastikan keberlangsungan proyek hingga selesai. “Saya sangat mengapresiasi kerja keras PTFI dalam mengejar target konstruksi smelter Manyar yang kini telah mencapai 51,7 persen sesuai kurva-S yang disetujui pemerintah. Progres ini merupakan capaian luar biasa yang dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain, terlebih mengingat proyek smelter Manyar memiliki komposisi tenaga kerja Indonesia hingga 98 persen,” ungkapnya.

Airlangga kemudian menjelaskan bahwa smelter Manyar perlu melalui proses pre-commissioning dan commissioning sebelum dapat beroperasi penuh layaknya pabrik-pabrik lain. Tahap precommissioning dan commissioning akan memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala, dan memakan waktu sekitar lima bulan sebelum beroperasi pada Mei 2024.

“Kami pastikan pembangunan smelter dapat memenuhi target linimasa kurva-S yang telah disetujui pemerintah. Kami terus secara intensif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam mengupayakan akselerasi perampungan smelter Manyar,” ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam kesempatan yang sama.

Selain fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga, smelter Manyar akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti Precious Metal Refinery (PMR). Fasilitas PMR berfungsi untuk mengolah lumpur anoda dari hasil olahan pemurnian konsentrat tembaga menjadi emas dan perak. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 35 ton hingga maksimal 60 ton emas per tahun.

“Fasilitas pendukung PMR memungkinan proses produksi emas dari hulu ke hilir di dalam negeri yang akan memberikan nilai tambah bagi neraca perbankan Indonesia,” tambah Airlangga. Pembangunan smelter Manyar hingga akhir Desember 2022 telah mengeluarkan biaya investasi sebesar USD 1,63 miliar atau setara Rp 25 triliun  dari nilai total investasi sebesar USD 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun.

Smelter Manyar dengan desain single-line terbesar di dunia akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (yad)

Menko Perekonomian Erlangga Progres Konstruksi Smelter Sesuai Target , Smelter Freeport Beroperasi 2024 Selengkapnya