Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat

GRESIK,1minute.id – Seorang paroh baya ditemukan tergeletak di perlintasan rel kereta api di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Ahad, 12 Mei 2024 sekitar pukul 16.15 WIB. Tubuh perempuan berinisial S.K, warga Sumberejo, Pakal, Surabaya itu penuh luka. Perempuan itu diduga tertabrak kereta api. Ada yang menduga, korban adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Korban yang mengalami luka di bagian kaki, dan kepala itu kemudian dibawah aparat Polsek Menganti ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan. “Korban meski luka-luka masih sadar. Dan, bisa ngomong,” ujar seorang warga. 

Sebelumnya, sekitar pukul 14.50 WIB di perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik dua petani tersambar Kereta Api (KA) 506 Commuter Line Arjonegoro) 506. Dua korban ini bernama Srionoh, 52, dan Misdi, 52. Mereka berboncengan sepeda motor Supra 125 dengan nopol W 5889 DE.

Untungnya, dua petani desa setempat itu selamat. Sedangkan, sepeda motor Supra yang dikendarai Srionoh rusak berat. Perlintasan kereta api di Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik itu dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan Gresik. Penjagaan dibagi 3 sif. Setiap sif dijaga seorang petugas dari Dishub Gresik dan petugas swadaya. Saat kejadian dua petani di sambar kereta komuter itu, hanya ada petugas swadaya. 

Siang itu, sekitar pukul 14:50 WIB saat penjaga swadaya palang pintu perlintasan tidak ditutup dan tidak mendengar informasi bahwa ada kereta api sedang melintas. Korban yang mengendarai motor berboncengan hendak pulang ke rumahnya di Desa Sumari. Karena palang pintu tidak tertutup dan tidak tanpa lampu kereta lewat, Srionoh, pengemudi Honda Supra 125 langsung menerobos perlintasan jalur KA itu.

Saat bersama kereta komuter lewat, sehingga motor mereka terserempet bodi kereta api itu. Kedua petani itu terpental dan selamat. Sedangkan, motor rusak berat. “Korban sudah dievakuasi dan di larikan ke RSUD Ibnu Sina. Korban atas nama Srionoh mengalami luka patah tangan sebelah kanan dan Misdi mengalami luka patah tangan sebelah kiri,” terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita kepada wartawan. (yad)

Sehari Dua Laka Di Perlintasan KA Di Gresik, 3 Korban Selamat Selengkapnya

KAI Rencanakan Reaktivasi Jalur KA Stasiun Kebungson untuk Moda Transportasi Barang

GRESIK,1minute.id – PT Kereta Api Indonesia merencanakan reaktivasi jalur kereta di Gresik. Reaktivasi mulai dari Stasiun KA Kebungson, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.
Rencana perusahaan pelat merah itu memanfaatkan jalur KA yang sudah puluhan tahun tidak aktif untuk moda transportasi barang. 

Dalam pengamatan 1minute.id jalur kereta api dari stasiun Kebungson itu sudah banyak berdiri bangunan rumah warga. Ada semi permanen hingga permanen bahkan rumah hunian bertingkat. 

Bangunan stasiun dengan konstruksi papan terlihat kusam. Tiang penyangga bangunan stasiun dari kayu terlihat masih kokoh. Hanya atap stasiun terbuat dari seng sudah banyak berlubang karena termakan usia. Sedangkan, rel kereta sudah hilang karena tertutup pelesteran semen. 

Menurut sejumlah warga yang tinggal di sepaanjang rel kereta api itu, rencana reaktivasi sudah disosialisasikan. Fadilah, diantaranya. Perempuan 49 tahun mengatakan, ada sejumlah orang berpakaian seragam mendatanginya. Mereka mengatakan, bangunan sekitar 10 meter kanan dan kiri dari jalur kerata api akan dilakukan penggusuran.

“Termasuk rumah saya ini,”kata perempuan asal Bangkalan, Madura itu ditemui 1minute.id pada Rabu, 19 Mei 2021. Ibu satu anak yang sudah tinggal sejak masih perawan itu mengaku hanya pasrah bila pemerintah meminta untuk pindah. “Saya punya rumah, tapi tidak memiliki sertifikat karena tanah milik negara,”ujarnya sambil nyambi memasak di teras rumahnya. 

Bangunan rumah berada di dalam bekas stasiun Kebungson. Ukuran sekitar 6×4 meter dan tingkat dua. Saking sempitnya, Fadilah memilih memasak di teras rumah. “Dalam rumah ada dapur tapi sempit ngak iso bernafas,”imbuhnya.

Untuk diketahui rencana aktivasi jalur kereta api di wilayah perkotaan Gresik ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Trans Jaya Persada (TJP).

Kedua pihak sepakat menandatangani MoU tentang Rencana Kerja Sama Pengembangan Bisnis Berbasis Kereta Api di kawasan Eks Stasiun Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha KAI Jeffrie N. Korompis dan Direktur TJP Ignatius Handijoso Siaputra di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta Pusat pada Selasa, 11 Mei 2021.

Dilansir Kompas.com penandatanganan nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai komitmen awal dan landasan bagi para pihak untuk dapat meningkatkan, potensi yang dimiliki masing-masing pihak terkait pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman yaitu perencanaan dan penjajakan kerja sama yang saling menguntungkan dan layak (feasible) antara para pihak terhadap pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Selain itu, para pihak juga melaksanakan kajian-kajian meliputi aspek bisnis, finansial, kelayakan, lingkungan, legalitas, risiko dan/atau aspek lainnya yang dibutuhkan sehubungan dengan rencana kerja sama pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Dalam MoU tersebut, KAI berkolaborasi dengan TJP akan melakukan kajian-kajian untuk pengembangan eks Stasiun Gresik serta mereaktivasi jalur kereta api hingga ke Stasiun Indro.

Kawasan eks Stasiun Gresik merupakan lahan KAI dengan luas sekitar 23.000 m2. Stasiun tersebut rencananya akan dioperasikan oleh PT Trans Jaya Persada dengan status sewa lahan milik KAI untuk kerja sama angkutan barang.

Eks Stasiun Gresik berada dekat dengan 3 kawasan industri yang cukup besar dengan berbagai macam produk seperti industri plastik, kayu, makanan, energi, produk kimia, dan sebagainya. Eks Stasiun Gresik juga memiliki konektivitas yang baik karena berada dekat dengan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Gresik.

Akses terdekat stasiun tersebut adalah menuju Stasiun Indro dengan jarak 3 km. Jalur kereta api Indro – Gresik merupakan bagian dari jalur Kandangan – Gresik yang pertama kali diresmikan pada 3 Januari 1924. Lalu pada 1980 hingga 2020-an  jalur Indro – Gresik berstatus nonaktif.
Pada awal Maret 2021, jalur stasiun Indro direaktivasi untuk kereta komuter jurusan Stasiun Indro – Stasiun Sidoarjo. (yad)

KAI Rencanakan Reaktivasi Jalur KA Stasiun Kebungson untuk Moda Transportasi Barang Selengkapnya

Siang Ini, KA Komuter Beroperasi dari Stasiun Indro, Tiket KA Ludes


GRESIK,1minute.id – Keinginan masyarakat menikmati transportasi moda kereta api ke Surabaya atau Sidoarjo segera teralisasi. PT Kereta Api Indonesia akan meraktivasi jalur KA di Stasiun Indro hari ini, Rabu10 Februari 2021.Kereta berangkat pukul 12.40.

Hingga pukul 10.06 tiket kereta sudah sebanyak 186 tiket ludes. Rinciannya, 184 tiket dari Stasiun Indro dan 2 penumpang dari Stasiun Kandangan, Surabaya. Tiket kereta komuter itu hanya Rp 5 ribu per penumpang. 

Karena perjalanan lokal, calon penumpang tidak diperlukan membawa surat keterangan (suket) bebas virus berasal dari Wuhan Tiongkok itu. 
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat baik,”kata Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto pada Rabu, 10 Februari 2021.

Antusiasme masyarakat ini karena baru kali pertama ada kereta penumpang berangkat dari Stasiun Indro. “Sak umur-umur baru sekarang ini ada kereta penumpang,”kata Yunita Wahyuni ditemui antri di loket pembelian tiket di Stasiun Indro pada Rabu, 10 Februari 2021.

Perempuan 31 tahun tinggal di sekitar Stasiun Indro di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik. Selama puluhan tahun itu, Stasiun Indro mengalami pasang surut. Pada 2006-an jalur KA Stasiun Indro beroperasi untuk mengangkut barang. Diantaranya, distribusi semen.

Pada 2018, Stasiun Indro kembali reaktivasi tapi untuk transportasi logistik, kontainer. Tapi hanya seumur jagung. Tias menambahkan kondisi itulah yang membuat dirinya penasaran. Dia bersama keluarga dan tetangga memesan tiket go show di Stasiun Indro. Meski, kereta komuter dengan empat gerbong itu sekali berangkat.

“Saya sudah pesan angkutan kota. Karena bersama anak-anak,”katanya. Yahya Sultono alias Oyek, beda lainnya. Lelaki tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik memesan 10 tiket go show. “Nanti, pulangnya saya telah sewa minibus,”katanya.

KA Komuter tujuan Sidoarjo menuju Stasiun Indro berangkat dari Stasiun Sidoarjo pada pukul 10.00 dan tiba di Stasiun Indro pukul 12.11. Selanjutnya, KA Komuter berangkat dari stasiun Indro menuju stasiun Sidoarjo berangkat dari Stasiun Indro pukul 12.40 dan tiba di Stasiun Sidoarjo jam 14.40. 

Rangkaian KA Komuter ini terdiri dari 4 gerbong kereta jenis kereta rel diesel ini, mampu mengangkut sebanyak 186 penumpang sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. KA Komuter ini beroperasi tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Para penumpang harus mematuhi persyaratan yang telah ditentukan. 

Persyaratan prokes diantaranya wajib mengunakan masker, membawa hand sanitizer, tidak boleh berbicara di dalam kereta dan melakukan cuci tangan di tempat yang telah disediakan di stasiun. Kemudian menjaga jarak, penumpang dalam kondisi sehat dan tidak terdapat gejala influenza, batuk, demam dan sesak nafas.

Proses boarding dilakukan secara mandiri disaksikan oleh petugas boarding dan menunjukkan tiket dan identitas yang sah, kecuali tiket go show yang tidak tertera data penumpang. (*)

Siang Ini, KA Komuter Beroperasi dari Stasiun Indro, Tiket KA Ludes Selengkapnya

Reaktivasi Stasiun Indro, PT KAI Ujicoba KA Komuter, Begini Respons Emak-emak


GRESIK,1minute.id – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi ( KAI-Daop) 8 Surabaya melakukan ujicoba lintasan kereta api jurusan Stasiun Indro-Pasar Turi-Stasiun Sidoarjo pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Ujicoba reaktivasi jalur kereta api untuk penumpang itu dilakukan dua kali. Yakni,  pukul 08.40 dan 12.00. Kali pertama kereta komuter terdiri dari 4 gerbong itu melaju dengan kecepatan 30 km/jam. 

Ujicoba perlintasan kali kedua,  kereta penumpang itu meluncur lebih cepat yakni 40 km/jam. Ujicoba itu dilakukan karena PT KAI Daops 8 merencanakan mereaktivasi Stasiun Indro pada 10 Februari 2021.

Rencana reaktivasi Stasiun Indro ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebab, sudah puluhan tahun jalur kereta terbentang jauh. Dari Gresik menuju Surabaya. Ada dua stasiun yakni Kebungson dan Indro. 

Jalur KA Stasiun Indro mengalami pasang surut. Pada 2018, jalur KA Stasiun Indro itu untuk distribusi logistik Gresik-Jakarta. Tapi, hanya berumur jagung. 

Pada 10 Februari 2021, BUMN Perkeretaapian itu akan meraktivasi jalur KA di Stasiun Indro untuk transportasi penumpang. Sejumlah warga masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan ujicoba itu. 

Ny Dewi, misalnya. Ia bersama sembilan temannya menyempatkan berswafoto maupun foto bersama masinis KA komuter itu.  “Kami sangat senang ada kereta penumpang dari sini,”ujar Dewi pada Sabtu, 6 Februari 2021. “Semoga tiket penumpang terjangkau masyarakat menengah ke bawah,”harapnya.  

Sementara itu,  Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto mengatakan, ujicoba dilakukan untuk memastikan jalur KA siap untuk dioperasikan. “Nanti, tiap hari ada keberangkatan penumpang dari sini (Stasiun Indro),”kata Mawan didampingi Kantono, staf Humas PT KAI Daops 8.

Mawan mengaku masyarakat sangat antusias kehadiran kereta komuter ini. “Tapi, mohon maaf saya tidak menjawab tentang harga tiket. Karena diluar kewenangan saya,”ujar Mawan.

Seperti diberitakan 1minute.id sebelumnya, PT KAI Daops 8 mereaktivasi Stasiun Indro. Stasiun berlokasi di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik ini. Stasiun ini mengalami pasang surut. Kali terakhir beroperasi untuk kereta logistik. Hanya seumur jagung. 

Stasiun Indro pun mangkrak.  Kini, PT KAI menghidupkan kembali jalur kereta itu. Tapi,  khusus kereta penumpang. Kereta komuter 4 gerbong. Jurusan Stasiun Indro – Pasar Turi, Surabaya -Stasiun Sidoarjo. Tiket KA ini kabarnya berkisar Rp 5 ribu per penumpang.  Rencananya peresmian dilakukan 10 Februari 2021. (*)

Reaktivasi Stasiun Indro, PT KAI Ujicoba KA Komuter, Begini Respons Emak-emak Selengkapnya

KAI Reaktivasi Stasiun Indro untuk Moda KA Komuter Jalur Indro-Sidoarjo


GRESIK,1minute.id – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi ( KAI-Daop) 8 Surabaya mereaktivasi Stasiun Indro. Reaktivasi Stasiun Indro itu mulai pertengahan Februari 2021.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop-8 Surabaya Suprapto, berdasar grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2021, reaktivasi stasiun Indro di jalur Kandangan – Indro.  Ada satu kereta api komuter relasi Indro – Pasar Turi, Surabaya – Sidoarjo. 

“KA Komter tersebut terdiri dari 4 gerbong kereta jenis kereta rel diesel (KRDE),”jelas Suprapto dikonfirmasi 1minute.id melalui Whatsapp, Selasa 19 Januari 2021.

KA Komuter ini, tambahnya, berangkat dari Stasiun Indro pukul 12.40, tiba Pasar Turi, Surabaya 13.15. Selama 15 menit,  kereta penumpang ini standby di Stasiun Pasar Turi, Surabaya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Sidoarjo. “Kereta tiba di stasiun Sidoarjo pukul 14.40,”ujarnya. 

Berapa tiket kereta komuter itu?  “Nantinya tiap hari beroperasi dengan tarif Rp 5 ribu,”jelasnya. Lalu kapan  Stasiun Indro ini dioperasikan, Suprapto mengaku belum bisa memastikannya. “Masih menunggu surat resmi dari DJKA/ Kemenhub terkait pemberlakuan resmi Gapeka 2021,”kata Suprapto. 

Untuk diketahui, Stasiun Indro berlokasi di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik mengalami pasang surut. Sempat vakum puluhan tahun. Pada 2016 kembali dioperasionalkan untuk moda transportasi logistik. Operasional hanya seumur jagung. Stasiun Indro kembali sepi. Tidak aktivitas lagi.  

Dalam pengamatan 1minute.id Stasiun Indro terlihat bersih.  Sejumlah petugas terlihat membenahi bangunan kantor. Pemasangan lampu dan fasilitas lainnya. Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto mengatakan pihaknya sudah siap operasional. (*)

KAI Reaktivasi Stasiun Indro untuk Moda KA Komuter Jalur Indro-Sidoarjo Selengkapnya