12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya!

GRESIK,1minute.id – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2026 berakhir 8 Maret 2026 lalu. Selama 12 hari, mulai 25 Februari sampai dengan 8 Maret 2026. Selama dua pekan itu, Kepolisian Resor Gresik dan jajaran telah berhasil mengamankan 85 tersangka. 

“Selama 12 hari Operasi Penyakit Masyarakat, kami menangani sebanyak 78 kasus dengan 85 tersangka,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat Konferensi Pers di Mapolres Gresik pada Kamis, 12 Maret 2026.

Barang bukti yang diamankan, antara lain, 2 kilogram bahan peledak (handak) alias serbuk  petasan ; 12,73 gram sabu-sabu, 521 botol minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (mihol) ; 462 botol arak serta uang tunai Rp 2,8 juta. Kemudian, 3.211 butir obat keras pil warna putih berlogo LL alias Pil Koplo.

Polres Gresik berkomitmen untuk terus menindak tegas berbagai bentuk penyakit masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Gresik.

“Operasi ini merupakan upaya kami menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya menjaga kesucian bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tegas alumnus Akpol 2007 itu.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, polisi juga menyita berbagai barang bukti yang cukup signifikan. Pada kasus perjudian dan kejahatan umum, petugas mengamankan 25 unit telepon seluler, uang tunai sebesar Rp2.888.000, satu bilah parang, serta akses ke empat akun situs judi online.

Selain itu, dalam penindakan terhadap peredaran bahan peledak ilegal, polisi menyita 2 kilogram serbuk petasan yang diduga akan diedarkan menjelang Ramadan.

Sementara dari pengungkapan kasus narkotika, aparat mengamankan 12,732 gram sabu, 4,86 gram ganja, serta 3.211 butir pil koplo berlogo “LL”. Petugas juga menemukan sejumlah alat hisap berupa bong dan pipet kaca yang digunakan oleh para pelaku.

Tak hanya itu, dalam operasi yang sama, polisi juga menertibkan peredaran minuman keras ilegal dengan menyita 462 botol arak dan 521 botol miras berbagai merek yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diakhir kegiatan dilakukan pemusnahan ratusan botol miras hasil operasi pekat semeru 2026. Polres Gresik menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat guna menjaga ketertiban wilayah, terutama selama bulan Ramadan.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian. “Masyarakat dapat segera melapor melalui Call Center 110 atau melalui layanan Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

12 Hari Operasi Pekat, Polres Gresik Amankan 85 Tersangka, Ini Hasilnya! Selengkapnya

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri

GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah memasuki malam 20 Ramadan pada Senin, 9 Maret 2026. Lebaran Idul Fitri tinggal hitungan jari. Polres Gresik memperketat pengawasan internal dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap kesiapan senjata api (senpi) dinas milik personel.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan operasional aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Gresik seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.  

Pemeriksaan yang dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan jajaran Seksi Profesi Pengamanan (Sipropam) bersama Bagian Logistik Polres Gresik tersebut menyasar puluhan senjata api dinas, baik laras pendek maupun laras panjang, yang dipegang oleh personel Polres hingga jajaran Polsek.

Dalam kegiatan ini, setiap anggota yang memegang senjata api diwajibkan menunjukkan senpi dinas beserta kelengkapan administrasinya untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.

Pengecekan dilakukan secara detail dan menyentuh berbagai aspek penting guna memastikan senjata api berada dalam kondisi siap pakai serta digunakan sesuai prosedur. Beberapa komponen yang diperiksa antara lain kondisi fisik senjata, kelengkapan amunisi, serta legalitas administrasi kepemilikan.

Petugas memeriksa kebersihan senjata serta memastikan seluruh mekanisme berfungsi dengan baik agar tidak menimbulkan kendala saat digunakan. Selain itu, jumlah dan kelayakan amunisi turut dihitung dan dicocokkan dengan data inventaris.

Tidak kalah penting, masa berlaku Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) juga diperiksa guna memastikan setiap personel yang memegang senjata telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang rutin dilakukan guna menjaga profesionalisme anggota di lapangan.

“Pengecekan ini adalah bentuk pengawasan internal yang ketat. Kami ingin memastikan seluruh senjata api dalam kondisi baik serta personel yang memegangnya tertib secara administrasi,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Melalui pemeriksaan ini, Polres Gresik tidak hanya memastikan kesiapan alat material (almat), tetapi juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab personel dalam penggunaan senjata api dinas.

Pengawasan tersebut diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran, mencegah penyalahgunaan senjata api, serta memastikan penggunaan kekuatan oleh aparat tetap terukur dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dengan kondisi senjata yang terawat dan personel yang disiplin, Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat sehingga perayaan Idulfitri di Kabupaten Gresik dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.(*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Sidak Kesiapan Senpi Dinas Anggota, Jaga Kamtibmas Kondusif Jelang Idul Fitri Selengkapnya

Barongsai Ramaikan Perayaan Cap Go Meh di Kampung Pecinan, Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan Cap Go Meh tahun baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Kiem Hien Kiong Gresik berlangsung meriah dan khidmat. Ratusan pasang mata memenuhi kawasan Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kiem Hien Kiong yang berada di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Masyarakat berjubel untuk menyaksikan pertunjukan barongsai. Warga berbaur dengan warga Tionghoa untuk menikmati hiburan khas tersebut. Tampak hadir di tengah-tengah warga antara lain Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution didampingi Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, Kasat Intelkam Iptu Bagas Indra Wicaksono, serta Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad Kevin Ramadhan. 

Mereka disambut oleh Ketua Klenteng Tan Sutanto, Ketua Forum Masyarakat Gresik Pencinta Keberagaman (Formagam) Joko Pratomo, perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Gresik. Tradisi tahunan bagi warga Tionghoa itu berlangsung aman dan kondusif. Hujan menguyur Kota Santri tak membuat berkurang antusiasme warga untuk menyaksikan Perayaan Cap Go Meh di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Pengamanan ini adalah bentuk komitmen Polres Gresik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kegiatan Cap Go Meh dan pentas barongsai berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi seluruh warga, baik yang merayakan maupun yang menyaksikan,” ujarnya.

Kehadiran aparat kepolisian dalam memberikan pengamanan menuai apresiasi dari warga Tionghoa. Berkat penjagaan yang profesional dan humanis, rangkaian acara berlangsung tertib meski antusiasme warga cukup tinggi. Perayaan Cap Go Meh di Kota Santri itu pun menjadi gambaran nyata harmonisasi dan toleransi yang terus terjaga di wilayah hukum Polres Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Barongsai Ramaikan Perayaan Cap Go Meh di Kampung Pecinan, Gresik Selengkapnya

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Wahyu Agung Pratama membaik. Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng ini, satu dari dua korban penusukan yang dilakukan oleh terduga berinisial S, 45, asal Paciran, Lamongan pada Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.

Pelaku S mengakui perbuatannya. Namun, ia mengaku tidak memiliki target seseorang. Pelaku pun menyesali perbuatannya. Apalagi, ia mendapatkan kabar rumah di Paciran, Lamongan dibakar oleh massa. 

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 1 Maret 2026, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi warga dua desa yakni Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang sempat bersitegang yang di picu aktivitas Patrol Sahur itu.

Mediasi dilakukan di balai Desa Banyutengah itu dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa berlangsung hingga waktu sahur tiba. 

Hasil ? Warga dua desa sepakat untuk damai alias happy ending.  

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres Ramadhan. 

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.

Sementara itu, pascaperdamaian warga dua desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Forkopimda lainnya membesuk korban Wahyu Agung Pratama, 24 tahun di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Setelah dua hari menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gresik itu, kondisi Wahyu membaik. Ia mulai bisa beraktivitas makan tanpa bantuan dari infus. Rasa nyeri akibat tusukan juga mulai mereda. 

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dokter yang menangani di rumah sakit, kondisinya membaik. Kemarin belum bisa makan kemudian masih dipasang infus. Tapi hari ini sudah bisa membaik dan bisa makan normal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, imbuhnya, maka perawatan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak untuk menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif, apalagi selama bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak kepada seluruh warga untuk menjaga kondusivitas kondisinya bulan suci Ramadan sangat tidak baik ketika ada peristiwa yang seperti ini. Kita harus menahan diri,  boleh melakukan kegiatan yang positif asalkan tidak mengganggu antarsesama. Dan yang paling penting adalah menjaga kondusivitas orang beribadah biar bisa mendapatkan rasa aman,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Kesehatan Korban Membaik

Dari sisi medis, dokter RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa korban diterima pada waktu subuh dan langsung dilakukan stabilisasi. “Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia sampai kulit,” jelasnya.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah mulai duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak ada komplikasi dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi pasien diperkirakan semakin membaik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif  Selengkapnya

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membezuk Wahyu Agung Pratama di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng itu, satu di antara dua korban pembacokan terduga pelaku berinisial S pada Jumat, 27 Februari 2026. Sekitar pukul 12.30 WIB, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution davln Forkopimda serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah tiba di ruang Cempaka, tempat korban menjalani perawatan intensif.

Dua hari menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kondisi kesehatan Wahyu membaik. Wahyu sudah mulai bisa makan nasi. Wajahnya pun semringah. Meski, infus masih menancap di tangannya.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendoakan Wahyu untuk lekas sembuh. 

“Alhamdulillah, berdasarkan diagnosis dokter yang menangani pasien terus membaik. Membaik artinya pasien mulai bisa maka. Sebelumnya makan dibantu infus. Istirahat juga mulai enak. Tinggql sedikit rasa nyeri akibat tusukan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan warga dari dua desa yakni Campurejo dan Banyutengah. Dua desa sepakat untuk berdamai. “Tidak Ada balas dendam lagi. Untuk menjaga kesucian Bulan Suci Ramadan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh warga di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menjaga kondusivitas daerah. Apalagi saat ini, di bulan Suci Ramadan. Kita boleh melakukan aktivitas asalkan tidak mengganggu antarsesama. “Dan, yang paling penting menjaga kondusivitas agar seorang bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa seperti lagi di waktu mendatang,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyatakan, pihaknya telah menangkap satu orang terduga pelaku. Selain itu, kami sedang melakukan pendalaman terkait dugaan adanya provokasi terkait perkara itu. Selain itu, kedua belah pihak sudah sepakat untuk damai. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Panceng untuk menjaga kondusivitas serta menjaga kesucian  Bulan Ramadan ini,” kata perwira dua melati di pundak itu.

Untuk diketahui, Patrol Sahur berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25, menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial berinisial S, 45 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku penusukan. Pelaku S di tangkap di Paciran, Lamongan. Warga yang gemas akhirnya membakar rumah pelaku yang berada di Desa Tlogosandang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

PJU hingga Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Jalani Tes Urine. Ini Hasilnya !

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar pemeriksaan narkoba melalui tes urine terhadap Pejabat Utama (PJU) pada Jumat, 21 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, bersama sebanyak 19 Pejabat Utama lainnya. Pemeriksaan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen internal dalam memastikan seluruh jajaran kepolisian terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Polres Gresik dalam memastikan bahwa seluruh jajaran kepolisian bersih dari penyalahgunaan narkoba serta memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres Gresik menegaskan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menunjukkan komitmen menjaga integritas dan profesionalisme institusi. “Kami ingin memastikan bahwa Polres Gresik benar-benar bersih dari narkoba dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika,” tegasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara acak dan terus menerus sebagai upaya pengawasan internal sekaligus penguatan disiplin personel. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Tes urine dilakukan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Siedokkes) Polres Gresik secara menyeluruh dan transparan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan narkoba di kalangan PJU.

Sementara itu, Kepala Seksi Dokkes Polres Gresik Iptu Sugioto menyampaikan bahwa seluruh peserta dinyatakan negatif. “Alhamdulillah, hasil pemeriksaan seluruh PJU Polres Gresik menunjukkan hasil negatif,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PJU hingga Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Jalani Tes Urine. Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Safari Ramadan di Masjid Ahmad Dahlan, Kapolres Gresik Ingatkan Jemaah Jaga Kamtibmas hingga Layanan Pengaduan 110

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan safari Ramadan. Pada Jumat pertama, bulan Suci Ramadan, AKBP Ramadhan Nasution melakukan silaturahmi dan salat Jumat di Masjid Ahmad Dahlan di Jalan Amien Rais, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Di hadapan para jemaah, Kapolres AKBP Ramadhan menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas putra-putrinya, khususnya pada malam hari menjelang waktu sahur.

Menurutnya, pengawasan tersebut diperlukan guna mencegah aktivitas negatif yang dapat mengganggu ketertiban maupun kekhusyukan ibadah masyarakat lainnya. “Kami mengimbau agar para orang tua dapat mengawasi putra-putrinya untuk tetap melakukan kegiatan positif serta menjauhi aktivitas yang tidak bermanfaat atau berpotensi mengganggu jalannya ibadah,” ujar AKBP Ramadhan didampingi  antara lain, Kasat Binmas AKP Alimudin Nasution, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho, serta Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza. Bertindak sebagai khatib dalam Salat Jumat itu adalah KH. Abdul Hamid Muhanan, Lc. 

Menjelang arus mudik yang diprediksi dimulai dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Kapolres juga mengingatkan warga agar memastikan keamanan rumah sebelum bepergian. Selain berkoordinasi dengan RT/RW maupun kepala desa setempat, pihak kepolisian membuka layanan penitipan kendaraan di Mapolres maupun Polsek jajaran.

“Bagi masyarakat yang hendak mudik, pastikan rumah dalam keadaan aman. Kami juga membuka fasilitas penitipan kendaraan di Polres maupun Polsek sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat didorong untuk proaktif melaporkan setiap kejadian melalui layanan Lapor 110, media sosial resmi, maupun call center “Lapor Cak Rama” yang disiagakan untuk merespons cepat berbagai aduan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolres Gresik bersama jajaran melaksanakan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada para jamaah masjid, sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah. 

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan di Masjid Ahmad Dahlan, Kapolres Gresik Ingatkan Jemaah Jaga Kamtibmas hingga Layanan Pengaduan 110 Selengkapnya

SPPG Bedilan Beroperasi, Diresmikan Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan 

GRESIK, 1minute.id – Satu lagi, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri  berdiri di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian SPPG berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu dilakukan sebelum zoom meeting kegiatan groundbreaking serentak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan yang meresmikan SPPG Bedilan yang dihadiri antara lain Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta mitra strategis SPPG Polri dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan memaparkan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik kini telah memiliki beberapa titik SPPG, di antaranya di Yosowilangun, Pongangan, Manyarejo, Bedilan, dan Randuagung. Sementara itu, dua lokasi tambahan di Benjeng dan Driyorejo masih dalam tahap pembangunan.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Gresik dalam mendukung program pemerintah mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutur Ny. Yanggi sebelum melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan dukungan penuh terhadap pengoperasian dapur gizi tersebut. Polres Gresik juga menyiapkan penambahan peresmian pelayanan pemberian bantuan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan SLB Kemala Bhayangkari II Gresik.

Seluruh kesiapan kegiatan, mulai dari personel, peralatan, hingga dukungan teknis lainnya, telah dipersiapkan secara matang. Penambahan layanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat program gizi.

Untuk sementara, tercatat sekitar 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat yang akan dilayani. Sasaran program tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang membutuhkan dalam radius 3 hingga 6 kilometer dari lokasi SPPG.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan kekurangan gizi di wilayah Gresik. Dengan dukungan pelayanan yang optimal, kebutuhan gizi masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara merata. Kapolres juga menyebut pemanfaatan aset Polri maupun skema pinjam pakai lahan desa sebagai bentuk optimalisasi sumber daya demi kepentingan masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Bripka Galuh selaku Mitra SPPG yang mewakili Kakorsabhara Mabes Polri menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG bukan sekadar fasilitas produksi makanan, melainkan simbol sinergi lintas sektor.

“Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari ini adalah wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan gizi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan,” ujarnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

SPPG Bedilan Beroperasi, Diresmikan Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan  Selengkapnya

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Cek Seluruh Randis

GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung apel pemeriksaan kendaraan dinas (randis) di halaman Mapolres Gresik pada Kamis,  12 Februari 2026.

Keandalan sarana dan prasarana menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Satu per satu kendaraan operasional diperiksa secara detail.

Mulai dari sepeda motor Bhabinkamtibmas dan motor patroli, hingga kendaraan taktis seperti telehandler, water canon, dan truk pengangkut personel, seluruhnya tak luput dari pengecekan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik kendaraan.

Kapolres AKBP Ramadhan Nasution memastikan aspek mekanis seperti performa mesin dan sistem kelistrikan berfungsi dengan baik. Kebersihan kendaraan juga menjadi perhatian, sebagai cerminan profesionalisme dan kesiapan personel Polri di lapangan. Tak hanya itu, kelengkapan administrasi turut diperiksa, termasuk masa berlaku STNK dinas serta Surat Izin Mengemudi (SIM) anggota pemegang kendaraan.

“Pengecekan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh sarana prasarana pendukung dalam kondisi prima, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” tegas alumnus Akpol 2007 itu. 

Ia mengingatkan bahwa kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang bersumber dari anggaran rakyat. Karena itu, penggunaannya harus disertai rasa tanggung jawab dan perawatan yang baik. Perawatan rutin dinilai menjadi kunci utama agar kendaraan tetap awet dan siap diterjunkan kapan pun, terutama dalam situasi darurat. Ia juga menginstruksikan personel agar proaktif melaporkan setiap kerusakan, sekecil apa pun, untuk segera ditindaklanjuti sebelum mengganggu pelaksanaan tugas.

“Kendaraan ini adalah alat penunjang utama dalam patroli dan pengamanan wilayah. Jangan sampai saat dibutuhkan, kendaraan justru mogok atau bermasalah karena kurang perawatan,” tambahnya. Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kedisiplinan ini diharapkan semakin menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab personel terhadap inventaris negara.

Dengan dukungan sarana yang prima, Polres Gresik berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Cek Seluruh Randis Selengkapnya

Gresik Kondusif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Apresiasi Kinerja Anggota

GRESIK,1minute.id – Marhaban Yaa Ramadan. Menjelang bulan suci Ramadan, Kapolres Gresik Ramadhan Nasution memerintahkan jajarannya untuk segera melaksanakan operasi Cipta Kondisi (Cipkon). Operasi Cipkon dilakukan sebagai upaya preventif guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat memimpin apel pagi yang digelar di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 9 Februari 2026.

Perwira dua melati itu menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang dinilai berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Gresik.

“Alhamdulillah, situasi kamtibmas di wilayah Polres Gresik saat ini berjalan dengan baik dan terkendali. Kondisi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar alumnus Akpol 2007 itu. 

Selain aspek keamanan, AKBP Ramadhan Nasution juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Menurutnya, kerapian dan kebersihan merupakan cerminan profesionalisme anggota Polri, yang harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Pada kesempatan tersebut, AKBP  Ramadhan turut menyinggung program Gentengisasi sebagai salah satu upaya memperindah estetika wilayah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik lingkungan, mendukung pengembangan UMKM lokal, sekaligus menciptakan ikon kawasan yang lebih rapi dan berdaya tarik wisata.

Di bidang penegakan hukum, Kapolres menginstruksikan seluruh personel untuk mempelajari serta mensosialisasikan KUHP dan KUHAP terbaru, agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Usai apel, Kapolres Gresik didampingi para pejabat utama (PJU) melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kendaraan dinas operasional. Pemeriksaan meliputi kelayakan mesin, kelengkapan, hingga kebersihan kendaraan.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung tugas berada dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (yad) 

Editor: Chusnul Cahyadi

Gresik Kondusif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Apresiasi Kinerja Anggota Selengkapnya