Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik 

GRESIK,1minute.id – Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Perpustakaan di lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu ditetapkan sebagai Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) predikat Madya. 

Anugerah nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini diumumkan pada Senin, 3 November 2025.  Anugerah PISA Madya untuk Perpustakaan tipe A ini menjadikan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini berobsesi meraih predikat lebih tinggi, yakni Nidya. Selain Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, Kementerian yang dipimpin oleh Arifah Fauzi ini memberikan anugerah sama, PISA predikat Pratama kepada Ruang Baca Digital Ramah (Rubadira) Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik.

“Tahun ini, Pemkab Gresik mengusulkan 12 perpustakaan. Gresik hanya dua yang meraih Anugerah PISA Pratama dan Madya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Kamis, 6 November 2025.

Untuk diketahui anugerah PISA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terbagi dalam empat tingkatan yakni Pratama , Madya, Nindya, dan utama. Tahun ini, Kementerian PPPA memberikan 44 anugerah PISA se-Indonesia sebanyak 44 perpustakaan. Untuk predikat Pratama sebanyak 39 perpustakaan dan predikat Madya sebanyak 5 perpustakaan termasuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik.

Salim mengatakan, proses pembentukan PISA sesuai standar ramah anak telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025, melalui tahapan evaluasi mandiri, asesmen, verifikasi lapangan, serta penilaian menyeluruh terhadap kualitas kebijakan, program, pengelolaan, sumber daya manusia, sarana prasarana dan lingkungan, serta monitoring evaluasi.  “Dan, perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, satu diantara yang lolos mendapatkan predikat Madya,” kata Salim. 

Pembentukan PISA dilaksanakan sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekosistem informasi yang berpihak pada anak. PISA sesuai standar ramah anak bertujuan untuk memastikan tersedianya layanan dan wadah informasi yang ramah anak, berfokus pada penyediaan informasi terintegrasi (informasi, tempat bermain, ruang kreatifitas, serta tempat konsultasi) yang mendukung pemenuhan hak anak melalui pendekatan pelayanan ramah anak. 

PISA dikembangkan dalam berbagai bentuk layanan seperti Perpustakaan Daerah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Taman Baca Masyarakat, Taman Pintar, dan bentuk layanan informasi lainnya. Salim melanjutkan, pada 2024 perpustakaan Pusaka ilmu Spenda ini mendapat penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai peserta kajian perpustakaan nasional. “Alhamdulillah tahun 2025 meraih predikat Madya ini berkat kekompakan tim SRA (sekolah ramah anak), sekolah yang kompak luar biasa,” katanya. 

Anugerah PISA predikat Madya membuat sekolah terus melakukan inovasi. Sebab, sekolah ikhtiar bisa mendapatkan predikat lebih tinggi yakni Nidya. “Harus lanjut kita ke jenjang predikat lebih tinggi untuk raih predikat sekolah anak sebagai wujud keseriusan sekolah melayani menuju KBM aman nyaman dan menyenangkan,” tegasnya. 

Raihan PISA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Keluarga Berencana, PPPA Gresik Titik Ernawati hingga lembaga swadaya masyarakat. (yad)

Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik  Selengkapnya

Bu Min : Lembaga Pendidikan Berbasis Agama di Gresik Berkomitmen Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

GRESIK1minute.id – Pelaksana tugas atau Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali mengingatkan lembaga pendidikan berbasis agama harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak dalam menempuh pendidikan.

“Hadirnya anak-anak ini bukan hanya tanggung jawab orangtua, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak ditekankan untuk mewujudkan pesantren yang bebas dari kekerasan dan bullying,” tegas Bu Min-sapaan akrab- Aminatun Habibah saat membuka Advokasi dan Inisiasi Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Al Mustofa, Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean pada Senin, 18 November 2024.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan anak. Serta menjadikan kegiatan ini sebagai komitmen bersama mengenai perlindungan anak di Kabupaten Gresik. 

“Kegiatan advokasi dan inisiasi pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak ini sudah dilaksanakan di beberapa tempat. Maksud dari Pemkab Gresik yaitu meminimalisir kekerasan pada anak tidak terjadi di kota santri (sebutan lain Kota Gresik),” harapnya. 

Selain itu, lanjut Bu Min, diperlukan komitmen bersama. Baik pendidik, pimpinan, pengasuh dan santri bahwa pendidikan berasrama berbasis agama ini harus memberi ruang aman dan nyaman bagi anak dalam menempuh pendidikan. 

“Upaya ini untuk memperkuat orientasi dan komitmen para pihak dalam rangka memajukan, memenuhi, melindungi serta menghormati hak-hak anak,” tutur Bu Min yang berlatar pendidik ini.

Para guru, katanya, diharapkan bisa memiliki kedekatan hubungan emosional yang lebih terhadap para santrinya. Agar dalam proses transfer ilmu yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. 

“Anak-anak adalah masa depan kita, dan perempuan adalah tiang keluarga. Kita harus memastikan bahwa mereka terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya. (yad)

Bu Min : Lembaga Pendidikan Berbasis Agama di Gresik Berkomitmen Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Sinergi dan Ketepatan Data Kunci Percepatan Penurunan Stunting 

GRESIK,1minute.id –  Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik menggelar kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting semester pertama tahun 2024 dan penyusunan rencana tindak lanjut penanganan stunting.

Hasilnya?  Sebanyak 16 calon pengantin, 39 ibu hamil atau bumil, 17 ibu nifas, dan 631 bayi dibawah dua tahun atau Baduta yang tersebar di 18 kecamatan.

Diseminasi adalah penyebarluasan ide, gagasan dan sebagainya. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakan penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Sehingga diperlukan adanya sinergi berbagai pihak dalam menangani permasalahan stunting di Kabupaten Gresik.

Selain sinergi, imbuhnya, akurasi data lapangan yang riil dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Gresik. “Stunting adalah suatu permasalahan yang kompleks, namun tetap bisa selesaikan dengan kolaborasi dari semua pihak. Karenanya, saya harap angka stunting yang masuk adalah angka yang riil. Dengan angka yang riil, kita bisa tahu kondisi nyata di lapangan dan dari situ kita bisa merumuskan strategi yang pas guna menanggulanginya,” tegas Aminatun Habibah yang juga  Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting ini pada Selasa, 30 Juli 2024.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang menjadi target audit stunting semester satu tahun 2024.

Kelompok-kelompok tersebut di antaranya calon pengantin yang berisiko, ibu hamil, ibu nifas, dan semua baduta yang selama dua bulan tidak mengalami peningkatan berat badan.

Apa langkah strategis yang harus dilakukan? KBPPPA Gresik telah menyusun sejumlah  rencana strategis penanganan stunting yang melibatkan berbagai sektor. Program-program yang akan dilaksanakan mencakup peningkatan akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan gizi, sanitasi, serta pendampingan terkait pola asuh anak. Selain itu, akan dilakukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik. Ia bersama tim pendamping keluarga melakukan kunjungan ke rumah sasaran guna untuk melihat secara langsung kondisi lapangan.

“Total kasus yang masuk dalam audit kasus stunting semester satu tahun 2024, di antaranya sebanyak 16 calon pengantin, 39 ibu hamil, 17 ibu nifas, dan 631 Baduta yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik,” terangnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Sinergi dan Ketepatan Data Kunci Percepatan Penurunan Stunting  Selengkapnya

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai

GRESIK,1minute.id – Fajar Izzul dan Salsa Erikha, dinobatkan sebagai Duta GenRen Gresik 2024. Grand final ajang pencarian bakat Generasi Berencana atau GenRe dihelat di Gedung Nasional Indonesia atau GNI pada Sabtu malam, 8 Juni 2024.

Menurut Bunda GenRe Gresik Nurul Haromaini Ali atau Ning Nurul, acara ini bertujuan menjaring dan mencari anak-anak muda yang berbakat.

“Setelah acara apresiasi selesai, bukan berarti tugas kalian selesai. Justru setelah grand final ini tugas para Duta Genre dimulai. Nantinya, anda memberikan pengaruh yang baik untuk remaja di Kabupaten Gresik,” jelas istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Ia mengaku sangat prihatin terhadap para remaja yang identik dengan kegiatan konotasi negatif. Dia berharap, para remaja GenRe dapat merangkul, bukan menggurui.

“Ada pepatah yang mengatakan bahwa padi yang dipanen tidak ditanam kemarin sore. Tetapi padi yang ditanam ini telah melalui proses yang luar biasa, artinya untuk mencapai tujuan perlu berproses. Saya percaya finalis yang saat ini telah terpilih, merupakah buah dari proses yang telah dilalui,” tutur Ning Nurul yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik itu.

Pemilihan Duta GenRe 2024 diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Ada ratusan peserta mengikuti dalam ajang pencarian bakat. 

Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengatakan, program GenRe yaitu mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi remaja, life skill, penyiapan program berkeluarga, serta kependudukan dan pembangunan keluarga. 

“Tidak hanya untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah, dan napza. Tetapi program GenRe saat ini ada tambahan yaitu stop pernikahan dini dan stop stunting,” jelasnya.

Dijelaskan, Grand Final diikuti 10 pasang finalis putra dan putri yang lolos seleksi. Mereka telah melalui beberapa tahapan sejak Maret lalu. Seleksi itu di antaranya, tes administrasi, wawancara, prakarantina, karantina, hingga grand final malam ini. (yad)

Duta GenRe Gresik 2024

1. Juara I  : Fajar Izzul dan Salsa Erikha

2. Juara II : Akbar Albaihaqi dan Azriela Alfasya

3. Juara III : Jabbir Danadyaksa dan Naura Khansa.

Duta GenRe Tervaforit : Muhammad Ramadhan (Kecamatan Gresik) dan Clarisaa Naila (Kebomas)

Duta Persahabatan : Fawwas Firdaus (Kebomas) dan Shinta Rahmah (Manyar)

Duta Berbakat GenRe :  Muhammad Dimas Amirullah (Gresik) dan Jocelyn Maurika (Gresik)

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai Selengkapnya

Inginkan Titel KLA Tidak Sekadar Administratif, Wabup Gresik Inisiasi Wujudkan DRPPA

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berharap titel Kabupaten Layak Anak tidak sekadar administratif. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengharapkan predikat KLA Nindya yang disandang oleh Kabupaten Gresik terwujud merata.

“Kita ingin agar titel Kabupaten Layak Anak itu tidak hanya sekadar administratif, melainkan aksi di masyarakat juga betul-betul layak kepada anak. Jadi, kita berharap dengan adanya DRPPA ini mulai dari desa sudah ada perhatian kepada perempuan dan anak. Perlindungannya pun tidak di KBPPPA saja, melainkan sudah bisa di mulai di desa,” harap  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat membuka kegiatan Advokasi dan Inisiasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa, 30 April 2024.

Kegiatan yang prakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini diikuti para perangkat desa, anggota PKK, serta organisasi Fatayat dan Aisyiyah. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah meminta perangkat desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) dan menyiapkan anggaran. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan penyediaan infrastruktur yang ramah anak, perempuan dan disabilitas.

“Yang paling sederhana adalah disediakannya jalur khusus kursi roda di kantor-kantor desa. Bisa juga disiapkan ruang laktasi bagi ibu menyusui,” ujar wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Digandengnya PKK serta organisasi Fatayat dan Aisyiyah dalam mewujudkan DRPPA juga tanpa alasan. Ini karena organisasi perempuan yang sudah dikenal luas kiprahnya di masyarakat dan juga menjangkau hingga di desa-desa. Dengan begitu, diharapkan aksi-aksi yang ramah anak dan perempuan bisa didukung pelaksanaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati menjelaskan bahwa kegiatan advokasi dan inisiasi DRPPA di Kecamatan Manyar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan desa dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak.

“Kecamatan Manyar ini menjadi kecamatan pertama yang kami sasar dan rencananya akan kita adakan di semua kecamatan di Kabupaten Gresik. Dengan DRPPA maka kedepan pembangunan di tingkat desa harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak, perempuan, dan disabilitas,” kata Titik Ernawati. Selain itu, ia berharap terbentuknya DRPPA bisa melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum.  ” Nantinya bisa melakukan pendampingan di tingkat desa,” imbuhnya. 

Untuk diketahui, penghargaan KLA dari Kementerian PPPA ini terdiri dari peringkat Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan yang tertinggi kategori KLA. Pada 2017 dan 2018 Pemkab Gresik mendapatkan penghargaan kategori Pratama. Pada 2019 dan 2021 penghargaan menjadi ketegori Madya. Pada 2022, naik level menjadi peringkat Nindya. Pada 2023, Pemkab Gresik menargetkan kategori Utama. (yad)

Inginkan Titel KLA Tidak Sekadar Administratif, Wabup Gresik Inisiasi Wujudkan DRPPA Selengkapnya

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah

GRESIK,1minute.id – Kondisi psikologis SAH, 8, anak yang diduga dicolok tusuk bakso hingga buta terus membaik. Siswa kelas II sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu sudah bisa tersenyum. Anak korban kekerasan yang diduga oleh seniornya tersebut menginginkan pindah sekolah. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dr Titik Ernawati mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak SAH sejak 4 September 2023. Anak SAH yang semula sering termenung dan murung kini ceria. “Alhamdulillah sekarang lebih ceria dan lebih banyak bercerita,” ujar dr Titik Ernawati melalui pesan WhatApps pada Rabu, 20 September 2023. 

Akan tetapi jika disinggung kasus tersebut memang ada akspresi yang berubah dari keceriaannya, jadi perlu waktu untuk pulih dan menceritakan dengan terbuka kasus tersebut.

Anak SAH, imbuhnya, tidak lagi merasakan sakit yang dialami. Bahkan, anak korban kekerasan fisik itu kangen sekolah. Untuk diketahui,  kekerasan yang dialami anak SAH terjadi pada 7 Agustus 2023. Korban diduga dicolok tusuk bakso. Akibat kekerasan itu, mata kanan anak SAH tidak bisa melihat. Buta.  Kejadian kekerasan yang dialami anak korban. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik telah menaikkan status penyidikan.

“Anak SAH ada keinginan kembali ke sekolah dan merindukan beberapa temannya dan juga gurunya yang baik,” terang dr Titik Ernawati.  

Kesimpulan terakhir  hasil pendampingan dengan psikologis klinis, anak SAH sebaiknya pindah sekolah. “Dan kami sudah observasi beberapa sekolah yang aman dan menyenangkan buat SAH,” katanya.

Sementara itu, sumber 1minute.id menyebutkan anak SAH telah selesai menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Surabaya. Pemeriksaan MRI adalah pemeriksaan medis menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio untuk mengidentifikasi kondisi tubuh pasien. “Sudah ada hasilnya. Tapi, nanti ada dokter yang menyampaikan hasil pemeriksaan MRI itu,” ujar sumber yang meminta identitas tidak disebut. (yad)

dr Titik Ernawati: Psikologis Anak SAH Membaik, Sudah Ceria dan Inginkan Pindah Sekolah Selengkapnya

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik terus memantau perkembangan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Bayi laki-laki dengan bobot 1,7 kilogram itu dibuang di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Agustus 2023 lalu. 

Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi kesehatan bayi laki-laki yang terlahir dari rahim mahasiswi yang belum menikah itu terus membaik. “Beberapa waktu lalu, berat badan naik menjadi 1,9 kilogram,” kata Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati disela menghadiri Nawa Karsa Award Desa SIAP di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik akhir pekan lalu. 

Pemantauan kondisi bayi dilakukan, imbuhnya, karena orang tua bayi sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik. Penyidik menetapkan sepasang kekasih yakni Belva Pandega Nuswantara (BPN)  dan perempuan berinisial UD, 22 tahun sebagai tersangka. Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menahan kedua tersangka dengan ancaman penjara selama 5,5 tahun. 

UD tercatat sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya. “Ibu bayi melahirkan di rumah pacarnya. Tanpa bantuan dokter dan paramedis. Melahirkan sendiri,” terang Titik Ernawati. Sejoli berinisial BPN dan UD telah berpacaran selama 2 tahun. Selama berpacaran itu, mereka diduga telah berulangkali berhubungan layaknya suami-istri. UD, mahasiswi asal Madura itu pun akhirnya hamil. 

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, UD mengalami pendarahan hingga air ketuban pecah.”Melahirkan di rumah tersangka pria tanpa bantuan tenaga medis,’’ ujar Kapolres GresikAKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Jumat, 1 September 2023. 

Seperti diberitakan, pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Sata nitipkan anak kami”. (yad)

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah  Selengkapnya

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat 

GRESIK,1minute.id – Pemkab Gresik terus berikhtiar untuk menekan angka stunting. Upaya yang dilakukan diantaranya memberikan training of trainer (TOT) Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kartu Kembang Anak (KKA) kepada kader Bina Keluarga Balita (KKB) di Pulau Bawean. 

Di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean, berpotensi memiliki risiko terbanyak stunting di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data rilis dari Pemkab Gresik, saat ini Kabupaten Gresik memiliki sekitar 6.912 keluarga risiko stunting. Sebanyak 3.070 diantaranya berada di Pulau Bawean. Hal ini tentu menjadikan Bawean sebagai prioritas.

TOT SOTH yang dihelat oleh Dinas Keluarga Berencana, Permbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Selasa,16 Mei 2023..Wabup perempuan berlatar pendidik itu sedang melakukan lawatan ke Pulau terluar Gresik itu. 

“Dengan SOTH ini, kita akan memberikan pemahaman tentang stunting. Sehingga nanti kita dapat mencegah terjadinya stunting dan menjadikan anak-anak kita menjadi lebih baik. Ini sangat penting karena nantinya anak-anak inilah yang akan menggantikan kita di masa depan,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. 

Pada kesempatan itu, Bu Min juga memberikan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada para keluarga dengan risiko stunting. Karena di Bawean ini ada sekitar 50% keluarga risiko stunting, dari total yang ada di Gresik.

Sementara itu, Kadis KBPPPA Titik Ernawati mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan serentak pekan depan. Normalnya, bantuan ini akan diberikan sebanyak tiga tahap, dari mulai  Mei hingga Juli 2023. Mengingat akses yang cukup sulit, bantuan tersebut diputuskan untuk disalurkan sekaligus. “Nanti, bantuan akan kami berikan tiga tahap sekaligus. Isinya berupa satu ekor ayam karkas dan 1 pax telur mentah,” bebernya.

Sebelumnya, SOTH telah dicoba di Desa Bungah dan Bedanten, Kecamatan Bungah. Di dua desa tersebut menjadi pilot project SOTH yang akan dilakukan secara menyeluruh di 330 desa se-Kabupaten Gresik. (yad)

50 Persen Potensi Risiko Stunting di Pulau Bawean, Wabup Gresik Gelar Sekolah Orang Tua Hebat  Selengkapnya

Ikhtiar Wujudkan Gresik Ramah dan Nyaman untuk Anak, KBPPPA Gresik Ngobrol Bareng  Komunitas Anak

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunanan (Musrenbang) Anak. Musrenbang mengangkat tema “Meraih Cita, Meraih Asa, Bersama Komunitas Anak Gresik Ceria’, kegiatan Ngobrol bareng ini diikuti oleh puluhan perwakilan anak dari beberapa sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Tujuannya, ikhtiar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk pemenuhan hak-hak anak sehingga bisa mewujudkan Gresik Kota Ramah Anak, Gresik Nyaman bagi semua warga. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Musrenbang untuk mendapatkan masukan pemikiran dari anak-anak.  Masukan iru berharga untuk kebijakan ramah anak di Kabupaten Gresik. 

Musrenbang anak merupakan komitmen nyata Kabupaten Gresik, yang terus berbenah untuk menjadi Kabupaten yang layak untuk anak. “Kami di Pemerintah Kabupaten Gresik harus memperhatikan seluruh kebutuhan anak-anak di Kabupaten Gresik. Sebagai informasi, di Kabupaten Gresik saat ini terdapat kurang lebih 370 ribu anak. Dan saat ini suaranya diwakili oleh anak-anak disini,” ungkap Bu Min, begitu Wabup kerap disapa pada Senin, 20 Februari 2023.

Oleh karenanya, Bu Min berharap hasil dari Musrenbang anak harus bisa merepresentasikan apa yang menjadi harapan anak-anak di Gresik. Selain itu, Wabup berlatar pendidik itu,  juga mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak hanya menuntut haknya saja, melainkan juga memenuhi apa yang sudah menjadi kewajibannya.

Kepada jajaran OPD di Kabupaten Gresik, Bu Min menegaskan kebijakan kabupaten layak anak merupakan prioritas yang wajib menjadi perhatian dalam menyusun program dan kegiatan dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Harapan besar kita adalah semua anak di Kabupaten Gresik mendapatkan layanan yang baik serta terpenuhi semua haknya. Bersama dengan anak-anak, bagaimana membuat kabupaten kita ini menjadi tempat yang nyaman bagi semua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Gresik dr. Titik Ernawati mengatakan bahwa hasil dari Musrenbang anak  menjadi usulan rencana program pemenuhan dan juga sebagai masukan prioritas pemenuhan hak anak di Kabupaten Gresik.

Kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Bu Min dalam Musrenbang anak, tidak dilewatkan begitu saja oleh anak-anak yang hadir. Dalam sesi diskusi, tidak henti-hentinya anak anak menyampaikan berbagai masukan dan kejadian di lapangan. Mulai dari masalah bullying , sekolah dan tempat ramah anak, masalah edukasi seksual, hingga keberpihakan pada kelompok inklusi tidak lepas dari sorotan. (yad)

Ikhtiar Wujudkan Gresik Ramah dan Nyaman untuk Anak, KBPPPA Gresik Ngobrol Bareng  Komunitas Anak Selengkapnya

Inovasi Bunda Puspa Bangkitkan Ekonomi Berbasis Kemandirian Perempuan

GRESIK,1minute.id – Perempuan memiliki potensi dan berperan sangat besar dalam pembangunan nasional. Khususnya di Kabupaten Gresik di bidang ekonomi. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertekad untuk dapat memberdayakan perempuan di Kabupaten Gresik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melahirkan terobosan dan inovasi yang dikemas dalam program Bunda Puspa. Kali ini Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani fokus terhadap kemandirian ekonomi perempuan di sektor UMKM.

Dibawah keterlibatan Dinas KBPPPA (Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Gresik, Gus Yani mendorong pelaku usaha perempuan agar dapat terus berinovasi, serta melindungi perempuan dari berbagai stigmatisasi, stereotip, kekerasan berbasis gender, dan konstruksi sosial lainnya yang merugikan perempuan.

Gus Yani memberikan wadah bagi pelaku UMKM yang didominasi oleh perempuan yang tergabung dalam Bunda Puspa. Menurutnya, perempuan yang berdaya khususnya di bidang ekonomi mempunyai peran bagi ketahanan keluarga. Hal tersebut diungkapkan Gus Yani saat menutup kegiatan pameran produk program Bunda Puspa yang diadakan di Atrium Icon Mall pada Selasa, 6 Desember 2022. 

“Karakter perempuan Indonesia yang dikenal telaten, mandiri, dan pantang menyerah tentu dapat menjadi potensi sebagai modal utama bagi perempuan untuk menjadi wirausaha yang sukses dan berdaya. Apalagi, bagi para perempuan milenial yang umumnya memiliki sifat dinamis, optimis dan penuh semangat kerja. Perempuan milenial inilah yang diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran kreatif dan inovatif, serta menjadi pelopor yang lebih baik dalam menyongsong era tatanan kehidupan baru,” katanya. 

Gus Yani melanjutkan, UMKM harus optimis dapat meningkatkan taraf perekonomian. Ia juga berujar bahwa UMKM harus berdiri tegak. “UMKM harus Berdiri Tegak,” tegasnya.

Melalui Bunda Puspa yang menjadi primadona para kaum perempuan tersebut, peran perempuan melalui perekonomian berbasis kreativitas yang banyak memanfaatkan perkembangan era digital akan menjadi kekuatan baru Serta diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan meningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Ny. Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menuturkan perempuan berperan sangat penting dalam meningkatkan roda perekonomian. Tidak hanya itu, perempuan juga berperan penting dalam menjaga ketahanan keluarga, mengatur keuangan keluarga, menjadi guru bagi anak anak, serta menjadi pengayom bagi keluarga. 

“Hal tersebut merupakan tugas yang tidak mudah. Pada kondisi ekonomi yang melemah, perempuan juga akan berpikir untuk bisa menghasilkan nilai tambah bagi keluarganya. Para perempuan harus bisa menangkap berbagai peluang yang ada. Misalnya dengan melakukan usaha sampingan yang berpotensi lebih mampu bertahan dari jenis usaha, seperti usaha di bidang makanan, produk kreatifitas, dan teknologi informasi,” katanya. (yad)

Inovasi Bunda Puspa Bangkitkan Ekonomi Berbasis Kemandirian Perempuan Selengkapnya