Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai pada Jumat, 31 Juli 2026. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif hadir luar lingkungan (luring) atau hadir langsung di sekolah berlokasi di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu.

Sedangkan, Menteri Sosial (Kemensos) Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir secara dalam jaringan alias daring. Pembukaan MPLS di gedung baru dan permanen Ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik Tahun ajaran 2026/2027 diikuti 330 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Rinciannya, masing-masing jenjang sebanyak 90 siswa. Serta, 60 siswa SR dari Lamongan. Tahun 2025/2026 SRMA Gresik untuk jenjang SMA berjumlah 75 siswa. Sehingga, jumlah siswa SRT 1 Gresik berjumlah 405 siswa. 

MPLS dipusatkan di Aula Sekolah yang bisa menampung seribu lebih tempat duduk. Gedung permanen SRT 1 Gresik berdiri diatas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas sekolah telah selesai pengerjaan. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, gedung laboratorium, perpustaan, masjid, hingga lapangan sepak bola.  

Sekolah boarding atau berasrama dengan fasilitas sangat lengkap ini semuanya gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 

Pembukaan MPLS SRT 1 Gresik ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa secara simbolis di semua jenjang SD hingga SMA yang dilakukan Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta undangan lainnya dari Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Lamongan. MPLS akan berlangsung 31 Juli sampai 21 Agustus 2026.

Performance MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, ada performance siswa kelas XI SR SMA. Mereka tampil percaya diri dengan menggunakan lima siswa dengan lima bahasa, yakni, Jawa, Prancis, Inggris, Tagalok dan Bahasa Arab. Ada juga, paduan suara dan puisi. Penampilan siswa ini berbeda saat awal mereka masuk di SMA Sekolah Rakyat membuat para undangan seakan terhipnotis. 

Penampilan mereka seakan telah berubah 180 derajat, percaya diri dibandingkan awal mereka sekolah. “Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya lembaga pendidikan ini. Sekolah Rakyat, kata dia, hadir sebagai wujud kepedulian agar tidak ada satu pun anak di Gresik yang terhalang cita-citanya karena keterbatasan. 

“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan selamat datang kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena menjadi awal perjalanan pendidikan bagi anak-anak.

“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” harapnya.

(kiri-kanan) Kadis CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir (baju putih) , Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu bersama siswa baru jenjang SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pemerintah Kabupaten Gresik juga memastikan fasilitas di Sekolah Rakyat terus disempurnakan, mulai dari ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana ibadah dan olahraga. Dukungan tenaga pendidik yang profesional juga disiapkan agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan menyenangkan.

“Sekolah Rakyat Sidayu adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah kita. Tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dalam menuntut ilmu,” katanya. 

“Saya berharap Sekolah Rakyat terus menjadi kebanggaan warga Sidayu, melahirkan generasi penerus yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat imannya, santun akhlaknya, dan mampu membawa Gresik semakin maju dan sejahtera di masa depan,” imbuhnya. 

Ia melanjutkan, kurikulum yang diterapkan akan memadukan standar pendidikan nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal serta penguatan karakter dan wawasan kebangsaan. Kearifan lokal, misalnya, hafidz.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang bermutu. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif (kiri) dan Kepala SRT 1 Grsik Rangga Pratama Wahyu saat memberikan Keterangan Pers usai pembukaan MPLS pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.

Bupati Yani menambahkan, keberadaan sekolah rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dikatakan, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” katanya. 

Sementara itu, Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah rakyat adalah : belajar, tumbuh, mengasah otak dan ketrampilan. “Selamat datang bagi calon murid di Sekolah Rakyat, dengan harapan lulusan SR bisa lancar membaca Al Qur’an dan bisa masuk perguruan tinggi favorit, dan konsen dalam trilogi : menjangkau yg tidak terjangkau, memungkinkan yang tidak mungkin, memuliakan masyarakat,” paparnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif menyapa calon siswa jenjang SMA SRT 1 Gresik dalam pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh menyampaikan tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Gresik menerima siswa tingkat SD sebanyak 90 siswa, untuk tingkat SMP sebanyak 90 siswa, dan untuk tingkat SMA sebanyak 90, sementara ada titipan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

“Hingga saat ini, ada 19 gedung yang siap di gunakan dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah rakyat, mulai ruang kelas, asrama, masjid, aula, ruang olahraga indoor, dan lain-lain, dengan harapan siswa menikmati belajar dilingkungan sekolah rakyat,” paparnya.

Dalam kesempatsn tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan daring atau zoom dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan juga dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, akan membantu sarung bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan.

Bagaimana tanggapan orang tua siswa SRT 1 Gresik? Bayu Dewangga Putra, 33, mengaku senang anaknya bisa masuk SRT 1 Gresik. “Saya sedih tapi bangga. Sedih karena berpisah dengan anak. Tapi demi masa depannya apalagi fasilitas sekolah sangat lengkap dan gratis saya senang,” ujar bapak dua anak asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera  Selengkapnya

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran

GRESIK,1minute.id – Kementerian Sosial RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sosialisasi ini bertujuan memastikan bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Mengusung tema “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi”, kegiatan tersebut digelar di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 30,  Maret 2026.  

Sosialisasi dilakukan langsung oleh Mensos Saifullah Yusuf. Kehadiran Gus Ipul, sapaan, Saifullah Yusuf disambut Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif serta Forkopimda Gresik dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Gresik. 

Hadir pula Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, kepala desa/lurah, operator data desa/kelurahan, serta para SDM pilar-pilar sosial se-Kabupaten Gresik, pendamping PKH, TKSK, serta TAGANA.

Dalam sambutannya, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Menurutnya, mulai tahun 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat desil 1 sampai 10.

Ia mengatakan bahwa data kemiskinan bersifat dinamis. Sehingga perlu pemutakhiran secara terus-menerus melalui berbagai saluran, baik jalur formal maupun partisipasi masyarakat. “Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” ungkapnya.

Intinya, ia melanjutkan, elemen-elemen strategis seperti RT, RW, kepala desa, Dinas Sosial, hingga BPS di daerah harus bersinergi di bawah koordinasi Bupati. Hasil pemutakhiran data dari tingkat desa ini nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk pemeringkatan desil 1 sampai 10.

“Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran,” tegas Gus Ipul.

Dikatakan, data ini bersifat sangat dinamis, dan data itu setiap hari bisa berubah, karena setiap hari ada yang meninggal dan ada yang melahirkan. Tugas kita di daerah adalah membantu pemutakhiran data secara faktual di lapangan, lalu mengirimkannya ke BPS. Hasil olah data ini akan disajikan setiap 3 bulan sekali.

“Dengan data yang akurat, kita menghindari kesalahan sasaran yang bisa menjadi temuan di masa depan,” ujar Gus Ipul saat memberikan paparan secara detail.

Selain jalur formal melalui Musyawarah Desa (Musdes), Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui kanal partisipasi. Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian bantuan seperti penerima yang memiliki aset mewah, mereka dapat melaporkan melalui saluran resmi melalui Aplikasi Cek Bansos: melalui fitur “Usul” dan “Sanggah”; Command Center Kemensos: kontak 171 atau 021-171 (layanan 24 jam); WhatsApp Center Kemensos Lapor Bansos: 08877 171 171.

Mewakili Bupati Gresik, Wakil Bupati Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan, upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren yang positif. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,37 persen poin dari 10,32 persen pada Maret 2024 menjadi 9,95 persen pada Maret 2025.

“Artinya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik sejumlah 131.807 jiwa. Sementara menurut pendataan riil kami melalui Aplikasi Gresik Soya sebanyak 142.107 jiwa,” terang dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Sementara itu, berdasarkan aplikasi SIKS-NG jumlah penduduk Kabupaten Gresik yang berada pada desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 541.714 jiwa dengan rincian desil 1 : 163.725 jiwa, desil 2 : 164.469 jiwa, desil 3 : 117.139 jiwa, desil 4 : 96.381 jiwa. Dari data tersebut yang saat ini menerima bantuan sosial sebagai berikut: PKH 55.300 KPM, sembako (BPNT) 82.258 KPM, dan PBIJK 610.294 jiwa.

“Jadi yang menerima bansos baru 25,39 persen dari total desil 1 sampai 4. Masih ada 404.156 (74,61%) jiwa yang belum mendapatkan bantuan sosial,” ujarnya.

Wabup Alif menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik saat ini jumlah siswa tetap utuh sebanyak 75 siswa tanpa adanya yang mengundurkan diri. Seluruh orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing.

“Progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen yang ada di Desa Raci Tengah hingga saat ini mencapai 27,36 persen. Mohon doa dan dukungannya semoga pembangunan SR tersebut bisa terlaksana sesuai target sehingga bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027,” harapnya.

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga melihat langsung penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 dan penampilan paduan suara pilar-pilar sosial Kabupaten Gresik serta mengajak dialog Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik untuk mengetahui perkembangannya. Selain itu, juga ada bantuan kewirausahaan bagi 75 orang tua siswa SRMA 37 Gresik dengan total nilai bantuan Rp391.853.366. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Kemensos dan Pemkab Gresik Sosialisasilan DTSEN, Bansos Akurat dan Tepat Sasaran Selengkapnya

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik masuk nomine Kabupaten Sehat nasional 2025.  Tim validasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Nasional  2025 mulai melakukan penilaian faktual di Kabupaten Gresik selama dua hari, Selasa dan Rabu, 23-24 September 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan tim verifikator pusat yang dipimpin oleh Ahmad Shobiri, Ahli Madya Analis Kebijakan Kementerian Sosial di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 23 September 2025.

Shobirin didampingi oleh Firman Septiadi, Penyusun Bahan Kebijakan Kementerian Kesehatan, serta Koordinator tim Pembina KKS Jawa Timur drg. Sulvy Dwi Anggraeni yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Timur. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, program Kabupaten Sehat bukan sekadar untuk mengejar penghargaan. “Kami ingin kebiasaan hidup sehat dijalankan setiap hari, bukan hanya saat ada penilaian. Lebih baik penghargaan diraih karena konsistensi di lapangan demi kebaikan dan manfaat masyarakat luas,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Ia menambahkan, Pemkab Gresik siap menerima arahan dari tim verifikator guna memperkuat tatanan Kabupaten Sehat yang sudah berjalan. “Upaya ini bukan hanya program sesaat, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Kabupaten Sehat harus menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Shobirin menyampaikan bahwa validasi ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian nasional. “Secara dokumen sudah baik, kini kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan. Kami sependapat dengan Pak Wakil Bupati, penghargaan hanyalah bonus, yang utama adalah menjadikan perilaku sehat sebagai budaya,” jelasnya.

Berdasarkan daftar kegiatan, hari pertama, tim meninjau beberapa lokasi, antara lain,  Taman Prambangan, Wisata Lontar Sewu Hendrosari, Kecamatan Menganti; Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Al Amin, Munggugebang, Kecamatan Benjeng ; Terminal Bunder, Kecamatan Kebomas dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Kecamatan Gresik.

Hari kedua, kunjungan berlanjut ke UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kecamatan Cerme; Pasar Baru Gresik, Kecamatan Gresik; Puskesmas dan Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas ;  Kantor Semen Indonesia Gresik, Kecamatan Kebomas, UPT SMP Negeri 1 Gresik, Desa Sidorukun, hingga Mall Pelayanan Publik. Agenda ditutup dengan diskusi kelompok terfokus (FGD) evaluasi hasil verifikasi di Kantor Bupati.

Pemkab Gresik optimistis dapat meraih hasil terbaik, namun tetap menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (yad)

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat, antara lain, Kabupaten Gresik pada akhir Juli 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menandatangani perjanjian pinjam pakai aset dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025.

Penandatanganan ini bagian dari kerja sama Kemensos dengan 43 institusi mitra, dalam mendukung percepatan pelaksanaan program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan akses pendidikan setara dan inklusif. Khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. 

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir dan menandatangani perjanjian pinjam pakai lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pendirian Sekolah Rakyat. Lahan ini berlokasi di eks gedung UPT SMPN 30  Sidayu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik kesepakatan ini. Juga siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Ini sebagai bagian dari strategi mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah. “Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat ini. Di Gresik, pembangunan infrastruktur sekolah telah menunjukkan progres signifikan. Kami targetkan pada akhir Juli mendatang, bangunan sekolah sudah siap digunakan. Selanjutnya tahun ajaran 2025/2026 bisa segera dimulai,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, penandatanganan pinjam pakai lahan ini merupakan bukti nyata dari komitmen luar biasa bupati terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

“Dengan penandatanganan pinjam pakai lahan bekas gedung UPT SMPN 30 Sidayu ini menunjukkan bahwa ada komitmen yang luar biasa dari bapak bupati. Khususnya dalam melaksanakan Program Sekolah Rakyat ini di Gresik. Karena bapak bupati menginginkan adanya perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat Gresik, terutama akses pendidikan bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemkab Gresik sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para orang tua dan calon siswa, untuk memastikan pemahaman dan partisipasi publik terhadap program ini. Sosialisasi tersebut menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen transformasi sosial yang penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan inklusif, Pemkab Gresik berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Upaya itu melalui pendidikan berkualitas dan penuh keberpihakan terhadap yang membutuhkan. 

Konsep Sekolah Rakyat yang bakal Luncurkan oleh Presiden Prabowo menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia , pendidikan, tempat tinggal atau asrama dan makan tiga kali sehari. Biaya pendidikan ditanggung oleh negara. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken Pinjam Pakai Aset dengan Kemensos untuk Sekolah Rakyat Selengkapnya

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, meninjau lokasi rencana penempatan Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang pendidikan. Turut hadir dalam kunjungan ini Asisten I Pemkab Gresik Suprapto, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik Syifaul Qulub serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Robben Rico, sekolah rakyat ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau. Sekolah ini diperuntukkan secara khusus bagi warga Gresik yang tercatat dalam desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan ekonomi nasional. 

Program ini akan mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2025 dan diselenggarakan secara gratis. “Ini amanat langsung dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Sekolah Rakyat merupakan gabungan dari berbagai program unggulan yang diintegrasikan, mulai dari makan gratis, pendidikan gratis, hingga penyediaan fasilitas terbaik. Seluruh pembiayaan ditanggung negara melalui APBN hasil efisiensi anggaran,” tegas Robben Rico dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah ini tidak boleh diisi oleh siswa dari luar Gresik. “Kami imbau agar penerimaan siswa dilakukan sesuai ketentuan, yakni khusus untuk warga desil 1 dan 2 yang termasuk dalam 20% kelompok masyarakat berpendapatan terendah atau tergolong miskin ekstrem. Tidak boleh ada titipan. Para guru pun harus melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa Sekolah Rakyat akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) dengan sistem boarding school dan asrama, serta akan menjadi model nasional. Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam proses seleksi peserta didik maupun tenaga pengajar, agar program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Rombongan kemudian meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah, mulai dari tempat ibadah, ruang kelas, toilet, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Hasil tinjauan ini akan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menjalankan program sesuai standar yang ditetapkan.

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari proses Data Entry Seleksi (DES) oleh Kementerian Sosial. “Ada sekitar 86 kabupaten/kota yang mengikuti DES di Jakarta, termasuk Gresik. Proposal dan dokumen kami telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap oleh Kementerian PUPR. Saat ini kami tinggal menunggu proses hibah atau alih status aset untuk keperluan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, UPT SMP Negeri 30 Gresik ditetapkan sebagai embrio Sekolah Rakyat dan akan menerima dua rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran 2025. Masing-masing dengan kapasitas maksimal 25 siswa. “Yang diterima hanya masyarakat Gresik yang tergolong miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. Ini merupakan syarat mutlak,” tegasnya.

Untuk diketahui Desil 1 adalah rumah tangga dalam kelompok 10% terendah. Kelompok ini memiliki tingkat ekonomi yang paling tidak sejahtera atau fakir miskin. Desil 2 adalah rumah tangga dalam kelompok antara 10-20% terendah. Kelompok ini mempunyai tingkat ekonomi kurang sejahtera atau miskin.

Lebih lanjut, Pemkab Gresik juga telah menyiapkan lahan di Raci Tengah untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026. “Mudah-mudahan hasil survei ini membawa kabar baik bagi Pak Sekjen, sehingga bisa segera dilaporkan kepada Menteri Sosial maupun Bapak Presiden. Gresik siap menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota embrio Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. 

Diharapkan, embrio Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik ini dapat menjadi model pendidikan inklusif berbasis karakter dan teknologi, serta menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung kebijakan strategis nasional demi mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (yad)

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik  Selengkapnya

Operator dan Pendamping PKH Jalani Pelatihan Aplikasi SIKS-NG, Wabup Gresik :  Bansos Harus Tepat Sasaran 

GRESIK,1minute.id – Dinas Sosial Gresik terus berupaya melakukan up date data kemiskinan. Validasi data untuk mendapatkan data yang akurat sehingga bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada peserta untuk serius mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan kali ini adalah, pengisian data harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal ini bertujuan agar penyaluran program bantuan yang diberikan tepat sasaran,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah ketika membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) pengoperasian aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 Maret 2023.

Bintek kolaborasi antara Dinsos Gresik dengan Kementerian Sosial (Kemensos) diikuti 356 operator desa, 152 pendamping program keluarga harapan (PKH) serta pilar- pilar sosial lainnya. Pelatihan dilakukan secara hybrid dan luring. Aplikasi SIKS-NG merupakan aplikasi nasional untuk penerima segala jenis bantuan pemerintah. Aplikasi ini juga memuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain itu, aplikasi SIKS-NG secara operasional mempermudah pendamping dalam melaksanakan tugas pendataan. Dalam hal ini meliputi assessment Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), verifikasi data, pelaporan bencana, survei bantuan sosial. Serta pelaporan kondisi lapangan secara realtime dilengkapi detail titik kooordinat lokasi PPKS.

Masing-masing pendamping maupun administrasi pangkalan data sebagai petugas yang ditunjuk mempunyai user untuk mengakses aplikasi tersebut. Ini akan memudahkan dalam kunjungan lapangan serta memasukkan data-data yang diperlukan untuk melengkapi by name by adresse (BNBA) yang sudah terinput di SIKS Mobile.

Wakil Bupati perempuan mengajak semua pilar sosial untuk memberikan dukungan dan kerjasama. Supaya, pelaksanaan program penanganan kemiskinan berjalan baik dan bermanfaat. Seiring dengan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan di Gresik. “Saya harap antara operator di desa maupun semua pilar sosial untuk saling berkesinambungan. Sebab data itu penting dan jangan sampai salah sasaran apalagi tebang pilih,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos)  Gresik dr Ummi Khoiroh pada kesempatan itu  melaunching klinik SIKS-NG. “Nantinya petugas bisa melakukan konsultasi terkait dengan penggunaan aplikasi SIKS-NG maupun problem solving atas kendala yang ditemui di lapangan,” katanya.  (yad)

Operator dan Pendamping PKH Jalani Pelatihan Aplikasi SIKS-NG, Wabup Gresik :  Bansos Harus Tepat Sasaran  Selengkapnya

Jelang Idul Fitri, Ratusan KPM Desa Betoyokauman Terima BLT Migor dan Uang Tunai 

GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan memasuki hari ke-13 pada Jumat, 15 April 2022. Harga kebutuhan pokok terkerek naik. Apalagi, menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah. Pemerintah mulai mengucurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 500 ribu kepada ratusan orang keluarga penerima manfaat (KPM).

Rincianya, BLT minyak goreng minyak goreng sebesar Rp. 300 ribu dan bantuan pokok non tunai sebesar Rp. 200 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kucuran BLT itu membuat ratusan KPM semringah. Asmaiyah, misalnya. Nenek 70 tahun asal Desa Betoyokauman, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

“Alhamdulillah, rezeki tak terduga. Nanti akan saya manfaatkan untuk kebutuhan lebaran waktu anak cucu kumpul dirumah,”ucap nenek 10 cucu itu semringah pada Jumat, 15 April 2022. Penyaluran BLT minyak goreng bersamaan dengan BPNT alias bantuan sembako jelang Idul Fitri ini melalui petugas dari Pos Indonesia yang datang langsung ke desa. Di Desa Betoyokauman ini sebanyak 132 KPM.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan menurunkan Bhabinkamtibmas ke desa-desa. “Bhabinkamtibmas Polsek Manyar bersinergi dengan Babinsa Koramil 0817/06 Manyar melakukan pemantauan sekaligus pengamanan penyaluran bantuan tunai tersebut.”kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu juga mengimbau masyarakat untuk bijak memanfaatkan bantuan tunai dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. “Semoga bantuan tunai dari pemerintah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat ditengah pandemi Covid-19 yang masih mendera,”katanya.(yad)

Jelang Idul Fitri, Ratusan KPM Desa Betoyokauman Terima BLT Migor dan Uang Tunai  Selengkapnya