Kado Jelang Akhir Tahun, DPRD Gresik Tetapkan Empat Ranperda

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menetapkan 4 Rancanagan Peraturan Daerah (Ranperda) Hasil Fasilitasi Gubernur Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 27 November 2025.

Penetapan empat ranperda yang terdiri dari dua Ranperda baru dan Ranperda perubahan ini sebagai kado menjelang tutup tahun anggaran 2025. Dua ranperda baru, yakni Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.

Sedangkan Ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Rapat paripurna penetapan empat Ranperda itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduwan dan Luthfi Dhawam dan dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gresik Khoirul Huda menyampaikan laporan terkait empat Ranperda yang telah disempurnakan bersama Pemerintah Kabupaten Gresik berdasarkan hasil fasilitasi Biro Hukum Provinsi Jawa Timur.

“Empat Ranperda tersebut sebelumnya telah melalui proses fasilitasi yang dituangkan dalam empat surat resmi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, masing-masing terkait hasil harmonisasi dan rekomendasi perbaikan materi regulasi agar sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Huda pada Kamis, 27 November 2025.

Lebih lannjut, ia menyampaikan Bapem Perda DPRD Gresik bersama perangkat daerah terkait dan Bagian Hukum Setda Gresik telah melaksanakan rapat penyelarasan. Inti dari fasilitasi tersebut adalah permintaan agar Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan revisi atau penyempurnaan atas substansi Ranperda sesuai rekomendasi Biro Hukum Provinsi Jawa Timur.

Bapemperda menyampaikan bahwa seluruh penyesuaian yang direkomendasikan telah dirampungkan. Oleh karena itu, pihaknya memohon agar empat ranperda tersebut dapat ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik.

“Berharap dengan empat ranperda ini dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gresik  apresiasi sebesar-besarnya kepada DPRD dan khususnya Ketua Bapemperda Gresik yang sudah melakukan proses ranperda sampai ditetapkan. “Semoga dengan empat Ranperda ini komitmen dalam perlindungan kepada masyarakat Gresik. Berkah dan manfaat masyarakat Gresik. Sejahtera dan lahir batin,” kata mantan Ketua DPRD Gresik. (yad)

Kado Jelang Akhir Tahun, DPRD Gresik Tetapkan Empat Ranperda Selengkapnya

Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata 


GRESIK,1minute.id – Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengajak dunia industri untuk berkolaborasi dan sinergi mengembangkan eko edukasi wisata di Gresik. Pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mulai tumbuh pesat. Perkembangan yang bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. 

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Qodir ketika menjadi narasumber dalam Workshop memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022 bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Workshop digelar di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa malam, 8 Februari 2022. Abdul Qodir menjadi narasumber secara dalam jaringan (daring).

Menurut Abdul Qodir semangat eco tourism sejalan dengan pengembangan green ekonomi yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo. Yakni suatu gagasan di bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. “Ini yang kemudian menjadi semangat kita semua. Kesejahteraan meningkat, lingkungan terjaga,”kata Abdul Qodir.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Driyorejo dan Wringinanom itu pun mengapresiasi wisata desa yang mulai banyak tumbuh di Kota Santri-sebutanlain-Kabupaten Gresik ini. Apalagi mayoritasnya adalah wisata alam yang mengedepankan potensi lingkungan. Sehingga secara bersamaan lahirnya wisata desa akan menjaga lingkungan sekitar tetap lestari. Keterlibatan masyarakat di dalamnya juga memunculkan nilai tambah.

Melalui konsep eco tourisme ini diharapkan bisa mengikis disparitas sosial. Menyetarakan tatanan kehidupan masyarakat. “Saya juga titip, agar PWI ikut berperan mendukung wisata desa yang sekarang banyak tumbuh di Gresik. Menyampaikan informasi dan edukasi wisata yang ekonomis berbasis wisata tapi tidak meninggalkan kelestarian lingkungan hidup,”pesannya. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada perusahaan di Gresik agar memberi perhatian terhadap pengembangan eco tourism. “Perusahaan juga harus memberi sumbangsih terhadap kelestarian lingkungan,”tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik ini. (yad)

Abdul Qodir, Ketua DPRD Gresik Ajak Perusahaan Ikut Mengembangkan Eco Wisata  Selengkapnya

Kapolres Gresik: Disiplin Prokes adalah Wujud Pengamalan Pancasila

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila dilakukan secara virtual. Forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik mengikuti upacara di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa,1 Juni 2021.

Kapolres Gresik  AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail hadir memakai baju dinas upacara.Sedangkan, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  memakai pakaian trandisional khas Gresik. Upacara berlangsung khidmat dipimpin Presiden RI Joko Widodo dari Istana Jakarta.

Pakaian khas Gresik (PKG) untuk lelaki yakni baju safari dan celana putih, memakai lilitan sarung dan berkopiah.  Sedangkan, untuk PKG perempuan adalah busana muslimah,  berjilbab dan memakai kurosi seperti kerudung.  

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila sebuah momen spesial bagi warga Indonesia. Dimomen yang diperingati setiap 1 Juni, alumnus Akpol 2001 ini mengajak masyarakat terus berikhtiar melawan pandemi Covid-19 sebagai wujud pengamalan Pancasila.

Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan hanya karena nilai sejarah. Lebih dari itu, makna setiap butir sila Pancasila merupakan hal yang harus dihayati dan diterapkan dalam kehidupan setiap warga Indonesia. Mulai dari kewajiban bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semangat bersatu, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, patriotisme, nasionalisme, optimisme, harga diri, keadilan dan kebersamaan.Semua hal tersebut menjadi nilai yang dapat dipetik dari Pancasila sebagai dasar negara.

“Mendukung ikhtiar pemerintah disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai Covid-19 juga termasuk pengamalan Pancasila. Patriotisme dan tindakan bela negara. Optimis, bersama kita bisa menyudahi pandemi ini,”kata Kapolres Arief Fitrianto. (yad) 

Kapolres Gresik: Disiplin Prokes adalah Wujud Pengamalan Pancasila Selengkapnya

Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa

Suasana sidang paripurna agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) di ruang Paripurna DPRD Gresik, Senin, 24 Agustus 2020. ( foto : 1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Nakhoda pimpinan DPRD Gresik berganti. Fandi Akhmad Yani digantikan Abdul Qodir. Pergantian ketua DPRD Gresik itu dilakukan dalam rapat paripurna dengan agenda usulan pemberhentian dan pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) pada Senin, 24 Agustus 2020.

Dalam rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menyatakan keputusan perganggatian pimpinan DPRD Gresik itu merupakan hak dari DPC PKB Gresik. Partai pengusung Fandi Akhmad Yani dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019.  Dan, partai pengusung telah mengusulkan PAW berdasarkan surat keputusan DPP PKB bernomor 3013/DPP/01/VII/2020 tentang Penetapan Perubahan Unsur Pimpinan DPRD Gresik. Saat Nurhamim, yang juga Ketua DPD Partai Golkar membacakan surat keputusan tersebut, Fandi Akhmad Yani-biasa disapa-Gus Yani tidak hadir. 

”Setelah ini DPRD Gresik punya waktu 7 hari untuk berkirim surat ke Bupati Gresik (Sambari Halim Radianto,Red). Kemudian, Bupati melanjutkan ke Gubernur Jatim,”kata Nurhamim sambil mengutip pasal 49 Peraturan DPRD Gresik nomor 1/ 2019 tentang Tata Tertib Anggota Dewan.

Untuk sementara, tugas-tugas ketua DPRD nanti digantikan para wakil pimpinan.  ”Sesuai dengan tupoksi masing-masing. Kita kolektif kolegial sampai menunggu dilantiknya ketua pengganti yang baru,”ujarnya.  Proses PAW dari Fandi Akhmad Yani kepada Abdul Qodir, sebelumnya ketua FPKB ini, tambah Nurhamim, diperkirakan membutuhkan waktu selama sebulan.

Sementara itu, Abdul Qodir mengatakan, dirinya siap menjadi pimpinan DPRD Gresik. Tentang prioritas utama tugas yang akan dilakukan, Abdul Qodir mengaku akan melanjutkan program dari Ketua DPRD lama, Fandi Akhmad Yani.  ” Khususnya yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat,”kata Abdul Qodir.

Pihaknya menegaskan akan siap menjalankan amanah tersebut. “Yang jelas jabatan ini menjadi beban tersendiri bagi saya. Sebab banyak dari masyarakat Gresik secara umum memberikan harapan besar kepada kami yang selalu wakil rakyat,” tutur politisi senior PKB itu.

Terpisah, melansir Jawa Pos, Fandi Akhmad Gus Yani mengaku memahami atas keputusan partai tersebut.  ”Sebab terkait mekanisme struktur pimpinan itu merupakan kewenangan partai. Jadi tidak ada rasa kecewa dan menghormati penuh,”jelasnya.

Sebenarnya, tambahnya, tanpa hal tersebut pun pihaknya memang berniat untuk mundur dari kursi legislatif.  ”Sesuai syarat dari KPU untuk pencalonan peserta Pilkada nanti. Segala persyaratan lain juga segera saya proses sebelum masa pendaftaran nanti,”ungkapnya. (*)

Abdul Qodir Nakhoda Baru DPRD Gresik. Fandi Akhmad Yani Pun Legawa Selengkapnya