Nila Yani Hardiyanti Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif dari Ekspor Produk Menuju Ekspor IP dan Budaya

GRESIK,1minute.id – Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dan budaya.

Hal tersebut disampaikannya oleh Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif saat menyoroti arah pengembangan ekonomi kreatif nasional yang masih berfokus pada ekspor produk.

“Dari paparan yang disampaikan, saya melihat orientasi kementerian saat ini masih cukup kuat pada peningkatan ekspor produk. Tentu ini baik. Namun kalau kita melihat tren ekonomi kreatif global, negara-negara yang paling berhasil justru tidak berfokus pada penjualan produknya, tetapi menjual intellectual property dan budayanya,” ujar Nila, sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

Menurut Politisi Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan (Dapil) Jatim X Gresik-Lamongan tersebut, dominasi ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada subsektor fesyen, kriya, dan kuliner perlu menjadi momentum untuk mulai melakukan transformasi menuju ekonomi kreatif berbasis IP yang memiliki nilai tambah lebih besar.

“Dalam paparan dijelaskan saat ini ekspor ekonomi kreatif kita masih didominasi oleh fesyen, kriya, dan kuliner. Saya tidak mengatakan itu salah. Tetapi pertanyaannya, apakah Indonesia ingin terus menjadi eksportir produk kreatif saja, atau mau mulai bertransformasi menjadi eksportir kekayaan intelektual dan budaya?” tegas Magister Ilmu Politik Unair Surabaya itu. 

Nila menilai, keunggulan utama IP terletak pada kemampuannya menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dan terus berkembang melalui berbagai bentuk pemanfaatan komersial. “Karena kalau mengekspor produk, nilai ekonominya ya berhenti pada transaksi barang. Tetapi ketika kita berhasil membangun IP, nilai ekonominya bisa berkembang menjadi lisensi, merchandise, film, serial, game, kolaborasi brand internasional, dan berbagai turunan ekonomi lainnya dalam jangka waktu bertahun-tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nila menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif dunia. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dikembangkan menjadi aset ekonomi yang mampu bersaing secara global.

Nila berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat menyusun roadmap yang terukur untuk memperkuat ekosistem IP nasional, sehingga kekayaan budaya Indonesia tidak hanya terlindungi sebagai warisan bangsa, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Karena Indonesia memiliki modal kekayaan budaya yang luar biasa besar. Namun sebagian besar masih berhenti sebagai warisan budaya, belum bisa menjadi aset ekonomi global. Karena itu saya ingin mengetahui apakah kementerian memiliki roadmap yang jelas untuk mendorong transformasi dari ekspor berbasis produk menuju ekspor berbasis IP dan budaya,” kata perempuan berhijab itu. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Hardiyanti Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif dari Ekspor Produk Menuju Ekspor IP dan Budaya Selengkapnya

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tumblek-blek di Pasar Ahad di Kawasan EcoPark Desa Randuagung pada Ahad, 31 Mei 2026. 

Mereka datang untuk menikmati kuliner tempo doeloe alias Jajanan Jadul bersama Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI serta kominutas gowes. 

Mbak Nila, begitu biasa disapa,menghadiri acara Peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul itu bersama Kepala Desa Randuagung Khambali, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas pesepeda. Acara pun berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelestarian kuliner tradisional.

Dalam kesempatan tersebut Nila Yani Hardiyanti menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Randuagung yang mampu memadukan olahraga, pelestarian budaya kuliner, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan yang positif.

“Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal serta menjaga keberlangsungan jajanan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Mbak Nila sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

“Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat, destinasi wisata edukatif, serta ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal,” imbuh legislator PDI-P yang merupakan putri daerah Randuagung, Kebomas ini.

Sementara itu, Kepala Desa Randuagung Kebomas Khambali menyampaikan bahwa Pasar Ahad Jajanan Jadul akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan kedua di kawasan Ecopark Desa Randuagung. Kegiatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata desa yang menarik bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Berbagai jajanan tradisional khas Nusantara ditampilkan dalam pasar tersebut, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur, hingga aneka makanan dan minuman tradisional lainnya yang mengundang nostalgia bagi para pengunjung.

“Selain menikmati sajian kuliner, masyarakat juga mengikuti kegiatan gowes bersama yang menempuh rute mengelilingi wilayah desa dan kawasan sekitar. Kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya penuh semangat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung Selengkapnya

Kartini Masa Kini, Nila Yani Komisi VII DPR RI: Keterwakilan Perempuan Harus Memastikan Hadirnya Kebijakan Nyata, Melindungi, dan Memberdayakan Perempuan

GRESIK,1minute.id – Nila Yani Hardiyanti, Kartini masa kini tampil di hadapan ratusan peserta “Sarasehan Hari Kartini” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, Gresik pada Sabtu, 25 April 2026. Anggota Komisi VII DPR RI ini tampil bersama Tri Rismaharini, Menteri Sosial Republik Indonesia periode 23 Desember 2020 hingga September 2024.

Keduanya, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Antusiasme peserta saat mengikuti sarasehan mengusung tema “Semangat Kartini Berkarya dan Berdampak” ini.

Nila Yani Hardiyanti menegaskan bahwa perjuangan perempuan hari ini tidak lagi berhenti pada keterwakilan angka, tetapi harus memastikan hadirnya kebijakan yang nyata, melindungi, dan memberdayakan perempuan. Realitas di lapangan, katanya, menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan serius, terutama meningkatnya kasus kekerasan seksual, termasuk di ruang digital. 

Data menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender online terus meningkat dan didominasi oleh kekerasan seksual, yang mempersempit ruang aman perempuan dalam beraktivitas . Kondisi ini menjadi alarm bahwa negara tidak boleh abai. “Kartini masa kini bukan hanya soal hadirnya perempuan di ruang publik, tetapi bagaimana negara memastikan mereka aman, terlindungi, dan memiliki akses yang setara dalam pendidikan, ekonomi, dan ruang digital,” tegas Nila Yani.

DPR RI, melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran, berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan. Mulai dari penguatan regulasi perlindungan, memastikan institusi pendidikan dan ruang kerja memiliki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang konkret, hingga memastikan anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan perempuan secara langsung .

Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Perindustrian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan Sarana Publikasi ini juga menaruh perhatian pada ekosistem industri dan digital yang inklusif. Transformasi digital tidak boleh membuka ruang baru bagi eksploitasi, tetapi harus menjadi sarana pemberdayaan perempuan, khususnya generasi muda, dalam sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan industri digital.

Lebih lanjut, Nila Yani menekankan bahwa keterwakilan perempuan harus menghasilkan kebijakan yang berdampak. Politik tidak cukup berhenti pada kuota, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil perempuan, seperti keamanan di kampus dan tempat kerja, perlindungan di ruang digital, akses pembiayaan, hingga perlindungan hak cipta bagi karya perempuan.

“Semangat Kartini hari ini adalah memastikan perempuan muda aman untuk tumbuh, berani bersuara, dan kuat menjadi pengambil keputusan. Politik harus melindungi, ekonomi harus memberdayakan, dan digitalisasi harus memanusiakan,” tegas legislator asli Gresik ini.

“Semangat Kartini hari ini bukan hanya soal memberi ruang kepada perempuan, melainkan memastikan perempuan muda aman untuk tumbuh, berani untuk bersuara, dan kuat untuk menjadi pengambil kebijakan,” imbuh politisi muda PDI Perjuangan ini. DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif gender, tetapi juga berdampak nyata bagi kehidupan perempuan Indonesia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kartini Masa Kini, Nila Yani Komisi VII DPR RI: Keterwakilan Perempuan Harus Memastikan Hadirnya Kebijakan Nyata, Melindungi, dan Memberdayakan Perempuan Selengkapnya