Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi

GRESIK,1minute.id –  Kabupaten Gresik mencatat progres sementara verifikasi dan validasi (verval) Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terbanyak di Jawa Timur. Hingga Jumat, 25 September 2026, sebanyak 158 dari 190 gerai telah menjalani observasi lapangan. Hasilnya, Layak dengan catatan.

Berdasarkan rekapitulasi sementara pada periode yang sama, capaian Gresik berada di atas lima kabupaten/ kota lainnya di Jawa Timur, yakni Kabupaten Blitar 102 gerai, Ponorogo 97 gerai, Jember 94 gerai, Jombang 75 gerai, dan Pamekasan 74 gerai.

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat terus berubah mengikuti perkembangan verval serta proses input hasil di masing-masing daerah.

Percepatan verval di Gresik diawali melalui kick-off yang dipimpin Wakil Bupati Gresik bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa

pada Selasa pekan lalu. Setelah itu, lima tim diterjunkan secara paralel untuk menjangkau gerai yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Gresik.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik (Diskoperindag) dengan melibatkan Inspektorat, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kegiatan di lapangan difokuskan pada observasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai, pergudangan, utilitas, serta sarana-prasarana pendukung. Tim mencatat dan mendokumentasikan kondisi yang ditemukan sebagai bahan penilaian pada tahapan berikutnya.

Pendekatan tersebut untuk membedakan dari audit teknis konstruksi. Pedoman Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan bahwa hasil verval bersifat administratif dan faktual berdasarkan kondisi pada saat pelaksanaan.  Bukan merupakan audit teknis konstruksi, pemeriksaan struktur bangunan, pengujian mutu material maupun sertifikasi kelaikan bangunan. 

Lalu apa objek verval ? Objek verval antara lain mencakup keberadaan dan fungsi instalasi listrik, air bersih, drainase, sanitasi dan jaringan internet, sekaligus kelengkapan sarana-prasarana operasional. Pedoman mencantumkan 27 kategori kelengkapan, termasuk rak display, perangkat kasir, internet, CCTV, AC, APAR, komputer, genset dan berbagai perangkat pendukung lainnya. 

Dari hasil observasi sementara, sebagian besar KMP di Kabupaten Gresik mengarah pada kategori layak dengan catatan. Catatan yang muncul terutama berkaitan dengan kelengkapan sarana-prasarana, utilitas maupun bagian pendukung operasional yang masih membutuhkan tindak lanjut.

Namun demikian, hasil tersebut belum merupakan penetapan final kelayakan. Status akhir setiap gerai akan ditentukan setelah seluruh hasil observasi lima tim dikonsolidasikan dan dibahas bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Pedoman Menteri Koperasi mengatur tiga status hasil verval, yakni : Layak Digunakan dan Siap Operasional, Layak Digunakan dengan Catatan Perbaikan, serta Belum Layak. Untuk kategori layak dengan catatan, kekurangan tertentu masih dapat diperbaiki atau dilengkapi paling lambat tiga bulan sepanjang tidak mengganggu fungsi utama dan operasional koperasi. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik Darmawan, mengatakan kerja lintas perangkat daerah dilakukan untuk mempercepat proses sekaligus menjaga akuntabilitas hasil verval.

“Lima tim lintas-OPD kami terjunkan secara paralel untuk mengobservasi ketersediaan dan kondisi faktual gerai serta sarana-prasarana Koperasi Merah Putih. Seluruh hasil observasi nantinya akan dikonsolidasikan bersama Tim Ahli Koperasi Merah Putih dan para kepala OPD teknis terkait sebelum dilanjutkan untuk reviu BPKP,” ujar Darmawan.

Sementara Plt. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskoperindag Kabupaten Gresik, Rian Pramana Suwanda, menekankan bahwa percepatan tersebut diarahkan pada kesiapan operasional koperasi.

“Percepatan verval bukan semata-mata mengejar jumlah gerai yang dikunjungi. Tim melakukan observing terhadap ketersediaan dan kondisi faktual, kemudian setiap temuan dicatat dan didokumentasikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya,” ujar Rian. 

“Tujuan akhirnya adalah mengoptimalkan operasional dan kebermanfaatan Koperasi Merah Putih bagi masyarakat Gresik,” imbuh Rian yang juga Rektor Universitas Gresik (Unigres) ini.

Setelah pembahasan bersama Tim Ahli dan kepala OPD teknis, hasil verval akan dilanjutkan untuk reviu Badan Pengawas  Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selanjutnya, hasil tersebut menjadi dasar tindak lanjut terhadap gerai yang masih membutuhkan pemenuhan maupun penyempurnaan.

Dengan 158 gerai telah diobservasi, fokus Pemkab Gresik berikutnya tidak hanya menyelesaikan gerai yang tersisa, 32 gerai. Juga, memastikan berbagai catatan dapat segera ditindaklanjuti sehingga Koperasi Merah Putih dapat bergerak menuju operasional yang optimal dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gresik Teratas di Jatim! Progres Verval Kopdes Merah Putih, 158 Gerai Telah Diobservasi Selengkapnya

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Kinerja Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif. Semester I/2026 koperasi yang dipimpin oleh Budi Agustiawan mencatatkan omzet sebesar Rp 1,33 miliar tepatnya Rp 1.338.692.000. Bila di rata-rata omzet sebesar Rp 200 juta/bulan.

Uniknya lagi, penjualan mencapai miliar rupiah itu bisa tercapai gerai KDMP belum buka secara resmi. “Omzet berasal dari penjualan sembako dan lainnya. Semua barang adalah produk KDMP Kedungpring,” kata Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih Kabupaten Gresik Rian Pramana Suwanda menirukan ucapan Ketua KDMP Kedungpring Budi Agustiawan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Rian, sapaan akrab, Rian Pramana Suwanda,, mengapresiasi kebijakan yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. Ia berharap koperasi lain di Kabupaten Gresik bisa mencontoh strategi yang dilakukan oleh pengurus KDMP Kedungpring ini. “Pak Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani, Red) mengharapkan KDMP selain berjualan produk bersubsidi juga menjual produk sesuai potensi desa,” kata Rian yang juga Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gresik ini. 

Dalam waktu dekat gerai KDMP Kedungpring akan secara resmi dibuka. Saat ini, pengurus sedang melakukan pembangunan lahan kuliner UMKM. Sebab, selama ini, halaman depan gerai KDMP dimanfaatkan oleh masyarakat desa setempat untuk berjualan kuliner setiap sore hingga malam hari. 

Pasar kuliner yang semua pedagangnya warga desa setempat ini telah berhasil menggerakkan ekonomi warga. Sehingga, pengurus koperasi tetap memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk berjualan di kompleks KDMP Kedungpring.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id jumlah koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Gresik sebanyak 365 koperasi. Semuanya telah memiliki legalitas. Dalam pembentukan ratusan koperasi ini, Pemkab Gresik melalui APBD Gresik memberikan dukungan anggaran lebih kurang Rp 1 miliar. 

Pada Agustus 2026, membangun 356 gerai di Kabupaten Gresik. Rinciannya, 202 gerai telah selesai dibangun termasuk gerai KDMP Kedungpring; 63 gerai proses pembangunan dan 91 gerai yang belum terbangun. Selain dukungan anggaran dari Pemkab Gresik, sebanyak sepuluh perguruan tinggi memberikan bimbingan penyusunan proposal bisnis (probis).

Sepuluh perguruan tinggi itu, yakni ; Universitas Gresik (Unigres) ; Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ; Universitas Qomaruddin dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Kemudian, Universitas Negeri Surabaya  (Unesa) ; Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ; Poltek Batu ; Universitas Ciputra ; dan Universitas Surabaya (Ubaya). “Pendampingan dari Universitas ini, diharapkan semua KDMP di Kabupaten Gresik bisa menyusun proposal bisnis yang sesuai dengan potensi desa masing-masing,” tegas Rian yang juga Rektor Universitas Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gerai belum Buka, Semester I/2026 KDMP Kedungpring, Balongpanggang Bukukan Omzet Rp 1,33 Miliar  Selengkapnya

Diskoperindag Gresik Targetkan 61 Kopdes Beroperasi Penuh Agustus 

GRESIK,1minute.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik menargetkan 61 koperasi desa Merah Putih beroperasi pada Agustus 2025. Puluhan kopdes itu beroperasi karena menjalin sinergi antarkoperasi. Diantaranya, koperasi pondok pesantren (Kopontren) Sunan Drajat. 

“Modal koperasi tidak menunggu kucuran modal dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” kata Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan disela acara HUT ke-80 Republik Indonesia di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Ahad, 17 Agustus 2025.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi dibuka dan diluncurkan Koperasi Merah Putih, atau Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih pada 21 Juli 2025. Pada April 2025 sebanyak 356 koperasi di Kabupaten Gresik sudah selesai pengesahannya. Pengesahan dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD Gresik. Selanjutnya, pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

Pemkab Gresik telah membentuk tim Tim Pendampingan Kopdes Merah Putih pada 13 Agustus 2025. Tim pendampingan yang dipimpin oleh Rian Pramana Suwanda ini melibatkan lima perguruan tinggi di Gresik dan Surabaya, yakni Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Qomarudin, Universitas Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Tugas tim pendampingan ini melakukan pendampingan mulai dari pemetaan potensi desa, penyelarasan proses bisnis, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pendanaan dari Himbara, dana desa, CSR, maupun kemitraan swasta. “Karena Pemkab Gresik berkomitmen Program Koperasi Merah Putih di Gresik menjadi bagian dari strategi menjadikan koperasi sebagai payung pengembangan ekonomi desa,” tegas mantan Kepala Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menargetkan sebanyak 15.000 unit Kopdes Merah Putih beroperasi secara penuh pada akhir  Agustus 2025. Di Jawa Timur dan Bali  ditargetkan 5.412 kopdes atau KDMP. (yad)

Diskoperindag Gresik Targetkan 61 Kopdes Beroperasi Penuh Agustus  Selengkapnya

Jadi Pilot Project Kopdes Merah Putih, Wamen KKP Kunjungi Desa Pangkahwetan, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik akan menjadi role model Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih dan telah ditetapkan sebagai pilot project pertama dari 200 lokasi se-Indonesia.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan, pemerintah berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Wamen Didit menegaskan bahwa koperasi ini dirancang sebagai pilar ekonomi desa yang mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memutus mata rantai tengkulak. “Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan unit usaha strategis seperti gerai sembako, apotek murah, unit kesehatan terpadu, cold storage, pupuk, unit simpan pinjam, hingga logistik hasil laut,” jelasnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Pangkahwetan,  Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Senin, 26 Mei 2025.

Wamen KKP Didit disambut oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kasdim 0817/Gresik Kapt Siari dan tua rumah, Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi.

Ia menambahkan, pendampingan oleh tim penyuluh sangat penting guna memastikan koperasi dapat tumbuh secara mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui penyuluh kelautan dan perikanan bertanggung jawab atas pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, serta fasilitasi terhadap kelompok nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar hasil laut, serta petambak garam.

“Kami berharap para pelaku usaha di Ujungpangkah dapat bergabung dan aktif dalam koperasi ini,” harap Wamen Didit.

Pemerintah Kabupaten Gresik pun bergerak cepat menyambut program nasional tersebut. Sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan, Pemkab Gresik telah melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), menyusun panduan teknis, dan melibatkan notaris guna mempercepat legalisasi koperasi.

Sebanyak 356 desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik telah melaksanakan musyawarah desa khusus dan secara resmi membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamen KKP sekaligus menegaskan kesiapan Ujungpangkah menjadi percontohan nasional dalam program ini.

“Alhamdulillah, Pak Wamen hadir langsung meninjau potensi perikanan di Gresik, khususnya di Pangkahwetan, serta mendengar aspirasi dari para pelaku usaha perikanan. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dengan program-program pemerintah pusat,” ujar dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif. 

Ia menambahkan, Desa Pangkahwetan akan menjadi role model Koperasi Merah Putih dan telah ditetapkan sebagai pilot project pertama dari 200 lokasi se-Indonesia.

Sebagai informasi, Kabupaten Gresik mengusulkan empat desa dalam program Kampung Nelayan Merah Putih. Satu desa menjadi sentra budidaya, yakni Desa Pangkahwetan (Kecamatan Ujungpangkah), sementara tiga desa lainnya sebagai kampung nelayan, yaitu Desa Kramat (Kecamatan Bungah), Desa Banyuurip (Kecamatan Ujungpangkah), dan Desa Campurejo (Kecamatan Panceng).

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa serta menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik. (yad)

Jadi Pilot Project Kopdes Merah Putih, Wamen KKP Kunjungi Desa Pangkahwetan, Gresik  Selengkapnya