SMA Negeri 1 Kebomas Gandeng LFNU Gresik Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Civitas Akademika SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) Kabupaten Gresik menggandeng Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik melakukan kalibrasi arah Kiblat Masjid  Al Akbar SMA Negeri 1 Kebomas pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kalibrasi menggunakan Metode Bayangan Matahari (Rashdul Qiblah) dipimpin oleh Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan. Tim LFNU Gresik berjumlah enam disambut oleh Kepala SMA Negeri 1 Kebomas Komari bin Jainuri, Ketua Komite SMA Negeri 1 Kebomas Achmad Effendi serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kebomas, Bagus Sasmito.

Sekitar pukul 16.00 WIB tim LFNU Gresik tiba di SMABOM yang berada di Kompleks Perumahan Alam Bukit (ABR) Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Mereka langsung menuju masjid dan melakukan persiapan kalibrasi menggunakan Metode Bayangan Matahari (Rashdul Qiblah). Sekitar pukul 16.27 WIB, Muchyiddin melakukan kalibrasi.

Rashdul Qiblah merupakan metode verifikasi arah kiblat menggunakan bayangan benda saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah. Fenomena alam ini terjadi secara reguler setiap 15 dan 16 Juli. Pada kalibrasi kali ini, pengujian mencapai titik puncaknya tepat pukul 16.27 WIB dimana Matahari berada tepat di atas Kakbah.

Berdasarkan hasil pengukuran ilmiah tersebut, ditemukan adanya pergeseran minor pada arah kiblat Masjid Al Akbar. ” Sudah mendekati benar. Pergeserannya sekitar 0.5 derajat,” ujar Muchyiddin Hasan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Masjid Al Akbar SMAN 1 Kebomas  dibangun pada 2007 dengan konsep awal menyerupai Pendapa Joglo untuk ruang pertemuan, sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi sarana ibadah dan diperluas pada 2012. Karena penyesuaian fungsi tersebut, orientasi awal bangunan masjid memang dibuat searah dan mengikuti tata letak gedung sekolah yang sudah ada.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Kebomas Bagus Sasmito, menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja bersurat resmi ke LFNU karena besarnya keingintahuan serta komitmen sekolah untuk menyempurnakan syarat sah ibadah. Langkah pengujian ulang ini juga didasari oleh kekhawatiran adanya pergeseran lempeng bumi yang berpotensi mengubah akurasi arah kiblat dari pengukuran beberapa tahun silam.

“Besok pagi akan langsung kami tata ulang seluruh garis safnya. Kami tidak sekadar mencari keakurasian bangunan, tetapi berikhtiar menyesuaikan dengan ketentuan fiqih ibadah yang menganjurkan salat tepat menghadap kiblat,” ujar Bagus didampingi Kepala SMA Negeri 1 Kebomas Komari Bin Jainuri.

Keberadaan Masjid Al Akbar memiliki peran sangat vital bagi pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Selain digunakan untuk salat fardu berjamaah dan salat Jumat. Masjid Al Akbar, ia melanjutkan aktif dipakai untuk memfasilitasi salat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh enam kelas setiap harinya dengan sistem imam bergilir.

Di samping itu, masjid sekolah ini menjadi pusat kegiatan program bulanan “Jumat Religi” yang diintegrasikan dengan program Jumat Sehat dan Jumat Bersih. Khusus pada agenda Jumat Religi, aktivitas siswa diisi dengan penyampaian kultum oleh guru agama, doa bersama, serta penyampaian informasi perkembangan sekolah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

SMA Negeri 1 Kebomas Gandeng LFNU Gresik Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Sekolah  Selengkapnya

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat

GRESIK,1minute.id – Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik menyatakan bahwa hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Rukyatul hilal yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini dilaksanakan di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Ketua LFNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. “Tim kami sebelumnya sudah melakukan hisab, kemudian sore ini melakukan rukyatul hilal, tetapi hilal memang tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Muchyiddin Hasan.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi minus 2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan bahwa data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). “Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat,” katanya. 

“Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” ia melanjutkan.

​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat. “Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat setempat, di antaranya Bupati Gresik, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tim Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo Hilal Ramadan 1447 H Tak Terlihat Selengkapnya

Hilal Tak Terlihat di Bukit Condrodipo Gresik

GRESIK,1minute.id –  Hilal tidak terlihat di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriyah. Hal itu berdasarkan pantuan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama atau  LFNU Gresik pada Jumat, 28 Februari 2025.

“Tim kami sudah melakukan pengamatan dengan berbagai alat manual maupun canggih seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular tetapi hilal tidak terlihat karena kondisi langit hujan,” kata Sekretaris LFNU Gresik Angga Purwancara.

Berdasarkan metode hisab tadqiqi, mulai matahari terbenam ketinggian hilal 3 derajat 21 menit 27 detik dengan elongasi 5 derajat 54 menit 23 detik. “Berdasarkan kriteria Inkamnur Rukyah Nahdlatul Ulama tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Secara kriteria wilayah Gresik belum memenuhi Inkamnur Rukyah,” ujarnya.

Laporan itu, kata dia, akan dilaporkan ke PBNU dan Kemenag Kabupaten Gresik untuk dijadikan landasan sidang isbat bersama Kementerian Agama RI.

Sementara untuk kepastian 1 Ramadan 1446 Hijriyah, pihak LFNU Gresik akan menunggu keputusan bersama Menteri Agama selaku pimpinan sidang itsbat. “Kami di sini hanya pelaksana melakukan pemantauan dan melaksanakan laporan. Untuk keputusannya, kami serahkan ke Menteri Agama,”ujarnya.

Hadir dalam Rukyatul Hilal antara lain Sekda Gresik Achmad Wasil, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Kemenag Gresik Pardi, Hakim Pengadilan Agama (PA) Gresik, Jafar M. Naser, Wakil Ketua PCNU Gresik, Syifaul Qulub, dam Forkopimcam Kebomas Gresik. (yad)

Hilal Tak Terlihat di Bukit Condrodipo Gresik Selengkapnya

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya!

GRESIK,1minute.id – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M. Ersat menegaskan tim rukyatul hilal dari Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik tidak berhasil melihat. Awal puasa Ramadan ditetapkan Selasa lusa, 12 Maret 2024.

Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya. Ratusan pasang mata tertuju pada perukyak dari LFNU Gresik untuk rukyatul hilal di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke Bukit Condrodipo. Badal Ashar, massa semakin banyak. Mereka menenuhi lantai. Sedangkan, para perukyak dan undangan berada di lantai Bukit Condrodipo.

Di lantai dua itu, sejumlah peralatan pendukung pengamatan hilal telah dipasang. Diantaranya, kompas, Global Positioning System (GPS), Busur Derajat, Teleskop motorik dan thedolite. Sedangkan di lantai satu sejumlah peralatan milik massa “pemburu” rukyat sedang menyorot ke langit. Selama rukyatul hilal kondisi langit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berawan. Matahari terakhir terlihat pukul 17.46 WIB dan terbenam pukul  17.46 menit, 18 detik. Hilal tidak terlihat. Tinggi hilal minus 0 derajat. 

“Posisi hilal saat ini masih berada di bawah 3 derajat, sehingga sulit untuk terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, kemungkinan besar bulan akan digenapkan menjadi 30 hari,” katanya. Ersat menyatakan, pelaksanaan rukyatul hilal di Bukit Condrodipo ini sangat penting dalam penetapan awal bulan Ramadan 1445 H. Kementerian Agama selalu mengacu pada 3D, yaitu Di hisab, Di rukyah, Di isbat. “Dengan proses pengamatan dan penetapan ini, kita dapat memastikan awal bulan Ramadhan 1445 H,” tegasnya.

Moh. Ersat menambahkan bahwa adanya perbedaan penetapan awal Ramadan 1445 H yakni Senin, 11 Maret dan Selasa, 12 Maret 2024 merupakan suatu hal biasa. Ersat mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi hal tersebut dengan bijak, dan selalu mengedepankan dan menjaga toleransi dalam menghargai perbedaan tersebut.

Untuk diketahui rukyatul hilal dilakukan di 134 titik rukyatul hilal di Indonesia, 27 titik diantaranya ada di Jawa Timur, salah satunya yakni di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Bukit Condrodipo berada di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut. (yad) 

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya! Selengkapnya

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu 

GRESIK1minute.id – Tim Rukyaktul Hilal Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik tidak berhasil melihat Hilal. Rukyaktul hilal awal Ramadan 1443 H/4022 dilakukan di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat,1 April 2022.

Rukyaktul hilal ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Sahid , Ketua Pengadilan Agama (PA) Gresik dan beberapa orang perukyat. 

Pengamatan dilakukan  dengan berbagai alat manual maupun canggih seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular. “Tetapi hilal tidak terlihat,”kata Sekretaris Sekretaris LFNU Gresik Angga Purwancara.

TEROPONG BINTANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan pengamatan Hilal melalui teropong bintang di Balai Rukyat LFNU di Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pengamatan dilakukan mulai matahari terbenam berdasarkan metode hisab tadqiqi dengan tinggi hilal antara 1 derajat 22 menit 35 detik hingga 2 derajat 15 menit 56 detik.”Berdasarkan Inkamnur Rukyah Nahdlatul Ulama tinggi hilal minimal 3 derajat dan  elongasi hilal minimal 6,4 derajat,”ujarnya. 

Hasil rukyaktul hilal LF PCNU Gresik itu kemudian diserahkan kepada Kemenag Gresik Sahid. “Semua perukyat tidak melihat Hilal. Hasil ini akan kami laporkan kepada Menteri Agama,”katanya. Penentuan awal bulan suci, Ramadan 1443 Hijriah nanti akan diumumkan oleh Menteri Agama. 

PENGAMATAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau hilal awal Bulan Ramadan 1443 H di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pantauan 1minute.id di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah mencoba untuk melihat Hilal melalui alat teropong bintang itu. Akan tetapi, kedua pemimpin di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku tidak melihat Hilal. “Warna ne putih kabeh,”seloroh Wabup Aminatun Habibah. (yad)

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu  Selengkapnya