Gresik Bikin Film Dimulai, 5 Komunitas Siap Angkat Cerita Lokal ke Layar Film

GRESIK, 1minute.id – Lima komunitas film terpilih akan berkolaborasi menggali kekayaan cerita dan merekam keberagaman kehidupan di Gresik untuk diangkat ke layar sinema.

Kelima komunitas yang lolos kurasi program Gresik Bikin Film ini bertemu pertama kali dalam Kemah Sinema di Bumi Perkemahan Lembah Kidang Kuning, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik pada 31 Oktober – 1 November 2026.

Program yang diinisiasi Gresik Movie ini mempertemukan Visit M2G, Lumens Cineart, Movie MANSAGRES, EBnG Studio, dan Klayar Studio. Kelima kelompok dari berbagai wilayah dengan latar belakang beragam itu akan menjalani pembinaan dan pendampingan selama beberapa bulan hingga menghasilkan sebuah film.

Melalui Gresik Bikin Film, Gresik Movie membuka ruang belajar dan kolaborasi bagi sineas lokal. Peserta difasilitasi lokakarya, kelas materi, hingga dukungan produksi mulai praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi.

Materi yang diberikan meliputi kelas produser, pengembangan ide cerita, penyutradaraan, keaktoran, tata suara, sinematografi (DOP), dan ekshibisi. Seluruh materi disampaikan narasumber berpengalaman. Setelah pembekalan, setiap kelompok akan mengembangkan dan memproduksi film, lalu memperkenalkannya kepada publik melalui kegiatan ekshibisi.

“Melalui program ini, kami ingin teman-teman mampu melihat Gresik lebih dekat, menggali potensi cerita, dan mengolah pengetahuan menjadi arsip dalam bentuk film. Sekaligus, kami ingin memperkuat kolaborasi melalui pendampingan serta membuka berbagai kemungkinan untuk menunjang ekosistem film di Gresik agar terus tumbuh,” ujar Ananda Shandy, Direktur Festival pada Minggu, 1 November 2026.

Gresik memiliki keberagaman kultur, budaya, dan lanskap kehidupan. Wilayah utara lekat dengan budaya pesisir, perkotaan tumbuh berdampingan dengan industrialisasi, sementara wilayah lain masih mempertahankan kehidupan agraris. Di sisi lain, kawasan kepulauan menyimpan cerita dan pengetahuan lokal dengan keunikannya sendiri.

Keberagaman tersebut menghadirkan kekayaan cerita yang dapat diangkat ke layar sinema. Tidak hanya tentang manusia dan kehidupan sosialnya, tetapi juga peristiwa alam, ruang hidup, tradisi, serta pengetahuan lokal yang diwariskan antar generasi.

Berangkat dari kekayaan itu, Gresik Movie mendorong sineas menggali cerita melalui keterlibatan warga dan lingkungan sekitar. Setiap kelompok diajak mengenali lebih dekat wilayah yang mereka tinggali, menemukan hal yang selama ini mungkin luput, lalu mengolahnya menjadi karya film berdasarkan perspektif masing-masing.

Lebih dari sekadar menghasilkan film, upaya ini merupakan kerja jangka panjang membangun ekosistem perfilman di Gresik. Melalui kolaborasi antarkomunitas dan lintas sektor, karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi produk audiovisual, tetapi juga membawa perspektif pembuatnya serta merekam pengetahuan dan pengalaman masyarakat. 

Gresik Bikin Film berlangsung mulai Oktober 2026 hingga awal Januari 2027. Rangkaiannya meliputi Kemah Sinema, lokakarya, pendampingan produksi, hingga ekshibisi. Melalui proses ini, Gresik Movie berharap tumbuh lebih banyak sineas lokal yang saling terhubung, berkolaborasi, dan menghadirkan beragam cerita Gresik ke layar sinema. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gresik Bikin Film Dimulai, 5 Komunitas Siap Angkat Cerita Lokal ke Layar Film Selengkapnya