KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Nasi Krawu Vol. 3 yang diselenggarakan oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWG). Acara rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dipusatkan di  kawasan Wisata Alam Gosari (Wagos), Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Ahad, 1 Juni 2025.

Sebanyak 1.000 bungkus nasi krawu disiapkan dan disusun membentuk tumpeng setinggi tiga meter, sebagai simbol kekayaan kuliner khas Gresik. Pada Desember 2020, Nasi Krawu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB oleh Kemenristek RI.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tahunan ini. Ia mendorong agar ke depan Festival Nasi Krawu dapat diselenggarakan di berbagai destinasi wisata desa lainnya di Gresik, sebagai upaya mengenalkan potensi lokal ke tingkat regional hingga nasional.

“Ini adalah kali ketiga KWG mengadakan Festival Nasi Krawu, dan kali ini dilaksanakan di Wagos. Pemkab Gresik sangat mengapresiasi semangat teman-teman wartawan. Semoga tahun depan, festival ini bisa digelar di lokasi wisata desa lainnya di Kabupaten Gresik, agar potensi daerah kita semakin dikenal luas,” jelasnya.

Senada dengan Plt Bupati, Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, turut mengapresiasi inisiatif KWG. Ia menilai kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Gresik yang semakin maju dan berperadaban.

“KWG telah menjalankan peran penting dalam menyajikan informasi yang valid dan faktual. Festival ini adalah bentuk nyata upaya merawat tradisi di Kabupaten Gresik, yang menjadi fondasi menuju Gresik yang lebih maju dan berperadaban,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KWG, Miftahul Arif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan bentuk kontribusi wartawan tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam menyampaikan ide-ide kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal.

“Festival Nasi Krawu ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa berkontribusi dalam promosi budaya dan pariwisata. Dengan semangat kolaborasi dan cinta terhadap budaya lokal, Festival Nasi Krawu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara media dan pemerintah dapat melahirkan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, dan menghibur masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Festival Nasi Krawu ini, KWG juga bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya Dispendukcapil yang memberikan layanan pembuatan akta kelahiran serta rekam dan cetak KTP/KIA, Polres Gresik yang menggelar sosialisasi SIM Internasional, PMI yang menyediakan layanan cek kesehatan gratis, serta Yayasan Fajar Trilaksana, sebuah lembaga bantuan hukum. (yad)

KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos Selengkapnya

60 Menit, Tumpeng Seribu Nasi Krawu Ludes Diserbu Warga

GRESIK,1minute.id – Tumpeng Nasi Krawu setinggi 3 meter itu langsung ludes tidak lebih dari 60 menit. Ada seribu nasi krawu bungkus yang di tempelkan di tumpeng raksasa itu. Event Tumpeng Nasi Krawu Raksasa itu dihelat Komunitas Wartawan Gresik dalam rangkaian Peringatan Hari Pers itu digelar di Hall Gresmall pada Kamis, 25 April 2024.

Ribuan bungkus nasi krawu itu, kemudian dibagikan kepada warga oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Kasdim 0817/Gresik Mayor Siari, Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah dan Direktur Utama Rumah Sakit Fathma Medika dr Asluchul Alif. Warga yang sudah menunggu satu per satu menerima satu bungkus nasi krawu sehingga tertib. Tidak rebutan seperti kali pertama event itu dilakukan tahun lalu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, selain Nasi Krawu,  Gresik juga memiliki ikon lainnya, seperti Heritage Bandar Grissee. “Terimakasih KWG yang rutin menjaga Nasi Krawu sebagai ikon Gresik. KWG boleh pakai ruang terbuka yang dibangun Pemkab. Seperti Bandar Grissee atau Masjid KH Robbah Ma’sum di Balongpanggang,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan. 

Nasi Krawu tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, adalah kuliner khas  sehingga menjadi salah satu ikon Gresik. Dia Warisan Budaya Tak Benda Indonesia lainnya adalah Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dan Damarkurung yang dipopulerkan oleh almarhumah Mbah Masmundari. 

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mendorong setiap kecamatan memiliki destinasi lokal. Yang tentu saja akan meningkatkan kearifan lokal dan pendapatan masyarakat setempat, melalui UMKM nya.”Tujuan dibangunnya destinasi di setiap kecamatan, agar warga tidak harus jauh jauh bila ingin berwisata,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sementara itu. Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah mengatakan, Tumpeng Nasi Krawu Raksasa ini patut mendapatkan apresiasi. Sebab, banyak stan UMKM yang juga dipadati pengunjung. “Inilah yang disebut multiplayer efek, dan ini sangat positif bagi masyarakat dan Kabupaten Gresik,” tegasnya. (yad)

60 Menit, Tumpeng Seribu Nasi Krawu Ludes Diserbu Warga Selengkapnya

Capres PDI-P Ganjar Pranowo Bagikan 2024 Nasi Krawu, Perangi Stunting, Ajak Remaja Tidak Nikah Dini

GRESIK,1minute.id – Ribuan warga tumplek blek memenuhi Stadion Gelora Joko Samudro (GJOS) pada Minggu, 16 Juli 2023. Mereka  rela datang sejak pagi untuk bertemu Ganjar Pranowo, Calon Presiden (Capres) yang diusung oleh PDI-P itu. 

Gubernur Jawa Tengah itu didampingi istri, Siti Atiqoh Supriyanto, sejumlah anggota legislatif, DPR RI, DPRD Jawa Timur, DPRD Gresik. Mujid Riduan, Ketua DPC PDI-P Gresik juga Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan. Serta, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

FOTO BARENG : Capres Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atiqoh saat bersama simpatisan di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik pada Minggu, 16 Juli 2023 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ganjar secara simbolis membagikan langsung nasi krawu kepada simpatisan. Kuliner khas Gresik yang masuk warisan budaya tak benda (WBTB) itu dikemas dalam bungkus godong (daun pisang) dan kertas minyak itu berbentuk tumpeng damarkurung. Jumlahnya, 2024 bungkus seseui dengan tahun politik, pemilihan legislatif dan presiden pada 24 Februari 2024.

Setelah dibagikan kepada simpatisan, nasi tumpeng itu di makan bareng. “Rasa enak dan lezat,” kata Ganjar Pranowo.  Namun, packaging harus lebih menarik lagi supaya bisa ke pasar global. “Anak-anak milineal juga bisa berjualan secara online. Karena siapa tahu banyak warga Gresik yang di luar ingin menikmati nasi krawu,” kata Ganjar saat tampil dihadapan simpatisannya.

SWAFOTO : Capres Ganjar Pranowo meladeni keinginan simpatisan untuk foto bareng di Gelora Joko Samudro, Gresik pada Minggu, 16 Juli 2023 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, Ganjar Pranowo mengingatkan kepada kaum melineal untuk tidak cepat menikah. Pendidikan harus diutamakan. “Karena nikah dini bisa berpotensi menimbulkan stunting,” kata Ganjar. 

Sementara itu, Linda, 35, mengaku mengidolakan Ganjar Pranowo. Ia pun datang mruput. Sekitar pukul 06.00 WIB sudah tiba di Gelora Joko Samudro (GJOS). “Tidak masalah, karena saya pingin bertemu pak Ganjar,” kata Linda yang tinggal di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik itu. (yad)

Capres PDI-P Ganjar Pranowo Bagikan 2024 Nasi Krawu, Perangi Stunting, Ajak Remaja Tidak Nikah Dini Selengkapnya