Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera 

GRESIK,1minute.id – Majelis Rebo Awal yang digelar di Pesarean Nyai Ageng Pinatih di Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Rabu, 3 November 2025.

Majelis yang setiap Rabu awal bulan ini bertepatan dengan akhir tahun sekaligus memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sejak siang hari warga mulai berdatangan ke Pesarean ibu angkat Sunan Giri itu. 

Acara diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih yang dipimpin Ustad Fabino bersama Tim Mahabbatul Musthofa beserta para guru di sekolah sekitar pesarean. Menjelang sore, suasana kian khusyuk dengan pembacaan Salawat Nabi MuhammadSAW, Tahlil oleh Gus H. Romi Mubarok, serta Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik Kris Adji A.W. yang menyampaikan berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam dan penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik.

Acara yang dihadiri Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan yakni Danramil 0817/05 ; Kapolsek Kota Gresik, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Gresik, serta lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gresik dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Pesarehan saudagar perempuan yang pernah menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Gresik, kini setingkat, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) disesaki warga untuk ngalap berkah. Jemaah  tidak hanya kirim doa bagi para leluhur, tetapi juga untuk masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam. 

Doa keselamatan khusus turut dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit, terlebih di tengah intensitas musim penghujan.

Acara puncak pada malam hari ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberi manfaat luas.

Sementara itu, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko menegaskan pentingnya menjaga tradisi spiritual dan budaya di tengah masyarakat. “Kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan memberi dampak positif bagi masyarakat Gresik,” kata Jalesvie.

Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan harapannya majelis Rabo Awal bisa membawa berkah bagi masyarakat dan Indonesia. “Semoga majelis ini membawa keberkahan bagi warga Kebungson, memperkuat kebersamaan, serta menjadi wasilah doa keselamatan, termasuk bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang tertimpa bencana,” kata Fither. Majelis Rebo Awal kembali menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan, menghadirkan keteduhan dan harapan bagi seluruh masyarakat.

Lalu siapa Nyai Ageng Pinatih? Dalam buku Grissee Kota Bandar, Nyai Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik pada 1458 Masehi. Pada masa itu, Nyai Ageng Pinatih, perempuan pertama bertugas untuk memungut bea cukai dan mengawasi perdagangan asing.

Beliau adalah saudagar kaya rata yang menjadi ibu angkat Sunan Giri. Monumen jangkar sebagai tetenger masa kepemimpinan di depan terminal penumpang di Pelabuhan Gresik masih dipajang dan terawat baik. (yad)

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera  Selengkapnya

Haul ke-558 Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Khidmat

GRESIK,1minute.id – Haul ke-558 Nyai Ageng Pinatih digelar dengan khidmat di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Kelurahan Kebungson, Gresik. Haul yang dihadiri, antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifudin Ghozali, Lurah Kebungson M. Fither Kuntajaya digelar selama. dua hari, 11-12 April 2025.

Tradisi tahunan ini, menjadi momentum penting untuk mengenang jasa-jasa beliau, ibu angkat Sunan Giri sebagai salah satu tokoh  perempuan yang sangat berpengaruh dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah Gresik, Jawa Timur. Nyai Ageng Pinatih dikenal sebagai sosok yang memiliki kedalaman ilmu agama, keteguhan hati, dan peran strategis dalam mendakwahkan Islam, terutama di masa awal perkembanga di Nusantara. 

Kiprah beliau tidak hanya dikenal di kalangan lokal, tetapi juga mendapat tempat tersendiri dalam catatan sejarah Islam di Indonesia. Kehadiran para tokoh pemerintahan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual dan budaya yang ditinggalkan oleh Nyai Ageng Pinatih.

Acara pengajian umum turut menghadirkan KH. Mushodiq Fikri dari Jember, serta dihadiri oleh para ulama dan masyaikh dari wilayah Gresik dan sekitarnya. Rangkaian kegiatan haul mendapat sambutan antusias dari jamaah yang datang dari berbagai daerah, menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Haul Nyai Ageng Pinatih bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sebagai ajang memperkuat tali silaturahmi antarumat dan mengenang nilai-nilai keislaman yang diwariskan oleh sosok ulama perempuan yang luar biasa ini. (yad) 

Haul ke-558 Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Khidmat Selengkapnya

Makam Nyai Ageng Pinatih,  Ibu Angkat SunanGiri (4)

Destinasi Wisata Religi di Gresik

BULAN Suci Ramadan 1444 Hijriah memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir. Malam 21 Ramadan pada Rabu, 12 April 2023. Ada banyak keutamaan 10 hari terakhir di bulan Ramadan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini.

Umat muslim dituntut lebih khusyuk beribadah untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Salah satunya iktikaf dan memperbanyak doa untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar. Seperti iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, dzikir, dan bersedekah. Mengutip dari buku berjudul “Grissee Kota Bandar” menyajikan sejumlah tempat religi di Kabupaten Gresik yang patut menjadi tempat iktikaf. 

NYAI Ageng Pinatih. Beliau syahbandar perempuan pertama pada 1458 Masehi. Menurut sejarawan Oemar Zainuddin dalam bukunya yang berjudul Kota Gresik 1896-1916 Sejarah Sosial Budaya Dan Ekonomi Nyai Ageng Pinatih adalah perempuan pertama di Nusantara pada zaman kesultanan bertugas untuk memungut bea cukai. Dan, mengawasi para pedagang asing. Nyai Ageng Pinatih, saudagar perempuan kaya raya.

Usaha mengembangkan bakat dagangnya sampai terkenal menjadi pemilik beberapa kapal dagang. Nyai Ageng Pinatih diangkat menjadi Syahbandar Gresik pada 1458 Masehi. Monumen Jangkar sebagai tentenger masa kepemimpinan beliau dipasang di depan terminal penumpang Pelabuhan Gresik di Jalan YOS Sudarso, Gresik. Nyai Ageng Pinatih adalah ibu angkat Sunan Giri,salah satu waliyullah di Kota Santri. Makam syahbandar perempuan ini di Jalan Nyai Ageng Pinatih, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik. 

Grissee Kota Bandar adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik (*/bersambung)

Makam Nyai Ageng Pinatih,  Ibu Angkat SunanGiri (4) Selengkapnya

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin lengkap. Kini, warga Gresik memiliki rumah sakit Islam. Namanya, Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP). Rumah sakit tipe C inilokasinya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Peresmian rumah dulunya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Sejumlah tokoh Nahdliyin hadir dalam peresmian gedung dan pergantian nama rumah sakit tersebut. Diantaranya, Rais Aam PBNU  KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar , Pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan KH Muchtar Djamil serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Muhammad Nuh, perubahan nama dari RSIA menjadi RSI NAP itu dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanankesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kamitingkatkan dari Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum tipe C, dengan kapasitas 107 tempat tidur. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,”kata M.Nuh.

Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis Bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dan Unusa dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar. 

Dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU,  Muslimat, akan terus mengembangkan Rumah Sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.

Pihaknya berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama. RSI NAP berdiri diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi (m²) ini mengusung konsep Small in Modernity (Kecil namun modern). 

Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan
negative atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid. 

“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,”kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu.
Untuk diketahui pembangunan gedung baru (empat lantai) ini dilakukan selama satu tahun sejak peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Okober 2020.

Disamping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI NAP ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyal Ageng Pinatih. Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain.

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman dan Direktur RSI NAP drg A.Zayadi di peresmian gedung pada Sabtu, 9 Oktober 2021

Intinya, Rumah Sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. Diantara alat-alat canggih yang frekuensi penggunaannya paling tinggi adalah Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi. Sama seperti USG 2 dimensi atau 3 dimensi, dengan USG 4 dimensi ini dapat menampilkan kondisi kehamilan, mulai dari keadaan rahim, wujud janin, hingga gangguan yang terjadi didalam kandungan.

“Kami berharap, kehadiran RSI Nyai Ageng Pinatih bisa menjadi kebanggaan masyarakat Gresik-sekitarnya, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus sebagai ikhtiar untuk merawat dan mengembangkan warisan para sesepuh NU yang telah merintisnya sejak 1970-an,”harap mantan Ketua Dewan Pers ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik- klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” harapnya.

Sebab, menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa segera diawali. Di MWC Kebomas, dan untuk Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,”harap Bupati Yani. 

Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Ashta Triyono, pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. “Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani dan undangan keliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Diawali masuk ruang ICU. Bupati Fandi Akhmad Yani, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro serta Direktu RSI NAP drg Ach Zayadi. (yad)

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan Selengkapnya