Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelontorkan bantuan perbaikan geladak tempat sandar perahu motor milik kelompok nelayan di Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Lima kelompok nelayan yang mendapatkan bantuan masing-masing Rp 15 juta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Nasi Layur” (Komunikasi Bersama Nelayan Lumpur) yaitu Bale Pasusukan, Bale Purbo, Bale Wonorejo, Bale Cilik, dan Bale Gede. 

Bantuan diserahkan oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah mewakili Direksi kepada perwakilan kelompok nelayan. Usai penyerahan, Rama menyampaikan bahwa, perbaikan geladak ini diharapkan mampu membantu kelancaran nelayan di Lumpur dalam mencari ikan. Sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.

“Pertumbuhan perusahaan hingga lebih dari setengah abad ini tentu tidak lepas dari dukungan masyarakat, termasuk nelayan yang tinggal di sekitar perusahaan. Bantuan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik untuk nelayan Desa Lumpur, sebagai bentuk terima kasih atas dukungan kepada Petrokimia Gresik selama ini,” ujar Rama.

Ia melanjutkan Petrokimia Gresik secara kontinu membantu nelayan di sekitar perusahaan. Selain perbaikan sarana atau fasilitas, kali ini perusahaan juga peduli dengan kesehatan nelayan dengan menghadirkan penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis.

“Sebagian besar masyarakat Lumpur mencari rezeki sebagai nelayan. Mereka juga harus memperhatikan kesehatannya agar optimal dalam menjalankan profesinya. Ketika tubuh sakit, jangankan beraktivitas di tengah laut yang terbilang berat, untuk aktivitas di rumah saja akan sulit,” tandas Rama.

Terakhir ia berharap, nelayan Lumpur terus memberikan dukungan dan doa agar Petrokimia Gresik lancar dalam menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Ia pun kembali menyampaikan komitmen perusahaan bahwa kemajuan Petrokimia Gresik akan selaras dengan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

“Petrokimia Gresik dan nelayan sejatinya memiliki peran sama, yaitu menjaga ketahanan pangan nasional. Kami berharap sinergitas dan hubungan harmonis yang selama ini sudah terbangun bisa semakin diperkuat. Petrokimia Gresik dan nelayan harus saling menguatkan dalam menjalankan perannya,” pungkas Rama.(yad)

Petrokimia  Gresik Gelontorkan Bantuan Perbaikan 5 Geledak Sandar Perahu di Pesisir Lumpur Selengkapnya

Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia siap memberikan dukungan atau support penuh kepada Pemerintah Indonesia untuk menghadapi krisis pangan dunia. Sejumlah strategi yang telah disiapkan perusahaan. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat keduanya menjadi narasumber dalam program Indonesia Business Forum (IBF) di TV One pada Rabu, 14 September 2022.

 Menurut Mentan SYL, ancaman krisis pangan dunia saat ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari Covid-19 yang terjadi selama 2,5 tahun dan menjadikan semua sektor berjalan unlinear. Kemudian perubahan iklim, dan pengaruh geopolitics yaitu perang di kawasan Eropa.

“Neraca kita saat ini cukup baik, 12 komoditi dasar kita cukup terjaga. Tapi kita tidak boleh terlalu PD (percaya diri, Red). Semua langkah harus dipersiapkan. Ini (ancaman krisis pangan, Red) harus kita waspadai kerena tentu saja akan beresonansi pada kita. Jangan lupa Indonesia adalah negara keempat terbesar, ada 273 juta orang yang membutuhkan pangan dan tidak bisa ditunda,”tandasnya.

Mentan SYL menegaskan, untuk menghadapi tantangan pangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan peranan aktif semua stakeholder, termasuk Petrokimia Gresik yang saat ini juga memikul amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi bagi petani di berbagai daerah di Indonesia.  Ia mengungkapkan jika Presiden selalu mengatakan harus ada langkah extraordinary dari semua pihak untuk menghadapi tantangan ini.

Sementara itu, Petrokimia Gresik yang memahami perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani memiliki beberapa pendekatan, agar Indonesia keluar dari ancaman krisis pangan. Pertama, Dwi Satriyo menegaskan bahwa Petrokimia Gresik memastikan produksi dan distribusi pupuk hingga petani berjalan dengan lancar.

“Sebagian bahan baku pupuk saat ini masih kita peroleh dari impor. Bahan baku yang sempat mengalami permasalahan adalah KCl untuk produksi pupuk NPK di awal perang kawasan Eropa. Pada kondisi normal, jumlah KCl yang di ekspor adalah 41,6 juta ton setahun. Dari total tersebut 47 persen berasal dari Belarusia dan Rusia. Bisa dibayangkan jika supply dari Belarusia dan Rusia ini terganggu?” tandasnya.

Untuk itu, tambah Dwi Satriyo demi menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik menambah supply untuk pengadaan KCl dari Kanada, tentu dengan harga yang reasonable.

Kedua, Petrokimia Gresik berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui program Agro Solution. Program ini berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.

“Dalam program ini Petrokimia Gresik mengedukasi penggunaan pupuk nonsubsidi. Dengan pengawalan yang baik, mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,”terang Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik juga melakukan transformasi digital untuk memastikan perbaikan kinerja agar kebutuhan petani bisa tercukupi dengan baik, serta pengembangan SDM pertanian dengan menggandeng sejumlah penyelenggara pendidikan sektor pertanian. Ini merupakan langkah ketiga dan keempat Petrokimia Gresik berupaya mendukung pemerintah untuk keluar dari ancaman krisis pangan global.

“Petrokimia Gresik menciptakan SDM unggul pertanian dengan membuka program magang bagi mahasiswa pertanian, bekerja sama dengan tujuh Politeknik Pertanian di Indonesia untuk mendorong regenerasi di sektor pertanian,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara, sejalan dengan program Agro Solution Petrokimia Gresik untuk peningkatan produktivitas pertanian, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Yadi Sofyan Noor yang juga menjadi salah satu narasumber mengaku mendorong anggotanya untuk menggunakan pupuk nonsubsidi. Lebih-lebih dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, komoditas yang berhak mendapatkan subsidi dibatasi hanya sembilan, dari sebelumnya 70 komoditas. Selain itu, subsidi pupuk juga hanya diberikan pada Urea dan Phonska saja.

“KTNA mendukung kebijakan subsidi pupuk. Karena fokus pangan kita ada di komoditas yang sekarang memang di situ (diatur dalam Permentan 10/2022, Red),” tandasnya.

Pembicara lain, Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad berharap perubahan kebijakan pemerintah terkait pupuk subsidi tidak mengakibatkan penurunan jumlah pupuk subsidi yang diberikan kepada petani, baik volume atau jumlah sasaran. Karena menurutnya hal ini akan berpengaruh pada produktivitas.

“Kenaikan harga pupuk secara global lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan energi. Problem pertanian yang saat ini ada bukan pada supply pupuk, tapi ada pada harga. Sedangkan support pemerintah untuk subsidi masih stagnan. Dua tahun terakhir, bahkan sampai tahun depan atau tahun 2023 masih di angka Rp25 triliun,” tandasnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperbesar alokasi anggaran yang ada. Sehingga terdapat alokasi subsidi pada pengelolaan pupuk organik yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia.

“Pupuk organik itu sangat diperlukan. Nyatanya memang sebagian masyarakat atau petani bisa menghasilkan pupuk organik. Tetapi kan banyak yang tidak bisa menghasilkan terutama pada petani yang berskala kecil karena mereka harus mengumpulkan kotoran hewan dan sebagainya. Saya kira itu nggak efisien. Jadi harus dipertimbangkan ruang anggaran yang lebih besar bagi organik agar bisa masuk kembali,”kata Tauhid. (yad)

Support Pemerintah, Petrokimia Gresik Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global  Selengkapnya

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik terus berinovasi. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia itu menghadirkan tiga produk baru yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan HUT ke-49 pada Sabtu lalu, 10 Juli 2021.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan tiga produk baru itu  merupakan respon perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini yang tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 12 Juli 2021.

Seperti diketahui, tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,”ujar Dwi Satriyo. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26% dan Sulfur (S) sejumlah 5% yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal (cacking) dalam suhu ruangan.

Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektar tergantung pada komoditas tanaman.

“SP-26 PETRO berperan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan,” imbuh Dwi Satriyo. Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS.

Petro Niphos mengandung unsur hara N (Minimal 20%), P (Minimal 20%), dan S (Minimal 13%) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul (butiran), dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektar sesuai dengan komoditas atau tanaman. Phonska Alam untuk Pertanian Berkelanjutan.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menegaskan, komitmen Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dapat dilihat dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk terobosan transformatif yang ramah lingkungan. Diantaranya,  Petroganik di tahun 2005 dan Phonska OCA di tahun 2020, yang keduanya berhasil masuk dalam skema pupuk bersubsidi hingga saat ini.

Tahun ini, Petrokimia Gresik menghadirkan Phonska Alam yang merupakan produk pupuk majemuk pertama dengan kandungan bahan-bahan mineral alami sebagai sumber N (dalam bentuk nitrat maksimal 5%), P (minimal 10%), dan K (minimal 10%) yang telah mendapatkan sertifikat organik dan berlogo Organik Indonesia.

Secara fisik Phonska Alam berbentuk granul dan berwarna abu kehitaman. Pupuk ini diperuntukkan untuk komoditas organik pangan, hortikultura dan perkebunan. Dosis yang digunakan antara 500 kg per hektar hingga 1.800 kg per hektar menyesuaikan dengan komoditas tanaman.

“Phonska Alam adalah rangkaian pupuk yang dibutuhkan dalam sistem pertanian organik. Ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Ke depan, sambil menunggu kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Wilayah, Petrokimia Gresik juga berencana akan melakukan demonstration plot (demplot) di sejumlah daerah, agar petani dapat mengetahui langsung khasiat dari penggunaan ketiga pupuk non-subsidi ini.

“Semoga produk-produk ini bisa menjadi solusi andalan petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga kesejahteraan petani pun terdongkrak. Ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Group dalam menciptakan masa depan Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Kado HUT, Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru Ramah Lingkungan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gandeng Polowijo Gosari Lakukan Kajian Pembangunan Pabrik Pupuk Kieserite

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggandeng PT Polowijo Gosari Indonesia melakukan kajian bersama untuk rencana pembangunan pabrik pupuk Kieserite. 

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo disaksikan Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman di Jakarta pada Kamis, 10 Juni 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa rencana pembangunan pabrik pupuk Kieserite ini merupakan wujud dukungan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. 

Saat ini kebutuhan pupuk Kieserite domestik sepenuhnya dipenuhi melalui impor. Dalam 5 tahun terakhir, impor pupuk Kieserite sekitar 80 ribu ton/tahun dengan harga sekitar Rp 2,1 juta per ton. “Saat ini belum ada pabrik pupuk Kieserite di Indonesia, sehingga pabrik ini nantinya akan menjadi yang pertama di tanah air,” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, pupuk Kieserite banyak digunakan pada pertanian hortikultura antara lain komoditas kopi, karet, dan kelapa sawit, dimana lahan pertanian sawit di Indonesia mencapai 14 juta hektare dengan perkirakan kebutuhan Kieserite sekitar 2 juta ton per tahun.

“Ini merupakan ceruk pasar yang potensial untuk dikembangkan, dan juga menjadi dukungan perusahaan terhadap optimalisasi pertanian Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,”ujar Dwi Satriyo.

Pupuk Kieserite atau magnesium sulfat merupakan salah satu sumber positif untuk unsur hara magnesium dan belerang. Selain berasal dari hasil tambang, kieserite juga bisa didapatkan melalui reaksi dan sintesa antara dolomit dengan asam sulfat.

Seperti diketahui, Polowijo Gosari Indonesia memiliki deposit dolomit dengan kandungan magnesium sekitar 18-20 persen. Sedangkan, Petrokimia Gresik memiliki fasilitas produksi asam sulfat dengan total kapasitas mencapai 1,1 juta ton per tahun.

Sehingga, pembangunan pabrik pupuk Kieserite tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tapi juga menciptakan nilai tambah adanya kerja sama yang baik antara Petrokimia Gresik dan Polowijo Gosari Indonesia. “Produksi Kieserite tentunya akan menambah nilai manfaat dari dolomit Polowijo Gosari Indonesia dan asam sulfat dari Petrokimia Gresik,”tegasnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman mengatakan kajian pendirian pabrik pupuk Kieserite ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis Pupuk Indonesia untuk melakukan diferensiasi usaha, serta sesuai dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian berkelanjutan. 

Ia berharap kerjasama ini dapat bersifat jangka panjang, mengingat masih banyak pasar potensial yang perlu diisi melalui produk pupuk seperti ini. “Peluangnya besar, kita juga bisa kembangkan produk pupuk lain,”ujar Bakir.

Sementara itu, Direktur Utama Polowijo Gosari Indonesia Deddy Harnoko Sucahyo mengatakan tujuan kerjasama ini adalah untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Pihaknya mempunyai cadangan dolomit sebesar 550 juta ton, dan melalui kerjasama strategis ini Polowijo Gosari Indonesia berharap dapat mengembangkan produk-produk turunan magnesium atau dolomit.

“Semuanya memaksimalkan lokal konten serta berlokasi di Gresik,”kata Deddy. Pupuk Kieserite sendiri termasuk pupuk yang cepat terurai dan bereaksi, sehingga menjadi pilihan yang tepat ketika tanaman membutuhkan unsur hara magnesium segera.

Sedangkan, magnesium merupakan senyawa yang penting untuk pembentukan karbohidrat, lemak dan minyak pada tanaman, terutama tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit. Manfaat lain dari aplikasi pupuk Kieserite diantaranya meningkatkan klorofil sehingga warna daun lebih hijau sempurna.

Selain itu juga membantu pembentukan bintil akar, pertumbuhan anakan, meningkatkan kadar minyak pada tanaman penghasil minyak seperti kelapa sawit dan kedelai, serta meningkatkan pH tanah. (yad)

Petrokimia Gresik Gandeng Polowijo Gosari Lakukan Kajian Pembangunan Pabrik Pupuk Kieserite Selengkapnya