Dirut PDAM Giri Tirta : Proyek SPAM BGS, Proyek Investasi Bukan Milik PDAM Giri Tirta

 
GRESIK,1minute.id – Proyek sistem penyedian air minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS) terus dikebut. Proyek untuk memenuhi target Commisioning Test awal 2021 ini ditengarai kerap menimbulkan protes. 

Mulai dari protes masyarakat. Terbaru, polisi dibantu petugas trantib Kecamatan Manyar menghentikan sementara pekerjaan proyek pipanisasi berdiameter 1,100 milimeter atau 1,1 meter itu pada Selasa, 16 Maret 2021.

Pasalnya, pekerjaan pipanisasi menjadi biang terjadinya kemacetan lalu lintas di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik kurun waktu tiga hari terakhir itu dilakukan pada siang hari.

Selain menimbulkan kemacetan panjang, pekerjaan pipanisasi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, material bekas galian di badan jalan penuh lumpur dan lincin.

Bagaimana reaksi Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zahriyah? Riza-begitu sapaan-Siti Aminatus Zahriyah mengatakan proyek SPAM BGS itu adalah proyek investasi. “Bukan proyek PDAM Gresik, tapi investasi dari PPKT,”kata Riza dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa malam, 16 Maret 2021. 

1minute.id mengutip secara utuh dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pu.go.id,   proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bendung Gerak Sembayat (BGS)  untuk memenuhi target Commisioning Test awal 2021. Sehingga cakupan layanan air bersih yang didistribusikan oleh PDAM Gresik bisa semakin luas dinikmati masyarakat.

Menurut Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zahriyah, ketika meninjau lokasi Proyek SPAM Bendung Gerak Sembayat di Gresik, Senin (27/4/2020), saat ini tengah dilakukan pemancangan tiang perdana untuk pondasi pompa air baku atau intake, dan sesuai masterplan, intake yang dibangun mampu menampung air dari Sengawan Solo hingga 1.200 m3.

Hingga saat ini progres pembangunan proyek SPAM BGS sudah mencapai 30 persen, yaitu pembangunan secara paralel meliputi pembangunan Instalasi Pengolah Air (IPA), pembangunan Resevoar di Manyar, pembangunan Intake dan kegiatan pipanisasi.

Diharapkan proyek tersebut akan selesai pada Desember 2020, sehingga pada Februari 2021 air SPAM Bendung Gerak Sembayat sudah bisa dinikmati warga. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan dan mengawal proyek SPAM BGS ini agar rampung sesuai dengan target, dan air bersih bisa segera didistribusikan dan dinikmati masyarakat,” kata Siti Aminatus Zahriyah. 

Untuk kegiatan pipanisasi dari IPA menuju pertigaan Bungah sejauh 7,8 kilometer, saat ini sudah mencapai 60 persen. Pipa yang memiliki diameter 1,1 meter itu nantinya akan mendistribusikan air bersih hingga 1.000 liter/detik.

Pada awal 2021 jumlah air bersih yang didistribusikan dari SPAM BGS mencapai 500 liter/detik. Jumlah itu akan bertambah menjadi 750 liter/detik pada tahun kedua, dan 1.000 liter/detik di tahun ketiga. “Mohon dukungan dari masyarakat agar proyek berjalan lancar, sehingga masyarakat yang ada di Kecamatan Bungah, Manyar, Gresik bisa segera menikmati air bersih,” katanya. (*)

Dirut PDAM Giri Tirta : Proyek SPAM BGS, Proyek Investasi Bukan Milik PDAM Giri Tirta Selengkapnya

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat

GRESIK, 1minute.id – Buruknya pelayanan PDAM menjadi perhatian pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (niat).

Bahkan, paslon nomor urut 2 yang diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik itu berjanji memperbaiki pelayanan air minum dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Giri Tirta itu dalam 100 hari pertama kerja. 

“Bila Niat dapat amanah, maka dalam 100 hari kerja nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai perusahaan daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, Sabtu 21 November 2020 malam. 

Menurut Gus Yani, selama sepuluh tahun terakhir merasakan standar pelayanan minimal (SPM) PDAM Giri Tirta sangat buruk. Ironisnya, pelayanan buruk itu belum ada solusi kongkrit bagi masyarakat.

Buruknya pelayanan PDAM itu berdampak kerugian bagi  pelanggan air bersih PDAM. “Mereka (pelanggan) sudah membayar. Tapi, kesulitan mendapatkan air bersih,”tegas Gus Yani. Pelanggan yang mengalami krisis air bersih itu diantara di hampir seluruh kecamatan di Gresik.

“Di kecamatan Kota Gresik saja misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujarnya.

Disisi lain, kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen. 
Gus Yani bercerita saat menyapa warga diantaranya di Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Kebungson. Keduanya, di Kecamatan  Gresik. 

Mulyono, misalnya. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat masih sangat buruk. (*)

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat Selengkapnya