Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok 


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 27 anak dari 9 Kabupaten /kota di Indonesia menggelar pameran lukisan di Iconmall pada Sabtu, 21 Mei 2022. Sebanyak 65 karya yang dipamerkan bocah-bocah puluhan tahun anggota Sanggar Lukis DAUN bertajuk “DAUN Drawing Exhibition” itu.

Pameran lukisan ini memperingati Bulan Menggambar Nasional berlangsung hingga 29 Mei 2022.
Meski usia mereka tergolong belia, namun karya mereka tergolong fonomenal. Out of the box. Genre lukisan juga variatif. Sehingga sangat enak dinikmati oleh siapa pun. 
“Kami disini (Sanggar Lukis DAUN) membangun infrastruktur gagasan. Out put adalah karya,”kata Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN Arik S. Wartono pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Gagasan tentu original. “Seni rupa anak, terdepan kita prioritaskan kreatifitas anak,”tegasnya. Puluhan karya pelukis anak berasal dari kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kudus, Jogyakarta, Depok, Jakarta dan Denpasar ini membuat para pengunjung terasa betah menikmati karya mereka.

Bhre Otes : Bhre Bhawana Praja Kawula, pelukis cilik menggunakan media puntung rokok sebagai karyanya. Karya Bhre, murid Sanggar DAUN bisa menyelamatkan lingkungan dab kali pertama di Indonesia dalam DAUN Drawing Exhibition di Gresik pada Sabtu, 21 Mei 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, karya Bhre Bhawana Praja Kawula. Siswa kelas 3 SDN Pacar Keling, Surabaya memamerkan 4 karya. Bhre tidak memakai cat. Anak nomor dua dari lima bersaudara pasangan Yoko Sardiyoko dan Mela Damayanti itu menggunakan puntung rokok dan pensil. Ia pun mendapatkan julukan Bhre Otes. Otes adalah puntung rokok. 

“Awalnya, nenek marah. Saya memungut rokok dianggap seperti orang gila,”cerita Bhre sambil tersenyum. Namun, akhirnya nenek memahami. Sebab, Bhre dengan ribuan puntung rokok yang dikumpulkan sejak Maret 2022 itu dianggap bisa menyelamatkan lingkungan. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi. “Saya bisa bertemu dengan pak Walikota karena otes itu,”ucapnya. 

Menurut Bhre, puntung rokok filter bisa mencemari lingkungan. Meski sudah ditanam di tanah namun baru bisa terurai 5 tahun sampai 10 tahun. “Sejak Maret lalu, saya memungut 30 ribu puntung rokok,”terangnya. 
Ribuan otes itu lalu di cuci menggunakan cuka dan garam. Kemudian dikeringkan. “Di cuci untuk menghilangkan bakteri,”tegasnya.

Dari ribuan puntung rokok itu, Bhre Otes telah menghasilkan 20 lukisan. Empat diantaranya di pajang dalam DAUN Drawing Exhibition. Empat lukisan itu berjudul Unititle dengan media puntung & pensil on canvas. “Saya pingin pameran tunggal,”katanya. (yad)

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok  Selengkapnya

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah


GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) peduli lingkungan. BUMN penghasil semen ini mengajak masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan bertajuk #MulaiBerubahDariRumah.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, gerakan ini merupakan rangkaian perayaan 8 tahun transformasi perusahaan. Seperti namanya, gerakan ini dirancang untuk bisa dilakukan dari rumah. Pasalnya,  pemerintah masih memasuki masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

SIG ikut ambil peran dengan membuat gerakan tentang lingkungan, keberlanjutan dan pemberdayaan yang mungkin banyak tertunda karena pandemi. “Kami ingin melibatkan komunitas dan masyarakat yang selama ini juga peduli dan cukup dimulai dari rumah,”ujar Hendi Prio Santoso.

Gerakan ini dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas. Caranya, buat foto atau video yang disertai cerita perubahan yang mereka lakukan untuk lingkungan. 

Foto atau video dan cerita tersebut kemudian diunggah di Instagram sesuai dengan misi perubahan yang telah ditentukan. Pastikan akun Instagram tidak di private. Sebelum diunggah, mention @sig.id dan 3 akun instagram teman untuk ikut serta. Kemudian, beri tagar #MulaiBerubahDariRumah dan tagar tambahan sesuai dengan misi yang peserta pilih pada periode 8 Februari – 7 Maret 2021.

Hendi mengatakan, perubahan yang dilakukan tak perlu berskala besar. Langkah kecil yang bisa di lakukan di rumah sudah cukup untuk mengikuti gerakan ini. “Karena tujuannya adalah membangun kesadaran tentang lingkungan hidup dan semangat berkelanjutan,”kata Hendi Prio.

Pada pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan misi mingguan terkait kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial yang bisa dilihat pada akun instagram @sig.id . Foto/video dan cerita dari misi mingguan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk saling menginspirasi antarpeserta.

“Kebaikan itu menular dan perubahan tak boleh berujung. Melalui gerakan ini, hanya dari rumah, Bumi bisa terselamatkan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat terbant,”imbuh Hendi Prio.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya banyak komunitas yang sudah bergerak ke arah tersebut. Ada komunitas Zero Waste yang mencanangkan gaya hidup ramah lingkungan seperti diet kantong plastik. Ada juga gerakan Lyfe With Less yang mengajak masyarakat bergaya hidup minimalis dengan decluttering.

Ada pula komunitas yang mengolah sampah menjadi kompos, komunitas yang mengajak orang untuk tie die baju lama, hingga gerakan sosial beli di tetangga yang memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Namun banyak dari gerakan ini terhambat seiring pandemi Covid-19 yang merebak. Tapi, toh Bumi tak bisa menunggu lagi. Kerusakan di planet biru ini sudah semakin parah. Sementara kebutuhan mendorong kesejahteraan yang setara juga semakin mendesak.

Karena itulah SIG tergerak untuk menginisiasi gerakan peduli lingkungan. Ayo #MulaiBerubahDariRumah bersama SIG. (*)

SIG Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, #MulaiBerubahDariRumah Selengkapnya