Pascaputusan MK, DPC PDI-P Gresik Manut Kebijakan Pusat, Gus Yani-Alif atau Niat Jilid 2

GRESIK,1minute.id – Perkembangan politik di Kabupaten Gresik semakin dinamis. Pascaputusan Mahkamah Konstitusi, partai politik atau parpol atau gabungan parpol yang tidak memiliki kursi di parlemen bisa mengusung calon bupati alias Cabup dan wakil bupati atau Cawabup dalam pemilihan kepala daerah serentak 2024.

Ada tiga orang kandidat bakal calon bupati Gresik yang sudah digadang-gadang maju  dalam konstestasi pesta demokrasi lima tahunan ini. Tiga bacabup itu, yakni dr Asluchul Alif dan M. Syahrur Munir dan inkumben Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Di sejumlah jaring pertemanan seperti WhatsApp yang sedang viral saat ini maupun sejumlah media sosial mulai melakukan otak-atik dengan  memasangkan pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup). Ada yang memasangkan Fandi Akhmad Yani dengan Aminatun Habibah atau Niat Jilid 2. Dan, terbaru adalah memasangka. pasangan Fandi Akhmad Yani dengan dr Asluchul Alif. 

Fandi Akhmad Yani adalah Bupati Gresik saat ini bakal maju lewat PDI-Perjuangan. Sedangkan, dr Asluchul Alif diusung oleh partainya, Gerindra. Sedangkan, bacabup M.Syahrul Munir, kandidat dari PKB. 

Berdasarkan putusan MK yang anyar nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan oleh Perta Buruh dan Partai Gelora mengubah syarat pencalonan kepala daerah. Yakni, parpol atau gabungan parpol dapat mendaftarkan cabup-cawabup dengan perolehan suara sah minimal 10 persen pada pemilu DPRD pada provinsi dengan daftar pemilih tetap atau DPT hingga 2 juta. 

Berdasarka putusan MK itu, ketiga partai yang telah ngelus-elus kandidatnya bisa mengusung bacabup sendiri-sendiri. PKB meraih 14 dari 50 kursi di DPRD Gresik hasil pemilihan legislatif atau Pileg lalu. Partai Gerindra meraup 10 kursi. Dan, PDI-Perjuangan mendapatkan 9 kursi. 

Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Mujid Riduan menyatakan, putusan MK pada daerah tertentu  seperti DKI, Banten dan Jawa Barat sangat melegakan. Alhamdulillah. “Tapi untuk Kabupaten Gresik dengan putusan MK tersebut saya kira tidak terlalu signifikan,” kata Mujid dikonfirmasi melalui WhatsApp Voice pada Selasa, 20 Agustus 2024. 

DPP PDI-Perjuangan dan Gerindra telah menjalin komunikasi intensif. Bahkan, kata Mujid, Cabup Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani sudah menjalin komunikasi baik dengan Gerindra. “Sehingga untuk keputusan MK ini di Gresik tidak berdampak signifikan karena kedua partai sudah komunikasi dengan DPP masing-masing,” ujarnya. 

Bagaimana wacana menduetkan kembali, Niat Jilid 2? Mujid mengaku komunikasi antara DPP PDI-P dengan Gerindra yang sudah hampir final.  Ia tidak mengetahui secara pasti apakah tetap berlanjut. “Atau dengan adanya putusan MK, Niat Jilid 2 akan kembali dilanjutkan kami serahkan kepada DPP karena semua sudah diputuskan oleh DPP sehingga tinggal turun rekomendasi,” kata Mujid yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik ini. 

“Akan tetapi, dengan adanya Putusan Mk Ini DPP PDI-P mempunyai pertimbangan lain y monggo karena sudah menjadi ranah atau wewenang dari DPP DPIP yang ada di Jakarta,” imbuhnya. (yad)

Pascaputusan MK, DPC PDI-P Gresik Manut Kebijakan Pusat, Gus Yani-Alif atau Niat Jilid 2 Selengkapnya

Polres Gresik Siap Amankan Pilbup Gresik 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar simulasi sistem pengamanan kota alias Sispamkota menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak 2024. Simulasi yang dilakukan adalah skenario terburuk. Pilkada atau Pemilihan Bupati alias Pilbup Gresik rusuh.

Tentu saja warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa tidak mengharapkan skenario itu menjadi kenyataan. Pilbup kondusif adalah dambaan masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan, memimpin langsung Sispamkota itu di halaman Markas Polisi Resor atau Mapolres Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin, 19 Agustus 2024.

Sebanyak 380 personel gabungan dari Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan selama proses pemilu.

Simulasi ini dirancang mulai dari tahapan pengiriman kotak suara, pendistribusian logistik, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, hingga perhitungan suara. Setiap tahapan dilalui dengan serius, mensimulasikan berbagai skenario yang mungkin terjadi di lapangan.

Salah satu momen yang paling menegangkan adalah saat simulasi kerusuhan. Kapolres Gresik langsung memerintahkan pergantian pasukan Dalmas Inti di bawah kendali Kasat Samapta. Dengan sigap, para personel Dalmas Inti membentuk formasi yang kokoh, menghadapi ancaman massa yang semakin beringas.

Di tengah chaos muncul sosok seorang polisi wanita muda mencuri perhatian. Dengan tenang dan penuh keberanian, ia memberikan pertolongan pertama kepada rekan yang terluka. Tatapan matanya yang tegas dan wajahnya yang pucat namun tegar menjadi simbol semangat juang seluruh personel yang bertugas. Setelah situasi berhasil dikendalikan, AKBP Arief Kurniawan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh personel yang terlibat. 

“Saya bangga dengan dedikasi dan profesionalisme seluruh anggota. Simulasi ini telah membuktikan bahwa kita siap mengamankan jalannya Pemilu dengan sebaik-baiknya,” ujar AKBP Arief Kurniawan yang alumni Akpol 2004 itu.

Simulasi Sispamkota ini bukan hanya sekadar latihan, tetapi juga menjadi bukti kesiapan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pemilu. 

“Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan Pemilu yang damai, aman, dan demokratis,” tegas mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. (yad)

Polres Gresik Siap Amankan Pilbup Gresik  Selengkapnya

Jelang Pilbup 2024, Polres Gresik Gelar Operasi Mantap Praja Semeru selama 135 Hari

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Operasi Mantap Praja Semeru 2024 di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 19 Agustus 2024.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan. Operasi Mantap Praja Semeru digelar untuk memastikan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 berjalan aman, lancar, dan damai. 

AKBP Arief Kurniawan menyampaikan, Pilkada serentak 2024 adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini adalah pesta demokrasi terbesar yang pernah kita selenggarakan. Presiden Joko Widodo telah mengingatkan akan pentingnya momen ini. Namun, di balik kegembiraan pesta demokrasi, kita juga harus waspada terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya pesta demokrasi.

“Kabupaten Gresik memiliki jumlah penduduk cukup banyak, tentu memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pilkada serentak. Potensi kerawanan seperti hoaks, isu SARA, dan politik identitas harus kita antisipasi sejak dini,” ujar Arief Kurniawan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, lanjut mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu, Polres Gresik bersama TNI, Pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait telah merumuskan strategi yang komprehensif dalam operasi “Mantap Praja Semeru 2024”. Operasi ini akan berlangsung selama 135 hari, mulai 19 Agustus sampai dengan 31 Desember 2024 yang melibatkan ribuan personel yang akan ditempatkan di seluruh tempat pemungutan suara.

“Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, kita memiliki tugas yang sangat berat namun mulia,” katanya. 

Perwira dua melati di pundak itu juga mengingatkan kepada anggotanya dalam menjaga kondusifitas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Diantaranya, menjaga netralitas, meningkatkan kewaspadaan, menjalin sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mencapai keberhasilan operasi ini dan menegakkan hukum terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Mari kita jadikan Pilkada 2024 sebagai pesta demokrasi yang damai dan bermartabat. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, saya yakin kita akan mampu mengatasi segala tantangan yang ada,” tutup alumnus Akpol 2004 Batalyon Tatag Trawang Tungga itu. (yad)

Jelang Pilbup 2024, Polres Gresik Gelar Operasi Mantap Praja Semeru selama 135 Hari Selengkapnya