GRESIK, 1minute.id — Di TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, gunungan sampah setinggi bukit telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Bila hujan baunya menyengat, kemarau debunya beterbangan, dan burung kuntul di atasnya. Di kejauhan cerobong pabrik Manyar dan Tuban menjulang menunggu bahan bakar.
Gunungan inilah yang kini diperebutkan menjadi energi.
Sejak 24 Februari 2026, Pemkab Gresik meresmikan Landfill Mining 25 ton per jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.
Jika tidak dikelola, sampah menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi. Pengadaan fasilitas melalui APBD Kabupaten Gresik 2025 sebesar Rp 6 miliar bukan sekadar belanja alat. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan generasi mendatang.
Sebelumnya hanya 20 ton per hari yang bisa diolah sejak 2023. Kini targetnya menghabiskan warisan dekade lalu.
Gunungan itu kini tidak lagi dibiarkan. Di fasilitas TPST, dua pekerja tampak membawa keranjang biru berisi material sampah. Papan SOP Keselamatan Kerja terpampang di sisi mesin, menandai standar pengelolaan energi yang aman.
Prosesnya berlanjut. Dua petugas tampak mengwadahi RDF hasil cacahan ke dalam keranjang. Di belakangnya, gunungan RDF menggunung, siap kirim. Mesin trommel screen dan shredder berderak, mengubah sampah plastik dan residu menjadi cacahan bernilai kalor.
Transisi energi ini mengubah nasib manusia di dalamnya. Pak Mamik, 60, asal Banyuwangi, telah memulung di Ngipik sejak 1992 untuk 6 cucunya. Sejak 2024, saat mesin Landfill Mining beroperasi, pemulung dilarang naik ke gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA.
“Dulu bebas mulung di atas, sekarang tidak boleh karena ada mesin. Sekarang jadi petugas kebersihan di sini,” ujar Pak Karim di bedeng tripleknya.
Truk-truk kuning tetap hilir mudik. Sampah baru terus datang, truk keluar TPA setelah bongkar muatan. Gunungan lama belum habis, gunungan baru terus tumbuh.
Di sinilah Swasembada Energi itu nyata: bukan di ruang rapat, tapi di atas gunungan sampah yang diolah menjadi energi. Dari TPA Ngipik, Gresik, sampah yang dulu jadi masalah, kini menjadi bahan bakar energi mandiri Indonesia. (yad)
Berikut Foto Cerita Sampan jadi Energi, Lokasi TPA Ngipik, Gresik
FOTO 1 : Petugas menyapu di depan gerbang TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik saat sebuah truk sampah merah melintas masuk pada Senin, 19 Oktober 2026. Setelah membongkar sampah, truk keluar membawa residu. TPA ini menerima sampah baru setiap hari di tengah upaya pengolahan gunungan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri. ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)FOTO 2 : Arsip Januari 2023 – Seorang pemulung memilah sampah di atas gunungan TPA Ngipik, Gresik. Fraksi plastik dan kain yang ia kumpulkan menjadi bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bioenergi pengganti batu bara. Gunungan ini menumpuk lebih dari 10 tahun. Pemkab Gresik menargetkan gunungan warisan ini habis melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar yang diresmikan 24 Februari 2026. ( Foto Dokumentasi : Chusnul Cahyadi/1minute.id)FOTO 3 : Dua pekerja membawa material sampah di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat papan SOP keselamatan kerja di sisi fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. Fasilitas ini mengolah sampah lama menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)FOTO 4 : Dua petugas mengwadahi Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah ke dalam keranjang biru di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Tumpukan RDF di belakangnya merupakan hasil olahan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. RDF tersebut akan dikirim sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban, mengurangi ketergantungan energi fosil impor dan mendukung target zero emisi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )FOTO 5 : MESIN & GUNUNGAN RDF : Dua pekerja mengoperasikan fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat gunungan material Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah lama yang telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Fasilitas APBD Rp 6 miliar ini memproses sampah menjadi bioenergi yang akan dikirim ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban untuk mendukung swasembada energi mandiri. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)FOTO 6 : Pak Mamik, 60, duduk di bedengnya di area TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pria asal Banyuwangi dengan 6 cucu ini menjadi pemulung di Ngipik sejak 1992. Sejak 2023, saat fasilitas Landfill Mining beroperasi untuk mengolah sampah menjadi RDF, pemulung dilarang beraktivitas di gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA, bagian dari rantai produksi bioenergi untuk Semen Indonesia Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
SURABAYA,1minute.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menandatangani perjanjian Renewable Energy Certificates (REC) di Surabaya pada Jumat, 8 Maret 2024.
“Keseriusan Pemerintah Indonesia mendorong percepatan pencapaian target penurunan emisi karbon menjadi fokus PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mengeksplorasi peluang-peluang inisiatif dekarbonisasi dan energi terbarukan di Indonesia melalui kerjasama jual beli Renewable Energy Certificates dengan PLN,” kata Executive Vice President Corporate Planning and Business Strategy PT Freeport Indonesia Horst-Dieter Garz.
Penandatanganan Perjanjian REC antara PTFI dengan PLN dilakukan oleh Manager PLN UP3 Gresik Andi Seno Hendriatmoko dan Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy PT Freeport Indonesia Horst-Dieter Garz dengan disaksikan oleh GM PLN UID Jawa Timur Agus Kuswardoyo dan Vice President of Sales and Enterprise Service PLN Fauzi Aburusman.
“Penandatanganan perjanjian ini menandai komitmen kuat PTFI untuk mengurangi emisi karbon sebesar 30% pada tahun 2030. Pembelian REC dari PLN untuk pasokan energi listrik operasional Smelter PTFI akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk memenuhi target tersebut,” kata Garz.
“Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif dekarbonisasi dan energi terbarukan di Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan PLN. Ini adalah langkah penting dalam memperkuat keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kontribusi kami terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” imbuh Garz.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Gresik Andi Seno Hendriatmoko mengatakan kolaborasi PLN dan PTFI merupakan langkah penting dalam mencapai tujuan bersama untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi energi bersih di Indonesia. “Terima kasih atas komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung penggunaan energi
terbarukan di Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya penurunan emisi karbon,” kata Andi.
PTFI melakukan pembelian REC setiap tahun dalam periode 2023-2025 yang akan digunakan sebagai pasokan energi listrik dalam operasional Smelter PTFI yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (KEK-JIIPE), Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Untuk diketahui, PTFI sedang melakukan pembangunan smelter yang kedua. PTFI telah menanamkan investasi hingga USD 3,1 miliar atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023. Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600 ribu ton per tahun. (yad)
GRESIK,1minute.id – Terdakwa Ichwan Soewignyo bernafas lega. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik membebaskan dari semua dakwaan kepada Direktur Utama Bromo Panuluh Steel itu. Berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum.
Menurut Majelis Hakim yang diketuai M.Fatkur Rochman, dari beberapa saksi dan bukti yang diperiksa di Pengadilan tidak menemukan bukti kalau terdakwa melakukan tindak pidana yang didakwakan. “Pada berkas perkara yang diperiksa dipersidangan, tidak ada bukti yang dihadirkan siapa yang memasang benda asing di gardu listrik PT. Bromo Panuluh Steel yang mengakibatkan kerugian PT. PLN,” jelas Fatkhur saat membacakan putusan.
Ditambahknya, ada benda asing yang dipasang di KWH milik perusahaan yang dipasang di gardu, dari keterangan saksi yang bisa memasang benda asing itu adalah oleh pihak PLN karena mereka yang memiliki kunci yang dinamakan cyber lock.
“Berdasarkan saksi dan bukti yang dihadirkan di persidangan tidak ada yang bisa membuktikan kalau terdakwa melakukan tindak pidana yang didakwakan. Memulihkan harkat dan martabat serta membebaskan terdakwa dari segala dakwaan,” tegas Fatkur saat membacakan putusan pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Sebelumnya, terdakwa oleh JPU Kejari Gresik dituntut dengan pidana denda sebesar Rp 2 miliar. Terdakwa dituntut menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 51 Ayat (3) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketanagalistrikan.
Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya menerima. Sementara itu, JPU Kejari Gresik yang di wakili Paras Setio melakukan upaya hukum.
Terpisah, kuasa hukum terdakwa, Juli Edy mengatakan bahwa pihaknya telah menerima putusan dari majelis hakim. Menurutnya, putusan itu telah mencerminkan rasa keadilan dimana apa yang dituduhkan kepada terdakwa itu tidak benar.
“Klien kami didakwa telah menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum. Proses laporan ini langsung ditangani oleh Mabes Polri meskipun locus delicty ada di Gresik tepatnya di Wringinanom,” ujarnya.
Ditambahkannya, setelah laporan dari PLN, pasokan listrik di perusahaan PT. Bromo Panuluh Steel di putus sejak tahun 2017. Akibatnya, perusahaan tidak produksi dan pailit. (yad)