Petugas Perketat Perbatasan Cegah Hewan Kurban Tanpa SKKH Masuk Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melarang hewan kurban tanpa SKKH dari luar Kabupaten/kota masuk Gresik. Namun, sejumlah pedagang  mokong. Setelah tiga pilar di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Kini, giliran petugas gabungan dari Koramil 0817/03, Polsek Kedamean dan petugas UPT Dinas Pertanian Gresik mengamankan truk dan pikap tertangkap basah mengangkut hewan kurban masuk ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Mereka ditengari melakukan kucing-kucing dengan petugas di Pos Pam PMK Legundi, Kecamatan Driyorejo. 

Kendaraan pengangkut hewan kurban dari luar Gresik diperkirakan semakin banyak karena Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah semakin dekat. Menghitung hari. Akan tetapi, tiga pilar yang terdiri dari TNI, Polri dan Dinas Pertanian Gresik semakin rajin melakukan penyekatan. Tujuan, menahan laju persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)

Setiap kendaraan yang dicurigai mengangkut hewan kurban dihentikan. Semua dokumen antara lain surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dipelototi untuk memastikan secara langsung kondisi  kesehatan hewan  yang ada didalam kendaraan.

Babinsa Koramil 0817/03 Kedamean Pelda Didik bersama Aiptu Munif serta Mustajab dari UPT Pertanian Wringinanom, memastikan secara langsung kondisi  kesehatan hewan  yang ada didalam kendaraan serta memeriksa SKKH. “Kami yang berada di Pos Pam PMK akan bersikap tegas tetapi tetap mengarahkan secara sopan dan humanis, hal ini bertujuan tidak adanya hewan yang masuk di Gresik dalam kondisi terpapar penyakit PMK,”kata Pelda Didik.

Selama di Pos Pam PMK, petugas konsentrasi untuk memantau setiap kendaraan yang membawa hewan ternak. “Memang kondisi masyarakat saat ini berharap bisa menjual hewan ternaknya diberbagai tempat, tetapi kami harap tetap mengikuti ketetapan yang sudah ada, saya harap himbauan yang kami sampaikan dapat diterima oleh masyarakat, kalaupun ada yang membandel tetap kita arahkan balik kanan,”katanya. (yad)

Petugas Perketat Perbatasan Cegah Hewan Kurban Tanpa SKKH Masuk Gresik Selengkapnya

Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan 

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 H kurang hitungan jari. Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Idul Adha pada Ahad, 10 Juli 2022. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Gresik belum berakhir.  

Untuk mencegah persebaran wabah PMK di wilayah hukum Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, petugas gabungan TNI-Polri memperketat penjaga setiap perbatasan Gresik. Diantaranya, dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan petugas UPT Dinas Pertanian (Dispertan) Driyorejo melakukan pemeriksaan setiap truk pengangkut hewan. Hewan kurban dari luar Gresik. Di perbatasan Driyorejo-Krian-Mojokerto.

Penjaga dilakukan di Simpang empat Legundi di Kecamatan Driyorejo pada Selasa, 5 Juli 2022. Kegiatan penyekatan dengan tujuan untuk memastikan tidak adanya truk yang akan masuk maupun keluar Gresik dengan membawa hewan ternak, dikarenakan kondisi Gresik masih tergolong zona merah penyakit PMK.

Dilokasi tersebut nampak Serda Sugeng, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/01 Driyorejo saat mendampingi petugas Polsek Driyorejo yang dipimpin oleh Kompol Zunaedi dan lain ketika memberhentikan beberapa truk yang tertutup terpal, yang diindikasi akan mengirim hewan ternak masuk ke Gresik. Bagaimana hasilnya? Petugas gabungan lega. 

“Sejauh ini beberapa truk yang diberhentikan petugas dan dilakukan pengecekan tidak ada yang megirimkan hewan ternak misalnya, sapi, kambing maupun kerbau, jadi truk tersebut kami persilahkan untuk melanjutkan jalan,”kata Serda Sugeng pada Selasa, 5 Juli 2022.

“Tetapi kalau sampai ada yang mengangkut hewan ternak, akan kami pastikan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut, dan sopir harus bisa menunjukkan surat kesehatan hewan yang dibawa minimal dari dokter hewan,”imbuhnya. 

Serda Sugeng menambahkan upaya penyekatan dilakukan agar tidak ada hewan ternak yang tepapar PMK masuk ke Kabupaten Gresik. Kasus hewan terpapar PMK di Gresik cukup tinggi dan tembus diangka 4.000 ekor. “Mayoritas semuanya adalah sapi, jadi kami ingin menekan penyebaran PMK agar tidak semakin larut dan peternak di Gresik dapat menjual hasil ternaknya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar,”sambungnya. (yad)

Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan  Selengkapnya

Pasar Sapi Lockdown Cegah Wabah PMK di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sejumlah pasar hewan tutup. Lockdown untuk mencegah persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi di Gresik. Sementara penyembelihan hewan sapi diwajibkan ke rumah potong hewan (RPH). Hal itu terungkap ketika Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melakukan pemantauan ke sejumlah pasar hewan dan stan penjual daging sapi di pasar tradisional pada Rabu, 11 Mei 2022.

Pemantauan dilakukan ke pasar hewan sapi di Kecamatan Balongpanggang dipimpin oleh Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis. “Kita tetap himbau melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa, peternak-peternak sementara untuk mengurangi antisipasi penularan PMK,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, dan Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) Gresik Eko Anindito Putra. 

Sementara itu, Eko Anindito Putra mengatakan penutupan pasar sapi sementara dilakukan untuk mencegahan penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik distribusi dari pasar hewan ditutup sementara. “Distribusi di pasar hewan kita tutup. Pemotongan terpusat di RPH sehingga daging sapi benar-benar sehat yang didistribusikan ke masyarakat,”tutupnya.

Seperti diberitakan, Polres Gresik melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Gresik. Penyekatan dilakukan untuk mencegah persebaran wabah PMK ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Kabupaten Gresik sudah ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) bersama Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Serta dua kabupaten di Provinsi Jawa Timur. 

Berdasarkan data Dinas Peternakan Pemprov Jatim sebanyak 1.247 ekor sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto terjangkit PMK. Di Kabupaten Gresik dilaporkan ada 402 ekor sapi tersebar di 5 Kecamatan dan 22 Desa terjangkit PMK. Sebanyak 305 ekor sapi sembuh. Puluhan ekor lain mati. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Lempo meminta masyarakat tidak panik. Sebab, saat ini terdeteksi adalah termasuk yang paling ringan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa angka kematiannya sangat rendah yakni 1,1 persen dari total ternak yang terinfeksi. (yad)

Pasar Sapi Lockdown Cegah Wabah PMK di Gresik Selengkapnya