UPT SMP Negeri 2 Gresik Kolaborasi Unit PPA Satreskrim Polres Gelar Penyuluhan Anti Bullying 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar penyuluhan anti bullying di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik pada Jumat, 6 Maret 2026. Penyuluhan ini menghadirkan  pembicara Ipda Hendri Hadiwoso, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan diikuti 761 murid, mulai kelas VII sampai IX. Antusiasme siswa di Sekolah Piloting PAIS (Pendidikan Agama Islam Sekolah) Berkarakter di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik oleh Kementerian Agama (Kemenag) luar biasa. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, penyuluhan anti bullying ini sangat bermanfaat bagi anak pelajar dalam upaya berikhtiar mencegah terjadinya perundungan. Apalagi dalam penyuluhan ini juga anak-anak diajarkan 

cara mengatasi diri saat menjadi korban bullying serta bagaimana anak melindungi diri juga kepada siapa murid lapor diri.

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Salim. Ia mengatakan, ada beberapa poin penting dalam penyuluhan anti bullying ini. Pertama, mencegah kekerasan. Dimana bullying dapat menyebabkan kekerasan fisik, emosional dan psikologis pada korban. Kedua, meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying dan pentingnya menghormati orang lain. 

Manfaat ketiga dalam penyuluhan ini, Membangun empati dimana penyuluhan dapat membantu siswa memahami perasaan korban bullying dan mengembangkan empati. Berikutnya, penyuluhan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Dan, manfaat penyuluhan terakhir adalah mengurangi stigma terhadap korban bullying dan meningkatkan kesadaran  bahwa bullying bukan salah korban.

Sementara itu, Fairuz, Wakil Ketua OSIS Spenda Gresik mengaku senang sekolah ada acara dialog dengan kepolisian terkait perundungan. ” Kami menjadi lebih mawasdiri dan peduli terhadap lingkungan berteman agar sekolah menjadi aman nyaman dan menyenangkan,” ujar Fairuz. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

UPT SMP Negeri 2 Gresik Kolaborasi Unit PPA Satreskrim Polres Gelar Penyuluhan Anti Bullying  Selengkapnya

Orang Tua Pembuang Bayi Menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Belva Pandega Nusantara , 24, warga Menganti dan  Ulviyanti, 22, mahasiswi asal Bangkalan resmi menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik pada Kamis, 5 Oktober 2023. Mereka menikah di masjid di Kompleks Markas Polisi Resor Gresik karena menyandang status tersangka dugaan membuang bayi perempuan di depan pintu Ponpes Al Hikmah di Kecamatan Menganti pada 23 Agustus 2023.

Mempelai laki-laki memakai baju warna putih, celana kasual hitam dan memakai kopyah. Sedangkan, mempelai perempuan memakai busana muslim warna putih dan berhijab warna coksu alias coklat susu. Kedua mempelai terlihat semringah. Tampak menyaksikan prosesi sakral itu, antara lain, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih dan sejumlah anggota polisi lainnya. 

Usai akad nikah dengan mas kawin seperangkat alat Salat dan uang tunai itu, kedua mempelai langsung menuju ruang tahanan masing-masing. Tidak ada resepsi layaknya pernikahan biasanya. ” Tadi sempat deg-degan waktu mengucapkan ijab kabul,” kata Belva kepada wartawan. Belva mengungkapkan rasa syukur bisa menikahi perempuan pujaan hati yang telah memberikan satu momongan itu.  

“Tadi orang tua dan mertua dan saudara juga hadir semua,” jelasnya. Lebih lanjut Belva mengungkapkan terimakasih kepada Polres Gresik, Kasat Reskrim Akp Aldhino Prima Wirdhan, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi dan Kasat Tahti Iptu Soleh yang membantu kami terkait pelaksanaan pernikahan kami.  “Untuk anak kami Alhamdulillah dalam keadaan sehat sekarang sudah berumur dua bulan dan sekarang diasuh oleh mertua saya,” katanya. 

Seperti diberitakan,  pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Saya nitipkan anak kami”. (yad)

Orang Tua Pembuang Bayi Menikah di Masjid Al Azis Polres Gresik  Selengkapnya

Waspada Varian baru Covid-19, Polres Gresik Bagikan Masker kepada Penumpang Bus

GRESIK,1minute.id – Wabah coronavirus disease 2019 belum habis. Memasuki tahun ketiga. Virus korona terus mutasi. Kini, muncul varian baru, lebih cepat menyebar tapi tidak menimbulkan vatalitas tinggi. Yaitu, varian Omicron XBB. Dikabarkan satu orang di Kota Surabaya terpapar varian baru itu.

Untuk mengatasi pagebluk itu meluas. Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ipda Hepi bersama petugas patroli membagikan masker dan memberikan himbauan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat di Terminal Bunder, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 2 November 2022.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan jika hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk Polri mendukung pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di wilayah Bunder, Gresik.  Mengantisipasi Covid-19 varian baru agar tidak terdeteksi dari warga yang berasal dari luar kota. 

“Kami bagikan masker kepada masyarakat, tujuan kami yaitu memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan prokes dengan baik,”ucap Kapolres Aziz.

Alumnus Akpol 2002 menjelaskan jika pandemi masih belum berakhir. “Mari kita tetap patuh prokes, karena pandemi belum usai,” pungkasnya. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah menyatakan, pihaknya belum menemukan adanya varian baru virus Covid-19 di wilayah Gresik.  “Meski belum ditemukan di Gresik. Tapi, semua tenaga medis dan peralatan sudah bila sewaktu-waktu terjadi,”katanya pada suatu kesempatan ditemui Kantor Bupati Gresik. 

Dinkes, imbuhnya, tidak menyiapkan tenaga khusus. Karena tenaga medis dan paramedis memiliki pengalaman sebelumnya. (yad)

Waspada Varian baru Covid-19, Polres Gresik Bagikan Masker kepada Penumpang Bus Selengkapnya