Boleh Berwisata, Tetapi Harus Patuhi Prokes

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengunjungi dua destinasi wisata di Gresik Utara pada Rabu, 4 Mei 2022. Dua destinasi yang dikunjungi oleh Kapolres Azis didampingi Waka Polres Gresik Kompol Ari Galang Saputro serta pejabat utama (PJU) Polres Gresik itu adalah Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan Pantai Delegan di Desa Delegan, Kecamatan Panceng. 

Kunjungan Kapolres Azis bukan untuk rekreasi. Tapi, kedatangannya untuk memastikan pengelola dan pengunjung di dua destinasi wisata itu tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, pagebluk coronavirus disease 2019 belum seratus persen sirna. “Hal ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya klaster baru saat momen libur sekarang ini. Terlebih kondisi Kabupaten Gresik belum aman dari penyebaran COVID-19,”ujar Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis pada Rabu, 4 Mei 2022.

Mantan Kapolres Ponorogo ini juga membagi masker kepada pengujung yang tidak memakai masker demi kesehatan bersama. Selain itu, Perwira dua melati di pundak ini, memastikan kondisi kamtibmas aman dan kondusif di setiap tempat wisata serta fasilitas umum lainnya selama liburan ini. 

Sementara itu, Kapolsek Panceng AKP Didik Hariyanto maupun Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin juga menerjunkan personel  berjaga di area pintu masuk lokasi wisata dibantu personil BKO Polres Gresik. “Anggota kami mengecek setiap pengunjung yang akan masuk. Supaya, bisa diketahui apabila ada yang tidak menggunakan masker,” kata Didik. 

Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin menambahkan bahwa bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, akan langsung ditegur. “Kami mengingatkan walau sudah di vaksin bukan berarti tidak bisa tertular virus covid19,semoga pademi ini segera berlalu,” tambah Mutlakin. (yad)

Boleh Berwisata, Tetapi Harus Patuhi Prokes Selengkapnya

Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan dan mengajak masyarakat di Kampung Kramatlamgon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik untuk memakai masker dalam beraktivitas beberapa waktu lalu (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) semakin mengkhawatirkan. Pasien terpapar virus corona terus bertambah. Jumlah kasus baru lebih banyak dari kasus sembuh. Pada Senin, 21 Juni 2021 merujuk data Satgas Covid-19 Gresik ada penambahan kasus baru 15 orang sehingga terakumulasi menjadi 5.813 kasus.

Sedangkan, Pasien sembuh bertambah 4 orang menjadi 5.331 kasus. Meninggal dunia bertambah satu menjadi genap 360 orang dan isolasi 122 orang. Rincian tambahan kasus konfirmasi itu yakni Kecamatan Manyar  ada 6 kasus tersebar di Desa Yosowilangun dan Suci, masing-masing 3 kasus. Kemudian, Kecamatan Sidayu ada satu kasus dari Desa Wadeng dan Kecamatan Gresik ada 8 yakni dari Desa Pekauman 2 kasus ;  Kroman (1), Sukodono (1), Tlogopojok (3) dan Karangturi (1)

Sementara kasus sembuh yakni Kecamatan Driyorejo dari Desa Petiken 3 kasus ; Kecamatan Dukun dari Desa Lowayu 1 kasus. Konfirmasi meninggal di Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas. 

Dalam laman www.yankes.kemkes.go.id sejumlah rumah sakit di seluruh Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik prosentasi  Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Gresik semakin tinggi. 

Misalnya, RSUD Ibnu Sina Gresik pukul 14.00, ruang isolasi tanpa tekanan negatif ada 30 bed dan tersisa 3 bed ;  NICU khusus Covid-19, ada  8 bed, tersisa 5 bed. Hampir semua rumah sakit berdasarkan laman itu, prosentase BOR lebih dari 70 persen. Hanya RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean yang tergolong aman karena 6 bed yang disediakan belum terisi.

Kondisi mengkhawatirkan itu, membuat Bupati Gresik mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan kegiatan. Surat bernomor 360/81/437.34/2021 tertanggal 20 Juni 2021 itu diteken oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

SURAT BUPATI : Surat himbauan pembatasan kegiatan untuk menekan angka persebaran covid-19.

Isinya, diantaranya melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan (hajatan, seremonial resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan) ; Menerapkan pengaturan jam malam terhitung mulai 20 Juni 2021. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam setiap kesempatan selain mengajak masyarakat mematuhi prokes dan berdoa untuk masyarakat Gresik untuk diberikan kesehatan dan Covid-19 cepat berakhir. “Patuhi protokol kesehatan, karena covid belum berakhir,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa Selengkapnya

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya

Ikut Misa Natal, Jemaat Harus Daftar, Kapasitas Gereja Maksimal 300 Orang


GRESIK,1minute.id – Perayaan misa Natal di gereja St Perawan Maria malam ini terasa beda. Jemaat yang akan mengikuti misa Natal di gereja berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim, Gresik ini harus mendaftar terlebih dahulu. 

Pasalnya, pengurus gereja hanya membatasi maksimal 300 jemaat. “Sampai pukul 17.00 sore ini sudah terdaftar 289 orang yang akan mengikuti misa natal,”kata Koordinator Prokes Gereja St Perawan Maria Joni, Kamis 24 Desember 2020.

Kapasitas jemaat bila dalam kondisi normal sekitar 1.200 jemaat. Gereja katolik berlokasi di Jalan Arief Rahman Hakim, Gresik ini akan menggelar misa natal dua gelombang, mulai pukul 19.00 hingga 21.00.

Protokol kesehatan dilakukan mulai gerbang masuk gereja hingga depan pintu masuk gereja yang telah dihiasi pohon natal terbuat dari botol air meneral bekas itu. 

STERILISASI : Sabhara Polres Gresik bersama tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim lakukan sterilisasi gereja St Perawan Maria, Kamis 24 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Di depan pintu masuk gereja telah disiapkan sejumlah tempat cuci tangan, thermo gun untuk mengukur suhu badan jemaat.  
Joni mengatakan, misa Natal ini hanya diikuti orang dewasa. “Jemaat anak-anak berusia dibawah 12 tahun tidak boleh ikut misa natal,”katanya. 

Joni juga menghimbau jemaat yang kurang sehat untuk tidak ikut misa natal.  “Kami sangat ketat dalam ketentuan prokes ini. Karena ini untuk keselamatan jemaat lainnya,”tegasnya. (*)

Ikut Misa Natal, Jemaat Harus Daftar, Kapasitas Gereja Maksimal 300 Orang Selengkapnya

Gubernur Optimistis Pilkada Lancar, Tanpa ada Klaster Baru, Karena Terapkan Prokes

GRESIK,1minute.id – Pesta demokrasi Lima tahunan dihelat Rabu besok, 9 Desember 2020. Panitia pemungutan suara (PPS) mulai mendirikan tempat pemungutan suara (TPS). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Ketua KPU Jatim Chairul Anam melihat TPS 08 di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

“Kami kesini untuk memastikan pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di seluruh Jawa Timur bisa dilaksanakan tanpa kendala,”Kata Chairul Anam, Selasa sore 8 Desember 2020. 

Hampir semua kabupaten/kota yeah dilakukan pemantauan. Ada beberapa TPS yang memang perlu ada perbaikan. Diantaranya, TPS 08 ini. “Penyekat bilik khususnya kurang tinggi,”kata Anam. 

Akan tetapi, secara keseluruhan telah siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara dengan protokol kesehatan. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa optimitis gelaran Pilkada di Jatim akan berjalan dengan baik. Pasalnya, penyelenggara pemilu dilakukan dengan prosedur prokes sangat ketat. 

Dalam simulasi yang diperagakan Di TPS 08 Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas itu, petugas KPPS melakukan prosedur kesehatan secara ketat. Pemilih wajib cuci tangan, memakai masker, dan pemeriksaan suhu tubuh. 

“Pemilih yang suhu tubuh diatas 37,3 derajat celsius disediakan bilik khusus. Bila prosedur itu dilakukan insya Allah semuanya berjalan lancar,”tegas mantan Menteri Sosial itu. 

Gubernur Khafifah beserta rombongan tiba di TPS 08 sekitar pukul 15.00. Mereka disambut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Pada kesempatan itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyerahkan bantuan perlengkapan protokol kesehatan. Yaitu, masker, hand sanitizer, hazmat, sarung tangan dan lain-lain.

Pilbup Gresik diikuti dua pasangan calon (Paslon) yakni Moh Qosim – Asluchul Alif ( QA) dan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat). Jumlah pemilih 918.192 orang  tersebar di 2.267 TPS di 18 kecamatan di Kota Santri.

Petugas atau badan yang dibawah KPU Gresik berjumlah 22.683 orang. Mereka telah menjalani rapid test. Sedangkan, personel pengamanan berjumlah 1.144 personel gabungan, TNI, Polri dan Linmas. (*)

Gubernur Optimistis Pilkada Lancar, Tanpa ada Klaster Baru, Karena Terapkan Prokes Selengkapnya