Puntung Rokok Bakar Rumah Kakek 73 Tahun

GRESIK,1minute.id – Rumah Ida Haji di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik hangus terbakar pada Minggu, 15 Januari 2023. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kali keempat. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 150 juta. 

Informasi yang dihimpun, Minggu, 15 Januari 2023 pukul 03.25 WIB Ida Haji melek. Iabersiap untuk tidur. Namun, hidung kakek 73 tahun itu mencium bau sangit. Bau asap kayu gosong terbakar.  Ia pun mencari sumber asap itu di depan rumahnya di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.  Ia melihat sumber asap dari tumpukan kayu bekas di depan rumahnya. Ida Haji mencoba untuk meredam asap dengan menyiram dengan air.

Akan tetapi, upaya Ida Haji tidak berhasil. Bara api semakin besar. Korban semakin panik. Ia pun berteriak minta tolong. Warga semburan. Kabar kebakaran itu dilaporkan ke petugas pemadaman kebakaran di Gresik dan Lamongan. Rumah Ida Haji di Desa Pandanan berbatasan antara Gresik-Lamongan. 

Lima orang petugas dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Lamongan tiba le ih dulu. Sekitar pukul 03.50 WIB. Selang 5 menit kemudian atau pukul 03.55 WIB petugas damkar Gresik datang. Kolaborasi petugas pemadaman kebakaran dari Gresik dan Lamongan berhasil memadam api dengan cepat. Meski tidak bisa menyelamatkan seluruh aset milik korban Ida Haji.  Rumah dengan luas 5 x 11 meter persegi itu ludes. Tapi, api tidak sampai merembet ke rumah tetangga. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, dugaan awal kebakaran itu terjadi akibat puntung rokok. “Puntung rokok dibuang sembarangan dan membakar tumpukan kayu bekas yang mudah terbakar,”kata Sinaga. (yad)

Puntung Rokok Bakar Rumah Kakek 73 Tahun Selengkapnya

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok 


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 27 anak dari 9 Kabupaten /kota di Indonesia menggelar pameran lukisan di Iconmall pada Sabtu, 21 Mei 2022. Sebanyak 65 karya yang dipamerkan bocah-bocah puluhan tahun anggota Sanggar Lukis DAUN bertajuk “DAUN Drawing Exhibition” itu.

Pameran lukisan ini memperingati Bulan Menggambar Nasional berlangsung hingga 29 Mei 2022.
Meski usia mereka tergolong belia, namun karya mereka tergolong fonomenal. Out of the box. Genre lukisan juga variatif. Sehingga sangat enak dinikmati oleh siapa pun. 
“Kami disini (Sanggar Lukis DAUN) membangun infrastruktur gagasan. Out put adalah karya,”kata Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN Arik S. Wartono pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Gagasan tentu original. “Seni rupa anak, terdepan kita prioritaskan kreatifitas anak,”tegasnya. Puluhan karya pelukis anak berasal dari kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kudus, Jogyakarta, Depok, Jakarta dan Denpasar ini membuat para pengunjung terasa betah menikmati karya mereka.

Bhre Otes : Bhre Bhawana Praja Kawula, pelukis cilik menggunakan media puntung rokok sebagai karyanya. Karya Bhre, murid Sanggar DAUN bisa menyelamatkan lingkungan dab kali pertama di Indonesia dalam DAUN Drawing Exhibition di Gresik pada Sabtu, 21 Mei 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, karya Bhre Bhawana Praja Kawula. Siswa kelas 3 SDN Pacar Keling, Surabaya memamerkan 4 karya. Bhre tidak memakai cat. Anak nomor dua dari lima bersaudara pasangan Yoko Sardiyoko dan Mela Damayanti itu menggunakan puntung rokok dan pensil. Ia pun mendapatkan julukan Bhre Otes. Otes adalah puntung rokok. 

“Awalnya, nenek marah. Saya memungut rokok dianggap seperti orang gila,”cerita Bhre sambil tersenyum. Namun, akhirnya nenek memahami. Sebab, Bhre dengan ribuan puntung rokok yang dikumpulkan sejak Maret 2022 itu dianggap bisa menyelamatkan lingkungan. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi. “Saya bisa bertemu dengan pak Walikota karena otes itu,”ucapnya. 

Menurut Bhre, puntung rokok filter bisa mencemari lingkungan. Meski sudah ditanam di tanah namun baru bisa terurai 5 tahun sampai 10 tahun. “Sejak Maret lalu, saya memungut 30 ribu puntung rokok,”terangnya. 
Ribuan otes itu lalu di cuci menggunakan cuka dan garam. Kemudian dikeringkan. “Di cuci untuk menghilangkan bakteri,”tegasnya.

Dari ribuan puntung rokok itu, Bhre Otes telah menghasilkan 20 lukisan. Empat diantaranya di pajang dalam DAUN Drawing Exhibition. Empat lukisan itu berjudul Unititle dengan media puntung & pensil on canvas. “Saya pingin pameran tunggal,”katanya. (yad)

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok  Selengkapnya