Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi

GRESIK, 1minute.id — Di TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, gunungan sampah setinggi bukit telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Bila hujan baunya menyengat, kemarau debunya beterbangan, dan burung kuntul di atasnya. Di kejauhan cerobong pabrik Manyar dan Tuban menjulang menunggu bahan bakar.

Gunungan inilah yang kini diperebutkan menjadi energi.

Sejak 24 Februari 2026, Pemkab Gresik meresmikan Landfill Mining 25 ton per jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.

Jika tidak dikelola, sampah menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi. Pengadaan fasilitas melalui APBD Kabupaten Gresik 2025 sebesar Rp 6 miliar bukan sekadar belanja alat. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan generasi mendatang.

Sebelumnya hanya 20 ton per hari yang bisa diolah sejak 2023. Kini targetnya menghabiskan warisan dekade lalu.

Gunungan itu kini tidak lagi dibiarkan. Di fasilitas TPST, dua pekerja tampak membawa keranjang biru berisi material sampah. Papan SOP Keselamatan Kerja terpampang di sisi mesin, menandai standar pengelolaan energi yang aman.

Prosesnya berlanjut. Dua petugas tampak mengwadahi RDF hasil cacahan ke dalam keranjang. Di belakangnya, gunungan RDF menggunung, siap kirim. Mesin trommel screen dan shredder berderak, mengubah sampah plastik dan residu menjadi cacahan bernilai kalor.

Transisi energi ini mengubah nasib manusia di dalamnya. Pak Mamik, 60, asal Banyuwangi, telah memulung di Ngipik sejak 1992 untuk 6 cucunya. Sejak 2024, saat mesin Landfill Mining beroperasi, pemulung dilarang naik ke gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA.

“Dulu bebas mulung di atas, sekarang tidak boleh karena ada mesin. Sekarang jadi petugas kebersihan di sini,” ujar Pak Karim di bedeng tripleknya.

Truk-truk kuning tetap hilir mudik. Sampah baru terus datang, truk keluar TPA setelah bongkar muatan. Gunungan lama belum habis, gunungan baru terus tumbuh.

Di sinilah Swasembada Energi itu nyata: bukan di ruang rapat, tapi di atas gunungan sampah yang diolah menjadi energi. Dari TPA Ngipik, Gresik, sampah yang dulu jadi masalah, kini menjadi bahan bakar energi mandiri Indonesia. (yad)

Berikut Foto Cerita Sampan jadi Energi, Lokasi TPA Ngipik, Gresik

FOTO 1 : Petugas menyapu di depan gerbang TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik saat sebuah truk sampah merah melintas masuk pada Senin, 19 Oktober 2026.  Setelah membongkar sampah, truk keluar membawa residu. TPA ini menerima sampah baru setiap hari di tengah upaya pengolahan gunungan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri. ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 2 : Arsip Januari 2023 – Seorang pemulung memilah sampah di atas gunungan TPA Ngipik, Gresik. Fraksi plastik dan kain yang ia kumpulkan menjadi bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bioenergi pengganti batu bara. Gunungan ini menumpuk lebih dari 10 tahun. Pemkab Gresik menargetkan gunungan warisan ini habis melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar yang diresmikan 24 Februari 2026. ( Foto Dokumentasi : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 3 :  Dua pekerja membawa material sampah di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat papan SOP keselamatan kerja di sisi fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. Fasilitas ini mengolah sampah lama menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 4 : Dua petugas mengwadahi Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah ke dalam keranjang biru di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Tumpukan RDF di belakangnya merupakan hasil olahan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. RDF tersebut akan dikirim sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban, mengurangi ketergantungan energi fosil impor dan mendukung target zero emisi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 5 : MESIN & GUNUNGAN RDF : Dua pekerja mengoperasikan fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat gunungan material Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah lama yang telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Fasilitas APBD Rp 6 miliar ini memproses sampah menjadi bioenergi yang akan dikirim ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban untuk mendukung swasembada energi mandiri. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 6 : Pak Mamik, 60, duduk di bedengnya di area TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pria asal Banyuwangi dengan 6 cucu ini menjadi pemulung di Ngipik sejak 1992. Sejak 2023, saat fasilitas Landfill Mining beroperasi untuk mengolah sampah menjadi RDF, pemulung dilarang beraktivitas di gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA, bagian dari rantai produksi bioenergi untuk Semen Indonesia Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi Selengkapnya

Pemkab Jombang Kirim Perdana RDF ke SIG Pabrik Tuban

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan pengiriman perdana 10 ton refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari hasil olahan sampah ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban. 

RDF yang diproduksi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan bakar substitusi batu bara pada proses produksi semen di Pabrik Tuban.

Pengiriman perdana RDF ke SIG Pabrik Tuban ditandai dengan prosesi pecah kendi oleh Bupati Jombang, Warsubi dan Project Management Sr Officer SIG, Ita Sadono di depan truk pengangkut RDF di area TPA Banjardowo, Jombang akhir pekan lalu

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, produk RDF dari Kabupaten Jombang ini akan meningkatkan porsi penggunaan bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen di SIG Pabrik Tuban. Pengiriman perdana yang masih bersifat uji coba ini, nantinya akan ditindaklanjuti dengan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara SIG dan Pemkab Jombang.

Vita Mahreyni menambahkan, sebelumnya SIG Pabrik Tuban terlebih dahulu telah memanfaatkan RDF sebagai substitusi batu bara yang berasal dari beberapa wilayah di Jawa Timur meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Ponorogo, dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

“Pemanfaatan RDF merupakan bentuk kepedulian SIG untuk membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Pada sisi lain, pemanfaatan RDF juga membantu Perusahaan mendapatkan bahan bakar alternatif untuk substitusi batu bara dalam proses produksi dan mendukung tercapainya target penurunan emisi karbon,” kata Vita Mahreyni.

Bupati Jombang, Warsubi menyampaikan apresiasi atas dukungan SIG yang siap menampung dan menjadi offtaker RDF dari TPA Banjardowo, Jombang dengan bantuan mesin pemilahan dan pengolahan sampah dari Emission Reduction In Cities dari Jerman melalui Kementerian PU untuk menghasilkan RDF yang bernilai ekonomis.

“Produksi RDF yang baru dikirimkan sebanyak 10 ton masih tergolong sedikit, pasalnya SIG siap menampung 50 ton RDF per hari, atau berapa pun yang mampu diproduksi TPA Banjardowo. Kita berharap kapasitas produksi mampu meningkat seiring waktu. Kerja sama dengan SIG ini membawa harapan baru bagi Pemkab Jombang untuk menyelesaikan persoalan sampah yang terus berkembang, dengan harapan dapat meningkatkan produksi RDF secara berkelanjutan dan bertahap mengatasi masalah sampah di Kabupaten Jombang,” ujar Warsubi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum menambahkan, dengan populasi penduduk 1,4 juta jiwa, potensi sampah di Jombang mencapai 530 ton per hari. Selama ini sampah-sampah tersebut diambil, diangkut, diolah, dipilah dan sisanya dibuang ke landfill. 

“Alhamdulillah, setelah ada kerja sama dengan SIG, cara kami mengolah sampah ada perubahan. Setelah kita olah dan pilah, sampah yang tidak punya nilai ekonomis tinggi yang dulu dibuang ke landfill,sekarang kita olah jadi RDF,” kata Miftahul Ulum. 

Saat ini TPA Banjardowo mampu memproduksi 6 – 10 ton RDF per hari, yang diolah dari 30 – 40 ton sampah. Ke depan, volume produksi RDF ini secara bertahap akan terus ditingkatkan sehingga nilai ekonomis yang diperoleh Pemkab Jombang juga bertambah. “Harapan kami RDF yang dikirim memiliki kualitas yang baik, agar sampah di Jombang tidak makin menumpuk di TPA, bahkan yang sudah menggunung puluhan tahun bisa kami olah menjadi RDF,” ungkap Miftahul Ulum. (yad)

Pemkab Jombang Kirim Perdana RDF ke SIG Pabrik Tuban Selengkapnya

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menerapkan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) dalam kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi. Hal ini sejalan dengan inisiatif Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau Stranas PK dalam mendorong kerja sama yang bersih dan transparan antara badan usaha pemerintah, BUMN dan BUMD, serta pemerintah daerah di sektor pertambangan dan pengelolaan sampah.

Inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi, serta penguatan kapasitas BUMN dan BUMD untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah ini, diwujudkan melalui agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BUMN dan BUMD pada Sektor Pertambangan dan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan di Gedung Juang KPK, Jakarta pada Kamis, 22 Agustus 2024. 

Sebagai perusahaan BUMN penyedia solusi bahan bangunan yang memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam pengelolaan limbah dan sampah perkotaan, SIG bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Bangkalan, menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah untuk dijadikan bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) dalam produksi semen di Pabrik SIG dan SBI Tuban, Jawa Timur, serta Pabrik PT Semen Gresik di Rembang, Jawa Tengah.

Anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dan PT Semen Tonasa, juga menunjukkan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah. SBI menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemprov Aceh dan Pemkab Purwakarta.  Sementara PT Semen Tonasa menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemkab Pangkep.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak mengatakan, KPK memiliki tugas utama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di mana aspek pencegahan termasuk di dalamnya. Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah, KPK selaku koordinator Tim Nasional Stranas PK telah membuat kajian khusus tentang bagaimana memanfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi bangsa dan negara.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang akan menggunakan baik dana dari pemerintah pusat melalui BUMN atau pemerintah daerah melalui BUMD, ini akan kita kawal agar nantinya tidak ada suatu tindakan tercela untuk memanfaatkan dana-dana tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang akan menyebabkan kerugian negara. Inilah yang nanti kami kawal. Dalam tempo setiap 3 bulan kami akan lakukan evaluasi. Apakah kegiatan tersebut benar-benar sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada terjadi kerugian negara terutama yang terkait dengan korupsi,” kata Johanis Tanak.

Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari mengapresiasi Tim Nasional Stranas PK yang telah memfasilitasi perjanjian kerja sama antara BUMN, BUMD dan pemerintah daerah. Melalui dukungan KPK, kerja sama ini diharapkan dapat terlaksana dalam koridor good corporate governance dan akuntabel.

“BUMN dan BUMD memegang peranan krusial dalam pembangunan nasional di Indonesia. Tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. BUMN dan BUMD berdiri bukanlah sebagai pesaing, melainkan kita adalah mitra strategis yang bahu membahu mewujudkan visi Indonesia maju,” kata Rabin Indrajad Hattari.    

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG telah menggunakan RDF sebagai substitusi batu bara yang dihasilkan dari fasilitas RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap sejak 2020. Tidak hanya sebagai pengguna, SIG melalui anak usahanya, SBI, juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020.

Saat ini, fasilitas SIG dapat menyerap RDF lebih dari 460 ribu ton per tahun atau setara dengan volume sampah lebih dari 1 juta ton per tahun. Dengan pengembangan ke depan, fasilitas SIG diproyeksi dapat menyerap RDF lebih dari 770 ribu ton per tahun atau setara volume sampah lebih dari 1,6 juta ton per tahun. “Selain mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan mencapai target dekarbonisasi, penggunaan RDF juga menjadi solusi yang dapat kami berikan untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat,” kata Donny Arsal.

Komitmen SIG terhadap upaya pelestarian lingkungan semakin kuat dengan dukungan fasilitas pengelolaan limbah ramah lingkungan bernama Nathabumi. Nathabumi memberikan layanan pengelolaan limbah industri baik B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran. Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi dilakukan melalui metode co-processing dengan memanfaatkan suhu tinggi tanur semen yang mencapai 1.500 derajat Celcius, sehingga tidak menyisakan residu. (yad)

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah Selengkapnya

Pemkab Sleman Pasok 30 Ton Bahan Bakar dari Sampah ke SBI Pabrik Cilacap Sebagai Substitusi Batu Bara

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pengiriman perdana 30 ton refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari hasil olahan sampah ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap, Jawa Tengah. RDF yang diproduksi di TPST Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta tersebut selanjutnya akan digunakan pada proses produksi semen di Pabrik Cilacap sebagai substitusi bahan bakar batu bara.

Sebelumnya, SBI dan Pemkab Sleman telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan RDF hasil pengolahan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu Kabupaten Sleman pada 13 November 2023 lalu.

Pengiriman perdana RDF ke SBI Pabrik Cilacap ditandai dengan prosesi pecah kendi bersama Sekretaris Daerah DI Yogyakarta, Beny Suharsono di depan truk pengangkut RDF di area TPST Tamanmartani pada Selasa (23/1/2024). Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo dan Direktur Human Capital, Legal, dan Corporate Affairs SBI Ony Suprihartono.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pengiriman RDF ke SBI Pabrik Cilacap ini merupakan realisasi dari kerja sama antara SBI dengan Pemkab Sleman dalam pemanfaatan RDF. Kerja sama ini kian mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah daerah mengatasi permasalahan sampah perkotaan dengan prinsip ekonomi sirkular untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sehingga lebih ramah lingkungan

“Penggunaan RDF pada proses produksi semen di SBI Pabrik Cilacap merupakan langkah strategis untuk mendukung PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) selaku induk usaha, dalam mengakselerasi pencapaian target penurunan emisi karbon dengan meningkatkan substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR), sebagaimana tertuang dalam SIG Sustainabiliy Road Map 2030,” kata Vita Mahreyni.

Vita Mahreyni menyampaikan, kerja sama antara SBI dan Pemkab Sleman akan berlangsung selama 3 tahun. Setelah pengiriman perdana ini, Pemkab Sleman akan mengirimkan RDF melalui beberapa alternatif moda transportasi. Salah satunya adalah kereta api yang akan mengangkut 100 ton RDF per hari ke SBI Pabrik Cilacap.

Selain Kabupaten Sleman, kerja sama dalam pemanfaatan RDF juga telah dijalankan oleh SBI  dengan berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Provinsi DKI Jakarta, dan pengelola sampah di Provinsi Bali. Sementara untuk Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Temanggung, masih menunggu implementasi lebih lanjut. (yad)

Pemkab Sleman Pasok 30 Ton Bahan Bakar dari Sampah ke SBI Pabrik Cilacap Sebagai Substitusi Batu Bara Selengkapnya

Terapkan Ekonomi Sirkular, SIG Bantu Kelola Sampah Kota, Memanfaatkan 76 Ribu Ton RDF 

GRESIK,1minute.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ada 12,362 juta ton sampah yang tidak terkelola pada 2022. Perlu peran aktif seluruh kalangan untuk membantu mengatasi persoalan ini.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sampah kota dengan prinsip ekonomi sirkular melalui konversi sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Solusi ini tidak hanya membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah, tetapi juga membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. 

Pemanfaatan RDF merupakan salah satu inisiatif strategis Perlindungan Terhadap Lingkungan dalam Sustainability Road Map SIG dan mendukung Perusahaan mencapai target penurunan emisi karbondioksida (CO²).

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif telah diterapkan oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Pabrik Narogong dan Pabrik Cilacap. Sejak  2020 sampai 2022, total pemanfaatan RDF di dua pabrik tersebut telah mencapai 76 ribu ton, yang berasal dari TPST Bantargebang, RDF Plant Jeruklegi Cilacap dan TPST Wangon Banyumas.

Di Kabupaten Cilacap, SBI tidak hanya memanfaatkan RDF hasil produksi RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap, tetapi juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia. Sejak diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020, fasilitas RDF Cilacap kini mampu mengolah 160 ton sampah per hari untuk menghasilkan sekitar 70 ton RDF per hari. Jumlah ini berpotensi menggantikan 40 ton batu bara per hari.

“Pengelolaan sampah secara berkelanjutan merupakan upaya SIG dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Melalui pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif, ketergantungan pada sumber energi fosil dapat ditekan, sumber daya alam dapat dilestarikan dan emisi gas karbon dapat diturunkan,” kata Vita Mahreyni.

Selain RDF, SIG juga memanfaatkan sumber bahan bakar alternatif lainnya yang berasal dari biomassa dan limbah industri. Rangkaian inisiatif SIG dalam pemanfaatan bahan bakar alternatif ini telah mendukung Perusahaan mencapai target penurunan emisi karbondioksida. 

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menyampaikan, komitmen SIG terhadap upaya pelestarian lingkungan semakin mantap dengan kehadiran layanan waste management bernama Nathabumi. Nathabumi memberikan layanan pengelolaan limbah industri baik B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran.

Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi dilakukan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan melalui metode co-processing. “Teknologi yang dimiliki oleh Nathabumi merupakan solusi jangka panjang untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Sejak tahun 2010 hingga 2022, Nathabumi telah mengelola 5,7 juta ton limbah dan sampah,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Terapkan Ekonomi Sirkular, SIG Bantu Kelola Sampah Kota, Memanfaatkan 76 Ribu Ton RDF  Selengkapnya