Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah

GRESIK,1minute.id – Puluhan relawan pemulasaran jenazah Gresik Tangguh mulai melakukan aktivitas kemanusiaan pada Rabu, 21 Juli 2021. Sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan mereka berkumpul di kantor Bupati Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan mereka. 

Meski wajah mereka ditutupi masker. Namun, mereka wajah tampak bersinar. Mereka seakan tidak ingin segera melakukan aksi kemanusiaan. Diantaranya,  Yulianti 49, dan Rahayu,  36. Mereka adalah dua diantara lima srikandi pemulasaran jenazah Gresik Tangguh itu. 

TIGA SRIKANDI PEMULASARAN : (ki-ka) Yulianti, Rahayu dan srikandi pemulasaran jenazah Covid-19 Gresik pada Rabu,21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siapa mereka? Rahayu adalah ibu rumah tangga. Tinggal di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Ibu dua anak ini terpanggil untuk menjadi relawan pemulasaran untuk membantu pemerintah. “Ini kemauan saya sendiri. Tentu restu dari suami dan anak-anak.  Semoga bisa menjadi amal baik kelak di akhirat,”kata Rahayu dengan semangat. 

Yulianti, setali tiga uang dengan Rahayu. Nenek satu cucu berumur 49 tahun ini bergabung karena panggilan hati nurani. Perempuan berhijab ini mengaku sebelum pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) adalah petugas pemulasaran jenazah di kawasan Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik. 

Pagebluk corona memasuki tahun kedua membuat Yulianti tidak bisa mengabdi memandikan jenazah. “Karena saya tidak memiliki APD (alat pelindung diri),”katanya.  Selama setahun Yulianti berfikir bagaimana bisa mengamalkan ilmu dan pengetahuan tentang pemulasaran jenazah.  “Saya merasa rugi, punya pengetahuan dan keahlian tapi tidak bisa mengaplikasikan karena tidak punya APD,”katanya. 

Ketika Pemkab Gresik membuka pendaftaran perempuan berkacamata itu langsung bergabung. Namun, keinginan Yulianti mendapat penolakan dari anaknya. Sebab,  ia memiliki anak bayi tinggal serumah dengan Yulianti di Kompleks Perumahan PPS Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. 

Yulianti memahami keinginan anaknya itu. “Mereka melarang Saya karena sayang dengan ibunya,”katanya.  Namun, pendekatan dari hati ke hati, suami dan tiga anaknya menyetujui. Mereka memahami pemulasaran jenazah adalah dunia pengabdian ibunya. 

“Saya katakan pada anak,  ini ada adalah hidupnya ibu. Ibu butuh amalan, bekal kepada Allah. Kalian boleh tidak mengizinkan ibu karena sayang.  Tapi yang menentukan sakit semua Allah. Meskipun kita tidak mati karena Covid-19, karena setiap orang hidup pasti akan mati. Akhirnya kemantapan Saya,  suami, dan anak-anak kemudian menyetujui.Bismilah,”tegas Yulianti dengan mata berkaca-kaca karena haru dan senang. 

Yulianti, begitu mantap mengamalkan ilmu dan pengetahuan karena pemerintah memberikan fasilitas keamanan yang sangat baik.Alat pelindung diri hingga kesehatan mendapatkan perhatian.  “Disini difasilitasi peralatan lengkap.Sehingga dengan mantap meneruskan perjuangan Saya bagi yang membutuhkan. Apa yang saya mampu lakukan,”tegasnya. 

Ada pengalaman menarik Yulianti ketika melakukan pemulasaran jenazah di awal pegebluk corona. Ada jenazah perempuan meninggal. Almarhumah ketika masih hidup enggan melakukan swab. Masyarakat ketakutan. “Saya terpanggil menolong meski tanpa APD. Dan, Alhamdulillah saya tetap diberikan kesehatan,”katanya. (yad) 

Srikandi Pemulasaran Gresik Tangguh, Anggap Amalan Sholehah Selengkapnya

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melaunching Pengukuhan Relawan Pemulasaran Jenazah pada Rabu, 21 Juli 2021. Pengukuhan arek-arek Gresik Tangguh itu dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik.

Puluhan aktivis kemanusiaan itu akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah Covid-19 tersebar di enam rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Enam rumah sakit adalah RS Randegansari, Kecamatan Driyorejo ; Rumah Sakit Wates Tanjung (Balongpanggang) ; RS Petrokimia Gresik ;  Rumah Sakit Semen Gresik ; RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk (Ujungpangkah).

BAHU-MEMBAHU : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan koordinator relawan Pemulasaran Jenazah Thoriqi Fajerin di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ada seratus orang yang mendaftar sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19. Ekspektasi mereka mau bergabung patut mendapatkan apreasiasi. Namun, tidak semua relawan bisa bergabung. Setelah melalui sekering kesehatan yang dinyatakan memenuhi kesehatan sebanyak 61 orang. 

“Sekerining dilakukan untuk memastikan mereka ada orang-orang sehat,”ujar Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Launching  juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Koordinator Relawan Pemulasaran Thoriqi Fajerin.

SRIKANDI : Wabup Gresik Aminatun Habibah dalam pengukuhan relawan pemulasaran di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menambahkan, relawan pemulasaran jenazah ini akan melaksanakan aktivitas kemanusiaan akan ditempatkan di enam rumah sakit rujukan pemulasaran. Dalam beraktivitas membantu pemulasaran, mereka dibagi menjadi tiga sif. Yakni, pagi , siang dan malam. Setiap sif beranggotakan tiga orang. “Setiap pekan libur 2 hari. Dan setiap 3 hari para relawan ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Tes swab antigen. Kesehatan harus terjamin,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan tidak tertutup kemungkinan relawan pemulasaran jenazah Covid-19 yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas dan lainnya akan ditambah. “Akan dilakukan evaluasi. Ikhtiar ini menjadi amalan yang baik. Semoga Covid-19 segera berakhir,”harapnya. 

MOTIVASI : Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan motivasi kepada relawan pemulasaran jenazah di halaman Kantor Bupati pada Rabu, 21 Juli 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Koordinator Relawan Pemulasaran Jenazah, Gresik Tangguh berjumlah 61 orang akan langsung melakukan aktivitas kemanusiaan hari ini, Senin, 21 Juli 2021. “Dalam beraktivitas mereka dilengkapi APD (alat pelindung diri),”kata Kaji Riki-panggilan-Thoriqi Fajerin.

Rahayu dan Yulianti, srikandi pemulasaran jenazah mengatakan, dirinya terpanggil turut membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulasaran jenazah. “Tugas kemanusiaan ini  kami sudah mendapatkan persetujuan keluarga,”kata Rahayu yang tinggal di Jalan Sindujoyo, Gresik itu. (yad)

Bupati Kukuhkan Relawan Pemulasaran Jenazah, Tugas Kemanusiaan di Enam Rumah Sakit Selengkapnya

Sebelum Menjalankan Tugas Kemanusiaan, Relawan Pemulasaran Jenazah Jalani Rapid Antigen dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Puluhan relawan pemulasaran jenazah siap menjalankan tugas kemanusiaan. Sebelum, beraktivitas para relawan ini menjalani pemeriksaan kesehatan. Rapid test antigen dan vaksinasi untuk kekebalan imun dalam tubuh. 

Swab dan vaksin untuk para pejuang membantu melakukan pemulasaran jenazah yang terpapar corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri ini. Koordinator relawan pemulasaran jenazah Covid-19 Gresik Thoriqi Fajerin mengatakan, setelah menjalani tes kesehatan, relawan akan menyebar di sembilan rumah sakit rujukan untuk pemulasaran.

Sembilan rumah sakit yaitu, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk ; RS Fathma Medika, RS Petrokimia Gresik (RSPG) ; RS Semen Gresik (RSSG) ; RS Randegan Sari, RS Surya Medika, RS Wates Husada, RS Petrokimia Driyorejo dan RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Setiap rumah sakit minimal 9 relawan,”terang Kaji Riki-sapaan-Thoriqi Fajerin pada Senin, 19 Juli 2021. Mereka terbagi tiga sif. Pagi, sore dan malam. Setiap sif bekerja 8 jam. Satu relawan cadangan. 

Karena mereka terdepan dalam proses pemulasaran jenazah yang terpapar covid-19. Kesehatan mereka harus mendapatkan perhatian. Apalagi, setelah beraktivitas kemanusian para relawan ini harus berkumpul dengan keluarga. ” Untuk memastikan kesehatan setiap tiga hari relawan menjalani test antigen,”tegas Kaji Riki.

Sepertinya, antusiasme arek-arek Gresik menjadi relawan pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 patut mendapatkan apresiasi. Dalam kurun waktu dua hari relawan pemulasaran jenazah yang mendaftar tercatat 91 orang yakni 84 laki-laki dan 7 perempuan. 

Puluhan relawan itu akan ditempatkan di sembilan rumah sakit rujukan pemulasaran jenazah. Mereka berasal komunitas suporter Ultras Gresik ;  GP Ansor ; Pemuda Muhammadiyah ; Fatayat ; Nasyiatul Aisyiyah, dan unsur masyarakat lainnya. Pada Sabtu, 17 Juli 2021 puluhan relawan  menjalani training pemulasaran di gedung Putri Mijil Komplek Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

Pelatihan dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pelatihan pemulasaran dipimpin Gus Asyifur dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. (yad)

Sebelum Menjalankan Tugas Kemanusiaan, Relawan Pemulasaran Jenazah Jalani Rapid Antigen dan Vaksinasi Selengkapnya