Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi 

GRESIK,1minute.id – Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Gresik Sehati atau RSGS memasuki tahun kedua pada 2026. Pada tahun pertama beroperasi rumah sakit yang berada di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu menunjukkan tren pertumbuhan layanan yang konsisten.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau progres rumah sakit tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah pada  Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan layanan kesehatan daerah.

Dalam arahannya, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa capaian satu tahun ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan RSUD Gresik Sehati ke depan. “Setahun ini kita melihat progres yang nyata. Dari fase awal dengan jumlah pasien yang masih sangat terbatas, sekarang grafik kunjungan terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Tugas kita memastikan penguatan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah pasien harus diikuti dengan perencanaan SDM yang matang, penguatan fasilitas, serta tata kelola keuangan yang sehat, terutama setelah rumah sakit resmi menerapkan pola pengelolaan BLUD pada 2026. 

Menurutnya, beberapa langkah penguatan yang akan dilakukan meliputi penambahan tenaga kesehatan secara bertahap berbasis proyeksi kenaikan pasien, percepatan pengisian tenaga penunjang medis seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, optimalisasi ruang rawat inap, serta penguatan sistem informasi rumah sakit melalui pembaruan SIMGOS dan penambahan kapasitas server.

“Rumah sakit ini harus tumbuh dengan perencanaan yang benar. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil. Fasilitas diperkuat bertahap. Yang terpenting, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur RSUD Gresik Sehati dr. Riyan Charlie Milyantono, memaparkan bahwa sepanjang 2025 layanan rawat jalan telah melayani 370 kunjungan pasien dari berbagai poli, meliputi Klinik Gigi, Klinik Kandungan, Klinik Spesialis Anak, Klinik Spesialis Bedah, Klinik Penyakit Dalam, dan Klinik Umum. 

Memasuki Januari–Februari 2026, capaian kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibanding fase awal operasional. Pada layanan rawat inap di lantai dua, yang pada awal Januari 2025 belum menerima pasien, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sekitar 83 persen.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), peningkatan signifikan juga terlihat. Dari tiga pasien pada Januari 2025, jumlahnya melonjak menjadi 109 pasien pada Januari 2026. Total pasien IGD yang telah dilayani sejak awal operasional mencapai 179 pasien.

Layanan kamar operasi pun menunjukkan perkembangan positif. Sejak mulai aktif melayani tindakan, khususnya pasien BPJS pada Agustus 2025, jumlah operasi meningkat hingga mencapai 15 tindakan pada Desember. Total pasien yang telah menjalani tindakan operasi sebanyak 51 pasien.

Dari sisi tata kelola, sejak Januari 2026 RSUD Gresik Sehati resmi menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Realisasi pendapatan Januari 2026 tercatat Rp 121.205.794,26 dan hingga 23 Februari 2026 sebesar Rp 18.821.292,97, dengan klaim BPJS, pelayanan Januari 2026 sebesar Rp 78.946.700 yang masih dalam proses pencairan.

Pada aspek digitalisasi, rumah sakit telah menggunakan SIMGOS sejak Januari 2026 dan tengah mengajukan pembaruan sistem dari Kementerian Kesehatan. Penambahan server juga telah dianggarkan Dinas Kesehatan tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan.

Memasuki tahun kedua, RSUD Gresik Sehati tidak lagi berada pada fase perintisan, melainkan memasuki fase penguatan dan ekspansi layanan. Dengan tren pasien yang terus meningkat serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, RSGS diarahkan menjadi rumah sakit daerah yang semakin kokoh, profesional, dan dipercaya masyarakat utamanya di wilayah Gresik Selatan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi  Selengkapnya

RS Gresik Sehati, RSUD ke-3 Milik Pemkab Gresik Resmi Beroperasi tepat di Hari Jadi ke-538 Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Gresik Sehat resmi beropeeasi pada 9 Maret 2025 bertepatan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik atau Harjagres. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan rumah sakit tipe C berlokasi di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik pertama di Gresik selatan. Atau RSUD ketiga yang dimiliki Pemkab Gresik. Tiga RSUD itu, yaitu RSUD Ibnu Sina di Kecamatan Kebomas ; RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean dan RSUD Gresik Sehati di Kecamatan Kedamean. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menegaskan bahwa kehadiran RSGS merupakan bukti nyata implementasi Nawa Karsa, khususnya Gresik Sehat, yang bertujuan mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan daerah.

“RSGS hadir untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas khususnya bagi masyarakat Gresik wilayah selatan. Ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat di Hari Jadi Kota Gresik ke-538,” kata Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani yang didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman pada Ahad, 9 Maret 2025.

RSGS mulai dibangun tahun 2023. Rumah sakit tipe C dengan lima lantai. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 101 tempat tidur serta didukung oleh layanan spesialis, di antaranya, Spesialis Anak, Spesialis Bedah, Spesialis Kandungan, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anestesi, dan Spesialis Patologi Klinis. 

Selain itu, ada Layanan Kegawatdaruratan,  layanan rawat inap, dan layanan farmasi  guna memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Tampak hadir di Grand Opening itu, antara lain, Ketua PC NU Gresik KH Mulyadi ; Ketua DPRD Gresik M.Syahrur Munir ; Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, Kepala Dinas Kesehatan Gresik.dr Mukhibatul Khusnah serta Direktur RSUD Gresik Sehati Riyan Charlie Milyantono.

Pada kesempatan ini, Gus Yani juga menyoroti pentingnya optimalisasi pelayanan kesehatan, termasuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, ia juga mengingatkan Badan Pengelola Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan untuk berbenah dan tidak sulit dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Kami berharap BPJS juga berbenah. Jika tidak, Pemerintah Kabupaten Gresik akan mengevaluasi ulang kerja sama. Pelayanan kesehatan harus berjalan tanpa kendala demi kepentingan masyarakat,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Sementara, Grand Opening RSGS ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sebab, beroperasinya rumah sakit ini masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah, akhirnya ada rumah sakit di dekat sini. Kami tidak perlu jauh-jauh ke kota kalau ada keadaan darurat,” ujar Siti Aminah, warga Kecamatan Kedamean. 

Perasaan lega dan harapan besar seperti yang dirasakan Siti turut mewarnai acara Grand Opening RSGS. Sebagai informasi, kegiatan Grand Opening ini juga dirangkaikan dengan Safari Ramadan 1446 H sebagai wujud syukur, atas berdirinya fasilitas kesehatan baru di Kabupaten Gresik tersebut. Dengan kehadiran RSGS, Pemerintah Kabupaten Gresik semakin memantapkan langkah untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih baik. Ini merupakan bagian dari semangat Hari Jadi ke-538 Kota Gresikdemi mewujudkan Gresik baru lebih maju. (yad)

RS Gresik Sehati, RSUD ke-3 Milik Pemkab Gresik Resmi Beroperasi tepat di Hari Jadi ke-538 Kota Gresik Selengkapnya

DCKPKP Gresik Optimistis Pembangunan RS Gresik Sehati Tepat Waktu

GRESIK,1minute.id – Pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati atau RSGS terus dikebut. Berdasarkan data Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP Gresik pekerjaan program pembangunan 2024 telah mencapai mencapai 94,83 persen. Artinya, progres pembangunan  melebihi target 0,22 persen yakni 94,61 persen.

” Kami optimis pekerjaan ini akan selesai sesuai kontrak pada 13 November mendatang,” kata Kepala DCKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dalam Ngopi Santai bersama wartawan pada Jumat lalu, 8 November 2024.

Pekerjaan tahun ini adalah ruang di lantai 5 meliputi ruang operasi mayor ; ruang dokter ; ruang tunggu ; ruang administrasi ; ruang tunggu persiapan operasi ; ruang pemulihan dan musala. Kemudian, tandon ground water tank atau tangki air yang terletak dibawah tanah (GWT) dan tandon transit. Berikutnya, rumah pompa serta TPS 3B dan instalasi pengelohan air limbah atau IPAL.

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik membangun Rumah Sakit Gresik Sehati atau RSGS berada di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Rumah sakit di Gresik Selatan nanti untuk mengkover layanan kesehatan bagi masyarakat di empat kecamatan yakni Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Pemerataan pelayanan kesehatan. Pembangunan rumah sakit Tipe C dengan 100 bed atau tempat tidur ini dimulai tahun lalu, 2023. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani keberadaan RSGS krusial mengingat wilayah Gresik Selatan merupakan kawasan padat penduduk. Jumlah penduduk di Gresik Selatan itu mencapai 365.970 jiwa atau 28,3% dari total penduduk di Kabupaten Gresik (data BPS tahun 2023). Terlebih dengan jarak yang selama ini ditempuh masyarakat, untuk menuju RSUD Ibnu Sina yang berjarak sekitar 30 km.

“Pembangunan RSGS di Kecamatan Kedamean Ini adalah komitmen Pemkab Gresik dalam pemerataan pembangunan dan kesehatan. Karena di wilayah Gresik selatan yang padat penduduk, dan belum memiliki rumah sakit daerah,” ujar Fandi Akhmad Yani pada 22 Juni 2023. (yad)

DCKPKP Gresik Optimistis Pembangunan RS Gresik Sehati Tepat Waktu Selengkapnya

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membangun rumah sakit di Gresik Selatan. Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) berlokasi di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik ditargetkan selesai tahun ini.

RSGS itu nanti untuk mengkover layanan kesehatan bagi masyarakat di empat kecamatan yakni Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Pemerataan pelayanan kesehatan.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  keberadaan RSGS krusial mengingat wilayah Gresik Selatan merupakan kawasan padat penduduk. Jumlah penduduk di Gresik Selatan itu mencapai 365.970 jiwa atau 28,3% dari total penduduk di Kabupaten Gresik (data BPS tahun 2023). Terlebih dengan jarak yang selama ini ditempuh masyarakat, untuk menuju RSUD Ibnu Sina yang berjarak sekitar 30 km.

“Pembangunan RSGS di Kecamatan Kedamean Ini adalah komitmen Pemkab Gresik dalam pemerataan pembangunan dan kesehatan. Karena di wilayah Gresik selatan yang padat penduduk, dan belum memiliki rumah sakit daerah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat meninjau lokasi pembangunan beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, Pemkab Gresik telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Infrastruktur jalan, diantaranya. 

Sebagai informasi, pembangunan RSGS sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nantinya, RSGS akan menjadi rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 bed.  Pembangunan RSGS dilakukan secara bertahap.

Diawali dengan pemadatan lahan dan sebagainya. Sedangkan untuk pekerjaan konstruksi dimulai pada Juni 2023. Setelah rampung, RSGS akan menjadi rumah sakit milik ketiga milik Pemkab Gresik. Dua rumah yang sudah ada yakni RSUD Ibnu Sina Gresik dsn RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean. Beroperasi RSGS nanti diharapkan memaksimalkan program Universal Health Coverage (UHC). 

Menurut Bupati Yani, UHC di Gresik merupakan program kesehatan gratis yang sangat sukses dan besar manfaatnya. Saat ini, tercatat UHC Gresik telah mencover 100% warga se-Kabupaten Gresik. Capaian ini menjadikan Gresik sebagai salah satu kabupaten dengan UHC tertinggi. Artinya, masyarakat ber-KTP Gresik hanya membutuhkan KTP untuk menerima pelayanan kesehatan di seluruh faskes di Kabupaten Gresik.

“UHC ini terus kita highlights. Kita ajak rapat secara langsung kepala Puskesmas di seluruh Gresik, sekaligus kita konfirmasi penguasaan puskesmas terkait program ini. Tujuan akhirnya adalah kemudahan warga Gresik dalam mengakses pelayanan kesehatan.” katanya.

Dengan sudah berjalannya UHC dan pembangunan RSGS, diharapkan dapat menjadi angin segar bagi warga Gresik Selatan. Dua hal ini akan menjadi kombo ciamik Gresik dalam memastikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. 

“Mudah-mudahan, pembangunan RSGS dengan UHC di Pemkab Gresik yang sudah 100%, bisa memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik  Selengkapnya