Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional

GRESIK,1minute.id – Penikmat Kopi Lelet Pandawa tidak hanya warga Rembang, Jawa Tengah. Kopi racikan Mohammad Totok Wahyudi, 42, ini telah merambah hampir semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Rembang (RB Rembang) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik, Kopi Lelet Pandawa mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Mohammad Totok Wahyudi, 42, pemilik usaha Kopi Lelet Pandawa di Desa Sendangagung, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bersyukur menjadi bagian dari RB Rembang sejak tahun 2020. Ia mengaku, RB Rembang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis Kopi Lelet Pandawa. Tidak hanya dibekali pelatihan administratif dan manajemen bisnis untuk menjalankan usahanya, tetapi juga penguatan branding hingga perluasan pasar melalui digital marketing, sehingga memperkuat daya saing produknya.

“Dulu saya hanya berangkat dari semangat ingin menjaga tradisi minum kopi di pesisir Kabupaten Rembang. Namun setelah bergabung dengan RB Rembang, kami mendapatkan banyak pelatihan, peluang untuk promosi, hingga perluasan jejaring usaha, yang justru membuat saya lebih termotivasi untuk terus melangkah maju,” ujar Totok, sapaan akrab, Mohammad Totok Wahyudi.

Totok mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak Oktober 2019 silam dengan modal awal Rp 25 juta itu, kini telah mengalami banyak perkembangan dari segi pemasaran. Berbekal alat sangrai kopi sederhana, Totok mulai mengenalkan kopi racikannya yang khas kepada kerabatnya, lalu memasarkannya di toko kelontong dan pasar tradisional secara mandiri.

Saat ini, Totok menjalankan usaha dengan dibantu 14 orang karyawan yang merupakan warga Desa Sedangagung, mulai dari proses produksi kopi, pengemasan, hingga distribusi. Kopi Lelet Pandawa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tapi juga menjangkau pasar yang lebih luas seperti Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, hingga Tuban di Jawa Timur. Bahkan dengan peran e-commerce, Totok mampu menjangkau pemasaran hingga Provinsi Jawa Barat, Kalimantan dan Bali.

Dengan kualitas premium dan racikan otentik tanpa campuran seharga Rp 19 ribu per bungkusnya, Kopi Lelet Pandawa kini mampu menjual hingga 2.100 bungkus per hari dan meraih omzet rata-rata Rp 30 juta per hari.

”Alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya rasakan semenjak menjadi bagian dari RB Rembang. Bahkan, kami dibantu membangun jaringan dengan sesama pegiat UMKM. Terima kasih SIG dan Semen Gresik, semoga ke depan semakin banyak UMKM yang bisa dirangkul. Semua pengalaman ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang,” imbuh Totok.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, kepedulian terhadap UMKM melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan oleh SIG di RB Rembang, Jawa Tengah, terus melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang ikut berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

“Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas yang diikuti dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang. Pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan, serta pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Vita Mahreyni.

Di balik aroma khas kopi yang mengepul di tiap cangkirnya tidak hanya mempertahankan tradisi minum kopi masyarakat pesisir utara Jawa, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing secara nasional. (yad)

Rumah BUMN SIG Sukses Bawa Kopi Rembang Tembus Pasar Nasional Selengkapnya

Rumah BUMN SIG di Rembang Dampingi 495 UMKM Naik Kelas dan Serap 1.869 Tenaga Kerja 

GRESIK,1minute.id – Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama anak usahanya, PT Semen Gresik, telah memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan 495 UMKM dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selain pendampingan secara menyeluruh, RB Rembang tak hanya berhasil membantu ratusan pengusaha lokal sukses mengembangkan bisnisnya, tapi juga menciptakan lapangan kerja bagi 1.869 orang warga masyarakat.

Seperti yang dirasakan oleh Bella Ayu Paramitha, pemilik usaha Batik Sekar Mulyo asal Rembang, Jawa Tengah, yang mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari RB Rembang. Bagi wanita yang akrab disapa Bella ini, RB Rembang memainkan peranan penting dalam memajukan usaha batik tulisnya. Sejak bergabung pada 2020, RB Rembang telah menjadi wadah untuk mengasah kemampuannya dalam berbisnis, mulai dari branding produk, hingga perluasan pasar melalui digital marketing dan penjualan secara online di market place.

“Di RB Rembang, kami juga dibekali pengetahuan metode administrasi yang efektif dan manajemen keuangan. Bahkan, kami dibantu membangun jaringan dengan sesama pegiat UMKM. Semua itu membuat kami lebih termotivasi untuk terus maju dan memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitar kami,” kata Bella.

Bella mengungkapkan, usaha yang dimulai pada 2009 dengan modal awal sebesar Rp 35 juta dan dibantu 5 orang karyawan itu kini telah banyak mengalami perkembangan. Tidak hanya menjual produk dalam bentuk kain, Batik Sekar Mulyo juga menyediakan produk pakaian jadi dengan harga berkisar dari Rp 250 ribu hingga Rp 15 juta. Dari  sisi omzet, sedikitnya Bella bisa meraup Rp100 juta per bulan. 

Dalam menjalankan usahanya, Bella turut melibatkan banyak warga setempat yang memiliki keahlian di bidang produksi batik. Saat ini, Batik Sekar Mulyo tercatat memiliki 35 karyawan yang bekerja di workshop, di mana 5 di antaranya merupakan disabilitas. Selain itu Bella juga memperkerjakan 150 pekerja lepas untuk produksi di luar workshop. Mereka tersebar di sejumlah desa di Rembang, Jawa Tengah, antara lain Desa Babagan di Kecamatan Lasem, serta Desa Tuyuhan, Desa Karaskepoh, Desa Gemblengmulyo dan Desa Pandan, di Kecamatan Pancur.

“Terima kasih untuk SIG dan Semen Gresik. Kehadiran RB Rembang sangat membantu UMKM untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sehingga dapat maju dan berkembang. Semoga sukses selalu agar dapat membantu lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha lokal, serta membantu ekonomi masyarakat luas,” ujar Bella.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh Batik Sekar Mulyo sehingga dapat menjadi bagian dari solusi peningkatan ekonomi masyarakat dengan menyerap ratusan pekerja. Dengan program pendampingan UMKM yang adaptif dan inovatif, kami meyakini keberadaan RB Rembang akan menjadi pendorong kemajuan UMKM sebagai penggerak ekonomi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas yang diikuti dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang. Pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan, serta membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Rumah BUMN SIG di Rembang Dampingi 495 UMKM Naik Kelas dan Serap 1.869 Tenaga Kerja  Selengkapnya

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global 

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) hadir di INACRAFT 2025. Semen Indonesia bersama dengan 14 Badan Usaha Milik Negara atau BUMN lain dalam satu booth Rumah BUMN ini melibatkan 52 UMKM binaan mereka dari berbagai kategori, seperti fasyen, kerajinan tangan, dan aksesoris, serta menghadirkan 149 jenis produk unggulan yang siap menembus pasar internasional.

INACRAFT 2025 yang berlangsung hingga Minggu besok, 9 Februari 2025, booth Rumah BUMN terletak di area Main lobby dan Assembly Hall JICC (Jakarta International Convention Center), menjadi tempat menarik bagi pengunjung untuk berbicara langsung dengan pengrajin, mengetahui proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Tema yang diangkat beragam, mulai dari Batik Lasem oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), merajut tas bersama Perumnas, ecoprint pada media kain oleh PTPN IV, hingga patchwork tissue pouch dengan Bank BTN. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan pengrajin, mempelajari proses pembuatan produk, dan membeli produk langsung dari pengusaha lokal.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, UMKM dan BUMN adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. BUMN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan korporasi, tetapi juga berperan aktif membantu UMKM Indonesia agar semakin berkembang dan tangguh di pasar nasional serta internasional dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

”Kementerian BUMN memiliki peran besar dalam membantu memajukan UMKM di Indonesia. Kami terus mendorong UMKM untuk berkembang melalui berbagai program dan kerja sama dengan lembaga lain,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang mendukung kemajuan dan pengembangan UMKM Indonesia, SIG secara konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada UMKM, salah satunya dengan mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. 

Dalam pameran INACRAFT 2025, SIG memfasilitasi dua UMKM binaannya yang bergerak di bidang fashion Nusantara yaitu Hastadana Batik Tulis Lasem dan Saleen. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, termasuk dalam hal fashion. Indonesia tercatat memiliki beragam wastra (kain tradisional), mulai dari batik, tenun, songket, ulos, dan lain-lain. 

Keikutsertaan dua UMKM binaan SIG yaitu Batik Tulis Lasem Hastadana dan Saleen dalam pameran INACRAFT 2025 merupakan bagian dari upaya mempromosikan wastra nusantara kepada masyarakat.

“Wastra Indonesia bukanlah sekadar kain, tetapi sebuah identitas kebanggaan bangsa. Kreativitas UMKM binaan SIG dalam memadukan wastra indonesia dengan tren fashion kekinian diharapkan menumbuhkan rasa bangga dan menarik minat masyarakat, utamanya generasi muda. Melalui pameran INACRAFT 2025, SIG berharap fashion nusantara akan lebih dikenal luas oleh masyarakat bahkan mendunia, serta dapat menghidupkan industri kreatif di tanah air,” kata Vita Mahreyni.

Melalui Rumah BUMN, dengan memberikan kesempatan berpartisipasi, SIG berupaya membantu para pengusaha lokal agar lebih siap bersaing di pasar internasional melalui pembinaan yang lebih baik dan akses pasar yang lebih luas. Keberhasilan UMKM binaan BUMN ini adalah cerminan nyata dari kontribusi besar BUMN terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. (yad)

SIG dan Rumah BUMN Dorong UMKM masuk Pasar Global  Selengkapnya

Rumah BUMN SIG Dampingi Ummi Salamah Sukses Jual Jamu Akar Jawi Hingga ke Mancanegara. Ini Kisahnya!

GRESIK,1minute.id – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memajukan UMKM, terus melahirkan pengusaha sukses. Diantaranya, Ummi Salamah.  Produsen jamu Akar Jawi ini  mendapat pembinaan dan pendampingan Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik sebagai anak usaha SIG di Rembang, Jawa Tengah.

Ummi Salamah, warga Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, merintis usaha Akar Jawi pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat pada mukanya. Berbekal ilmu dan pengalaman meracik bahan alami saat masih kuliah Jurusan Farmasi Jamu di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogjakarta, Ummi Salamah mencoba meracik masker untuk perawatan wajahnya.

“Pertama-tama saya buat untuk keperluan sendiri. Tapi ternyata teman dan tetangga banyak yang minat. Dari situ saya mulai buat lebih banyak untuk dijual. Bahkan sampai masuk supermarket di Yogyakarta. Pada 2013 karena terkendala izin, masker wajah produksi kami tidak boleh dipasarkan di toko besar. Akhirnya, saya berinovasi membuat minuman berbahan rempah tradisional dengan modal Rp 200 ribu saat itu,” kata Ummi Salamah.

Ummi Salamah mengungkapkan bahwa resep minuman rempah diperoleh dari ibu mertua yang berprofesi sebagai penjual jamu, kemudian disesuaikan dengan selera “lidah” masyarakat Rembang. Pada awalnya, Ummi Salamah menjalankan usaha Akar Jawi untuk mengisi waktu luang. Sampai pada 2020, dia mendapat informasi tentang RB Rembang dan memutuskan untuk bergabung.

“Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” ujar Ummi Salamah.

Keseriusan dalam mengembangkan usaha membuahkan hasil. Saat ini, Akar Jawi telah jauh berkembang. Dibantu oleh 3 karyawan dalam proses produksi dan pemasaran di rumah produksi “Omah Jamu Iqtaja”, Akar Jawi telah memproduksi beragam varian minuman rempah, meliputi kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI).

Kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan secara masif, baik offline maupun online dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace, membuat Akar Jawi sukses memperluas pasar dan menjaring pelanggan dari luar Rembang, seperti Boyolali, Jogjakarta, Magelang, Purwakarta dan Kalimantan. Bahkan, ada pembeli untuk dijual kembali (reseller) ke Malaysia.

Menurut Ummi Salamah, minuman rempah Akar Jawi banyak digemari karena dibuat dengan bahan alami terbaik yang didapat langsung dari petani di Pamotan, Banyuurip, Sulang dan Pancur serta diolah dengan proses kristalisasi yang menghasilkan minuman rempah tanpa endapan, tanpa bahan pengawet atau tambahan lainya, sehingga enak, segar dan menyehatkan.

Usaha yang semakin berkembang telah mengerek omzet Akar Jawi 4 kali lipat lebih besar dari awal berdiri, atau tumbuh 300%. Kini Ummi Salamah bisa meraup omzet hingga Rp20 juta setiap bulannya.

“RB Rembang sangat bagus untuk pengembangan UMKM di Rembang karena membantu pemasaran dan penjualan. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari galeri untuk display produk UMKM, ruang pertemuan, studio mini untuk pemotretan produk, dan komputer untuk edit gambar. Semoga RB Rembang terus eksis sehingga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM,” ujar Ummi Salamah.    

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, RB Rembang adalah wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang menjadi rumah bagi para pelaku UMKM untuk berkumpul, berdiskusi dan berkreasi guna meningkatkan kompetensi dan daya saing usaha. Sejak didirikan pada 2020, kini RB Rembang memiliki mitra binaan sebanyak 371 UMKM yang seluruhnya telah mendapat kualifikasi “Naik Kelas”, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,527 orang.

“RB Rembang merupakan bukti komitmen SIG dalam pemberdayaan UMKM yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Dengan pembinaan dan pendampingan secara komprehensif, UMKM didorong untuk mampu menjalankan usaha secara profesional dengan manajerial yang baik, melek teknologi dan mampu memanfaatkan infrastruktur digital untuk mendukung pemasaran dan penjualan secara online, sehingga produk-produknya dapat dijangkau oleh masyarakat lokal hingga mancanegara,” kata Vita Mahreyni. (yad)

Rumah BUMN SIG Dampingi Ummi Salamah Sukses Jual Jamu Akar Jawi Hingga ke Mancanegara. Ini Kisahnya! Selengkapnya

Rumah BUMN Segera Hadir Di Gresik, Arya Sinulingga Memastikan 6 Bulan Berdiri 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar pasar murah yang dikemas dalam acara “Pasar Rakyat dan Bazar UMKM” di Stadion Tri Dharma, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 2 Februari 2023. Kegiatan ini dihadiri Staf Khusus (Stafsus) III Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga, SEVP Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya, Sekretaris Perusahaan Yusuf Wibisono dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Asisten I Pemkab Gresik Suyono. 

Arya Sinulingga dalam sambutannya berharap Petrokimia Gresik bisa memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat. “Kita harus bisa memberikan manfaat, termasuk pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan. Kaitannya dengan pemberdayaan, silakan Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan PNM,” kata Arya Sinulingga. 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan. PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha.

“Petrokimia Gresik nanti memberikan pelatihan, sementara PNM memberikan modal sehingga pelatihan yang sudah diperoleh sebelumnya, dilanjutkan dengan usaha akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” lanjutnya. Arya mengatakan saat Kementrian BUMN telah memberikan bantuan modal sebanyak 96 ribu atau sepertiga dari jumlah keluarga di Gresik. “Bahkan melebihi jumlah keluarga prasejahtera di Gresik. Jumlah prasejahtera di Gresik berjumlah 80 ribuan. Kita kasih pinjaman untuk bisnis usaha mikro. Disamping itu ada UMKM,” tegasnya.

Ia melanjutkan BUMN berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Gresik. “Berapapun kebutuhan permodalan dari masyarakat Gresik kami akan siap bantu, untuk kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran,” tandas Arya.

Arya mengatakan dalam waktu dekat Kementerian BUMN akan membangun Rumah BUMN di Gresik. “Maksimal 6 bulan Rumah BUMN sudah berdiri di Gresik,” tandasnya. Berdirinya Rumah BUMN itu, Arya berharap nantinya semua UMKM di Gresik memiliki rumah. “Rumah tempat mereka bisa mendapatkan pelatihan,  tempat mereka bisa membeli bahan-bahan. Bisa juga untuk tempat mereka mendapatkan pinjaman modal,” katanya. 

Selain itu, Kementerian BUMN juga terus mendorong UMKM naik kelas. UMKM akan diikutkan dalam pameran ke luar negeri. “Dan tadi ada peluang bagi UMKM untuk mengikuti pameran di luar negeri. Jadi tidak perlu kurasi rumit. Kita tahu ini laku atau tidak laku di luar negeri.  Sepanjang enak kadang-kadang kemasan sederhana masih bisa. Asalkan sehat. Kita mencoba memberikan harapan kepada UMKM di Gresik bisa bangkit dan peluang bisa ekspor,” tegasnya. 

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik juga memfasilitasi 50 UMKM binaan yang berasal dari Kabupaten Gresik. Petrokimia Gresik dalam menjalankan usahanya tidak hanya menghasilkan produk berkualitas untuk memajukan pertanian di Indonesia, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan juga mendorong kesejahteraan masyarakat dengan pendampingan UMKM.

“Sudah menjadi tradisi, masyarakat Gresik akan banyak berbelanja untuk persiapan Ramadan. Peluang inilah yang kita hadirkan untuk para pelaku UMKM binaan,” ujar Dwi Satriyo. 

Dwi Satriyo menambahkan, kegiatan ini selaras dengan arahan Menteri BUMN RI, Erick Thohir untuk memfokuskan Anggaran TJSL pada bidang lingkungan, pendampingan UMKM dan bidang pendidikan. Seperti diketahui, dalam pendampingan UMKM, Petrokimia Gresik memiliki program bernama Mitra Kebanggaan (Mangga) dan telah membantu ratusan UMKM yang tersebar di berbagai daerah.

“Bazar UMKM ini sekaligus menjadi salah satu program pendampingan dari perusahaan untuk sarana promosi dan penjualan. Melalui kegiatan ini produk mereka dapat dikenal dan memudahkan dalam membangun jaringan usaha,” ujarnya.

Sementara, Asisten I Pemkab Gresik Suyono yang turut hadir mewakili  Bupati Gresik, mengapresiasi peranan Petrokimia Gresik karena banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Gresik selama ini. “Kegiatan sembako murah, pameran UMKM seperti pada saat HUT kemarin, bantuan kesehatan dan pendidikan sering dijalankan Petrokimia Gresik, dan saat ini kembali digelar atas inisiasi Kementerian BUMN,” tandasnya.

Ia pun mengajak masyarakat Gresik untuk memberikan dukungan bagi perusahaan, sehingga operasionalnya dalam dalam memajukan pertanian di Indonesia dapat berjalan lancar. “Semakin maju Petrokimia Gresik, maka manfaat yang dapat masyarakat rasakan bisa semakin besar lagi. Sehingga kegiatan seperti ini dapat sering digelar,” tandasnya. (yad)

Rumah BUMN Segera Hadir Di Gresik, Arya Sinulingga Memastikan 6 Bulan Berdiri  Selengkapnya

Percepatan Pemulihan Ekonomi Rembang, Semen Gresik Luncurkan Program Bingkisan Berkah UMKM 

GRESIK,1minute.id – PT Semen Gresik yang merupakan unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendukung gerakan belanja produk UMKM Jawa Tengah. Gerakan di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka upaya mendukung percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta menumbuhkan budaya bangga menggunakan produk UMKM.

Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui Rumah BUMN (RB) Rembang, PT Semen Gresik meluncurkan paket lebaran dalam program “Bingkisan Berkah UKM Rembang” yang di launching oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Direktur Utama Semen Gresik Subhan, serta diikuti secara virtual oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati pada Kamis, 14 April 2022.

Paket lebaran yang ditawarkan diantaranya produk makanan, minuman, kriya/craft, fesyen, hingga batik khas Rembang dengan pilihan kemasan yang menarik dan harga yang beragam. Diantaranya yaitu paket Khuldi senilai Rp100 ribu, paket Al-Maqamul Rp 200 ribu, paket Darussalam Rp 260 ribu, paket Darul Muqamah Rp 300 ribu, paket Mawa Rp 500 ribu hingga paket Firdaus senilai Rp 1 juta.

Direktur Utama PT Semen Gresik Subhan mengatakan, program Bingkisan Berkah UKM Rembang atau parsel lebaran ini adalah kontribusi nyata Semen Gresik melalui Rumah BUMN Rembang dalam menyerap produk UMKM agar mampu bertahan, berkembang, serta tumbuh di tengah tantangan pandemi Covid-19.

”Sejak didirikan Agustus 2020, Rumah BUMN Rembang telah memberikan progres menggembirakan. Hingga Maret 2022, Rumah BUMN Rembang berhasil mencapai nilai transaksi Rp 1,4 miliar,”kata Subhan.

“Ke depan harus ditingkatkan sebagai mesin perekonomian UMKM. Saya berharap, target omzet penjualan parsel lebaran dari Rumah BUMN kali ini bisa mencapai setengah miliar dan menjadi tertinggi diantara kabupaten/kota di Jateng,”imbuh Subhan.

Lebih lanjut, Subhan menyampaikan bahwa Rumah BUMN bisa menjadi rumah besar bersama bagi ratusan UMKM binaan di wilayah operasional perusahaan. Karena itu, Semen Gresik berkomitmen menguatkan sinergitas dengan Pemkab Rembang dan tak lelah dalam melakukan inovasi dalam mendampingi, memfasilitasi dan mengembangkan UMKM.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapreasi inisiasi dan kontribusi Semen Gresik dalam mendukung upaya eksistensi dan pertumbuhan UMKM di Rembang dengan melakukan penjualan parsel lebaran hasil produk UMKM melalui Rumah BUMN Rembang.

Menurutnya, produk-produk UMKM Rembang sudah gemilang dan mampu bersaing yang dibuktikan dengan dipasarkannya produk tersebut di belasan toko ritel modern. “Hal ini, salah satu upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional dan membangkitkan kecintaan pada produk dalam negeri,”kata Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Sementara itu, Vera Damayanti, pemilik usaha kopi UD Cangkir di Kabupaten Rembang yang merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Rembang, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pengadaan Bingkisan Berkah UMKM dapat membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara gratis.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program Bingkisan Berkah UKM dapat membantu usaha promosi kami, tentu hal ini juga dirasakan oleh para pelaku UMKM lainnya. Terima kasih untuk Semen Gresik dalam pembinaan UMKM, semoga program seperti ini dapat berlangsung setiap tahunnya,”ujar Vera Damayanti. (yad)

Percepatan Pemulihan Ekonomi Rembang, Semen Gresik Luncurkan Program Bingkisan Berkah UMKM  Selengkapnya