Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk.

SEGO Menir. Kuliner satu ini berbeda dengan kuliner lainnya. Disajikan dalam wadah pincuk (daun pisang). Menyantap sego menir paling enak untuk sarapan pagi. Karena sayur masih hangat. Heeemmmm. Sueger dan nikmat. 

Juga tidak bikin kantong bolong. Lalu apa sih Sego Menir itu. Yuk, sarapan Sego Menir bersama 1minute.id di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dekat SMA Nahdlatul Ulama 1 ( Smanusa) Gresik.

SUEGER : Sego Menir dengan lauk bali belut, tempe, tahu dan sambal terasi ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Sego Menir Buk Yanti. Lapaknya sederhana. Menggunakan satu meja lalu diberi tenda payung untuk penahan sinar matahari. Di pinggir jalan kampung. Sekitar 50 meter dari Kantor Kelurahan Bedilan atau 100 meter dari SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik. 

Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Sinar matahari terasa terik. Lapak Buk Yanti masih terasa dingin karena terhalang bangunan di dekatnya. Pembeli juga tidak terlalu ramai pembeli. Mengalir, silih berganti. Karena mereka hanya membungkus alias disantap di rumah.

WADAH SENDIRI : Rempeyek kacang sebagai pelengkap kuliner khas Gresik, Sego Menir ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Saya memilih makan di lokasi. Sego Menir dengan lauk bali belut, tahu, tempe, dan peyek kacang. Semuanya dalam wadah satu pincuk (takir daun pisang istilah lainnya). Kecuali rempeyek. “Sambal pencet atau iring (sambal terasi),”tanya Buk Yanti dan saya jawab sambal terasi. Sambal pencit berwarna keputih-putihan. Karena bahannya mangga muda. Rasa pedas campur asam.

Buk Yanti memberi kuah cukup banyak. Nyaris meluber dari wadah takir. Mungkin kondisi udara panas. Dalam hitungan menit, satu takir Sego Menir langsung ludes. “Sueger…lezat…campur jadi satu”.  Sego Menir, kedengarannya aneh bagi masyarakat luar Kota Santri. “Opo sih Sego Menir itu,”tanya seorang teman yang kepo.

Sego artinya nasi. Sedangkan, Menir adalah sejenis sayur bening. Bedanya, sayur Menir menggunakan rajangan kangkung. Ada yang ditambahi labu. Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir.

Sebagian orang menyebut Sego Menir, dengan istilah Sego Londo (Belanda). Karena sebutan Menir pada masa penjajahan identik dengan orang Belanda. Tidak ada literatur yang menyebut Sego Menir ada sejak pendudukan Hindia Belanda. Kalau makam Belanda ada di dekat kantor Kelurahan Bedilan itu. (*)

Sarapan Sego Londo, Sambal Pencit. Suegeeer…, Uenakkk. Selengkapnya

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang.

Penjual Sego Menir di kampung Bedilan Jalan Raden Santri, Gresik, Selasa 8 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

SINAR matahari begitu terik. Padahal baru pukul 09.00. Perut terasa keroncongan. Lapar. “Siang gini sarapan sego menir enak,”gumam Saya dalam hati. Saya meluncur makam Londo (Belanda). Sekitar 100 meter SMA NU 1 dan SMP NU 2 Gresik. Di Jalan Raden Santri, Gresik untuk sarapan sego menir.

Sego (bahasa Jawa berarti Nasi). Sedangkan, Menir sendiri adalah sejenis sayur. Kuah bening. Meski dicampur dengan menir, kuahnya tidak terlalu keruh. Justru terlihat bening seperti sayur bayam.

Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir. Bedanya kuah menir ini menggunakan rajangan Kangkung. Terkadang ditambahkan dengan labu.

Sego menir di Kelurahan Bedilan ini langganan saya. Warung kaki lima. Sebelum, pandemi korona sego menir Makam Londo ini cukup ramai. Apalagi, waktu istirahat sekolah. Tapi, Selasa 8 September 2020 lengang.

Saya langsung dilayaninya. Menggunakan wadah takir ( wadah daun pisang) penjual mengambil nasi yang punel lalu memberinya kuah menir. “Sambel terasi apa pencit (mangga muda),”tanya penjual.

“Iwak opo?”tanya bakul sego menir itu lagi. Perempuan asal Madura itu membuka tutup wadah dari godong yang warna hijau segar itu. Ada tiga wadah. Wadah lauk jerohan, Otak dan hati. Lalu daging untuk nasi krawu. Dan, satu lagi wadah berisi bali belut, tahu, tempe dan telur.

Ada juga aneka lauk yang di goreng ditempatkan bagian depan dekat dandang sayur menir. “Bali welut (belut), bali tempe dan bali tahu,”jawab Saya. Semua lauk dimasukkan ke wadah takir yang sudah isi sego , sayur menir dan sambal pencit. Sedangkan rempeyek kacang di beri wadah daun pisang.

Saya lalu santap di teras sebuah warung kopi di pinggir jalan kampung . Heeemmm. Rasa terasa nikmat. Ada pedas, dan masam sambal pencitnya. (*)

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang. Selengkapnya