Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD

GRESIK,1minute.id -Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 di mulai 15 Juli 2026, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik untuk mempercepat penjaringan calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kuotanya masih belum terpenuhi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial (Kadinsos)Gresik Ummi Khoiroh serta para pengelola LKSA se-Kabupaten Gresik.

Pada proses penjaringan sebelumnya, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, kuota jenjang SD masih menyisakan 30 kursi yang menjadi fokus percepatan. Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan 270 kuota peserta didik baru. Setiap jenjang sebanyak 90 anak atau 3 rombongan belajar (rombel). Seluruh jenjang mulai SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Untuk memastikan proses penjaringan berjalan tepat sasaran, Dinas Sosial Gresik membentuk tim verifikasi berlapis yang bertugas memvalidasi data calon peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keterlibatan LKSA memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses penjaringan.

“Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar,” ujarnya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” imbuhnya.

Selain memastikan kesiapan penerimaan peserta didik tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat permanen. Bupati Yani menjelaskan, sekolah permanen tersebut akan berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan layanan pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadirannya akan melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berlangsung cepat, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial mengajak seluruh pendiri dan pengelola LKSA meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekaligus memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD Selengkapnya

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi

GRESIK,1minute.id – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gresik dijadwalkan dimulai awal Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) Gresik telah memenuhi standar dan siap beroperasi. 

“Pengecekan kelengkapan ini penting untuk memastikan semua fasilitas dan kebutuhan siswa telah siap sebelum mereka menempati asrama. Ini menjadi bagian dari persiapan untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres renovasi gedung eks UPT SMPN 30 Gresik yang bakal digunakan untuk SR Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menyatakan bahwa kesiapan fisik bangunan SR tersebut sangat layak dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, seluruh fasilitas telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pembagian ruang kelas dan asrama bagi siswa laki-laki dan perempuan demi meningkatkan kenyamanan.

“Dari ruang kelas, semua komponen seperti bangku, meja, papan tulis, dan kipas angin sudah lengkap. Selain itu, asrama putra maupun putri masing-masing telah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kamar mandi, toilet, serta jemuran dalam kondisi baik dan bersih,” terangnya.

Selain aspek akademik, mantan Ketua DPRD Gresik itu, juga menyiapkan kegiatan non-akademik untuk siswa Sekolah Rakyat. Ini dilakukan guna memberikan pendidikan yang lebih holistik bagi siswa, termasuk pengembangan keterampilan hidup dan karakter, agar dapat mencetak lulusan yang unggul dan bertalenta.

“Untuk menunjang itu semua, Pemkab Gresik nantinya juga menyediakan bimbingan belajar (bimbel) bahasa asing, matematika, atau pelajaran lainnya. Selain itu, kami akan melibatkan guru ngaji setempat untuk mendorong anak-anak menjadi tahfidz Al-Qur’an, juga pelatih olahraga bagi siswa yang bercita-cita masuk TNI dan Polri, hingga menyediakan kelas seni dan musik,” beber magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia melanjutkan, saat ini Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik siap menampung 75 siswa kelas X SMA dalam tiga rombongan belajar (rombel), khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1. Pemkab Gresik, ujarnya, akan terus mengawal Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden kedelapan Indonesia Prabowo Subianto. Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan dan kepercayaan kepada Pemkab Gresik. Ini akan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas,” tandasnya. Dalam peninjauan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi  Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

 Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, Plt Kepala Dinas Kominfo Johar Gunawan, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Forkopimcam Sidayu, serta Kepala Sekolah, Pengawas, dan Guru Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik. (yad)

Bupati Gresik Gedung Sekolah Rakyat Gresik Memenuhi Standar dan Siap Beroperasi Selengkapnya