We Are the Champions,  Presdir Freeport Indonesia : Bangga Boleh, Tapi Jangan Sombong

GRESIK,1minute.id – “We Are the Champions” menggema di panggung “Melodi Tembaga Nusantara” PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integreted Industrial and Port Estate pada Selasa malam, 19 Agustus 2025.

Sambil memainkan tut piano, Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI melantunkan lagu Queen itu begitu apik. There is a time when we should hear the certain calls// Cause the world it seems it’s right in this line//Cause there’s a chance for taking in needing our own lives// ….

Ratusan penonton tepuk bergemuruh tidak menduga suara Wenas begitu enak di dengar. Itu adalah penampilan Wenas kali pertama dihadapan sekitar 700 karyawan dan undangan. Hujan yang menguyur tidak menyurut semangat penonton. Mereka ada memakai jas hujan, payung bahkan harus berbasah kuyup air hujan. 

Lagu Queen itu seakan memompa spirit kerja para karyawan smelter itu. Dimana awal beroperasi sempat terseok karena tragedi kebakaran kemudian cepat bangkit dan di akhir 2024 bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional dengan manfaat langsung senilai USD 4,7 miliar dolar AS atau setara Rp 80 triliun.. “Kita harus berbangga, namun jangan sombong. Berbangga boleh tapi jangan sombong,” kata Wenas dalam sambutannya. 

Gelaran Melodi Tembaga Nusantara Freeport Indonesia untuk merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia ini menghadirkan dua bintang tamu yakni Maliq D’Essensials dan Happy Asmara juga menjadi ajang pembuktian PTFI kepada para Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di sekitar perusahaan naik kelas. Sejumlah produk lokal dijual di stan UMKM, mulai dari bandeng tanpa duri, kopi lanang, susu kambing etawa ludes sebelum pertunjukan kelar. “Langsung ludes. Alhamdulillah kami dilibatkan dalam kegiatan yang besar seperti acara ini,” ujar Mukhtar Sochieb, salah satu pelaku UMKM.

Dalam kesempatan itu, Wenas meresmikan peluncuran sembilan UMKM binaan dari wilayah ring 1 Freeport, yakni Manyar Sidorukun, Manyarejo, Manyar Sidomukti, Karangrejo, Banyuwangi, Bedanten, Tanjung Widoro, Kramat, dan Watuagung. (yad)

We Are the Champions,  Presdir Freeport Indonesia : Bangga Boleh, Tapi Jangan Sombong Selengkapnya

Konsentrat Tembaga Tiba, Smelter PTFI Terbesar Di Dunia Segera Beroperasi 

GRESIK,1minute.id – Kapal Mother Vessel atau MV Unitama Lily mengangkut konsentrat tembaga bersandar di pelabuhan Smelter PT Freeport Indonesia atau PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integrated Industrial and Port Estate atau KEK-JIIPE, Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 21 Juni 2024.

Kapal yang mengangkut 22 ribu ton konsentrat tembaga itu berangkat dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024. Artinya, puluhan ribu ton konsentrat tembaga tiba setelah mengarungi lautan selama 9 hari. 

Puluhan ribu konsentrat tembaga itu akan distribusikan kedua pabrik smelter masing-masing PT Smelting Gresik sebanyak 12 ribu ton yang berada di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dan smelter PTFI sebanyak 10 ribu ton konsentrat tembaga untuk smelter PTFI. Konsentrat tembaga ini pasokan utama smelter baru PTFI yang beroperasi bulan ini, Juni 2024.

Tidak dijelaskan secara pasti kapan pemurnian perdana smelter terbesar di dunia dengan nilai investasi lebih dari USD 3,29 miliar per Februari 2024 atau setara Rp 49,5 triliun itu.

Selanjutnya konsentrat dipindahkan dan ditempatkan dalam Concentrate Barn sebelum diproses lebih lanjut nantinya di Flash Smelting Furnace (FSF). Secara garis besar terdapat tiga proses yang harus dilalui konsentrat sebelum menjadi lembaran katoda tembaga, yakni proses material handling konsentrat, proses peleburan di furnace dan pemurnian di electrorefiner. 

Smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya dimulai Oktober 2021 dan telah selesai pembangunan sesuai jangka waktu yang ditetapkan pemerintah.

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. 

Smelter dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. 

PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan 

Ekonomi Khusus atau KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupatem Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya dimulai Oktober 2021. Selama proses pembangunan sampai Juni 2024, PT Freeport Indonesia atau PTFI.mengklaim mencapai lebih dari 54 juta jam kerja selamat dalam proyek pembangunan smelter di KEK JIIPE, Gresik.

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. 

Smelter dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. (yad) 

Konsentrat Tembaga Tiba, Smelter PTFI Terbesar Di Dunia Segera Beroperasi  Selengkapnya

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi 

GRESIK,1minute.id – Kapal Mother Vessel atau MV Unitama Lily yang mengangkut 22 ribu ton konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia  berlayar dari Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Kamis, 13 Juni 2024.

Kapal yang memuat ribuan ton konsentrat tembaga itu diperkirakan akan sandar di Pelabuhan internasional Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu depan, 22 Juni 2024.

Pengiriman perdana konsentrat tembaga itu, menandai akan dimulai beroperasi smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK JIIPE pada Juni 2024 ini.

“Smelter PTFI di Gresik sudah siap beroperasi sehingga kami memulai pengiriman perdana konsentrat tembaga. Ini adalah momen penting bagi PTFI dan Indonesia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Jumat, 14 Juni 2024.

Adapun Kapal Mother Vessel (MV) Unitama Lily mengangkut total 22.000 ton konsentrat tembaga, dengan rincian sekitar 12.000 ton akan dimurnikan di Smelter PTFI dan 10.000 ton akan dikirim ke PT Smelting Gresik.

“Pengiriman perdana konsentrat ini merupakan momen penting bagi PTFI dan juga bagi Indonesia dimana seluruh konsentrat tembaga ini akan dimurnikan di dalam negeri, mewujudkan hilirisasi sebagai pijakan menuju Indonesia maju,” kata Tony. 

Tony menjelaskan konsentrat tembaga tersebut sebagai pasokan smelter yang akan segera beroperasi. Diperkirakan tiba di Pelabuhan Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik pada 22 Juni mendatang.

Setelah tiba di pelabuhan, konsentrat akan ditempatkan dalam Concentrate Barn sebelum diproses lebih lanjut nantinya pada saat masuk tahapan produksi di Flash Smelting Furnace atau FSF.

Secara garis besar terdapat tiga proses yang harus dilalui konsentrat sebelum menjadi lembaran katoda tembaga, yakni proses material handling konsentrat, proses peleburan di Furnace dan pemurnian di Electrorefinery. 

“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi  pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” tegas Tony.

Smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Pembangunannya dimulai Oktober 2021 dan telah selesai pembangunan sesuai jangka waktu yang ditetapkan pemerintah.

Smelter kedua PTFI ini merupakan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia dan akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. 

Smelter dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process. (yad)

Freeport Kirim Perdana 20 Ribu Ton Konsentrat Tembaga, Smelter baru PTFI Gresik Segera Beroperasi  Selengkapnya

Wamenaker Ajak Pekerja Smelter PTFI Sukseskan Hilirisasi

GRESIK,1minute.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meninjau proses pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik, Jawa Timur pada Senin, 18 Meret 2024. Wamenaker didampingi Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi berdialog dengan perwakilan karyawan Smelter PTFI. Ia mengatakan smelter PTFI ini adalah bagian penting dari hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. 

“Saat ini kita harus membangun hilirisasi. Dahulu kita hanya mengirimkan barang mentah, saat ini kita bisa mengolahnya di dalam negeri dan memberikan nilai tambah buat bangsa kita sendiri,” katanya. Wamenaker juga mengajak para pekerja bekerja dengan optimal sehingga turut berperan mendukung suksesnya program hilirisasi. “Harapannya smelter PTFI bisa berproduksi dengan baik dan bisa menjadi contoh baik bagi smelter perusahaan lain. Mewujudkan sistem perusahaan yang baik dan sistem menajerial perusahaan yang baik,” katanya. 

Afriansyah menitip pesan kepada pekerja agar selalu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja sesuai dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan pembangunan smelter PTFI saat ini sudah sesuai dengan target. Pihaknya optimis Smelter PTFI akan selesai tepat waktu hingga kapasitas produksi penuh pada Desember 2024.  Smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini memurnikan konsentrat tembaga dengan 

kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. Jenpino menambahkan keberadaan Smelter PTFI juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui penyerapan tenaga kerja. (yad)

Wamenaker Ajak Pekerja Smelter PTFI Sukseskan Hilirisasi Selengkapnya

Menaker Apresiasi 25 Juta Jam Kerja Selamat Proyek Pembangunan Smelter PTFI Gresik

GRESIK,1minute.id – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2024 dipusatkan di smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) Gresik, Jawa Timur.  Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah yang membuka Peringatan Bulan K3 pada Jumat, 12 Januari 2024.

Menaker Ida Fauziyah mengingatkan kembali akan pentingnya menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja untuk meningkatkan produktifitas, sehingga dapat meningkatkan daya saing. 

“Salah satu kunci penting dari pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul adalah dengan membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Dengan adanya budaya K3 yang unggul, maka angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan dapat ditekan, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja,” kata Menaker Ida Fauziyah. 

Kehadiran Menaker di smelter terbesar di Indonesia berada di Kawasan Ekonomi Khusus Java Industrial and Port Estate (KEK-JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik disambut oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi serta Kepala Teknik Tambang PTFI Carl Tauran. 

Menaker melanjutkan keberhasilan program K3 akan menekan kerugian, meningkatkan kualitas hidup dan indeks pembangunan manusia, menunjang pembangunan nasional, peningkatan daya saing nasional untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing nasional di era global. “Saya mengajak semua pemangku kepentingan melakukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan kemandirian berbudaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan,” katanya. 

BK3N 2024 mengangkat tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga  Keberlangsungan Usaha”. Bulan K3.berlangsung selama satu bulan, mulai  12 Januari-12 Februari 2024. Pembukaan BK3N 2024 di kawasan Smelter PTFI diawali senam pekerja sehat, pemeriksaan kesehatan, peragaan alat berat yang dilakukan oleh operator alat berat proyek Smelter PTFI, dilanjutkan dengan apel peringatan BK3N, serta atraksi pekerjaan dalam ruang terbatas (confined space).

Tinjau Smelter PTFI

Usai membuka BK3N 2024, Menaker meninjau proyek pembangunan smelter yang telah mencapai 90,5 persen, sesuai target linimasa kurva-S dari pemerintah. Ida mengapresiasi PT Freeport Indonesia atas capaian lebih dari 25 juta jam kerja selamat pada proyek pembangunan smelter PTFI. “Itu semua bisa terlaksana karena PT Freeport Indonesia telah melaksanakan syarat-syarat K3 sesuai ketentuan perundang-undangan, maka pelaksanaan Bulan K3 Nasional kami tempatkan di PT Freeport Indonesia,” kata Ida.

Pembangunan Smelter PTFI merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam hilirisasi tambang. Smelter akan mulai beroperasi pada akhir Mei 2024 dan secara bertahap akan meningkatkan produksi hingga mencapai kapasitas penuh pada Desember 2024. Pabrik peleburan dan pemurnian tembaga yang memiliki kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) konsentrat tembaga ini, akan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan aspek keselamatan adalah yang utama dalam seluruh kegiatan operasi PTFI. Setiap karyawan menjalankan nilai-nilai SINCERE dalam bekerja, dan menempatkan Safety sebagai prioritas utama. “Perusahaan memastikan karyawan menjunjung tinggi keselamatan dalam menjalankan setiap aktivitas perusahaan,” katanya.

SINCERE merupakan singkatan dari nilai-nilai inti perusahaan, yang terdiri dari Safety/Keselamatan, Integrity/Integritas, Commitment/Komitmen, Respect/Rasa Hormat, dan Excellence/ Keunggulan. Nilai-nilai ini menjadi pedoman perilaku yang diinternalisasi dalam bisnis dan budaya perusahaan, serta terintegrasi pada semua level unit bisnis.

Sementara itu peringatan BK3N 2024 juga berlangsung di area kerja PT Freeport Indonesia, di Kabupaten Mimika, Papua. Upacara BK3N 2024 dilaksanakan di area pabrik pengolahan bijih (SAG #3 Mile Post 74) dan dihadiri oleh perwakilan karyawan, kontraktor, dan perusahaan mitra PTFI.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran menyampaikan pesan serupa, menekankan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas. “Kerja sama yang erat antar karyawan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan budaya kerja yang sehat dan selamat. Masing-masing kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan diri kita, rekan kerja, dan seluruh entitas perusahaan kita bekerja dengan selamat,” kata Carl. (yad)

Menaker Apresiasi 25 Juta Jam Kerja Selamat Proyek Pembangunan Smelter PTFI Gresik Selengkapnya

Kementerian BUMN Optimis Smelter kedua Freeport Beroperasi Penuh Akhir 2024

GRESIK,1minute.id – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE),  Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 9 November 2023.

Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi PTFI yang telah menyelesaikan lebih dari 80 persen pembangunan smelter per akhir Oktober, sesuai target linimasa kurva-S dari pemerintah.

Dalam peninjauannya, Kartika Wirjoatmodjo sebagai perwakilan dari pemerintah menyampaikan proyek smelter PTFI sangat fundamental untuk meningkatkan daya saing Indonesia, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beberapa material utama untuk ekonomi Indonesia.

“PTFI salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar ke negara, dalam bentuk  pajak, royalti. Kita ingin produksi Freeport baik di hulunya, maupun nanti di smelternya benar-benar bisa sesuai harapan, termasuk juga emas dan logam mulia lainnya,” kata Kartika Wirjoatmodjo.

PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan guna penyelesaian konstruksi fisik pada akhir Desember 2023. Selanjutnya, akan melalui tahap pre-commissioning dan commissioning untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024 mendatang. Setelah beroperasi, smelter kedua ini akan mencapai kapasitas produksi penuh pada Desember 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direkur PTFI Tony Wenas menyampaikan tantangan utama dalam penyelesaian smelter yaitu proyek manajemen yang tidak mudah. “Menyangkut begitu banyak sub-kontraktor, melibatkan tenaga kerja yang banyak, bagaimana memadukannya  sehingga inline,” ujar Tony.

Tony menambahkan bahwa keberadaan smelter PTFI hingga kuartal III/2023 telah berkontribusi terhadap nilai realisasi investasi untuk hilirisasi. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi untuk hilirisasi di sektor mineral senilai Rp 151,7 triliun dimana tembaga memberikan kontribusi sebesar Rp 47,6 triliun. 

Dengan sumber daya yang ada di Indonesia serta dengan program percepatan investasi, Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pertambangan dan hilirisasi. “Sudah banyak investasi yang mau masuk di Indonesia untuk membuat value added yang akan lebih banyak lagi. Demand produk tambang akan semakin tinggi dan ini merupakan peluang dan Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan di dunia,” kata Tony Wenas.

Dalam pembangunan smelter kedua ini, PTFI telah menanamkan investasi hingga USD 2,9 miliar atau setara Rp 43 triliun per akhir Oktober 2023, dari total anggaran USD 3 miliar. Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (yad)

Kementerian BUMN Optimis Smelter kedua Freeport Beroperasi Penuh Akhir 2024 Selengkapnya

Rekom Desa Gratis, Calon Naker Proyek Smelter Diduga Dipungut Biaya, Warga Protes

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ngeluruk balai desa setempat pada Senin, 20 Februari 2023. Mayoritas pemuda dan emak-emak. 

Mereka berbondong-bondong ke balai desa untuk menuntut transparasi rekrutmen satpam  dan pengelolaan limbah konstruksi proyek smelter, PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar. 

Menurut Robi Binur, perwakilan pemuda setempat mengungkapkan, sistem rekrutmen tenaga satpam untuk proyek smelter tidak transparan. Warga pun resah. Pasalnya, ulah oknum yang diduga melakukan penarikan biaya kepada setiap warga yang melamar kerja. Oknum tersebut melakukan penarikan biaya kepada setiap calon tenaga kerja dengan dalih untuk pelatihan. Biaya pun variatif. Ada yang sampai Rp 21 juta per orang. 

“Kami ingin meminta kejelasan terkait adanya biaya dalam perekrutan tenaga kerja, khususnya lowongan kerja satpam. Ada yang dikenakan biaya Rp 8 juta sampai Rp 21 juta dengan dalih pelatihan satpam,” ujar Robi Binur perwakilan pemuda setempat pada Senin, 20 Februari 2023.

“Kalau memang ada biaya untuk pelatihan atau sertifikasi satpam gak apa-apa. Tapi kenapa kok sampai beda-beda dan nilainya sangat besar. Ini namanya pungli. Bahkan ada yang sudah bayar tapi tidak kunjung dipekerjakan,” imbuhnya. Binur tidak menyebutkan identitas oknum warga yang melakukan penarikan biaya rekrutmen itu. 

Mengenai tuntutan warga tersebut, Kepala Desa Karangrejo Muhammad Miftahul Ilmi mengaku tidak tahu perihal adanya dugaan penarikan biaya yang dilakukan oleh oknum warganya dalam rekrutmen tenaga kerja proyek smelter Freeport. 

“Kalau pemerintah desa tidak tahu menahu soal itu (penarikan biaya, red), kami hanya memberikan ACC tanda tangan bagi setiap warga yang mau melamar kerja ke Freeport,” jelasnya. 

Namun, dirinya tidak menampik jika terdapat potensi adanya pungli. Meski mekanisme perekrutan tenaga kerja proyek smelter Freeport saat ini sudah melalui aplikasi MS Pedia sejak Januari 2023. 

“Sekarang ini pendaftaran sudah lewat MS Pedia sejak Februari. Tapi yah namanya manusia pasti ada kayak-kayak gitu, yang pasti surat rekom yang kami tandatangani untuk setiap warga yang melamar itu free tanpa biaya,” pungkasnya. (yad)

Rekom Desa Gratis, Calon Naker Proyek Smelter Diduga Dipungut Biaya, Warga Protes Selengkapnya

Sebulan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia, Kini Mencapai 8 Persen

GRESIK,1minute.id – Pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar, Gresik terus dikebut. Progres proyek pabrik peleburan tembaga dan emas sejak dicanangkan pada 12 Oktober lalu oleh Presiden Joko Widodo itu, menunjukkan tren kemajuan.

”Saat ini progres pekerjaan sudah 8 persen,”kata VP Corporation Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama dalam Coffee Morning di AstonInn, Gresik Kota Baru (GKB) Gresik pada 26 November 2021.

Sebanyak 1.800 tiang panjang telah dibenamkan di lahan proyek yang dikerjakan oleh PT Chiyoda  International Indonesia (CII) itu. Pekerjaan saat ini berfokus pada pemadatan lahan smelter tersebut. Smelter ini bakal mengolah 1,7 juta ton konsetrat tembaga  dan 480 ribu ton logam tembaga per tahun. Selama pembangunan proyek smelter itu akan dibutuhkan 40 ribu tenaga kerja.

”Tapi, saat operasi nanti hanya bisa menyerap seribu tenaga kerja,”kata Riza. Karena pabrik pengolahan konsentrat menjadi tembaga menggunakan teknologi modern. ”Tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya kualifikasi high skill,”imbuhnya.

Riza menyebut pembangunan smelter akan kurang menguntungkan bila pemerintah tidak mendorong terjadinya hilirisasi usaha. Pabrik pendukung itu,bisa pabrik mobil listrik, pabrik smartphone dan lainnya yang membutuhkan bahan baku tembaga.”Smelter Freeport ini ibaratnya menyediakan bahan dasarnya saja,”katanya.

Investasi pembangunan smelter ini mencapai USD 4 miliar atau setara Rp 42 triliun. Mengapa di Gresik? Riza menyebut, Gresik sebagai lokasi pabrik smelter karena memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain, limbah asam sulfat digunakan untuk bahan baku pembuatan pupuk. Limbah lainnya diserap untuk pabrik semen. 

”Selain itu, pasokan listrik di Jawa Timur masih cukup besar,”katanya. Smelter  dengan desain single line ini terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Seperti diberitakan, perusahaan smelter terbesar PT Freeport Indonesia (PTFI) menempati lahan di JIIPE. Perusahaan smelter ini memiliki kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta 480 ribu ton logam tembaga serta fasilitas precious metal refinery (PMR). Perusahaan tersebut memiliki desain single line terbesar di dunia. Dari desain single line itu, PTFI mampu menghasilkan 600 ribu koper per tahun. (yad)

Sebulan Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia, Kini Mencapai 8 Persen Selengkapnya

Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter

Proyek Smelter PT Freeport Indonesia berlokasi di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jatim dalam pada 2019 ( foto : ist)

GRESIK,1minute.id  – PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021. 

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.  

“Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018. Di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja,”ujar Presiden Direktur PTFI  Tony Wenas pada Kamis, 15 Juli 2021.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.  

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar. Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional. 

”Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu,”kataNaoto.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan  barang material  konstruksi.  Selain  itu,  persiapan  pelaksanaan  vaksinasi  COVID di  lapangan  bagi  para  pekerja  konstruksi.  

Vaksinas Covid-19  pun  tengah  dilakukan. Dan, akan  dilakukan  secara  bertahap  dan diproyeksikan  akan  membutuhkan  sekitar  40  ribu  dosis  vaksin  Covid-19. 

Direktur  Jenderal  Mineral  dan  Batubara  Kementerian  Energi  dan  Sumber Daya Mineral  Ridwan Djamaluddin menyambut baik  penandatanganan  kontrak  antara  k edua  belah  pihak.

“Penandatanganan  ini  menjadi  energi  positif  di  tengah  berbagai  tantangan  yang  sedang Indonesia  hadapi. Pemerintah  melalui  Kementerian  ESDM dan akan  terus  bekerja  sama  dengan  PTFI  untuk mendorong  akselerasi  dari  pro y ek ini, membantu  memastikan  pengerjaan  proyek  ini dapat  diselesaikan  tepat  waktu,” ujar  Ridwan. (yad)

Energi Positif Ditengah Pandemi, PTFI dan Chiyoda International Indonesia Teken MoU EPC Proyek Smelter Selengkapnya

Ridwan Hisjam : Selama Belum Digedok ada Kesempatan Memperjuangan Pembangunan Smelter Tetap di Gresik


GRESIK,1minute.id – Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dan anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam serta pengurus DPD Partai Golkar Gresik berkunjung ke kediaman Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Mereka datang membawa misi khusus. Selain menyerukan dukungan menyukseskan Program Nawa Karsa Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, juga memperjuangkan proyek nasional di wilayah Jawa Timur. Salah satunya pembangunan Smelter di wilayah Kecamatan Manyar, Gresik. 

Menurut Ridwan Hisjam, rencana pembangunan Smelter di Gresik sudah cukup lama. Bahkan proses pembangunan sudah dilakukan. Meski, sampai saat ini tersendat karena persoalan ekonomi akibat pandemi corona.

Keterlambatan proyek tersebut, tambahnya, muncul upaya dari sejumlah orang  berusaha menggeser dan memindah pembangunan smelter ke wilayah Halmahera, Maluku Utara. “Salah satu pembicaraan dengan Bupati Gresik adalah mempertahankan proyek tersebut. Karena keberadaan Smelter di Gresik mampu menyerap 10 ribu tenaga kerja,”ujar anggota Komisi VII DPR RI itu usai silaturahmi kepada wartawan.

Mantan Ketua DPW Partai Golkar Jatim menambahkan, pihaknya terus berupaya mempertahankan pembangunam Smelter di Gresik karena memiliki dampak positif luar biasa bagi Gresik dan Jawa Timur.  Multiplier Effect dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. “Semuanya akan berdampak pada masyarakat Gresik dan sekitarnya,” katanya. 

Sampai saat ini, komisinya terus memperjuangan persoalan itu. Meski harus melawan tokoh yang berniat memindahkan ke tempat lain. “Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Freeport agar tetap mempertahankan di Gresik. Karena itu telah dirintas lama sejak saya menjadi Ketua DPRD Jatim periode 2004 – 2009,”ungkapnya. 

Ridwan Hisjam optimistis pembangunan smelter tetap di Gresik. “Selama belum di kedok, masih ada kesempatan memperjuangan hal itu. Di Gresik sendiri lahannya sudah siap, semua draf kerja juga berjalan. Sementara di daerah lain belum ada apa-apa,”katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kedatangan tokoh Partai Golkar bertujuan mendukung semua program pemerintah kabupaten Gresik. Terkait Smelter, tambah Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani, pihaknya telah meminta dukungan semua pihak. Mulai dari Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, DPR RI supaya Smelter tetap dibangun di Gresik. “Karena harapan kami ada manfaat bagi masyarakat,”kata Gus Yani. (yad)

Ridwan Hisjam : Selama Belum Digedok ada Kesempatan Memperjuangan Pembangunan Smelter Tetap di Gresik Selengkapnya