Inspeksi Lokasi Kebakaran, Bos Smelter Tony Wenas, Freeport Indonesia Siapkan Pendampingan Psikolog untuk Karyawan

GRESIK,1minute.id – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas melakukan inspeksi ke lokasi kebakaran Common Gas Cleaning Plant, Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Bos smelter itu melihat dari dekat kondisi unit penghasil asam sulfat yang masih terpasang pita plastik berwarna kuning dengan tulisan  garis polisi, dilarang melintas itu. Tidak aktivitas di lokasi yang terbakar pada Senin, 14 Oktober 2024 sekitar pukul 17.45 WIB itu. 

“Saya melihat langsung bagaimana situasi terkini di lokasi kebakaran. Fokus kami saat ini adalah proses asesmen berjalan lancar dan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Tony usai melakukan inspeksi didampingi Kepala Teknik Tambang Carl Tauran dan Executive Vice President Corporate Planning & Business Strategy Horst Garz dalam siaran pers melalui  WhatsApp Grup atau WAG pada Minggu, 20 Oktober 2024.

Tony mengatakan ada beberapa catatan penting dalam peristiwa ini. Pertama, dari sisi Safety. Aspek ini merupakan poin pertama dari nilai-nilai perusahaan yang wajib dijunjung tinggi seluruh karyawan dan kontraktor PTFI yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, Excellence (SINCERE). 

Ia bersyukur seluruh karyawan dan kontraktor menjalankan dan menjadikan Safety sebagai pedoman, sehingga ketika terjadi insiden di tempat kerja, tidak ada korban jiwa. 

“Dalam peristiwa ini tidak ada satu pun karyawan yang dilaporkan mengalami cedera. Ini yang betul-betul kami jaga, bahwa dari sisi safety atau keamanan berhasil diterapkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Artinya kita betul-betul menerapkan standar kerja yang aman di smelter ini,” kata Tony. 

Kedua, pada awal 2024 PTFI telah melakukan semua tahapan commissioning, menjalankan  beberapa kali tahapan pengujian dan sudah melewati tahapan trial and error selama beberapa bulan dari mulai bulan Juni untuk memastikan Smelter PTFI dapat beroperasi dengan aman dan optimal.

“Artinya setiap tahapan kami lakukan dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan. Dari kejadian ini Freeport Indonesia akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya. 

Ketiga, Tony juga mengapresiasi keberhasilan dalam upaya penanggulangan kebakaran tak lepas dari kerja keras Tim Tanggap Darurat PTFI yang bergerak cepat dan tepat. “Seluruh tim terkoordinasi dengan baik sebagai satu kesatuan One Freeport, melibatkan tim dari Gresik, Papua, dan Jakarta untuk mengatasi sehingga api berhasil dikendalikan dalam waktu cepat,” katanya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan gotong royong semua pihak sehingga proses penanggulangan kebakaran bisa terlaksana secara tepat dan terpadu. Total sebanyak 45 orang terjun dalam upaya pemadaman api, terdiri dari Tim Tanggap Darurat PTFI, didukung Tim Pemadam Kebakaran dari Pemkab Gresik, Pemkot Surabaya, Pemprov Katim, Petrokimia Gresik, JIIPE, Kawasan Industri Maspion, dan segenap aparat keamanan. 

Keempat, untuk memastikan kondisi para karyawan pascakebakaran, PTFI menyiapkan  pendampingan khusus oleh psikolog. Karyawan dimaksud adalah yang berada di lokasi kejadian kebakaran. “Melalui asesmen dan pendampingan yang intensif, kami ingin memastikan mereka merasa nyaman, rileks, dan dapat kembali bekerja dengan baik,” katanya. 

“Saya berharap kita dapat melakukan evaluasi ini dengan cepat dan tepat sehingga bisa melanjutkan operasi Smelter PTFI. Hal ini penting bukan hanya bagi PTFI tetapi juga penting untuk bangsa dan negara,” katanya. 

Pintu Keselamatan

Selain melakukan inspeksi, Tony Wenas juga meresmikan Masjid Babussalam yang berada di area Smelter PTFI. Masjid yang bermakna Pintu Keselamatan ini berkapasitas 1.000 orang dan merupakan fasilitas ibadah yang dibangun Freeport Indonesia untuk karyawan dan kontraktor. 

“Peresmian Masjid Babussalam yang bermakna ‘pintu keselamatan’ ini merupakan simbol bahwa PTFI menerapkan pentingnya keselamatan dan juga sesuai dengan SINCERE sebagai nilai-nilai perusahaan,” kata Tony. 

Mengakhiri sambutannya saat meresmikan masjid, Tony berharap Masjid Babussalam tidak hanya menjadi tempat beribadah bagi karyawan, tetapi juga ruang untuk memperkuat 

kebersamaan dan semangat positif di lingkungan kerja, serta meningkatkan kualitas diri setiap individu sehingga seluruh karyawan dapat terus berkarya bagi kebaikan Freeport Indonesia dan bangsa Indonesia. “Selamat atas peresmian Masjid Babussalam, semoga membawa berkah bagi kita semua,” katanya. (yad)

Inspeksi Lokasi Kebakaran, Bos Smelter Tony Wenas, Freeport Indonesia Siapkan Pendampingan Psikolog untuk Karyawan Selengkapnya

Pabrik Asam Sulfat Smelter Freeport Indonesia di Gresik Terbakar

GRESIK1minute.id – Pabrik asam sulfat smelter PT Freeport Indonesia terbakar pada Senin sore, 14 Oktober 2024. Asap hitam akibat terbakarnya pabrik yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIPPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat hingga radius 2 kilometer.

Dalam video yang beredar di sejumlah  WhatApps Grup atau WAG kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Dalam video terdengar suara ledakan cukup keras. Ledakan itu membuat sejumlah pekerja panik. Pekerja yang memakai seragam lapangan atau wearpack yang populer dengan sebutan katelpak bergegas dievakuasi menggunakan bus menuju tempat aman. 

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia atah PTFI Katri Krisnati membenarkan adanya kejadian kebakaran di Pabrik Asam Sulfat Smelti PTFI. Tim tanggap darurat PTFI bergerak cepat menangani dan sedang berusaha memadamkan api tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keselamatan para karyawan merupakan prioritas kami,” kata Katri Krisnati melalui pesan WAG pada Senin, 14 Oktober 2024.

Kebakaran pabrik asam sulfat smelter PTFI ini terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Pabrik ini diresmikan oleh Presiden Joko Wudodo atau Jokowi pada 23 September 2024. Pabrik smelter terbesar di dunia direncanakan berproduksi secara penuh akhir Desember 2024 mendatang. (yad)

Pabrik Asam Sulfat Smelter Freeport Indonesia di Gresik Terbakar Selengkapnya

Smelter Freeport Beroperasi, Agustus Mulai Produksi 

GRESIK,1minute.id – Smelter Freeport Indonesia resmi beroperasi pada Kamis. 27 Juni 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang meresmikan smelter terbesar di dunia itu. Airlangga didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswantono.

Seremonial peresmian dipusatkan di depan area tangki asam sulfat yang berada dalam kawasan smelter di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

“Pabrik yang saya sebut extraordinary. Luar biasa dalam waktu 30 bulan sejak kita groundbreaking oleh Pak Presiden bisa (selesai pembangunan) on time. Ini luar biasa,” kata  Airlangga dalam sambutannya. 

Ia mengatakan pembangunan smelter Freeport adalah bagian dari perjanjian Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Proses pembangunan berlangsung tepat waktu dimana saat ini telah mulai beroperasi dan berproduksi pada Agustus hingga mencapai kapasitas penuh pada Desember 2024. 

“Jadi ini (smelter) sangat tepat waktu karena sekarang renewable energy menjadi tren dan butuh critical mineral salah satunya copper,” kata Menko. Ia mengatakan dengan adanya smelter PTFI ini, maka aktivitas penambangan sampai proses pemurnian berlangsung di dalam negeri. Diharapkan hal ini berdampak positif bagi perekonomian di tanah air, dimana nilai tambah hasil tambang akan dinikmati di dalam negeri. 

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bahagia dengan smelter Freeport yang mulai beroperasi sebab proses pembangunannya menghadapi sejumlah tantangan. 

“Hari ini saya berbahagia dan bersyukur karena ini perjalanan panjang. Saya tahu betul membangun smelter ini tidak gampang, sempat mau digeser, dinamikanya minta ampun. Pada 2021, saat kita putuskan segera membangun, ada pandemi COVID-19. Namun hari ini kita bisa sama-sama menyaksikan smelter ini (mulai beroperasi). Ini pembuktian manajemen Freeportmewujudkan komitmen implementasi syarat IUPK,” kata Bahlil.

Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Suswantono mengatakan Kementerian ESDM memonitor dan memantau pembangunan smelter Freeport. “Dengan adanya peresmian operasi smelter Freeport di Gresik ini maka menandai dimulainya hilirisasi mineral yang merupakan arahan Bapak Presiden (Joko Widodo). Alhamdulillah Freeport, Kabupaten Gresik, Pemprov Jatim ikut mendukung sehingga pembangunan smelter Freeport selesai tepat waktu dan ini menandai dimulainya hilirisasi mineral di negara kita,” kata Bambang.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter baru ini merupakan komitmen PT Freeport Indonesia mendukung kebijakan hilirisasi mineral tembaga yang dicanangkan pemerintah.

Ia mengatakan tembaga kedepannya akan sangat dibutuhkan oleh dunia. Negara lain sedang berlomba dalam transisi energi, akan membutuhkan tembaga yang sangat banyak. 

“Apa yang dicanangkan Pak Presiden dalam IUPK untuk membangun satu smelter baru lagi adalah intuisi yang tepat. Permintaan tembaga dunia akan meningkat terus, mempercepat pembentukan ekosistem electric vehicle, mempercepat Indonesia emas,” katanya.

Setelah prosesi seremonial yang juga dihadiri Pj. Sekdaprov Jawa Timur Bobby Soemiarsono, serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilanjutkan peninjauan pabrik.

Untuk diketahui, smelter baru PTFI mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton per tahun. Selain menghasilkan katoda tembaga, smelter juga menghasilkan lumpur anoda yang selanjutnya dimurnikan di Precious Metal Refinery (PMR) menjadi emas dan perak batangan, serta Platinum Group Metals (PGM).

Hingga akhir Mei 2024, investasi PTFI untuk pembangunan smelter tembaga dengan desainsingle line terbesar di dunia ini telah mencapai USD 3,67 miliar atau sekitar Rp 58 triliun. (yad)

Smelter Freeport Beroperasi, Agustus Mulai Produksi  Selengkapnya

Presdir PTFI Tony Wenas : Smelter Freeport Indonesia di Gresik Siap Beroperasi Juni 2024

GRESIK,1minute.id – Presiden Direktur atau Presdir PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengunjungi proyek smelter PTFI dan memastikan Smelter PTFI di kawasan Java Integreted and Industrial Port Estate atau IIPE , Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur siap beroperasi pada Juni 2024.

“Hari ini saya berkunjung ke Smelter untuk memantau perkembangan penyelesaian  pembangunan Smelter PTFI. Saat ini kami tengah melakukan proses commissioning yaitu pengujian, percobaan, trial, untuk memastikan peralatan dan sistem yang didesain, diinstal, dan dioperasikan sudah sesuai sebagai upaya menyelesaikan proyek smelter ini untuk selesai secara substansial. Diharapkan pada bulan Juni sudah bisa beroperasi,” kata Tony pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Ia menjelaskan pembangunan smelter merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan mendukung kebijakan hilirisasi industri yang dicanangkan oleh pemerintah.

Proyek smelter kedua PTFI yang dibangun sejak Oktober 2021 ini dirancang mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas peleburan konsentrat tembaga sebesar 1.7 juta ton per tahun, yang menjadikan smelter ini sebagai tempat pemurnian tembaga dengan desain terbesar di dunia. 

Smelter dilengkapi Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Waste Water Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process.

Saat ini konsentrat hasil produksi PTFI sebesar 60% di ekspor dan sisanya 40% dimurnikan di dalam negeri melalui PT Smelting di Gresik Jawa Timur menjadi katoda tembaga. Namun lumpur anodanya yang mengandung emas dan perak masih di ekspor. 

Nantinya jika smelter kedua ini beroperasi, pemurnian lumpur anoda 100% akan dilakukan di dalam negeri. “Tentunya terdapat banyak tantangan dalam menyelesaikan smelter tembaga single-line dengan desain terbesar di dunia. Namun tim proyek smelter, kontraktor dan sub kontraktor sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Begitu juga dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah kepada PTFI agar dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” kata Tony. (yad)

Presdir PTFI Tony Wenas : Smelter Freeport Indonesia di Gresik Siap Beroperasi Juni 2024 Selengkapnya

Menteri ESDM Arifin Tasrif : Smelter Freeport Beroperasi Juni 2024

GRESIK,1minute.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan JIIPE, Gresik, Jawa Timur siap beroperasi pada Juni 2024. “Progres pembangunan smelter ini sesuai rencana. Saya apresiasi kesungguhan Freeport dalam mendukung kebijakan hilirisasi tambang. Saya optimistis Smelter PTFI dapat beroperasi pada Juni 2024,” kata Arifin kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Smelter PTFI pada Kamis, 29 Februari 2024.

Arifin mengatakan pembangunan pabrik pemurnian tembaga PTFI ini merupakan bagian dari program percepatan hilirisasi tambang yang dicanangkan pemerintah. Sebagai langkah penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. 

Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi dalam kesempatan yang sama mengatakan pembangunan smelter berjalan lancar dan sesuai target. “Progres pembangunan smelter saat ini sesuai dengan rencana dan siap beroperasi di bulan Juni 2024. Smelter PTFI akan mulai berproduksi di Agustus 2024 dan selanjutnya ramp up mencapai kapasitas penuh pada akhir Desember 2024,” kata Jenpino.

Untuk diketahui, pembangunan Smelter ini merupakan mandat Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI. Smelter berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

PTFI telah menanamkan investasi hingga USD 3,1 miliar atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023. Ini merupakan smelter kedua PTFI. Smelter pertama dibangun pada 1996 dan dikelola oleh PT Smelting.

Smelter tembaga dengan Design Single Line terbesar di dunia ini nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. Produk utama smelter adalah katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, serta PGM (Platinum Group Metal). 

Produk samping antara lain asam sulfat, gipsum, dan timbal. “Setelah smelter beroperasi penuh pada akhir 2024, seluruh hasil tambang PTFI akan dimurnikan di dalam negeri. Hal ini akan meningkatkan nilai tambah dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi penerimaan negara,” tutup Jenpino. (yad)

Menteri ESDM Arifin Tasrif : Smelter Freeport Beroperasi Juni 2024 Selengkapnya

Presiden Jokowi : Smelter Freeport Pondasi menjadi Negara Maju, Kini Bertumpu Produksi 

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa 20 Juni 2023. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi mengapresiasi PTFI yang telah menyelesaikan 72,5 persen pembangunan smelter dari target 74,27 persen pada akhir Juni, sesuai dengan linimasa kurva-S dari pemerintah.

Dalam peninjauannya ke proyek smelter PTFI, Presiden Joko Widodo menyampaikan turunan dari hasil smelter ini akan terintegrasi menjadi barang jadi dengan ekosistem besar, salah satunya ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, hal tersebut dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju.

“Kedepan kita memiliki daya saing. Smelter merupakan pondasi untuk menjadi negara maju karena dari yang bertumpu pada konsumsi, sekarang bertumpu pada produksi,” kata Presiden RI Joko Widodo.

PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang mencakup concrete beton smelter, instalasi baja, pembangunan jetty dan wharf pelabuhan, serta pembangunan fasilitas desalinasi. Pembangunan konstruksi fisik akan selesai pada akhir Desember 2023, kemudian akan melalui tahap pre-commissioning dan commissioning selama lima bulan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan bahwa capaian pembangunan yang diraih hingga kini tidak terlepas dari dukungan luar biasa pemerintah, mitra perusahaan, dan putra-putri terbaik bangsa, khususnya masyarakat Gresik. “Smelter ini akan memungkinkan PTFI untuk mendukung percepatan pengembangan industri hilir, transformasi ekonomi nasional, serta agenda ekosistem kendaraan listrik,” kata Tony Wenas.

Pembangunan smelter PTFI ini bernilai USD 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun dan hingga saat ini proyek ini telah menghabiskan USD 2,2 miliar atau setara Rp 33 triliun. Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produk 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (yad)

Presiden Jokowi : Smelter Freeport Pondasi menjadi Negara Maju, Kini Bertumpu Produksi  Selengkapnya