Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.

Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya. 

Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.

Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.

Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar. 

DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub. 

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati  menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya. 

Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)

Spenda Gresik Launching JADIGURU, Aplikasi Jurnal Digital Guru Pertama di Gresik  Selengkapnya

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik resmi melarang penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik pada tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto dalam keterangannya menjelaskan, hal yang melatarbelakangi instansinya mengeluarkan surat edaran ini adalah adanya masukan dan keresahan dari berbagai pihak terkait penggunaan sepeda listrik oleh peserta didik.

“Ini dikuatkan juga dengan Permenhub No.45 tahun 2020 yang mengatur tentang penggunaan kendaraan yang berpenggerak motor listrik. Dengan adanya Permenhub ini, masyarakat kemudian mendorong Dinas Pendidikan mengkaji penggunaan sepeda listrik bagi peserta didik,” ujar usai menghadiri acara Bimbingan Teknik (Bintek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 18 Maret 2024.

“Dari antisipasi ini, kita harapkan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bagi peserta didik,” tegasnya.

DEKLARASI : Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto (tengah) didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim (kanan) dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Dalam surat edaran Dinas Pendidikan Gresik tersebut, ada empat poin yang diatur. Diantaranya, larangan bagi peserta didik untuk membawa sepeda listrik untuk transportasi ke sekolah. Berikutnya, dijelaskan bahwa pihak sekolah berhak menyita sepeda listrik apabila peserta didik kedapatan membawa sepeda listrik ke sekolah.

Pihak sekolah juga akan memberikan teguran secara tertulis dan wali murid diharuskan menandatangani surat pernyataan agar peserta didik tidak melakukan pelanggaran lagi. Langkah terakhir, bagi peserta didik yang melanggar sebanyak tiga kali, akan disarankan untuk pindah sekolah ke lokasi terdekat.

Hariyanto juga merupakan langkah preventif bagi permasalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik. (yad)

Sayang Anak, Dispendik Gresik Larang Siswa SD-SMP Mengendarai Sepeda Listrik ke Sekolah  Selengkapnya

Gelar Karya Gaya Hidup Berkelanjutan, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Ubah Simping jadi Damarkurung 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik kembali memamerkan hasil karya siswa. Gelar karya siswa hasil pembelajaran di sekolah dipamarkan selama dua hari, mulai Jumat, 23 Juni 2023. 

Gelar karya siswa kelas VII di sekolah berpredikat Adiwiyata Mandiri itu mengusung tema : Gaya Hidup berkelanjutan “Sampahku, Tanggungjawabku”. Semua karya memanfaatkan bahan bekas atau sampah. Bisa sampah yang di sekolah, seperti botol , kertas. Ada juga memanfaatkan sampah dari sekitar sekolah atau tempat tinggal siswa. Siswa kelas VII-C, misalnya. 

Mayoritas siswa di kelas Tahfidz ini, tinggal di pesisir kelurahan Lumpur, Kemuteran dan Kroman. Mereka membuat karya dari bahan kerang-kerangan. Ditangan mereka, barang selama dianggap sampah itu bisa diubah aneka hiasan yang menarik. Diantaranya, Damarkurung. Cangkang kerang simping ditempelkan pada bagian kayu berbentuk kubus itu. 

“Cangkang simping banyak di sekitar Lumpur dan Kroman,” ujar seorang siswa. Simping ialah moluska bivalvia dari famili Pectinidae yang hidup di perairan laut, kosmopolitan, dan bernilai ekonomi sebagai sumber makanan dan bahan kerajinan. Simping dianggap kerang yang paling aman untuk dimakan mentah. Beberapa simping yang warna cangkangnya terang dijadikan bahan baku kerajinan dari kerang. 

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim mengatakan, gelar karya menampilkan  produk pembelajaran di kelas. “Tujuannya,  mewujudkan anak-anak yang kreatif dan cerdas,” kata Salim pada Jumat, 23 Juni 2023. 

Selain itu, kata Salim, pameran gelar karya ini wadah siswa untuk bisa saling menghargai karya mereka. “Selain itu, sebagai wadah pembelajaran untuk mempraktikkan produk untuk dikenalkan kepada khalayak yang ada di lingkungan sekitar kita,” ujarnya. 

Tema yang diusung adalah Gaya Hidup Berkelanjutan “Sampahku, Tanggungjawabku”.  “Mereka bisa mengkreasikan sendiri karyanya bahan sampah apa yang mereka pilih. Muncullah produk,” katanya.  Gelar karya berlangsung selama dua hari. “Pada hari Sabtu (hari ini) wali siswa bisa menikmati karya anaknya ketika mengambil rapor kenaikan kelas,” tegasnya. (yad)

Gelar Karya Gaya Hidup Berkelanjutan, Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Ubah Simping jadi Damarkurung  Selengkapnya

Menggali Kreativitas Siswa, Spenda Gresik Gelar Pentas Karya dan Seni Religi

GRESIK,1minute.id – Pentas Kreasi dan Seni  digelar oleh UPT SMP Negeri 2 (Spenda)] Gresik . Selama dua hari, mulai Jumat, 4 November 2022. Ajang mengasah bakat dan menggali kreativitas peserta didik diawali di Poedak Galery di Jalan Pahlawan, Gresik. 

Di pusat kuliner dan tempat pamer produk UMKM ini, siswa menggelar karyanya berupa jajanan Gresik Kekinian sebagai pengembangan proyek profil pelajar Pancasila (P5). Event kali pertama diluar sekolah ini kerja bareng Guru Pendidikan Seni dengan Diskoperindag Gresik diikuti seluruh siswa kelas VII itu. Suasana Poedak Galery riuh mulai pagi sampai sore hari ini diberi label Panen Karya Pramuka Produktif Pangkalan Spenda. “Ini Cipta ide kewirausahaan abad 21 Makanan khas Gresik Kekinian,”kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim pada Sabtu, 5 November 2022. 

Sementara itu, Pentas Seni di halaman sekolah lebih heboh lagi. Sebab, ajang adu kreativitas siswa di bidang seni, salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tuggu oleh guru dan siswa. Di kegiatan itu siswa bisa menyalurkan kreativitas, menjadi salah satu penguatan pendidikan karakter, sebagai program pemerintah yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan di sekolah berlokasi di Jalan K.H.Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu.

Kesenian yang mereka tampilkan juga beragam. Diantaranya, Pencak Silat Pagar Nusa , Karaoke, Yel-yel Adiwiyata, Kick off Suporter, Band Musik, Tari Danarkurung. Kemudian, Salawat, Kasidah Albanjari, hingga Barongsai.

PENTAS SENI : Pentas Seni dan Inaugurasi PLP mahasiswa di halaman UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Sabtu, 5 November 2022 ( Foto: SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)

“Semua karya seni itu, berdasarkan pilihan siswa masing-masing sesuai dengan kompetensi di bidang seni, dan didukung oleh minat dan bakat yang mereka miliki,”terang Salim. Dalam Pesta Seni dilanjutkan dengan 

penutupan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) mahasiswa dari dua perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tampak hadir dalam 

pentas inaugurasi penutupan PLP ini adalah DR Yuni Arifadah dari UINSA dan DR Zainul Aminin dari UNESA. “Terima kasih kepada SMP Negeri 2 Gresik atas bimbingan yang diberikan kepada 24 mahasiswa PLP yang praktik,”kata Zainul. (yad)

Menggali Kreativitas Siswa, Spenda Gresik Gelar Pentas Karya dan Seni Religi Selengkapnya