Khidmat, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik, Bupati Gresik Serahkan Penghargaan SSK Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik berlangsung khidmat pada Senin, 17 Agustus 2026. Inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Upacara diawali pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik.

Usai upacara, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan dedikasi mereka.

Selain tanda kehormatan,  Bupati Fandi Akhmad Yani juga menyerahkan penghargaan kepada Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) 2025 terbanyak untuk Kecamatan Cerme, kemudian TPA inspiratif area permukiman tingkat nasional untuk TPA Taat, Desa Suci Kecamatan Manyar. 

Penghargaan juga turut diserahkan untuk pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) metode operatif wanita terbanyak kepada Rumah Sakit Denisa serta penghargaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) klasifikasi paripurna adalah tingkat tertinggi bagi sekolah yang sukses memasukkan ilmu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam pelajaran, punya pojok kependudukan yang aktif, serta memenuhi semua syarat penilikan dari BKKBN.

Pemkab Gresik juga menyerahkan empat unit ambulans masing-masing kepada Puskesmas Bungah, Puskesmas Sangkapura, Puskesmas Wringinanom, dan Puskesmas Gending. Ambulans tersebut diharapkan memperkuat pelayanan dan penanganan kesehatan bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Yani didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Banjarsari Kecamatan Cerme juga turut menyerahkan remisi kemerdekaan kepada dua warga binaan pemasyarakatan. Terakhir, Bupati Yani menyerahkan juara lomba Mini Soccer dan Padel antar-OPD dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Nonton Bareng (Nobar) siaran langsung peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dari Istana Negara, Jakarta. Bupati Gresik bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, dan tamu undangan menyaksikan prosesi kenegaraan tersebut dalam suasana khidmat penuh kebersamaan. 

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, terimakasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. ” Kami sangat bangga dan terima kasih bapak Bupati ( Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red). Tahun ini hanya SPENDA sekolah yang mendapatkan penghargaan di HUT ke-81 RI 2026,” kata Salim usai menerima penghargaan melalui pesan WhatsApp kepada 1minute.id pada Senin, 17 Agustus 2026.

Penghargaan ini, imbuhnya, akan menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi. “Untuk kedepannya sekolah akan berinovasi dengan penggunaan aplikasi poskadu ( pojok sekolah siaga kependudukan) yang di dalamnya terintegrasi kerjasama layanan konsultasi dengan Dispenduk, komisi pemberdayaan perempuan dan anak MUI Gresik, Bimbingan Remaja Usia Sekolah/Brus KUA Gresik, KBPPA dan GENRE Gresik,” katanya.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Khidmat, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik, Bupati Gresik Serahkan Penghargaan SSK Klasifikasi Paripurna kepada SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

MUI Goes to School, Bekali Pelajar SMPN 2 Gresik Pentingnya Jaga Diri, Jaga Hati di Usia Remaja

GRESIK,1minute.id – Masa remaja menjadi fase penting dalam pembentukan karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu, pelajar perlu dibekali pemahaman agama serta kesadaran untuk menjaga diri dari berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik Hj. Hajar Idris dalam kegiatan MUI Gresik Goes to School di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa di halaman sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini diinisiasi oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Gresik.

Mengusung tema “Membina Karakter, Menginspirasi Generasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga diri, menjaga pergaulan, serta membangun karakter sejak usia remaja. Ia pun mengingatkan para siswa agar menjadikan salat sebagai benteng utama dalam menjalani kehidupan

Ketua MUI Gresik Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga, Nyai Hj. Hajar Idris, mengingatkan para siswa agar menjadikan salat sebagai benteng utama dalam menjalani kehidupan. “Nasihat kami dari MUI yang pertama adalah mari jaga salatnya,” tuturnya.

Selain menjaga salat, Nyai Hajar juga menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, keduanya memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengarahkan anak-anak agar tidak salah dalam mengambil keputusan pada masa remaja.

Nyai Hajar juga mengingatkan para siswa, agar memahami risiko pergaulan bebas dan hubungan seksual sebelum menikah. Pesan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman MUI Gresik dalam memberikan Bimbingan Konseling kepada pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA) Gresik.

Ia mengungkapkan, dalam proses konseling tersebut, MUI banyak menemukan kasus anak-anak yang masih berusia belasan tahun sudah mengalami kehamilan sebelum menikah. “Kami melihat begitu tragisnya ketika MUI Gresik melakukan Bimbingan Konseling Pemohon Dispensasi Nikah di PA Gresik. Anak-anak yang masih berusia belasan tahun sudah hamil,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap para siswa SMP Negeri 2 Gresik tidak terjerumus dalam perilaku serupa. Menurutnya, masa remaja harus dijalani dengan menjaga kehormatan diri dan mempersiapkan masa depan. “Semoga para siswa-siswi SMP Negeri 2 Gresik jangan sampai melakukannya sebelum menikah,” pesannya.

Berdasarkan ketentuan hukum perkawinan di Indonesia, usia minimal perkawinan adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. “Kepada anak-anak, jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah pada usia anak, karena dapat membawa risiko terhadap kesiapan fisik maupun psikis. Kami juga berpesan untuk jaga diri dan jaga hati,” tegasnya.

Di sisi lain, Nyai Hajar mengapresiasi kebijakan UPT SMP Negeri 2 Gresik yang menerapkan pemisahan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga pergaulan pelajar dan mendukung kemaslahatan mereka.

“Alhamdulillah SMP Negeri 2 Gresik kelasnya sudah pisah antara laki-laki dan perempuan. Ini luar biasa dan harus diapresiasi. Semoga ini bisa menjaga para siswa demi kemaslahatan kalian sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Gresik, khususnya Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga, yang telah menghadirkan kegiatan edukatif tersebut di lingkungan sekolah.

“Kami selaku Kepala UPT SMPN 2 Gresik sangat berterima kasih kepada MUI Kabupaten Gresik, terutama Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga, yang telah memberikan kegiatan inspiratif dalam bentuk MUI Goes to School,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi para siswa, khususnya pelajar perempuan yang membutuhkan pengetahuan mengenai keputrian sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami, terutama anak-anak perempuan yang butuh pengetahuan keputrian. Semoga anak-anak bisa memperoleh manfaat dari kegiatan ini, terutama bekal untuk masa depannya,” tutur pria yang juga merupakan Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Gresik tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

MUI Goes to School, Bekali Pelajar SMPN 2 Gresik Pentingnya Jaga Diri, Jaga Hati di Usia Remaja Selengkapnya

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

Selama sepuluh hari, mulai Rabu, 29 Juli 2026, mahasiswa strata-1 itu, akan melaksanakan kegiatan observasi budaya sekolah, aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan satuan pendidikan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Puluhan mahasiswa PLP gelombang pertama didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto berpesan agar mahasiswa mampu memahami bahwa pengalaman tambahan lapangan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. “Jadikan UPT SMP Negeri 2 ini sebagai rumah kedua untuk menimba ilmu sebanyak mungkin karena sekokah ini sudah teruji sangat baik, sekolah luar biasa yang ada di Gresik,” ujar Suparto.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, Spenda Gresik sudah menjadi jujukan kemitraan dengan UINSA dikarenakan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa yang ingin menimba keilmuan lapangan sebagai bekal mereka dikemudian hari. 

“Mahasiswa S1 UINSA Surabaya melakukan PLP di Spenda selama 10 hari. Nanti akan ada PLP 2 lanjutan yang akan di laksanakan 3 bulan berupa praktik 10% , 50% dan 100%. Bahkan penelitian skripsinya pun disini,” ujar Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik melakukan doa bersama di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. Mereka berdoa untuk merayakan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara siraman rohani ini menghadirkan pengeceramah Imam Hanafih, penyuluh di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, acara ini dikemas oleh kesiswaan sekaligus peringatan tahun baru Islam 1448 H untuk memberikan pembekalan dan motivasi kepada para murid menjelang liburan semester genap tahun ajaran 2025/2026 diikuti oleh seluruh murid kls VII dan VIII.

“Liburan bukan berarti berhenti melakukan kebaikan. Justru di rumah, anak-anak dapat terus meningkatkan ibadah, membantu orang tua, serta menjaga akhlak yang baik sebagai murid hebat Spenda,” pesan Mohammad Salim kepada para murid.

Ia berharap kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para murid agar tetap menjaga semangat belajar, meningkatkan ibadah, serta kembali ke sekolah setelah liburan dengan semangat yang lebih baik. “Penerimaan rapor kenaikan kelas akan dilaksanakan besok (Jumat),” imbuh Salim.

Sementara itu, Imam Hanafih dalam kesempatan itu mengajak kepada seluruh siswa agar dapat memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti membantu orang tua di rumah, tetap menjaga ibadah, serta terus membaca AlQuran selama liburan. 

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini  juga mengingatkan para murid untuk menjaga sikap dan perilaku selama liburan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik sebagai murid Spenda yang berkarakter. ” Tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalani masa liburan bersama keluarga,” kata Imam Hanafih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jelang Libur Sekolah dan Rayakan Tahun Baru Islam 1448 H, Spenda Gresik Berikan Motivasi untuk Jaga Akhlak  Selengkapnya

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Golden Tiket masuk sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik telah dikantongi oleh Aisyah Shidqiyah. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Sukodono bisa memilih SMP Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik tanpa tes. 

Putri pasangan Muhammad Khoir dan Faizahtur Rahma berusia 12 tahun tinggal di Kelurahan Kemuteran, Kabupaten/ Kabupaten Gresik ini bisa meraih Golden Tiket karena telah hafal 11 juz Al-Qur’an. Generasi unggul nan sholehah yang dinantikan setiap sekolah. Lalu kemana Aisyah Shidqiyah menjatuhkan pilihan sekolah di SPMB SMP Negeri di Gresik ?

“Kami sangat terharu dan senang. Aisyah Shidqiyah memilih UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai pilihan utama SPMB jalur tahfidz,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Ahad, 24 Mei 2026. 

Pada SPMB 2026 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dilakukan secara online. Terdapat empat jalur pendaftaran: domisili (zonasi), afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen pelaksanaan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan 

Menurut Salim, Tahun Ajaran baru 2026/2027 ini pagu UPT SMP Negeri 2 Gresik sebanyak 256 siswa. Informasi dari panitia SPMB tahun ajaran 2026-2027 ini sudah ada sekitar 261 yang sudah registrasi termasuk program tahfidz.

Ia mengatakan, kelas Tahfidz di UPT SMP Negeri 2 Gresik unggul karena memadukan pendidikan agama dan pengembangan karakter dengan fasilitas studio Al-Qur’an khusus. “Program ini menawarkan pembinaan berkelanjutan, evaluasi tasmi’ rutin, dan uji petik langsung dengan penguji ahli dari Masjid Agung Gresik maupun pondok pesantren,” kata Salim.

Berikut adalah rincian keunggulan program kelas tahfidz di sekolah tersebut:

Pembinaan Intensif dan Berkelanjutan: Dirancang sebagai wadah bagi siswa yang memiliki potensi menghafal Al-Qur’an sejak awal masuk sekolah hingga lulus.

Ujian Tasmi’ Berkala: Terdapat ujian tasmi’ (memperdengarkan hafalan di satu duduk) yang dilangsungkan di Studio Al-Qur’an UPT SMPN 2 Gresik, sangat efektif untuk melatih mental, disiplin, dan menjaga kualitas bacaan siswa.

Didampingi Penguji Ahli: Evaluasi akhir semester (uji petik) melibatkan pembina tahfidz profesional dari lembaga terkemuka seperti Masjid Agung Gresik dan pondok pesantren.

Penguatan Karakter Religius: Pembelajaran berbasis Islam terbukti melahirkan siswa berprestasi yang mampu tampil memukau dalam berbagai acara keagamaan tingkat daerah.

Didukung Tenaga Pendidik Kompeten: Dibimbing langsung oleh ustadz dan ustadzah yang ahli di bidangnya untuk memastikan standar hafalan (mutqin) tercapai dengan baik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hafal 11 Juz, Aisyah Shidqiyah Peraih Golden Tiket SPMB 2026, Pilih SMPN 2 Gresik Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Kolaborasi Unit PPA Satreskrim Polres Gelar Penyuluhan Anti Bullying 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik menggelar penyuluhan anti bullying di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik pada Jumat, 6 Maret 2026. Penyuluhan ini menghadirkan  pembicara Ipda Hendri Hadiwoso, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan diikuti 761 murid, mulai kelas VII sampai IX. Antusiasme siswa di Sekolah Piloting PAIS (Pendidikan Agama Islam Sekolah) Berkarakter di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik oleh Kementerian Agama (Kemenag) luar biasa. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, penyuluhan anti bullying ini sangat bermanfaat bagi anak pelajar dalam upaya berikhtiar mencegah terjadinya perundungan. Apalagi dalam penyuluhan ini juga anak-anak diajarkan 

cara mengatasi diri saat menjadi korban bullying serta bagaimana anak melindungi diri juga kepada siapa murid lapor diri.

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Salim. Ia mengatakan, ada beberapa poin penting dalam penyuluhan anti bullying ini. Pertama, mencegah kekerasan. Dimana bullying dapat menyebabkan kekerasan fisik, emosional dan psikologis pada korban. Kedua, meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying dan pentingnya menghormati orang lain. 

Manfaat ketiga dalam penyuluhan ini, Membangun empati dimana penyuluhan dapat membantu siswa memahami perasaan korban bullying dan mengembangkan empati. Berikutnya, penyuluhan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Dan, manfaat penyuluhan terakhir adalah mengurangi stigma terhadap korban bullying dan meningkatkan kesadaran  bahwa bullying bukan salah korban.

Sementara itu, Fairuz, Wakil Ketua OSIS Spenda Gresik mengaku senang sekolah ada acara dialog dengan kepolisian terkait perundungan. ” Kami menjadi lebih mawasdiri dan peduli terhadap lingkungan berteman agar sekolah menjadi aman nyaman dan menyenangkan,” ujar Fairuz. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

UPT SMP Negeri 2 Gresik Kolaborasi Unit PPA Satreskrim Polres Gelar Penyuluhan Anti Bullying  Selengkapnya

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih predikat Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) Paripurna. Sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik ini, menjadi pioner untuk satuan pendidikan jenjang SMP di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang mendapatkan predikat tertinggi yang disematkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), dulu bernama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah satuan pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran atau kurikulum, ekstrakurikuler serta budaya sekolah. Program ini bertujuan membentuk generasi muda yang sadar isu kependudukan, berperilaku sehat dan berencana sejak dini.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menceritakan, pihaknya bersama tim SKK sekolah melakukan studi tiru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik. Selanjutnya, melakukan workshop penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Terintegrasi SSK. 

“Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, kami ikut asesmen monitoring dan evaluasi SSK. Alhamdulillah berkat kerja keras TIM sekolah kita meraih predikat paripurna,” ujar Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 3 Februari 2026.

Implementasi yang telah dilakukan oleh Spenda Gresik adalah mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam materi pembelajaran. Di Spenda Gresik, kegiatan yang dilakukan, antara lain, pelatihan, seminar dan workshop tentang isu kependudukan bagi Guru, TU dan murid ; Kegiatan ekstrakurikuler, Duta Genre, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) yakni sudut baca yang terkait dengan isu kependudukan dan proyek komunitas yang berfokus pada sekolah Aman Nyaman dan Menyenangkan.

“Dengan demikian, SSK dapat membantu murid menjadi warga negara yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kependudukan,” ujar Salim. Data yang didapat wartawan  1minute.id ,  ada tiga satuan pendidikan di Kabupaten Gresik yang masuk kategori SKK Paripurna. Tiga sekolah itu, adalah SMA Negeri 1 Kedamean; MAN 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik. “Insya Allah di Hari Kependudukan piagam akan diterimakan,” kata Salim. Hari Kependudukan Nasional biasanya diperingati bersamaan dengan Hari Populasi Sedunia yang diperingati setiap 11 Juli. (yad)

Pertama di Gresik, UPT SMP Negeri 2 Gresik Raih SKK Paripurna Nasional  Selengkapnya

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag

GRESIK,1minute.id – Menjelang akhir tahun 2025, civitas UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Mohammad Salim dinobatkan sebagai Juara Pertama Kepala Sekolah Imlementator Pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. 

Salim berhak mendapatkan Anugerah PAIS LOVE 2025. Penganugerahan akan diserahkan pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama 2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Jalan Raya Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 Januari 2026 mendatang. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja cerdas Guru PAI Spenda yang luar biasa,  Ustad Bambang Sujianto, Ustad Humaidi dan Bu Ning Choiriyah dengan konsisten dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kegiatan PAI dan tanpa lelah membuat inovasi terbaik untuk murid kami dan saya selaku kepala Sekolah mengapresiasinya,” kata Salim melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 Desember 2025.

UPT SMP Negeri 2 Gresik, satu-satunya lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Juara kedua, diraih Sholahiyah dari Kepala SMP Alkarimi, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dan juara tiga yakni Moh Ghozali, Kepala UPT SDN 296 Gresik.

Menurut Salim, ada beberapa penilaian program pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAIS) yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gresik. “Spenda terpilih menjadi Terbaik Program sekolah berbasis Agama,” kata Salim.

Ada sepuluh program berbasis PAIS yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dibawah Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik selama 2025. Salim menyebutkan, 

Pengajaran Al-Quran, TBTQ (Tuntas Baca, Tulis Quran) Kelas Tahfid adalah Literasi Al Quran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran ;  Pelajaran Fiqih Nisa’: Keputrian.  Program ini mengajarkan siswa tentang hukum-hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, dan akhlak ; Pelajaran Akhlak: Program ini mengajarkan siswa tentang akhlak yang baik, seperti sopan santun, kejujuran, dan empati.

Berikutnya, Kegiatan Keagamaan :  Program ini meliputi kegiatan seperti salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya ; Pembinaan Karakter: Program ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas ; Pengembangan Spiritual: Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya spiritualitas dan bagaimana meningkatkan kualitas spiritual.

Selanjutnya, Kegiatan Sosial: Program ini meliputi kegiatan seperti bakti sosial, pengumpulan dana untuk kegiatan keagamaan, dan lain-lain ; Pembinaan Guru : Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar pendidikan agama Islam ; Pengembangan Kurikulum*: Program ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang lebih efektif dan relevan dan Evaluasi dan Monitoring: Program ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.

Selain sepuluh program tersebut, Spendagres juga melakukan kegiatan penunjang, antara lain, Salat Dhuha, Duhur berjamaah ;  Pengajian rutin ; Kegiatan bakti sosial dan santunan; Lomba-lomba keagamaan dan  Seminar keagamaan. Kemudian, kegiatan outbound keagamaan Brus ( Bimbingan Remaja Usia Sekolah) kerjasama dengan KUA (Kantor Urusan Agama).Gresik ; Hotmil dan tadarus jam ke Nol ; Duta Keberagaman Pembinaan Kerukunan kerjasama dengan FTK Gresik ; Kantin Halal Binaan Kemenag ; Love Romadhon dan Jumat Religi berbagi dan Peduli. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Mohammad Salim, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Sabet Anugerah PAIS Love 2025 dari Kemenag Selengkapnya

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik 

GRESIK,1minute.id – FPK Goes To School bertandang ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 15 Desember 2025. Ratusan siswa kelas VII dan VIII tumplek blek di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik. 

Sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Gresik yang hadir dalam Sosialisasi ini, antara lain, Antonius Sihotang dari Suku Batak ; Susi Ida Wardani dan Safara Akmaliah (Suku Jawa) ; Indah Sari Dewi (Etnis Arab) ; serta Helena L. Shandy (Etnis Tionghoa). Dr Muchammad Toha, sejarawan dan budayawan Gresik juga menjabat sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Pada kesempatan itu, Toha menjlentrehkan pengertian dan tujuan FPK Goes to School. FPK adalah wadah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan, serta mempromosikan Persatuan dan Kesatuan bangsa. Ia pun mengulas tentang sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dan pentingnya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Tentang Kebhinekaan dan Toleransi, juga disinggung untuk meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya, agama, dan suku, serta pentingnya toleransi dan hidup berdampingan. Toha yang seorang budayawan dan sejarawan Gresik ini menyampaikan dengan celotehan khas anak-anak. Sehingga acara yang berlangsung lebih dari 60 menit terasa sangat singkat. 

“Saya sebagai peserta sangat senang karena salah satu pemateri asli Gresik (Dr. Muchamad Toha) sangat memukau dan lucu membikin kita semua tidak tertidur dan paham bahwa persatuan penting untuk negara kita agar maju,” kata Nabila Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik. 

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengaku sangat senang menjadi tempat sosialisasi FPK. “Siswa semakin bertambah wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan. Pembauran dapat membawa banyak manfaat. Meningkatkan persatuan, kerukunan yang kita kenal dengan istilah NKRI harga mati,” kata Salim. (yad)

Muchamad Toha, Sejarawan Gresik bersama FPK Gresik,  Berikan Sosialisasi Kebangsaan dan Persatuan kepada Siswa Spenda Gresik  Selengkapnya

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Gresik melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 Desember 2025. Aksi peduli lingkungan pesisir yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 27/2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, wabil khusus sampah di pesisir laut dipimpin oleh Plt DLH Jatim Nurkholis ini diikuti ratusan pegiat lingkungan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Antara lain, masyarakat sekitar, dan Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Sebanyak 40 siswa didampingi oleh guru pembina Sumiarsih dan Kesiswaan Titien Harfutien. “Spenda satu-satunya sekolah yang diundang sebagai perserta aksi ini. Siswa didampingi Guru pembina Tegar Okta dan Anas dan Saya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aksi bersih-bersih sampah pesisir ini dengan apel yang dipusatkan terminal busa wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur sekitar pukul 06.30 WIB. Pimpinan apel adalah Plt DLH Jawa Timur Nurkholis.

Setelah apel peserta kemudian disebar di sejumlah lokasi. Ada yang bersih-bersih di terminal Maulana Malik Ibrahim,  ada pesisir pantai Lumpur. Dalam hitungan tidak lebih 2 jam, sampah yang terkumpul mencapai dua truk. 

Mohammad Salim menyatakan, puluhan siswa yang tergabung dalam KCL Spenda Gresik sangat antusias dalam mengikuti aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur ini. ” Kegiatan membersihkan pantai dari sampah dan polusi untuk melestarikan ekosistem laut dan menjaga keindahan alam,” katanya. 

Spenda Gresik, adalah salah satu sekolah Adiwiyata di Gresik. Lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik adalah sekolah percontohan zero waste di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Sebagai sekolah Zero Waste, Spenda Gresik memiliki Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan.

KCL Spenda Gresik antusias karena aksi bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat. Yakni, mengurangi polusi laut dan melindungi ekosistem; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan meningkatkan keindahan pantai dan mendukung pariwisata. 

Untuk diketahui, terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata Gresik sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan religi Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Wisatawan religi setelah turun di terminal kemudian naik damri. Berdasarkan keterangan juru kunci makam wisatawan religi yang mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim sekitar 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya. Kebersihan terminal bus harus terjaga sebab menjadi wajah Kota Santri. (yad)

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur  Selengkapnya