Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik 

GRESIK,1minute.id – Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Perpustakaan di lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu ditetapkan sebagai Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) predikat Madya. 

Anugerah nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini diumumkan pada Senin, 3 November 2025.  Anugerah PISA Madya untuk Perpustakaan tipe A ini menjadikan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini berobsesi meraih predikat lebih tinggi, yakni Nidya. Selain Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, Kementerian yang dipimpin oleh Arifah Fauzi ini memberikan anugerah sama, PISA predikat Pratama kepada Ruang Baca Digital Ramah (Rubadira) Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik.

“Tahun ini, Pemkab Gresik mengusulkan 12 perpustakaan. Gresik hanya dua yang meraih Anugerah PISA Pratama dan Madya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Kamis, 6 November 2025.

Untuk diketahui anugerah PISA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terbagi dalam empat tingkatan yakni Pratama , Madya, Nindya, dan utama. Tahun ini, Kementerian PPPA memberikan 44 anugerah PISA se-Indonesia sebanyak 44 perpustakaan. Untuk predikat Pratama sebanyak 39 perpustakaan dan predikat Madya sebanyak 5 perpustakaan termasuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik.

Salim mengatakan, proses pembentukan PISA sesuai standar ramah anak telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025, melalui tahapan evaluasi mandiri, asesmen, verifikasi lapangan, serta penilaian menyeluruh terhadap kualitas kebijakan, program, pengelolaan, sumber daya manusia, sarana prasarana dan lingkungan, serta monitoring evaluasi.  “Dan, perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, satu diantara yang lolos mendapatkan predikat Madya,” kata Salim. 

Pembentukan PISA dilaksanakan sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekosistem informasi yang berpihak pada anak. PISA sesuai standar ramah anak bertujuan untuk memastikan tersedianya layanan dan wadah informasi yang ramah anak, berfokus pada penyediaan informasi terintegrasi (informasi, tempat bermain, ruang kreatifitas, serta tempat konsultasi) yang mendukung pemenuhan hak anak melalui pendekatan pelayanan ramah anak. 

PISA dikembangkan dalam berbagai bentuk layanan seperti Perpustakaan Daerah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Taman Baca Masyarakat, Taman Pintar, dan bentuk layanan informasi lainnya. Salim melanjutkan, pada 2024 perpustakaan Pusaka ilmu Spenda ini mendapat penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai peserta kajian perpustakaan nasional. “Alhamdulillah tahun 2025 meraih predikat Madya ini berkat kekompakan tim SRA (sekolah ramah anak), sekolah yang kompak luar biasa,” katanya. 

Anugerah PISA predikat Madya membuat sekolah terus melakukan inovasi. Sebab, sekolah ikhtiar bisa mendapatkan predikat lebih tinggi yakni Nidya. “Harus lanjut kita ke jenjang predikat lebih tinggi untuk raih predikat sekolah anak sebagai wujud keseriusan sekolah melayani menuju KBM aman nyaman dan menyenangkan,” tegasnya. 

Raihan PISA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Keluarga Berencana, PPPA Gresik Titik Ernawati hingga lembaga swadaya masyarakat. (yad)

Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik  Selengkapnya

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa

GRESIK,1minute.id – Dua anggota TNI mendatangi UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Jumat, 29 Agustus 2025. Mereka adalah Serka Herry, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Tlogopojok dan Serda Okta, Babinsa Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Sekitar pukul 06.30 WIB, dua anggota TNI itu sudah tiba di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kedatangan dua anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0817/Gresik di sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Juara, Cerdas Berkarakter Berakhlaq dan Peduli Lingkungan” ini bertujuan untuk memberikan pelatihan baris berbaris kepada para siswa.

Pelatihan Kedisiplinan Berbaris siswa di UPT SMP Negeri 2 Gresik bekerjasama dengan Kelurahan Kebungson dan Babinsa ini bagian dari Program Jumat Kreasi.

Peserta pelatihan adalah siswa kelas VII. “Untuk kelas delapan dan sembilan sudah pernah di latih ketarunaan oleh tim Kesiswaan SMK Mambaul Ulum Gresik,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Salim mengharapkan Program Kedisiplinan Berbaris ini bisa membentuk siswa disiplin , dan tanggungjawab. Selain itu, pelatihan kedisiplinan bisa membentuk kerja sama tim ; konsentrasi dan Fokus ; Kemandirian dan Percaya Diri dan kedisiplinan Waktu serta pengembangan karakter. “Semoga semuanya terlaksana sesuai harapan anak Spenda mampu mengaplikasikan di kehidupan nyata,” ujarnya. (yad)

Program Jumat Kreasi UPT SMP Negeri 2 Gresik Bekerjasama dengan TNI Berikan Pelatihan Kedisiplinan Berbaris Siswa Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom 

GRESIK,1minute.id – Mohammad Salim tampil dihadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Kebomas (Smabom) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik (Spendagres) itu menjadi narasumber di acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) GreenTeam 2025 mengusung tema “Menguatkan Karakter Peduli Bersih kepada Siswa” dipusatkan di Aula Smabom.

Salim pun menularkan “virus” positif terkait sekolah zero waste dan kantin halal kepada Green Team School SMA Negeri 1 Kebomas. “Ini tidaklanjut dari studi tiru Green Team School Smabom ke UPT SMP Negeri 2 Gresik,” kata Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Dua program yakni sekolah zero waste dan kantin halal telah diterapkan di Spenda Gresik sehingga qmenjadi jujugan sekolah lain untuk melakukan studi tiru. Antara lain, guru tergabung Green Team Smabom pada 30 Juli 2025. 

Program Sekolah Zero Waste menasbihkan Spenda Gresik menyandang sekolah Adiwiyata nasional. Sedangkan, kantin Halal telah mengantongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023.

Spenda Gresik, menjadi pioner kantin halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

Salim didampingi oleh Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. Mereka disambut oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Saspras) Smabom M.Alil Himah. 

Dalam Diklat GreenTeam Smabom yang diikuti 200 siswa itu, Salim menjlentrehkan tip dalam implementasi sekolah zero waste yaitu, bagaimana mengurangi Jumlah Sampah ; Meningkatkan Kesadaran Lingkungan ; Menerapkan Prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) ;  Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat, Mengembangkan Perilaku Ramah Lingkungan.

“Mengurangi jumlah sampah harus dimulai dari rumah siswa,” ujar Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mencontohkan, larangan pemakaian botol minum plastik. “Siswa menggunakan botol air atau tumbler sebagai wadah minuman,” ujarnya. Sedangkan, Sumiarsih menyampaikan praktik pengolahan limbah dan pemilahan sampah sampai menjadi kompos. Waka Saspras M.Alil Himah memiliki mimpi besar gerakan berbudaya hidup bersih bisa menjadi gaya hidup siswa Smabom. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Alun-alun Gresik melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (PMS) digelar di teras sekolah berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. Usia remaja atau generasi (Gen)-Z adalah usia rentan terhadap PMS karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang risiko dan pencegahan.

Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari mengobati. Penyuluhan kesehatan yang tepat menjadi bekal membuat keputusan yang bijak terkait kesehatan seksual. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam penyuluhan itu, siswa mendapatkan tambahan pengetahuan penyebab penularan dan dampak bagi kesehatan. 

Selain itu, bagaimana pencegahan. Salim menjelaskan ada beberapa cara pencegahan PMS, antara lain, peningkatan keimanan dan pengetahuan Agama; tes kesehatan secara teratur dapat membantu dalam deteksi dini penyakit kelamin. Selain, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang penyakit kelamin dan cara pencegahya sangat penting.

“Selaku kepala sekolah Saya berterima kasih kepada Puskesmas Alun-alun atas sinergi positif dalam pencegahan penyakit menular seksual semoga menjadi ilmu manfaat bagi murid agar sejak dini mawasdiri dan berkesadaran tinggi,” kata Salim pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kesehatan peserta didik menjadi salah satu prioritas perhatian sekolah. Sehari selumnya, kata Salim, pihak puskesmas melakukan skrining kepada siswa kelas VII. Skrining yang meliputi pemeriksaan gigi, mulut, telinga, gula darah dan mata. 

Lalu apa hasil rekomendasinya?. “Rekomendasi oleh pihak puskesmas agar murid SMPN 2 tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet atau P5,” katanya. Siswa kelas VII adalah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Mereka diduga mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet ketika masih di sekolah dasar. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) genap berusia 66 tahun pada 1 Agustus 2025. Spendagres berdiri 1 Agustus 1959. Meski digelar sederhana acara tetap meraih dan khitmad.

Untuk merayakan ulang tahun sekolah itu ratusan siswa di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik masuk lebih bagi, yakni pukul 06.00 WIB. Guru dan tenaga pendidik (tendik) memakai busana muslim bernuansa putih. Sedangkan, siswa muslim berbusana muslim warna bebas. Mereka tidak lupa membawa bekal makan dan minuman wadah tumbler dari rumah mereka masing-masing. 

Badal Subuh, siswa kelas tahfid mulai membaca ayat suci Alquran atau Khotmil Quran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesuksesan sekolah, guru, siswa dan alumninya 

Doa bersama dilakukan secara lesehan dengan menggelar tikar di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan success story alias cerita inspirasi dari para alumni, antara lain, Muhammad Ainul Yaqin, alumni 2005 kini menjadi anggota DPRD Gresik dan Cici, seorang pengusaha. 

Alumni merasa bangga dan kagum kepada almamaternya. Prestasi sekolah antara lain, sekolah zero waste, Kandidat sekolah Rujukan Google (KSRG), Kantin Halal, dan Eco Green School. Kantin Halal dan SKRG, adalah pioner di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Saya takjub dengan Spenda sangat pesat perkembangan nya baik pembelajaran dan teknologi yang ada serta banyak inovasi,” kata Ainul Yaqin.

Kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ulang tahun digelar sederhana untuk efisiensi dan edukasi bahwa Ultah tidak harus pesta. ” Tahun ini ucapan karangan bunga diminimalisir diganti dengan ucapan lewat video karena sekolah zero waste bebas sampah dari karangan bunga,” kata Mohammad Salim. 

Ia melanjutkan, untuk makan bersama, semua siswa berjumlah 765 anak membawa bekal yang dibawa dari rumah sebagai aksi bergizi sehat yang digagas bersama Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Sejarah SMP Negeri 2 Gresik

Melansir dari berbagai sumber, SMP Negeri 2 Gresik berdiri pada 1 Agustus 1959. Awalnya sekolah berasa di Jalan KH.Kholil Gresik ini merupakan bagian dari Holland Indische School (HIS) pada masa penjajahan Belanda. Kemudian, menjadi SMP Negeri 1 Gresik setelah Kemerdekaan. 

SMP Negeri 1 Gresik kemudian pindah menempati gedung baru di  Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Bangunan bekas SMP Negeri 1 Gresik menjadi SMP Negeri 2 Gresik. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id , gedung utama Spendagres masih mempertahankan arsitektur Kolonial Belanda. Ciri khasnya, antara lain, pintu dan jendela berukuran besar. Plafon gedung juga tinggi sehingga terasa adem. 

Gedung arsitektur Kolonial Belanda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Genap 66 Tahun, HUT Dirayakan Sederhana, Karangan Bunga diganti Ucapan Video Selengkapnya

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima guru SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) melakukan studi tiru ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025. Lima guru tergabung Green Team SMABOM itu belajar tentang  Kantin Halal dan Zero Waste yang diterapkan di sekolah berada berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. 

Kantin Halal di Spenda adalah pioner di lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik karena telah mengatongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).Sedangkan, Zero Waste telah diterapkan di sekolah penyandang Adiwiyata tersebut. 

Rombongan Green Team SMABOM yang dipimpin oleh M.Alil Himah, guru Sarana dan Prasarana disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim. Dalam ruang pertemuan, mendapatkan pemaparan sekolah bersih dan kantin halal dari Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda.

“Kami terharu, karena SMABOM melakukan studi tiru ke sekolah kami. SMABOM bermitra dengan Spenda,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam studi tiru ini, Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda menjlentrehkan bagaimana sekolah membiasakan siswa dan guru untuk mengurangi sampah di kantin dengan menerapkan praktik pengelolaan sampah yang efektif.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh Spenda, antara lain, Mengurangi Penggunaan Plastik sekali pakai dengan mengganti peralatan makan sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan, seperti wadah makanan stainless steel atau botol minum reusable.

Berikutnya, Mengelola Sampah dengan memisahkan  sampah organik dan anorganik, dan siapkan tempat sampah terpisah di kantin. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas atau kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Langkah berikutnya,  Menerapkan Sistem Pengembalian Wadah yakni siswa dapat mengambil makanan dalam wadah khusus dan mengembalikannya ke kantin setelah selesai makan.

Menggunakan Wadah Makanan yang Dapat Digunakan Berulang*: Kantin dapat menyediakan makanan dalam wadah besar dan siswa dapat membawa wadah mereka sendiri untuk mengambil makanan.

Berikutnya, Menghemat Energi dan Air yakni memasang poster edukatif tentang pentingnya menghemat energi dan air, serta matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.

“Program Zero Waste Kantin di UPT SMP Negeri 2 Gresik, di mana kantin sekolah telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan Meniadakan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga menyediakan air minum sehat dan menggalakkan siswa untuk membawa botol minum sendiri,” terang Salim. (yad)

Green Team SMABOM Studi Tiru  Kantin Halal dan Zero Waste ke UPT SMP Negeri 2 Gresik  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran

GRESIK,1minute.id – Tekad UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional sudah bulat. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil, Gresik pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan antara lain, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menggelar penyuluhan Anti Narkoba dengan menghadirkan penyuluh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Seluruh siswa baru atau 764 siswa kelas VII yang masih memakai seragam sekolah dasar, masing-masing yakni merah-putih; hijau-putih dengan antusias mengikuti paparan tim konselor dari BNNK Gresik, antara lain, Etarina Agustin dan Astutik. “Jadilah pelajar yang penuh prestasi, berperilaku positif dan berkegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang tua,” kata Eterina Agustin, konselor Adiksi dari BNNK Gresik. 

“Hindari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, merokok, minuman keras dan narkoba. Hati hati dalam bergaul carilah teman yang baik dan benar sehingga kalian akan terhindar dari narkoba,” imbuhnya. 

Usai penyuluhan, sejumlah guru dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melakukan studi tiru dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman alias MoU dengan SMK Negeri 2 Buduran Sidiarjo.

Menurut Mohammad Salim, penyuluhan anti narkoba untuk siswa baru, salah satu bentuk kegiatan ramah anak yang diterapkan oleh sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan sedari dini bahaya narkoba kepada murid baru dalam mengawali tahun ajaran baru,” ujar Salim pada Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan, studi tiru ke SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh guru dengan materi meliputi sekolah bebas bullying dan peduli terhadap keberlanjutan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan. “SMK Negeri 2 Bunderan berstatus SRA Provinsi dengan nilai A tentang peningkatan kualitas sekolah ramah anak secara pembelajaran dan layanan menuju Sekolah Aman, Nyaman dan Menyenangkan untuk murid,” terang Salim. 

Dalam studi tiru, para guru Spenda Gresik disambut oleh Kepaka SMK Negeri 2 Buduran Hj. Mariya Ernawati, Waka Kesiswaan, Humas dan Sarana Prasarana itu dilanjutkan dengan 

MoU. Seperti diberitakan sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional. Sepuluh sekolah itu antara lain, UPT SMP Negeri 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk jenjang SMP Negeri. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran Selengkapnya

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning 

GRESIK,1minute.id – Tahun Ajaran baru akan dimulai pekan depan, tepatnya mulai 14 Juli 2025 nanti. Namun, tenaga pendidik (tendik) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut siswa baru dan siswa kelas VIII & IX. 

Seperti apa kesibukan 30 guru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim mengatakan, selain pelayanan sistem penerimaan murid baru (SPMB), selama libur sekolah guru-guru justru banyak kegiatan di antaranya, pelatihan dan ujian Google Workpace level 2, persiapan visitasi penilaian SRA, dan worshop Deep Learning.

Pada Selasa, 8 Juli 2025 seluruh guru menjalani workshop Pembelajaran Mendalam alias Deep Learning. Pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi guru ini bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FTK UINSA) Surabaya. “Ada lima dosen FTK yang menggembleng para guru selasa dua hari (Selasa dan Rabu,Red),” ujar Mohammad Salim pada Selasa, 8 Juli 2025.

Sebanyak delapan materi dalam pelatihan  pembelajaran mendalam bagi guru, yakni, Pengantar Pembelajaran Mendalam ; Desain Pembelajaran ; Strategi Pembelajaran Mendalam based learning, problem-based learning, dan inquiry-based learning dan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Mendalam Bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam, seperti menggunakan aplikasi, perangkat lunak, dan sumber daya online.

Kemudian, Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis ; Pengembangan Keterampilan Kolaborasi; Pengembangan Keterampilan mengajar ; serta Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Mendalam. Pelatihan dilaksanakan lima sesi mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB.

“Saya selaku kepala sekolah berterima kasih atas kerjasama UINSA Surabaya yang mengerahkan 5 Dosen, tim terbaiknya untuk berbagi pengalaman praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka di Spenda semoga MoU pendampingan ini terus berkembang menjadi barometer bagi peningkatan kompetensi guru kami,” kata Salim. 

Setiap sesi pemateri berbeda. Lima pemateri itu, adalah Dr Siti Asmaiyah ; Dr Irma Soraya, Ana Nurul Laila , Rakhmawati dan Hilda Izzati Madjid. Seluruh guru sangat antusias mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. “Saya sangat senang sekali. Materi pelatihan sangat bagus dan tepat sasaran untuk mengangkat spirit peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital yang interaktif,” kata Hanik, Guru IPA di Spenda Gresik. (yad)

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning  Selengkapnya

Kemendikdasmen Monev SPMB Gresik, Tahap Pertama SPMB SMP di Gresik Lancar 

GRESIK,1minute.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memantau proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Gresik. Pada Senin, 23 Juni 2025, Fauzi, perwakilan dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) didampingi oleh Tika dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBMP) Jawa Timur melakukan kunjungan ke tiga lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Tiga lembaga pendidikan itu, yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik di Jalan KH Kholil,  Gresik ; UPT SMP Negeri 3 Gresik di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik dan UPT SMP Negeri 22 Gresik berada di Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Dirjen Kemendikdasmen disambut langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik Mohammad Salim dan sejumlah guru lainnya. 

Monev dilakukan untuk tahap pertama yakni, domisili, afirmasi dan mutasi orang tua  SPMB Tahun Ajaran 2025/2026. “Alhamdulillah SPMB Tahap 1 jalur Domisili, Afirmasi pada umumnya  di Kabupaten Gresik Lancar khususnya di Spenda tidak ada kendala mulai dari orang tua daftar online, penentuan zona, pagu pilihan jalur,  persiapan dan pengumuman lancar,” kata Kepala UPT SPENDA Gresik Mohammad Salim pada Senin, 23 Juni 2025.

“Semua ini merupakan komitmen sekolah bersama Dinas Pendidikan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga Tahap berikutnya prestasi dan tes Akademik lebih lancar lagi,” imbuh Salim. Berdasarkan Web.spmb-smp.kabgresik.go.id ; saat ini, SPMB memasuki tahap kedua  yakni jalur prestasi akademik, non akademik dan tahfidz mulailah 19 – 24 Juni 2025. Tahap ketiga, jalur prestasi tes potensi akademik mulai 25-26 Juni 2025.

Menurut perwakilan dari Dirjen Dikdasmen Kemendikdasmen, terang Salim, monitoring dan evaluasi pelaksanaan penerimaan murid baru sangat penting untuk memastikan proses yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Berikut beberapa aspek yang menjadi sasaran monev. 

Tahapan Monitoring dan Evaluasi

Tahap Perencanaan :  Pemerintah daerah dan sekokah melakulan Sosialisasi, publikasi juknis secara online untuk masyarakat

Tahap Pelaksanaan :  Menginformasikan jumlah ketersediaan daya tampung dan memastikan jumlah murid yang diterima tidak melebihi daya tampung.

Tahap Pasca Penerimaan

Instrumen Monitoring, antara lain;

instrumen monitoring meliputi pertanyaan tentang sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi SPMB, seperti: Apakah ada papan pengumuman perihal SPMB ; Apakah kegiatan SPMB mengikuti juknis SPMB ; Apakah siswa yang diterima memenuhi persyaratan ; dan layanan aduan dari calon orang tua murid. (yad)

Kemendikdasmen Monev SPMB Gresik, Tahap Pertama SPMB SMP di Gresik Lancar  Selengkapnya