Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam doa (foto: istimewa untuk 1minute.id)

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas

GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan roadshow ziarah ke makam waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Ziarah yang dilakukan bersamaan memperingati Isra Mikraj ini diawali dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jamik Gresik ini diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, serta para Kapolsek jajaran.

Alumnus akpol 2007 itu terlihat khusyuk. Tradisi  Menjunjung tinggi nilai spiritualitas serta menghormati jasa para penyebar agama Islam di tanah Jawa. Usai melaksanakan ibadah, AKBP Ramadhan beserta rombongan melanjutkan kegiatan ziarah ke Makam Habib Abu Bakar dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf dalam kompleks masjid Jamik yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.

Didampingi Habib Achmad Ismail bin Abdullah Al-Habsy, rombongan memanjatkan doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. Pada pukul 05.30 WIB, rombongan bergerak menuju Makam Sunan Giri, Syekh Maulana Ainul Yaqin di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas.

Mereka disambut oleh Ketua Yayasan Makam Sunan Giri Izuddin Sodik dan Pembina Yayasan Aziz Zawahir. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Ramadhan Nasution berdialog sekaligus mendengarkan ulasan sejarah perjuangan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. 

Kapolres kemudian melaksanakan doa dan tabur bunga di pusara salah satu Wali Songo tersebut. “Kegiatan ziarah ini merupakan wujud penghormatan serta doa kami kepada para leluhur dan tokoh agama yang telah berjuang luar biasa dalam menyebarkan agama Islam, khususnya di wilayah Gresik,” ujar AKBP Ramadhan Nasution pada Jumat, 16 Januari 2026.

Ziarah dilanjutkan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim yang berada di pusat Kota Gresik, Didampingi juru kunci Habib Husein Syahab dan Ketua Yayasan Taufik Haris, rombongan kembali memanjatkan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual, tetapi juga momentum untuk mempererat sinergitas antara Polres Gresik dengan para tokoh agama serta pengelola kawasan wisata religi di Kabupaten Gresik. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan dan perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Ziarah Makam Waliyullah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution : Refleksi Spiritual, Mempererat Sinergitas Selengkapnya

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera 

GRESIK,1minute.id – Majelis Rebo Awal yang digelar di Pesarean Nyai Ageng Pinatih di Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Rabu, 3 November 2025.

Majelis yang setiap Rabu awal bulan ini bertepatan dengan akhir tahun sekaligus memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sejak siang hari warga mulai berdatangan ke Pesarean ibu angkat Sunan Giri itu. 

Acara diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih yang dipimpin Ustad Fabino bersama Tim Mahabbatul Musthofa beserta para guru di sekolah sekitar pesarean. Menjelang sore, suasana kian khusyuk dengan pembacaan Salawat Nabi MuhammadSAW, Tahlil oleh Gus H. Romi Mubarok, serta Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik Kris Adji A.W. yang menyampaikan berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam dan penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik.

Acara yang dihadiri Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan yakni Danramil 0817/05 ; Kapolsek Kota Gresik, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Gresik, serta lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gresik dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Pesarehan saudagar perempuan yang pernah menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Gresik, kini setingkat, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) disesaki warga untuk ngalap berkah. Jemaah  tidak hanya kirim doa bagi para leluhur, tetapi juga untuk masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam. 

Doa keselamatan khusus turut dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit, terlebih di tengah intensitas musim penghujan.

Acara puncak pada malam hari ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberi manfaat luas.

Sementara itu, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko menegaskan pentingnya menjaga tradisi spiritual dan budaya di tengah masyarakat. “Kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan memberi dampak positif bagi masyarakat Gresik,” kata Jalesvie.

Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan harapannya majelis Rabo Awal bisa membawa berkah bagi masyarakat dan Indonesia. “Semoga majelis ini membawa keberkahan bagi warga Kebungson, memperkuat kebersamaan, serta menjadi wasilah doa keselamatan, termasuk bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang tertimpa bencana,” kata Fither. Majelis Rebo Awal kembali menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan, menghadirkan keteduhan dan harapan bagi seluruh masyarakat.

Lalu siapa Nyai Ageng Pinatih? Dalam buku Grissee Kota Bandar, Nyai Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik pada 1458 Masehi. Pada masa itu, Nyai Ageng Pinatih, perempuan pertama bertugas untuk memungut bea cukai dan mengawasi perdagangan asing.

Beliau adalah saudagar kaya rata yang menjadi ibu angkat Sunan Giri. Monumen jangkar sebagai tetenger masa kepemimpinan di depan terminal penumpang di Pelabuhan Gresik masih dipajang dan terawat baik. (yad)

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera  Selengkapnya

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah menyemut di Bukit Giri pada Senin malam, 24 Maret 2025. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tradisi Maleman Selawe alias Malam 25 Ramadan, salah satu malam ganjil di 10 terakhir bulan suci Ramadan. 

Maleman Salawe Ramadan dipusatkan di Masjid Sunan Giri,  Mochamad Ainul Yaqin di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jemaah memenuhi masjid untuk mengikuti sholat Isya dan tarawih, yang kemudian dilanjutkan dengan munajat pembacaan 1000 surat Al-Ikhlas.

Tampak hadir di tradisi turun temurun itu,  antara lain,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyip dan Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi. Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan penuh khidmat.

“Malam hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia, di Masjid Ainul Yaqin yang penuh berkah. Pada malam hari ini kita semua meneladani apa yang dikerjakan oleh para pendahulu kita. Warisan budaya Malam Selawe kita laksanakan di Masjid Jami Ainul Yaqin. Mudah-mudahan ke depan, Malam Selawe tetap istiqomah seperti ini,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani.  

“Dengan niat baik kita semua, doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah. Saya juga berterima kasih kepada seluruh panitia Malam Selawe, mudah-mudahan semua panitia, Yayasan Makam Sunan Giri, serta pemerintahan desa doanya dikabulkan. Gresik semakin sukses, masyarakat semakin sejahtera,” imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Pada bagian lain malam selawe yang telah menjadi tradisi keagamaan di Gresik, tidak hanya menjadi momentum untuk bermunajat dan beribadah, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan umat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Gresik membagikan 3000 porsi nasi kebuli kepada masyarakat yang hadir. 

Selain itu, suasana di sepanjang Jalan Sunan Giri semakin semarak dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan berbagai kuliner khas dan produk UMKM.  Dari makanan tradisional hingga pernak-pernik khas Gresik

Salah satu warga yang hadir Lilis (25th), yang merupakan warga lokal Sidokmukti Sunan Giri,mengungkapkan rasa syukurnya atas tradisi ini. 

“Saya datang bersama suami untuk mengenalkan tradisi Malam Selawe kepadanya, karena ini pertama kalinya ia mengikuti acara ini. Alhamdulillah, kami mendapat nasi kebuli. Semoga tahun depan semakin banyak porsinya. Jika memungkinkan, ada juga nasi krawu agar makanan khas daerah ini lebih dikenal masyarakat luas,” pungkasnya

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Suara Gresik, Dinas Informasi dan Komunikasi atau Infokom Gresik ini turut menjadi ajang refleksi spiritual bagi masyarakat. Selain ibadah, momen berbagi 3000 porsi nasi kebuli menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya. 

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat yang berharap tradisi Malam Selawe terus dipertahankan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk jajaran Forkopimda, PCNU Gresik, MUI Kabupaten Gresik, Ansor Kabupaten Gresik, serta Takmir Masjid Jamik Sunan Giri, Malam Selawe diharapkan semakin memperkuat ikatan keagamaan dan sosial masyarakat Gresik. 

Tradisi yang tidak hanya memperkaya spiritualitas, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.(yad) 

Maleman Selawe Ramadan Masjid Sunan Giri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sediakan  3.000 Porsi Nasi Kebuli Selengkapnya

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas 

Tradisi Ramadan di Bukit Giri dengan Kuliner Khas Ketupat Ketheg. 

GRESIK,1minute.id – Maleman Salawe.atau Malam 24 Ramadan di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Tahun ini, Malam 25 Ramadan bertepatan pada 24 Maret 2025. Tradisi Maleman Ramadan yang juga ditunggu warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Bila malem 23 Ramadan ada Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tradisi Sanggring Kolak Ayam, kuliner langka sejak Kanjeng Sunan Dalem, anak Sunan Giri ini memasuki 5 abad. Sanggring Kolak Ayam, kuliner yang dimasak hanya setahun sekali. Kokinya semuanya laki-laki. 

Nah, malem Salawe Ramadan di puncak Bukit Giri ada kuliner khas yang patut dibawa pulang untuk oleh-oleh yakni Ketupat Ketheg. Ribuan jemaah tumplek-blek ke Sunan Giri. Sebab, memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir Ramadan ada banyak keutamaan dengan melakukan iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, zikir, dan bersedekah serta memperbanyak doa lainnya untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar di Masjid dan Makam Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Giri.

Jalan Sunan Giri mulai simpang empat Kebomas mulai Senin, 24 Maret 2025 pukul 16.00 WIB di tutup untuk semua kendaraan bermotor, roda 2 maupun roda 4. Jemaah harus jalan kaki sejauh lebih kurang 2 kilometer. Jalannya menanjak. Sepanjang jalan itu, ratusan pedagang membuka lapak untuk berjualan. 

Ada yang berjualan kuliner, mainan anak-anak hingga pakaian untuk persiapan Idul Fitri. Sepanjang jalan riuh, bagai pasar malam. Sesak lautan manusia. Sementara di kompleks masjid dan makam Sunan Giri juga nyaris sama. Ribuan orang silih berganti datang untuk ngalap berkah. Salat, berzikir dan berdoa.

Pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar live streaming Malam Salawe Munajat 1.000 Al Ikhlas. Acara dimulai salat Isya, tarawih lalu dilanjutkan bermunajat pembacaan 1.000 Surat Al Ikhlas di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif dijadwalkan hadir langsung. 

Ketupat Ketheg 

Penjual Ketupat ketheg di perkirakan wisata religi Sunan Giri (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada malem Selawe di Bukit Giri, memiliki kuliner khas yakni ketupat ketheg. Kurang afdal bila malam selawe tidak mencicipi atau membawa oleh-oleh kuliner khas Giri itu. Apalagi, jajanan khas itu, mudah ditemukan. Biasanya penjual kuliner khas Giri membuka lapak mereka mulai tangga menuju masjid Sunan Giri. Atau pusat kuliner yang berada di dekat masjid Sunan Giri dengan makam Sunan Giri. Harganya pun terjangkau. 

Ketupat ketheg ini, rasanya gurih, asin bila disantap parutan kelapa. Ada juga yang makan dengan diolesi gula aren. Heemmmm lezat. Bagi para penjual Ketupat ketheg malam selawe momentum yang paling ditunggu. Karena ribuan jemaah bagai air terus mengalir ke masjid dan makam Sunan Giri. Mulai sore hari hingga badal Subuh, keesokan harinya.  Sholihah, salah satu penjual Ketupat ketheg menceritakan setiap malem selawe jajanan laris manis. “Bagi kami dan.pedagang lainnya malam selawe momentum yang paling ditunggu karena puncak tamu yang datang ke Sunan Giri untuk ngalap berkah. Berharap malam seribu bulan,” katanya. 

Bahan Langka, Ketupat Ketheg Nyaris Punah

Seorang pedagang ketupat ketheg menceritakan, beberapa tahun terakhir pedagang kesulitan untuk mendapatkan bahan utama pembuatan ketupat ketheg. Bahan utama itu, adalah air endapan minyak mentah, masyarakat setempat menyebutnya, air lanthung. Sebelum tahun 2000-an, air lanthung mudah didapatkan. Karena sumur minyak tua peninggalan Belanda banyak ditemukan di halaman rumah atau lahan milik warga, antara lain, di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas. 

Seiring berjalan waktu, keberadaan sumur minyak tua peninggalan Belanda itu telah ditutup oleh pemerintah setempat, sehingga warga sekitar mengambil air ketheg di wilayah Gunung Anyar. Penjual Ketupat ketheg tetap memburu air lanthung adalah salah satu bahan utama dalam mengolah ketheg. “Air lanthung yang bisa memberikan rasa gurih dan asin di setiap irisan makanan ketupat ketheg itu,” kata seorang penjual Ketupat ketheg. 

Selain memberikan sensasi rasa gurih dan asin yang alami, air lanthung atau endapan minyak mentah yang berwarna kehijau kehitaman itu juga merubah warna bungkus ketupat dari bahan dasar daun gebang menjadi agak kuning keemasan dan mengkilat sehingga terlihat khas. “Bungkus ketupat ketheg ini berbeda dengan ketupat pada umumnya,” tegasnya. Solikhah, menjelaskan proses membuat ketupat ketheg sama seperti membuat ketupat pada umumnya, yakni perlu disiapkan anyaman berbentuk ketupat, kemudian direndam di dalam air sumur ketheg.

Isi dari kupat ketheg bukan berasal dari beras biasa, melainkan beras ketan yang dicuci menggunakan sumur ketheg hingga beberapa kali. Proses pencucian menggunakan air ketheg tidak bisa langsung dilakukan, karena air yang baru diambil dari sumur minyak tua kondisinya masih keruh sehingga perlu diendapkan selama tujuh hari, agar menjadi jernih dan terlihat bersih saat digunakan untuk memasak.

“Dari air inilah ada rasa khas makanan ini, dan yang membedakan dengan menu ketupat biasa yang disajikan dengan opor ayam. Dan menu ketupat ini mampu bertahan hingga lebih dari 15 hari lamanya meski tanpa bahan pengawet kimiawi,” ucapnya.Penasaran ayo ngalap berkah Maleman Salawe nang Sunan Giri. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Maleman Selawe, Pemkab Gresik Gelar Munajat 1000 Al Ikhlas  Selengkapnya

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah

GRESIK,1minute.id – Hari ini, Pemerintah Kabupaten Gresik genap berusia 51 tahun pada Kamis, 27 Februari 2025. Sebagai rangkaian memperingati Hari Jadi Gresik atau Harjagres 2025 yakni HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD melakukan ziarah ke makam Waliyullah.

Syekh Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri ; Sunan Prapen dan makam Bupati Gresik yang pertama KRT Poesponegoro. Ziarah dilakukan usai acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik. 

Kali pertama melakukan ziarah ke makam Sunan Giri. Kedatangan rombongan disambut oleh Forkopimcam Kebomas dan pengurus Yayasan Sunan Giri. Acara kemudian dilanjutkan dengan tahlil serta doa bersama yang dipimpin oleh seorang kiai setempat.

Setelah berziarah ke Makam Sunan Giri atau Raden Paku, rombongan Wabup melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Di Makam Sunan Giri, suami dari dr. Shinta Puspitasari ini berkesempatan memegang keris serta mencium sajadah, dua benda peninggalan Sunan Giri. Ziarah dilanjutkan ke Makam Sunan Prapen, putra dari Syekh Maulana Zainal Abidin atau Sunan Dalem, sekaligus cucu dari Syekh Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri. Di lokasi ini, Wabup Alif beserta rombongan tampak khusyuk memanjatkan doa.

Dokter Alif, begitu sapaan melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik. Mereka juga berziarah ke Makam Bupati Gresik pertama, KRT Poesponegoro, yang berlokasi tidak jauh dari Makam Maulana Malik Ibrahim.

Selain berziarah, Wabup juga menyempatkan diri menyapa warga dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di sepanjang jalan menuju makam. Prosesi tabur bunga di makam para wali pun turut dilakukan dalam rangkaian kegiatan ini. 

Sebelum kembali, Wabup yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini menunaikan salat Duhur berjemaah serta menjadi imam salat di Aula Maulana Malik Ibrahim. Ziarah ke makam Waliyullah ini menjadi tradisi bagi Pemkab Gresik saat merayakan HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari dan Hari Jadi Gresik diperingati setiap 9 Maret.

Ziarah tahun ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tidak bisa ikut karena sedang mengikuti Retret di Akmil Magelang pasca pelantikan pada 20 Februari 2025. Sehingga, ziarah ke makam Wali Sanga dipimpin oleh Wabup dr Asluchul Alif. Tampak hadir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachaman, Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dawam, Kabag Logistik Polres Gresik Kompol Moh Nur Amin serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Wabup Alif menyampaikan bahwa ziarah ini dilakukan dalam rangka HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

“Gresik dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Mari kita jadikan peringatan HUT Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kota Gresik ini sebagai momentum untuk selalu mengingat para pendahulu kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para leluhur, terutama bagi generasi muda dan para pemangku kebijakan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Mari kita teladani perjuangan para pendahulu. Selain menjadi inspirasi bagi generasi muda, hal ini juga dapat memupuk semangat para pemangku kebijakan dalam menjalankan tugasnya untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

Tradisi di Gresik Kota Santri, Rayakan Harjagres, Wabup Aluschul Alif bersama OPD Ziarah ke Makam Waliyullah Selengkapnya

Ini Destinasi Wisata Paling Populer di Kabupaten Gresik, bukan Setigi, tapi …?

GRESIK,1minute.id – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif. Tren meningkat. Pada 2022 jumlah wisatawan domestik dan manca negara ‘hanya” 4.133.282 orang. Pada 2024, wisatawan yang berkunjung ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mencapai 7.038.984 orang.

Merujuk data Gresik dalam Angka 2023,  kenaikkan kunjungan wisata ini, antara lain, disebabkan ada fasilitas hotel dan tempat perbelanjaan barang-barang khas Gresik. Penambahan objek wisata yang terjangkau menambah pesona daerah dan membuat wisatawan lebih nyaman di Kabupaten Gresik. 

Data Dinas Pariwisata, Ekonomi kreatif, kebudayaan, pemuda dan olahraga atau Disparekrafbudpora Gresik, memiliki 37 objek destinasi tempat wisata atau ODTW. Puluhan ODTW itu hanya di daratan atau 16 kecamatan dan dua kecamatan yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak, berada di kepulauan yakni Pulau Bawean. Di dua kecamatan di pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean, objek wisata adalah destinasi wisata alam. 

Lalu, destinasi wisata apa yang paling populer di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Destinasi wisata yang paling populer bukan Selo, Tirta, Giri atau Setigi. Berdasarkan @gresiktourism.official , akun resmi Disparekrafbudpora Gresik, kunjungan wisatawan ke Setigi “hanya” 20.333 pada 2024. Pesona Setigi yang berada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah sempat mencapai keemasan di era Abdul Halim, ketika menjabat sebagai Kepala Desa Sekapuk. 

Desa Sekapuk yang awalnya dikenal sebagai desa miskin mendeklarasi sebagai Desa Miliader karena pariwisata. Pasca Abdul Halim lengser dan terbelit persoalan hukum pesona Setigi meredup. Bahkan, kunjungan wisatawan kalah dengan wisata alam Gosari mendapatkan kunjungan wisata 64.165 orang pada tahun lalu.

Wisata alam yang paling populer adalah Pantai Delegan yang dikenal dengan pasir putih selama 2024 mendapatkan kunjungan 293.059 orang.

Lalu, destinasi apa yang paling populer di Kota Santri, Gresik 2024? Destinasi wisata hati yakni Destinasi wisata religi Sunan Giri di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas, dan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan Gresik. Dua makam Waliyullah itu, masing-masing mendapatkan kunjungan sebanyak 1.079.973 orang dan 1.002.121 orang. Kini, Anda bisa mengetahui, mengapa Kabupaten Gresik mendapatkan sebutan lain sebagai Kota Wali. (yad)

Ini Destinasi Wisata Paling Populer di Kabupaten Gresik, bukan Setigi, tapi …? Selengkapnya

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Adat Nusantara atau DPD Matra Gresik dikukuhkan di Pendapa Bupati Gresik pada Ahad, 11 Agustus 2024.

Yang mrngukuhkan kepengurusan dibawah kepemimpinan M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory ini adalah Ketua DPW MATRA Jawa Timur Kanjeng Pangeran Panji Sri Putro Jowo atau KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. DPD Matra Gresik adalah kepengurusan ke-12 terbentuk di Jawa Timur. 

Matra sendiri merupakan organisasi adat dan budaya tingkat regional, dimana para anggotanya terdiri dari kerajaan, kesultanan, lembaga adat, akademisi, budayawan, seniman masyarakat umum, dan sebagainya. 

Pengukuhan pengurus DPD MATRA Gresik dihadiri puluhan “darah biru” atau keturunan  raja atau sultan dari berbagai daerah di Jawa, Madura hingga Bali. Pemkab Gresik diwakili oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Achmad Washil Miftachul Rachman menuturkan, Gresik memiliki sejarah panjang yang patut dilestarikan. Di era kerajaan Hayam Wuruk, di salah satu prasasti yang tertulis di Gresik Utara adalah pusat ekonomi gerabah dan palawija. “Gresik juga pusat persebaran agama Islam dimulai prasasti Siti Fatimah binti Maimun, Sunan Maulana Malik kemudian Sunan Giri,” kata Washil dalam sambutannya. 

Lalu ada Kanjeng Raden Tumenggung Poesponegoro, Bupati Gresik dan di utara terdapat Kanjeng Sepuh. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik, kata Washil, memiliki spirit untuk mempertahankan peninggalan lama. Termasuk kawasan di Bandar Grissee yang berada di Gresik Kota Lama. “Spirit kita melestarikan kota lama,” ujarnya. 

Untuk mengetahui sejarah Gresik, imbuhnya, pihaknya telah mendapatkan salinan menuskrip dari museum yang ada Belanda, Museum Volkenkunde di Kota Leiden, Belanda. “Kita akan terjemahkan tentang posisi Gresik,” katanya. Ia pun berharap Matra bisa berkolaborasi dengan Pemkab Gresik. “Program (Matra) bisa menjadi yang terdepan di Jawa Timur,” harap Washil.

Sementara itu, Ketua DPW Matra Jatim KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro menyatakan, pihaknya mendorong kepada pengurus Matra Gresik untuk mengedepankan kolaborasi dengan semua pihak. Terutama kepada Pemkab Gresik. 

Mengapa? Karena Gresik memiliki budaya dan adat yang keren. Ia mencontohkan para wali, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam yang berbaur dengan adat dan kebudayaan setempat. 

“Saya harapkan pengurus DPD Matra Gresik mengenalkan kebudayaan dan keadatan kepada anak muda,” katanya.  Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro mengaku dirinya sedang risau. Sebab, nasionalisme generasi(Gen) Z terus menurun karena mereka lebih mempelajari dan meniru gaya orang asing. 

“Nasionalisme generasi Z terus menurun yang semula hanya 5 persen sekarang turun menjadi 2,5 persen artinya mereka kurang bernasionalisme dengan bangsanya sendiri karena mereka mempelajari dan bergaya seperti orang asing,” tegasnya. 

Ia pun berharap untuk Gen-Z di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini harus bangga dengan adat dan kebudayaan. “Untuk Gresik ini, pemuda dan pemudinya harue bangga dan mencintai berperilaku dan budaya yang tidak melanggar agama kita sebagai orang muslim,” pesan Kanjeng Pangeran Panji Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. (yad)

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren Selengkapnya

Menteri ATR/BPN AHY Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid & Kawasan Situs Religi Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyerahkan secara simbolis empat sertifikat wakaf kepada yayasan dan pondok pesantren di Kabupaten Gresik. 

Empat sertifikat tanah wakaf elektronik yang diserahkan oleh AHY badal Salat Jumat di Masjid Sunan Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu, yaitu sertifikat Yayasan Makam Sunan Giri, Masjid Ainul Yaqin, Yayasan Ponpes Darul Ihsan dan Musala Baiturrohmah pada Jumat, 5 Juni 2024.
AHY 

menyebut, Kawasan Makam Sunan Giri yang ada sejak tahun 1500-an ini belum memiliki payung hukum. “Sejak 1500 tahun belum ada sertifikatnya. Hari ini (Jumat, 5 Juli 2024,Red) ada sertifikatnya. Jelas statusnya. Jelas legislitasnya,” kata AHY.

Tampak hadir dalam penyerahan sertifikat wakaf elektronik ini, diantaranya Ketua MUI Gresik KH Manshoer Shodiq, Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, dan mantan Wagub Jatim Emil Dardak. 

Ia melanjutkan, penyerahan sertifikat resmi dari negara sehingga memiliki kepastian hukum. Ia pun berharap sertifikat itu membawa keberkahan yang lebih luas lagi. “(Sertifikat) ini bentuk hadirnya pemerintah (ATR/BPN,Red) bersama jajaran di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik,” terang Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu. 

Sertifikat tanah wakaf untuk tempat ibadah, pondok pesantren dan tempat bersejarah, salah satu prioritas yang akan dituntaskdn oleh kemerinterian ATR/BPN. 

“Kita akan lanjutkan ke tempat lainnya. Saat ini masih dilakukan. Kita sedang melakukan inventarisasi di tempat lainnya. Bagi kami urusan sertifikat wakaf ini menjadi prioritas dan disegerakan. Dan kami pastikan tidak ada biaya apa pun. Ini harus bisa tuntas,” tegasnya. AHY

 mengatakan sertifikat tanah elektronik, ini bagian dari semangat pemerintah melakukan modernisasi digital. Termasuk land Government atau manajemen tata kelola di bidang pertahanan dan tata ruang 

Ia berharap jika semakin banyak kantor Pertanahan yang memberikan melayani masyarakat terutama sertifikat elektronik akan mempermudah urusan. “Yang pasti lebih cepat, lebih transparan, lebih akuntabel dan tidak perlu lagi ada pengurusan yang menggunakan perantara. Jadi langsung,” ujarnya. 

AHY tiba di Masjid Sunan Giri Gresik sekitar pukul 11.30 WIB. AHY yang duduk di saf terdepan bersama KH Mulyadi, pengasuh Ponpes Darul Ihsan terlihat khusyuk mendengar khotbah yang dipimpin oleh KH Mansoer Shodiq.

Usai menyerahkan empat sertifikat wakaf elektronik, AHY bersama rombongan melanjutkan ziarah ke makam Sunan Giri. Ia mengaku untuk kali kedua salat dan ziarah Sunan Giri. “Jumat barokah,” katanya. (yad)

Menteri ATR/BPN AHY Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Masjid & Kawasan Situs Religi Sunan Giri Selengkapnya

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik 

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (2)

GRESIK,1minute.id – MAKAMDewi Sekardadulengang. Siapa Raden Ajeng Dewi Sekardadu? Dewi Sekardadu adalah ibunda Sunan Giri. Waliyullah. Masyarakat Gresik menyakini makam Dewi Sekardadu dulu berada di Blambangan, Banyuwangi.

Konon, mengingat jarak Gresik-Banyuwangi yang cukup jauh. Sunan Giri memiliki gelar Prabu Satmata atau Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton itu kemudian bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam kali pertama.

Tempat itu dinamakan Gunung Anyar. Salah satu dusun di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam Dewi Sekardadu berada dalam satu cungkup yang megah. Khusus untuk makam Dewi Sekardadu ditutup dengan kain kelambu.

SILSILAH : Prasasti tentang silsilah Raden Ajeng Dewi Sekardadu yang di pesarean Dewi Sekardadu di Dusun Gunung Anyar, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Makam pertama adalah Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya tidak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan keempat dari Sunan Giri. Bangunnya semi permanen. Tembok dan gebyok kayu ukiran yang sangat terawat baik. 

Di sekitar halaman pesarean Dewi Sekardadu ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana terasa teduh. Ada fasilitas penunjang lainnya yakni musalah, toilet serta joglo untuk para peziarah beristirahat. (yad/bersambung)

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik  Selengkapnya