Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah

GRESIK,1minute.id – Gresik Migas bakal mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebesar 7 miliar. DPRD Gresik telah menyetujui tambahan modal ke badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkantor di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Menurut Direktur Utama Gresik Migas Priest Djabbar mengatakan, pihaknya tambahan modal sebesar Rp 7 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan digunakan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Investasi pembangunan SPBUN itu membutuhkan anggaran Rp 8,7 miliar,” kata Priest Djabbar dikonfirmasi selulernya pada Rabu, 3 Desember 2025. Penambahan penyertaan modal itu akan dilakukan pada P-APBD 2026 nanti. 

Untuk diketahui DPRD Gresik telah menetapkan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) pada 27 November 2025. Empat Ranperda itu, terdiri dua Ranperda baru, yakni, Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.

Sedangkan dua ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Priest melanjutkan, SPBUN  untuk mensuplai kebutuhan solar  dan pertalite bagi nelayan setempat. ‘Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, kebutuhan bahan bakar untuk nelayan sebanyak 19 Kiloliter per hari,” ujarnya. 

Solar bersubsidi dan pertalite menjadi kebutuhan vital bagi para nelayan Desa Pangkah Wetan untuk melaut. Selain dua bahan bakar bersubsidi, Imbuhnya, juga menyediakan bahan bakar non subsidi, antara lain, Pertamax, Dexlite, Biodiesel dan lainnya. ” Pembelian solar atau pertalite nelayan yang terdaftar dengan menggunakan sistem barcode,” ujarnya.  Dalam barcode itu, berisi antara lain identitas nelayan. “By name, by address, dan besaran kuotanya,” tegasnya. 

Pembangunan SPBUN Ujungpangkah ini, akan menambah jaringan SPBUN yang dikelola oleh Gresik Migas. Sebelumnya, SPBUN telah beroperasi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan SPBUN Lumpur di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (yad)

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah Selengkapnya

Menteri Trenggono Dorong Kinerja Ekspor Produk Perikanan dan Layanan Sertifikasi Jaminan Mutu

GRESIK,1minute.id –  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke kampung Budidaya Bandeng di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 21 April 2022.
Kedatangan Sakti Wahyu Trenggono untuk memastikan peningkatan kinerja layanan sertifikasi produk perikanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. 

Hal ini menyusul launching Quality Assurance Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dari hulu sampai hilir pada Kampung Budidaya Bandeng Gresik di Pudak Galeri UMKM Gresik pada Kamis, 21 April 2022.

Peningkatan layanan sertifikasi menurutnya sangat penting, guna mendongkrak kinerja ekspor produk perikanan dari Provinsi Jawa Timur, khususnya Gresik. “KKP ini melalui Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) harus berupaya semaksimal mungkin, dorong UMKM di Gresik ini agar segera tersertifikasi. Ini penting ekspor hasil perikanan kita agar meningkat,”ujar Menteri Trenggono. 

Menteri Trenggono mengatakan keberadaan UMKM telah terbukti mendukung ketahanan perekonomian negara di tengah kondisi pandemi. Untuk itu harus terus diupayakan peningkatan bukan hanya dari sisi kuantitas, namun dari segi kualitas produk perikanan yang dihasilkan pelaku UMKM. 

“Jadi, tadi saya juga melihat tempat pelatihan masak olahan bandeng. Pada intinya pelatihan para pelaku atau calon pelaku usaha penting untuk memastikan produk UMKM, khususnya di Gresik ini dapat tersertifikasi, jadi dari segi kualitas, mulai dari pembibitan sampai produk akhir itu berkualitas, enak dimakan tentunya,” ucap Menteri Trenggono. 

Selain itu, ia menyampaikan Kabupaten Gresik yang merupakan salah satu sentra perikanan di Jawa Timur, terutama perikanan budidayanya, memiliki komoditas unggulan. Yaitu, bandeng dan udang vaname. Menteri Trenggono berharap budidaya bandeng dan udang vaname dapat menyuplai pasar ekspor melalui unit miniplant atau supplier yang telah memiliki sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB). 

Pada 2022, BKIPM menargetkan memberikan pelatihan dan menyertifikasi CPIB kepada 10.000 UMKM/Supplier di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi penerapan jaminan mutu hasil perikanan pada UMKM perikanan, Bazar UMKM produk hasil perikanan, Demo memasak ikan bandeng, Penyerahan sertifikat CPIB (Cara Penanganan Ikan yang Baik), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), dan CKIB (Cara Karantina Ikan yang Baik) pada para pelaku usaha. 

Untuk diketahui Kabupaten Gresik telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai salah satu kampung perikanan budidaya ikan bandeng sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Budidaya. 

Sementara itu, Plt. Kepala BKIPM Hari Maryadi mengatakan, Gresik memiliki banyak UMKM perikanan dengan berbagai produk perikanan yang berpotensi ekspor. Beberapa UMKM telah memenuhi persyaratan ekspor dan telah bersertifikat HACCP namun masih banyak pula yang belum bersertifikat.  “Untuk itu diperlukan upaya berkesinambungan untuk mendorong UMKM perikanan lainnya untuk bisa memenuhi persyaratan jaminan mutu hasil perikanan sesuai standar ekspor sesuai arahan Bapak Menteri tadi,” terang Hari. 

Bersamaan dengan Launching Quality Assurance Sistem Jaminan Mutu dan KHP ini, KKP menyerahkan sertifikat kepada para pelaku usaha  diantaranya 6 UMKM untuk sertifikat HACCP, 2 UMKM untuk sertifikat CKIB dan 7 UMKM untuk sertifikat CPIB. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik juga turut serta mendorong tumbuh kembang sektor UMKM. Menurutnya, hal ini akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Gresik. Salah satu sektor UMKM unggul adalah pengelolaan budidaya ikan bandeng dari hulu sampai ke hilir. 

“Kami terus berupaya mendorong dan mendukung tumbuh kembang UMKM untuk terus melahirkan produk-produk unggulan. Nah, hari ini Pak Menteri KKP datang ke Gresik untuk melihat sejauh mana perkembangan dan upaya kami selaku pemerintah daerah,”kata Gus Yani. Ia mengatakan, Pemkab Gresik melalui Dinas Perikanan juga akan melakukan pendampingan terhadap budidaya ikan bandeng. “Kita minta Dinas Perikanan untuk memberikan pendampingan terkait budidaya ikan bandeng secara intens,”katanya. 

“Penetapan Kabupaten Gresik sebagai salah satu kampung perikanan budidaya ikan bandeng sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),”imbuhnya.
Disamping itu, lanjut Gus Yani, peningkatan layanan sertifikasi sangat penting. Tujuannya guna mendongkrak kinerja ekspor produk perikanan di Kabupaten Gresik.

“Ini juga agar kita tidak asal-asalan melakukan ekspor, namun melalui prosedur yang telah ditetapkan. Pemkab Gresik bersama bea cukai juga menyiapkan langkah strategis guna memudahkan masyarakat yang ingin menjadi eksportir, yakni melalui klinik ekspor. Silahkan masyarakat bisa melakukan konsultasi,” pungkas Gus Yani. (yad)

Menteri Trenggono Dorong Kinerja Ekspor Produk Perikanan dan Layanan Sertifikasi Jaminan Mutu Selengkapnya

Eduwisata KPI Tawarkan Aneka Buah, Cocok Untuk Bukber Puasa


GRESIK,1minute.id – Kebun Pak Inggih (KPI) menjadi jujugan masyarakat dan para pelajar. KPI yang lokasinya berdekatan dengan destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik itu menawarkan sensasi berbeda.

Di destinasi anyar ini, pengunjung bisa menikmati aneka buah. Sangat cocok bagi pelajar sebagai eduwisata. Abdul Halim, pengelola KPI mengatakan, Agrowisata Kebun Pak Inggih berbeda dengan destinasi lainnya. Sebab, di KPI ini tumbuh aneka buah. “Bahkan tanaman buah yang nyaris punah di budidaya di Agrowisata KPI,”ujar Abdul Halim yang juga Pak Inggih-sebutan lain-kepala desa (Kades) Sekapuk itu pada Senin, 28 Maret 2022. 

Tanaman nyaris punah itu antara lain Juwet Putih, Trenggulun, Mojopahit, Mojolegi, Plum Manila dan Anggur Pohon. Selain tanaman buah langka, wisatawan juga bisa menikmati buah Manggis, Rambutan, Matoa, Matalada, Kelengkeng Merah,  Durian dan Belimbing. 
Kebun Pak Inggih memiliki luas lahan 2,5 hektar. Lokasi berdekatan dengan destinasi wisata Setigi yang sudah kesohor itu.

Dua destinasi itu, dikelola oleh Pemerintah desa (Pemdes) setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kades Abdul Halim adalah CEO-nya. Inisiator berdirinya dua destinasi wisata yang telah mengubah perekonomian warga desanya itu. 

Halim mengatakan, selain tanaman buah, KPI juga terdapat tanaman bunga. ” Banyak titik taman dan jenis bunga yang bisa buat latar foto dan video anda, belum lagi spotfoto instagramable sudah disiapkan untuk anda para pengunjung agrowisata yang sangat istimewa,”katanya. 

Selama bulan suci Ramadan,  agrowisata KPI buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00 WIB. Sedangkan, Wisata Setigi  buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. “Buka puasa bersama (bukber) di KPI akan semakin nikmat,”katanya. (yad)

Eduwisata KPI Tawarkan Aneka Buah, Cocok Untuk Bukber Puasa Selengkapnya

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ?

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Destinasi itu bernama Kebun Pak Inggih (KPI). Lokasinya di samping destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi).

Destinasi KPI dan Setigi ini milik pemerintah desa (Pemdes) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. 
Destinasi wisata anyar itu dilengkapi dengan Monumen Ratu Agro yang diresmikan pada Selasa, 12 Oktober 2021. “Dibangunnya Monumen Ratu Agro ini memiliki tujuan agar nantinya para pengunjung mudah mengingat agrowisata KPI (Kebun Pak Inggih),”ujar Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim saat meresmikan monumen bersama seluruh perangkat desa, BPD, Bumdes, PKK, RT/RW, Pokdarwis dan Karang Taruna itu. 

Ratu Agro, kata Abdul Halim, adalah Ratu yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. Namun maksud di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang, dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai. 

“Sedangkan, Agro memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang kami bangun ini bisa lebih produktif dan lebih bermanfaat dari sebelumnya,”ungkap AHA-julukan-Abdul Halim. Ia menjelaskan, makna detail bangunan dari Monumen Ratu Agro. Ada anak tangga yang berjumlah sebelas (sewelas), menggambarkan setiap menapaki langkah untuk naik harus dapat ‘welasan’ (izin/ dukungan) dari lingkungan dan dari yang Maha Berkehendak.

Sedangkan tiga titik surya di monumen Ratu Agro terdapat bergambar Trisula yang bermakna sebagai pengingat kita bersama. Trisula yakni sebuah tombak bermata tiga, yang maksudnya adalah bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.Sekaligus tiga sifat penting yang harus diterapkan untuk menjalani proses, yaitu: benar, lurus, dan jujur.

Tugu utama dengan jumlah 9 tingkat/pilar untuk mengingatkan jika tlatah ini berada di kawasan dakwah 9 wali (wali songo).Tugu 4 yang mengelilingi dan satu tugu utama ( berjumlah 5 tugu ) menggambarkan 4 arah mata angin, sehingga kita bisa melangkah dengan tepat dan tidak lupa dengan kiblat.

“Jumlah lima tugu itu mengingatkan 5 waktu  dengan keutamaan salat subuh, bumi seisinya akan diserahkan untuk kita yang menunaikan,” jlentreh Kades yang berhasil mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Miliarder ini.

Sementara air mancur kelopak bunga dengan tujuh (pitu) tumpuk itu untuk mengingatkan sehebat apapun diri kita masih butuh pitulung, pitutur, pituduh, serta sumber itu adalah pemberian yang Kuasa, kapan pun bisa melimpah dan sebaliknya. Mengingat area KPI dulunya dikenal tidak ada sumber, bahkan dulunya ada perkampungan sampai pindah, sebab hilangnya sumber air.

Dari simbol tersebut, kita ingatkan kebesaran-Nya dan bersyukur kita punya 7 panutan dalam memahami kebenaran, yakni Rasul beserta empat sahabatnya Abubakar, Umar, Usman, Ali dan empat Mahzab Imam Syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi serta adanya waktu 7 hari, langit 7 lapis, bumi 7 lapis, dan air 7 warna. (yad)

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ? Selengkapnya