Peringatan Mualid Nabi Muhammad SAW di UPT SMP Negeri 2 Gresik Hadirkan Polwan untuk Meningkatkan Kesadaran dan Perlindungan terhadap Anak

GRESIK,1minute.id – Peringatan Mualid Nabi Muhammad SAW di UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) terasa berbeda. Biasanya, perayaan peringatan kelahiran Rasulullah SAW mendatang kiai atau ustad. Tapi, sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Kholil, Gresik ini mendatangkan aparat kepolisian dari Satuan Binmas melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. 

Dalam maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026 yang diikuti seluruh siswa dan tenaga pendidik ini mengusung tema “Meneledani Akhlak Rasulullah SAW” versi Gen Z, yakni 

Meningkatkan Kesadaran dan Perlindungan terhadap Anak. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, anggota 

Polisi Wanita (Polwan) Polres Gresik mengajak para siswa untuk memperbanyak kegiatan positif yang menguntungkan bagi masa depan. Selain itu, menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri seperti melakukan kekerasan fisik, narkoba, bullying dan kekerasan seksual dan lainnya. 

Kemudian, bagaimana cara menghindari masalah kekerasan ancaman bagi pelajar dari luar sekolah, berfikir sebelum bertindak,  menjauhi hal-hal buruk di media sosial (medsos) dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. “Jika mengetahui tindakan buruk segera lapor pada orang tua, guru, BK jika ada ancaman di dunia digital. Saring sebelum sharing informasi. Ceklis privasi data pribadi medsos, filter teman di medsos,” kata Mohammad Salim menirukan ucapan anggota Polwan Polres Gresik itu.

Mohammad Salim mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Polres Gresik. Materi ini sangat relevan untuk membentuk karakter siswa yang berani, cerdas, dan saling menghargai,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polres Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. Pihak sekolah juga akan memasang nomor layanan KBPA di aplikasi inovasi sekolah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Peringatan Mualid Nabi Muhammad SAW di UPT SMP Negeri 2 Gresik Hadirkan Polwan untuk Meningkatkan Kesadaran dan Perlindungan terhadap Anak Selengkapnya

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah 

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik terus memantau perkembangan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Bayi laki-laki dengan bobot 1,7 kilogram itu dibuang di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 Agustus 2023 lalu. 

Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi kesehatan bayi laki-laki yang terlahir dari rahim mahasiswi yang belum menikah itu terus membaik. “Beberapa waktu lalu, berat badan naik menjadi 1,9 kilogram,” kata Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati disela menghadiri Nawa Karsa Award Desa SIAP di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik akhir pekan lalu. 

Pemantauan kondisi bayi dilakukan, imbuhnya, karena orang tua bayi sedang menjalani proses hukum di Mapolres Gresik. Penyidik menetapkan sepasang kekasih yakni Belva Pandega Nuswantara (BPN)  dan perempuan berinisial UD, 22 tahun sebagai tersangka. Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik menahan kedua tersangka dengan ancaman penjara selama 5,5 tahun. 

UD tercatat sebagai mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya. “Ibu bayi melahirkan di rumah pacarnya. Tanpa bantuan dokter dan paramedis. Melahirkan sendiri,” terang Titik Ernawati. Sejoli berinisial BPN dan UD telah berpacaran selama 2 tahun. Selama berpacaran itu, mereka diduga telah berulangkali berhubungan layaknya suami-istri. UD, mahasiswi asal Madura itu pun akhirnya hamil. 

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, UD mengalami pendarahan hingga air ketuban pecah.”Melahirkan di rumah tersangka pria tanpa bantuan tenaga medis,’’ ujar Kapolres GresikAKBP Adhitya Panji Anom di Mapolres Gresik pada Jumat, 1 September 2023. 

Seperti diberitakan, pengasuh Pondok pesnatren (Ponpes),Al Khikmah di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendapatkan telepon dari seorang tidak dikenal pada Rabu, 23 Agustus 2023. Lelaki misterius itu menitipkan bayi. Bayi laki-laki terbungkus sarung di bawah kran air. Di dekat bayi itu terdapat selembar kertas bertuliskan “Muhammad Romli Adhin 23 Agustus 2023, Ibu/bapak Yth Panti Asuhan Al Hikmah Sata nitipkan anak kami”. (yad)

Kedua Orang Tua yang Buang Bayi Ditahan, Ibu Bayi Masih Mahasiswi, Belum Nikah  Selengkapnya

Nyeleneh, Kakek 48 Tahun ini Suka Merekam dan Ngintip Perempuan Mandi

GRESIK,1minute.id – Kelakuan Warsiman tidak patut di tiru. Sebab, kakek berusia 48 tahun itu memiliki kelakuan nyeleneh. Yakni, suka mengintip dan merekam perempuan mandi. Perbuatan yang dilakukan warga indekos di Desa/Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik itu berujung jeruji besi.

Pasalnya, korban memergoki dan melaporkan ulah tersangka Warsiman itu ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. “Tersangka sudah kami amankan,”kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi ketika dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Barang bukti yang diamankan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Gresik sebuah smarphone yang berisi tiga rekaman video para perempuan tetangga kos-kosan tersangka. Salah satunya adalah rekaman korban sedang mandi. Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 235 UU 44/2008 tentang Pornografi.

“Waktu itu tersangka kedapatan merekam korbannya. Lalu korban berteriak meminta tolong hingga pemilik kos dan penghuni lainnya datang. Setelah HP-nya di cek, ditemukan ada sejumlah video. Tersangka diserahkan ke Mapolsek Driyorejo,”imbuhnya.

Tersangka Warisman mengakui terus terang perbuatan yang tidak terpuji itu. Ia pun menyesal. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Pria yang sudah beristri dan memiliki cucu bercerita mengakui memiliki fantasi seksual yang tinggi. Pengerajin mebel itu tentu tidak mendapatkan fantasi itu selama bersama istrinya.  

“Saya seperti punya penyakit, kok suka rekam – rekam seperti itu. Ada yang saat mandi, ada yang saat tidur, ada yang saat di kamar,” ujarnya kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Gresik pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Ditambahkan Warsiman menjelaskan hobi merekam perempuan tersebut sering dilakukan sejak memiliki HP baru. Semula dia hanya merekam perempuan yang tak sengaja lewat di depannya. Namun nafsunya memuncak ketika melihat tetangga sebelah kosnya tengah mandi. 

“Saya rekamnya lewat belakang tempat angin – angin kamar mandi. Kemudian berlanjut merekam ke kamar korban lewat jendela,” jelasnya. Seperti pepatah, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. 

Saat merekam berikutnya, Warsiman apes. Korban memergoki dan berteriak sehingga memancing penghuni kos lain keluar.  Korban lalu memberanikan diri membuka gawai  Warsiman. Benar saja ada dua video yang didalamnya terisi korban tengah mandi dan ganti baju. Warsiman pun tertunduk lesu. (yad)

Nyeleneh, Kakek 48 Tahun ini Suka Merekam dan Ngintip Perempuan Mandi Selengkapnya