GRESIK,1minute.id – FPK Goes To School bertandang ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Senin, 15 Desember 2025. Ratusan siswa kelas VII dan VIII tumplek blek di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik.
Sejumlah pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Gresik yang hadir dalam Sosialisasi ini, antara lain, Antonius Sihotang dari Suku Batak ; Susi Ida Wardani dan Safara Akmaliah (Suku Jawa) ; Indah Sari Dewi (Etnis Arab) ; serta Helena L. Shandy (Etnis Tionghoa). Dr Muchammad Toha, sejarawan dan budayawan Gresik juga menjabat sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang.
Pada kesempatan itu, Toha menjlentrehkan pengertian dan tujuan FPK Goes to School. FPK adalah wadah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat kebangsaan, serta mempromosikan Persatuan dan Kesatuan bangsa. Ia pun mengulas tentang sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dan pentingnya mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tentang Kebhinekaan dan Toleransi, juga disinggung untuk meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya, agama, dan suku, serta pentingnya toleransi dan hidup berdampingan. Toha yang seorang budayawan dan sejarawan Gresik ini menyampaikan dengan celotehan khas anak-anak. Sehingga acara yang berlangsung lebih dari 60 menit terasa sangat singkat.
“Saya sebagai peserta sangat senang karena salah satu pemateri asli Gresik (Dr. Muchamad Toha) sangat memukau dan lucu membikin kita semua tidak tertidur dan paham bahwa persatuan penting untuk negara kita agar maju,” kata Nabila Ketua OSIS UPT SMP Negeri 2 Gresik.
Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengaku sangat senang menjadi tempat sosialisasi FPK. “Siswa semakin bertambah wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan. Pembauran dapat membawa banyak manfaat. Meningkatkan persatuan, kerukunan yang kita kenal dengan istilah NKRI harga mati,” kata Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Aparat gabungan, TNI-Polri meningkatkan patroli. Satuan Polisi Lalu (Satlantas) Polres Gresik menginisiasi kegiatan Deklarasi Damai bersama berbagai komunitas dan stakeholder. Sementara itu, lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik menggelar doa bersama untuk Keselamatan Bangsa. Doa bersama dilakukan di halaman sekolah masing-masing.
Ikhtiar tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Gresik tetap kondusif. Deklarasi Damai yang diinisiasi oleh Satlantas Polres Gresik dipusatkan di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Satlantas Polres Gresik di Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Senin malam, 1 September 2025.
Acara yang dihadiri Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, beserta jajaran KBO, Kanit Regident, Kanit Gakkum, dan Kanit Kamsel Satlantas. Hadir pula perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Desa Sukorejo dan perangkat desa, pengurus Korwil Gojek dan Grab Gresik, tokoh perguruan silat PSHT, Ketua Grib Gresik, tokoh agama, pengurus RT Randuagung, Banser Gresik, hingga Komunitas PMB.
Dalam sambutannya, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda mewakili Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preemtif kepolisian untuk mencegah potensi aksi anarkis.
“Kami mengajak seluruh komunitas yang hadir untuk bersama-sama berkontribusi menyerukan demonstrasi damai dan menolak anarkisme. Sinergi masyarakat dengan aparat sangat penting demi terciptanya Gresik yang aman dan kondusif,” tegasnya.
DOA BERSAMA: (kiri-kanan) Siswa SMP Negeri 4 Gresik dan siswa SMP Negeri 2 Gresik melakukan Doa Bersama di sekolah pada Senin, 1 September 2025 ( Foto: Istimewa)
Sementara itu, lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar doa bersama di setiap lembaga pendidikan, mulai Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Diantaranya, UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan SMP Negeri 4 (Spempat) Gresik. Doa bersama untuk Keselamatan Bangsa. Di UPT SMP Negeri 4 Gresik doa bersama dilakukan di musala sekolah yang berada di Jalan Proklamasi, Gresik. Doa dipimpin oleh guru agama di sekolah tersebut.
Sedangkan, doa bersama di UPT SMP Negeri 2 Gresik dilakukan di halaman sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu di pimpin oleh Ustad Bambang dan Humaidi, Guru Pendidikan Agama Spenda Gresik.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, kegiatan doa bersama ini dilakukan serentak di seluruh sekolah di Gresik atas himbauan Dinas Pendidikan Gresik menjaga kondusifitas pembelajaran. Pada kesempatan itu, kata Salim, sekolah membacakan himbauan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik, antara lain : yakni : Orang tua wajib mengawasi anaknya agar tidak berkegiatan di luar rumah yang merugikan ; tidak terprovokasi ikut ajakan negatif di medsos.
“Saya sebagai kepala sekolah berharap para Orang Tua membantu sekolah dalam Mendukung Anak Berkegiatan Positif di rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter baik,” kata Salim pada Selasa, 2 September 2025. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Alun-alun Gresik melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (PMS) digelar di teras sekolah berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. Usia remaja atau generasi (Gen)-Z adalah usia rentan terhadap PMS karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang risiko dan pencegahan.
Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari mengobati. Penyuluhan kesehatan yang tepat menjadi bekal membuat keputusan yang bijak terkait kesehatan seksual. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam penyuluhan itu, siswa mendapatkan tambahan pengetahuan penyebab penularan dan dampak bagi kesehatan.
Selain itu, bagaimana pencegahan. Salim menjelaskan ada beberapa cara pencegahan PMS, antara lain, peningkatan keimanan dan pengetahuan Agama; tes kesehatan secara teratur dapat membantu dalam deteksi dini penyakit kelamin. Selain, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang penyakit kelamin dan cara pencegahya sangat penting.
“Selaku kepala sekolah Saya berterima kasih kepada Puskesmas Alun-alun atas sinergi positif dalam pencegahan penyakit menular seksual semoga menjadi ilmu manfaat bagi murid agar sejak dini mawasdiri dan berkesadaran tinggi,” kata Salim pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Kesehatan peserta didik menjadi salah satu prioritas perhatian sekolah. Sehari selumnya, kata Salim, pihak puskesmas melakukan skrining kepada siswa kelas VII. Skrining yang meliputi pemeriksaan gigi, mulut, telinga, gula darah dan mata.
Lalu apa hasil rekomendasinya?. “Rekomendasi oleh pihak puskesmas agar murid SMPN 2 tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet atau P5,” katanya. Siswa kelas VII adalah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Mereka diduga mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet ketika masih di sekolah dasar. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima guru SMA Negeri 1 Kebomas (SMABOM) melakukan studi tiru ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Rabu, 30 Juli 2025. Lima guru tergabung Green Team SMABOM itu belajar tentang Kantin Halal dan Zero Waste yang diterapkan di sekolah berada berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik.
Kantin Halal di Spenda adalah pioner di lembaga pendidikan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik karena telah mengatongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).Sedangkan, Zero Waste telah diterapkan di sekolah penyandang Adiwiyata tersebut.
Rombongan Green Team SMABOM yang dipimpin oleh M.Alil Himah, guru Sarana dan Prasarana disambut oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim. Dalam ruang pertemuan, mendapatkan pemaparan sekolah bersih dan kantin halal dari Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda.
“Kami terharu, karena SMABOM melakukan studi tiru ke sekolah kami. SMABOM bermitra dengan Spenda,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam studi tiru ini, Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda menjlentrehkan bagaimana sekolah membiasakan siswa dan guru untuk mengurangi sampah di kantin dengan menerapkan praktik pengelolaan sampah yang efektif.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Spenda, antara lain, Mengurangi Penggunaan Plastik sekali pakai dengan mengganti peralatan makan sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan, seperti wadah makanan stainless steel atau botol minum reusable.
Berikutnya, Mengelola Sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, dan siapkan tempat sampah terpisah di kantin. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas atau kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Langkah berikutnya, Menerapkan Sistem Pengembalian Wadah yakni siswa dapat mengambil makanan dalam wadah khusus dan mengembalikannya ke kantin setelah selesai makan.
Menggunakan Wadah Makanan yang Dapat Digunakan Berulang*: Kantin dapat menyediakan makanan dalam wadah besar dan siswa dapat membawa wadah mereka sendiri untuk mengambil makanan.
Berikutnya, Menghemat Energi dan Air yakni memasang poster edukatif tentang pentingnya menghemat energi dan air, serta matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
“Program Zero Waste Kantin di UPT SMP Negeri 2 Gresik, di mana kantin sekolah telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan Meniadakan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka juga menyediakan air minum sehat dan menggalakkan siswa untuk membawa botol minum sendiri,” terang Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik dan Dinas KBPPPA Gresik menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025. Sosialisasi di sekolah yang menyandang predikat Sekolah Ramah Anak (SRA) itu, menghadirkan pembicara antara lain, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali.
Kegiatan ini diikuti 75 siswa kelas IX dan guru di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Sosialiasi yang dihadiri Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik A. Syifaul Qulub dan Ketua PGRI Gresik Bari Afita. Dan, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim.
Pada kesempatan itu, Nurul Haromaini Ali menjlentrehkan panjang lebar bagaimana cara Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di sekolah. Ning Nurul, sapaan akrabnya, menerangkan mulai definisi dan bentuk, dampak, Hak-Hak Perempuan dan Anak, Tanda-tanda Kekerasan, Cara Melaporkan Kekerasan hingga Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
Penyampaian dengan bahasa “keibuan” yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan perhatian dan mudah dipahami itu membuat siswa antusias mengikuti acara yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB itu. Nurul Haromaini Ali mengatakan, banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Bentuk-bentuk kekerasan seperti fisik, emosional, seksual, dan penelantaran,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.
FOTO BARENG : Pembicara dan peserta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Spenda Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025 ( FOTO: Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Ia berharap sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang anti kekerasan pada perempuan dan anak. “Mari kita bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman dan peduli terhadap kelompok rentan,” kata sarjana Ilmu Komunikasi Unair Surabaya ini.
Terpisah, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, sosialisasi ini diharapkan anak-anak mampu memilih teman dan hindari hal-hal negatif dan bermedia sosial dengan bijak,” kata Salim usai acara pada Jumat, 18 Juli 2025.
Pendidikan di keluarga, kata Salim, berperan penting dalam membentuk karakter anak, seperti nilai dan motivasi dari keluarga dapat pendidikan di keluarga sangat penting untuk membentuk anak menjadi pribadi yang baik, berpengetahuan, dan berkarakter.
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak menjadi sangat penting bagi Spenda Gresik karena sedang berjuang untuk mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. Di Gresik, kata Salim, ada sepuluh lembaga yang diusulkan mengikuti seleksi Standardisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Nasional. “Mohon doanya, kami bisa masuk Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional,” kata Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Libur sekolah awal Ramadan berakhir Kamis besok, 6 Maret 2025. Siswa mulai kembali sekolah. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, masuk sekolah setelah libur awal Ramadan akan terasa berbeda. Wabil khusus siswa kelas VIII.
Sebab, siswa di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu kegiatan belajar mengajar atau KBM menggunakan Chromebook. Google telah menetapkan lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu, sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG, dan satu-satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Spenda Gresik mendapatkan bantuan atau pinjam pakai sebanyak 30 unit Chromebook dari Hello Indonesia.
Serah terima puluhan unit chromebook yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.
“Secara resmi mulai pekan depan Spenda telah membuka kegiatan KBM dengan menggunakan chromebook di setiap mata pelajaran. Langkah ini diambil karena seluruh pendidik dan tenaga kependidikan telah bersertifikat Google Level 1,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 5 Maret 2025.
Sebab, puluhan unit chromebook kinyis-kinyis ituharus proses instal dan pemasangan instalasi membutuhkan waktu dua hari. ” Nggeh, Kamis besok proses instalasi sampai Jumat. Senin mulai penggunaan Chromebook,” jelas Salim yang juga pembina Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam atau MGMP PAI SMP Negeri se-Kabupaten Gresik itu.
Inovasi pembelajaran berbasis digital di Spenda Gresik menggunakan chromebook karena seluruh pendidik dan tenaga kependidikan telah mengantongi sertifikat Google level 1. KBM menggunakan chromebook karena sekolah telah melalui beberapa tahap mulai pelatihan level zero untuk guru dan karyawan sampai level 1 serta lulus ujian sertifikasi dari Google ini berproses kurang lebih 2 bulan lebih.
Sejumlah kalangan memberikan apresiasi kepada Spenda Gresik karena inovasi pembelajaran menggunakan digitalisasi. “Sebagai sekolah pilot project UPT SMPN 2 Gresik diharapkan kedepan nantinya dapat mengimbaskan ilmunya kepada sekolah lain di seluruh Kabupaten Gresik,” harap Ketua DPRD Gresik M. Syahrur Munir diamini anggotanya, Dimas Setio Wicaksono.
Sebelumnya, Kick off SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG telah dimulai. Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto yang secara resmi membuka secara virtual google meeting pada Kamis, 2 Januari 2025.
Spenda Gresik menjadi pioner dan satu-satu lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi KSRG. Sekitar pukul 13.30 WIB kick off KSRG dimulai virtual google meeting dimulai.
Pada kesempatan itu, S.Hariyanto memberikan apresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Ia memberikan motivasi pentingnya lembaga pendidikan mengupdate keilmuan digital untuk peningkatan kualitas pembelajaran sesuai zaman era artiticial intelligence atau kecerdasan buatan alias AI.
“Bangga kepada SMP 2 yang menginisiasi KSRG,” kata S.Hariyanto. Selain itu, S.Hariyanto juga mengucapkan terima kasih kepada Google Jakarta yang telah memilih Spenda sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di Kabupaten Gresik.
Selain S.Hariyanto kick off virtual itu diikuti Kristianto, penanggungjawab Google Jakarta dan Yudi dari Sinjai Sulawesi Selatan serta para tenaga pendidik di sekolah berlokasi di Jalan KH.Kholil, Gresik itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Rizka Meylinda kembali masuk UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik pada Rabu, 9 Oktober 2024. Sarjana Hubungan Internasional ini ke lembaga satuan pendidikan dipimpin Mohammad Salim itu bukan untuk reuni.
Tapi, alumnus Spenda 2009 itu datang untuk memberikan penyuluhan dalam seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi generasi Z alias Gen-Z di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu.
Rizka yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik itu seakan menjadi role model bagi siswa yang sukses. Sebanyak 789 siswa kelas VII hingga IX Spenda Gresik terlihat antusias mendengarkan paparan senior mereka itu.
Ia juga mengenalkan tentang jenis dan bahaya narkoba kepada adik-adik juniornya itu. Pengenalan jenis dilakukan dengan harapan peaerta didik tidak mudah terkecoh. “Penyuluh juga memberikan tata cara menghindari narkoba,” terang Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dalam keterangan tertulisnya yang diterima 1minute.id pada Rabu, 9 Oktober 2024.
FOTO BARENG : Pembicara seminar penguatan Pelajar Pancasila Rizka Meylinda, staf BNNK Gresik (tengah) bersama panitia seminar di UPT SMP Negeri 2 Gresik foto bareng usai acara pada Rabu, 9 Oktober 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Salim melanjutkan, seminar Selamatkan Generasi Z dari Narkoba adalah bagian dari gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. “Bangun Jiwa Raganya. Siap menjadi Remaja Tangguh Berkarakter,” kata Salim yang juga penulis itu.
Seminar ini, ia melanjutkan, bekerja sama dengan pihak BNNK Gresik. Menurutnya, penanaman karakter dan religius di sekolah dan keluarga sangat membantu peserta didik dalam membentengi diri dari pengaruh buruk narkoba. “Diharapkan orang tua dapat menjaga putra putrinya agar mengawasi lingkungan bermain mereka,” imbuhnya.
Sebelumnya, sekolah “zero waste” dan pelapor Kantin Halal itu menjadi lokus penilaian Adipura 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atah KLHK itu mewakili unsur sekolah SMP di Kabupaten Gresik. Pada 2025 ini, Spenda Gresik akan mengikuti event bergengsi yakni penilaian Ecogreen School. (yad)
GRESIK,1minute.id– Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Di era disrupsi minat baca pelajar di Indonesia. Perpustakaan UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik mendapatkan Penghargaan dari Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Republik Indonesia.
Penghargaan diberikan karena perpustakaan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu karena konsistensinya dalam meningkatkan mutu pelayanan yang nyaman dan menyenangkan kepada peserta didik serta layanan inovasi literasi berbasis digital.
Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional atau Perpusnas Muhammad Bagus Amrulloh kepada Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Rabu, 4 September 2024.
Saat menerima penghargaan dari Perpusnas itu, Mohammad Salim didampingi oleh didampingi Yunita Rahma, Kepala Perpustakaan Pusaka ilmu Spenda Gresik disaksikan oleh tiga orang dari Perpusda Gresik yakni Pustakawan Ahli Muda Neny susanti ; Penyuluh Perpustakaan Waheda Apriliana dan Pengolah Data Hernowo Setiawan.
“Alhamdulillah Spenda turut urun dalam proses mendukung tercapainya Nawa Karsa Bupati, Gresik Cerdas melalui inovasi perpustakaan berkat kerjasama yang kompak guru karyawan dan dukungan kuat komite sekokah,” kata Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Rabu, 4 September 2024.
Sertifikat penghargaan dari Perpusnas yang bersinergi dengan PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai peneliti lapang dalam pengumpulan data kajian perpustakaan Indonesia 2024 bagai oase bagi dunia pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Perpustakaan Spenda Gresik berada di lantai dasar sangat strategis. Ruangnya berpendingin sehingga pengunjung terasa nyaman. Interior wallpaper rumah Gajah Mungkur yang ikonik. Rumah yang di bangun oleh almarhum Haji Djaelan, pengusaha penyamakan kulit pada 1898.
Di perpustakaan sekolah terdapat ribuan buku bacaan yang bisa para peserta didik maupun tenaga pendidik. Data yang didapat 1minute.id, koleksi buku di perpustakaan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim berjumlah 3.241 judul buku. Rinciannya, 790 buku fiksi, non fiksi 2.451 judul.
Salim mengatakan, UPT SMP Negeri 2 Gresik terpilih menjadi sampel dalam survei Kondisi Perpustakaan Umum dan Sekolah atau KPUS tingkat erpustakaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
“Perpustakaan Spenda yang berakreditasi A sejak tahun 2021 dan mendapatkan penghargaan Juara 1 Perpustakaan sekolah se-Kabupaten Gresik pada tahun 2019,” terang guru yang menghobi nulis buku sejarah dan pelajaran agama ini.
Salim mengatakan, jumlah kunjungan siswa mencapai 1.200-an per pekan. Senin sampai Jumat. Karena sekolah libur Sabtu dan Minggu. “Kunjungan siswa dan guru perpekan 1200-an , ketertarikan siswa ke perpustakaan baca novel, komik buku dan olah raga,” terang penulis artikel di sejumlah media ini.
Untuk meningkatkan minat baca atau luterasi, jelasnya, sekolah memberikan reward kepada siswa rajin ke perpustakaan. “Reward kami berikan setiap memperingati Hari Buku atau Hari Perpustakaan,” katanya.
Hari Buku Nasional diperingati setiap 25 April. Sedangkan, Hari Perpustakaan Nasional diperingati setiap 17 Mei. Saat ini, imbuhnya, perpustakaan juga digunakan untuk pembelajaran digitalisasi. “Karena ruangan nyaman,” tegasnya.
Pascamenerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional, Spenda yang telah mendeklarasikan sebagai sekolah zero waste dan kantin halal itu sedang berfokus pada penilaian Adipura Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK Jakarta “Semoga ini juga catatan baik untuk prestasi Gresik di bidang kebersihan. Mohon doanya,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kemeriahan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya di setiap kampung. Bahkan, perlombaan di satuan pendidikan pun tidak kalah meriah. Di UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik, misalnya.
Lomba Agustusan di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu memadukan unsur games dan pengetahuan sejarah. Nama perlombaan adalah Ranking #1. Lomba diikuti 48 siswa, perwakilan kelas. Peserta perwakilan adalah siswa yang dianggap memiliki pengetahuan sejarah yang menonjol di kelas masing-masing. Peserta adalah usulan siswa dan wali kelas masing-masing.
Dalam lomba ini, panitia membacakan pertanyaan hanya sekali. Jumlahnya ada 100 pertanyaan. Pertanyaan tentang sejarah Indonesia atau sejarah lokal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pertanyaan diantaranya : “Bapak Proklamator Kemerdekaan adalah Ir Soekarno dan M.Hatta. Benar atau salah ; Kampung Kemasan berada di Kelurahan Kebungson, Gresik. benar atau salah”.
Peserta hanya menjawab benar atau salah. Jawaban benar atau salah disediakan oleh panitia lomba berupa tulisan di atas kertas ukuran kuarto dengan cara diangkat.
Mirip lomba cerdas cermat, tapi lomba Agustusan peserta tidak berdiri alias duduk bersila. Siswa lainnya memberikan support kepada perwakilan kelas masing-masing. Seru banget!
“Lomba Ranking #1 untuk megedukasi agar siswa mengingat kembali pengetahuan sejarah perjuangan bangsa dan arti kemerdekaan,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 16 Agustus 2024. Sistem perlombaannya menggunakan sistem gugur. “Bagi yang salah mengangkat kertas jawabannya tereleminasi,” imbuhnya.
Salim melanjutkan, kegiatan lomba Agustusan di mulai sejak Selasa hingga Jumat, 13-16 Agustus 2024. Jens perlombaan yakni Kebersihan kelas ; Kerapian berseragam ; senam P5 . “Untuk lomba tradisional diantaranya estafet karet, sepak bola corong, dan ditutup dengan lomba memasukkan paku dalam botol khusus guru,” jelas Salim.
Puncak acara jalan sehat menelusuri sejarah tapak tilas heritage Bandar Grissee, kota lama Kebungson – Kampung Arab – Alon-alun – Bandar Grissee dan finish di sekolah. “Alhamdulillah lomba agustusan tahun ini lebih semarak berjalan lancar siswa dan guru spenda bahagia dan menyenangkan semoga menjadi edukasi dan teladan kepahlawanan untuk peserta didik,” pungkasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (SPENDA) Gresik memiliki cara berbeda untuk memberikan motivasi kepada para peserta didik. Sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu menggagas acara Gelar Karya “Pembekalan Akhir Semester” di halaman sekolah di Jalan KH Kholil, Gresik itu pada Senin, 18 Desember 2023.
Seluruh peserta didik berjumlah 761 anak mulai kelas VII sampai IX, tumplek-blek di halaman sekolah untuk mendapatkan pembekalan dan motivasi dari para alumni dari sekolah tersebut. Ada lima motivator yang hadir. Mereka adalah orang-orang sukses. Lima motivator itu adalah Prof Agus Budiono P.Hd.,MT ; Brigadir Jenderal TNI (Mar) Amir Faisal. Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIV/tahun 1988 pernah menjabat sebagai Inspektur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Ir Kodiklatal).
Kemudian, Ninis Trisilowati, Ketua Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) Gresik periode 2016-2021 ; Edi Sutrisno, karyawan pabrik pupuk, PT Petrokimia Gresik dan Umaya, fungsional Teknis Penyehatan Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.
Kehadiran orang-orang hebat dieranya masing-masing itu membuat psikologis peserta didik di SPENDA Gresik itu terpompa. Mereka Bangga bisa sekolah yang memiliki tagline “Sekolah Juara, Cerdas, Berkarakter, Berakhlaq” itu. Kesuksesan harus belajar ekstrakeras. Selain iti, kata mereka, hormat pada orang tua, guru dan teman itulah bekal perjalanan sukses dan terus berikhtiar ibadah berdoa. “Aktif di kegiatan sekolah,” katanya.
Brigjend TNI (Mar) Amir Faisal adalah alumni tahun 1975. Beliau lahir Betoyo Guci, Manyar, Gresik pada 19 Desember 1965. Salah satu putra terbaik dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.
MOTIVASI ALUMNI SUKSES: Brigjend TNI (Mar) Amir Faisal ketika memberikan motivasi kepada seluruh siswa SMP Negeri 2 Gresik di halaman sekolah pada Senin, 18 Desember 2023 ( Foto: SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Sementara itu, Ninis Trisilowati, pengusaha memberikan motivasi kepada peserta didik untuk semangat belajar dan tidak melakukan bullying kepada teman. “Belajar yang rajin, hormati guru, terus beribadah, dan jangan membully teman,” ujarnya. Spenda Gresik adalah sekolah ramah anak di Gresik. Selain sekolah ramah anak, Spenda Gresik juga sekolah ramah lingkungan (zero waste) dengan kantin sekolah satu-satunya memiliki sertifikat Halal.
Motivator penutup adalah Umaya. Pejabat fungsional Penyehatan Lingkungan di DLH Gresik ini, mengajak para peserta didik untuk tetap semangat hidup bersih dan sekolah terus ukir juara prestasi.
Untuk diketahui liburan semester sekolah segera tiba. Libur panjang akhir tahun, Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu mulai 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Masa yang di tunggu-tunggu sebagian besar siswa. Spenda Gresik berharap masa libur semester itu bisa diisi dengan kegiatan yang positif.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, acara ini digelar untuk mengisi kegiatan kosong belajar setelah selesai ujian. “Anak tidak jam kosong selain itu menjelang liburan diberikan motivasi sukses dari alumni yang sudah sukses di bidang masing masing sebagai alumni peduli dan sambung sekolah,” kata Salim.
“Program ini dalam rangka menguatkan prinsip kehidupan yang baik sejak dini diusia pelajar yang notabenenya usia produktif meraih masa depan,” imbuhnya.
Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS)
DISKUSI INTERAKTIF : Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bersama Kepala KUA, Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Gresik di Ruang Perpustakaan sekolah pada Senin, 18 Desember 2023 ( Foto: UPT SMPN 2 Gresik for 1minute.id)
Usai kegiatan motivasidi halaman sekolah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan dipusatkan di perpustakaan sekolah. Peserta adalah anak-anak pilihan jumlahnya 35 siswa. Pemateri BRUS berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama (Kemanag) Gresik berjumlah 5 orang. Antara lain, Kepala KUA Gresik Nasihun Amin dan penyuluh Abdullah Yazid.
Metode penyampaian dengan cara diskusi dan interaksi belajar mengeksplorasi kepribadian baik. Diskusi pun gayeng. Sekar, salah satu siswa peserta mengaku sangat senang bisa terpilih mengikuti diskusi interaktif itu. ” Kegiatan ini keren sangat bermanfaat untuk saya, dan teman dalam memupuk alkhaq mulia sejak usia muda,” katanya. (yad)