KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim dan Gresik melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 Desember 2025. Aksi peduli lingkungan pesisir yang menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 27/2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, wabil khusus sampah di pesisir laut dipimpin oleh Plt DLH Jatim Nurkholis ini diikuti ratusan pegiat lingkungan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Antara lain, masyarakat sekitar, dan Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Sebanyak 40 siswa didampingi oleh guru pembina Sumiarsih dan Kesiswaan Titien Harfutien. “Spenda satu-satunya sekolah yang diundang sebagai perserta aksi ini. Siswa didampingi Guru pembina Tegar Okta dan Anas dan Saya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aksi bersih-bersih sampah pesisir ini dengan apel yang dipusatkan terminal busa wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur sekitar pukul 06.30 WIB. Pimpinan apel adalah Plt DLH Jawa Timur Nurkholis.

Setelah apel peserta kemudian disebar di sejumlah lokasi. Ada yang bersih-bersih di terminal Maulana Malik Ibrahim,  ada pesisir pantai Lumpur. Dalam hitungan tidak lebih 2 jam, sampah yang terkumpul mencapai dua truk. 

Mohammad Salim menyatakan, puluhan siswa yang tergabung dalam KCL Spenda Gresik sangat antusias dalam mengikuti aksi bersih-bersih pesisir pantai Lumpur ini. ” Kegiatan membersihkan pantai dari sampah dan polusi untuk melestarikan ekosistem laut dan menjaga keindahan alam,” katanya. 

Spenda Gresik, adalah salah satu sekolah Adiwiyata di Gresik. Lembaga pendidikan berada di Jalan KH Kholil, Gresik adalah sekolah percontohan zero waste di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Sebagai sekolah Zero Waste, Spenda Gresik memiliki Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) sebagai kader model dan duta penyuluh lingkungan.

KCL Spenda Gresik antusias karena aksi bersih-bersih ini memiliki banyak manfaat. Yakni, mengurangi polusi laut dan melindungi ekosistem; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan meningkatkan keindahan pantai dan mendukung pariwisata. 

Untuk diketahui, terminal bus Maulana Malik Ibrahim di Jalan R.E Martadinata Gresik sebagai tempat pemberhentian bagi wisatawan religi Maulana Malik Ibrahim, salah satu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurasukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Wisatawan religi setelah turun di terminal kemudian naik damri. Berdasarkan keterangan juru kunci makam wisatawan religi yang mengunjungi makam Maulana Malik Ibrahim sekitar 1,2 juta wisatawan setiap tahunnya. Kebersihan terminal bus harus terjaga sebab menjadi wajah Kota Santri. (yad)

KCL UPT SMP Negeri 2 Gresik bersama DLH Jatim dan Gresik Melakukan Bersih-bersih Pesisir Pantai Lumpur  Selengkapnya

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik telah mengumumkan pemenang ajang Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025. Awarding dilakukan bersamaan dengan pembukaan Gresik Innovation Festival (Ginofest) 2025 di Atrium Icon Mall Gresik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Ginofest dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Ada ratusan Inovasi muncul dalam kompetisi itu. Antara lain, KEBAS alias Kompos Kertas Bekas karya UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. Inovasi cerdas mengatasi kertas bekas ini menjadi juara 3 GIK 2025. Tim Inovasi terdiri dari Mohammad Salim sebagai penggagas juga Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik; Sumiardih, inovator  ; Tietien Harfuthien dan Muslik, pengelolah dibantu Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. 

Menurut Mohammad Salim, lahir KEBAS dari rasa keprihatinan banyaknya kertas bekas di sekolah pada 2024. Tim Cinta Lingkungan kemudian melakukan riset awal dan lahirlah KEBAS alias Kompos Kertas Bekas adalah sebuah proyek kreatif yang memanfaatkan kertas bekas menjadi kompos berkualitas untuk menyuburkan tanaman. “Ini (KEBAS) diluncurkan pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 sebagai bagian dari program “Zero Waste” sekolah,” kata Salim pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. “KEBAS mendapat juara 3 inovasi Katagori Perangkat Daerah,” imbuhnya. 

Bagaimana cara membuat Kompos Kertas Bekas? Salim mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, kumpulkan kertas bekas, sobek-sobek menjadi potongan kecil. Kedua, campurkan dengan bahan hijau seperti rumput, sayuran dan bahan coklat seperti daun kering, serbuk gergaji dengan komposisi 2:1. Langkah ketiga, susun secara bergantian di komposter, basahi dan aduk setiap 1-2 minggu. Dan keempat, kompos kaya nutrisi yang bisa memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan.

Salim mengatakan, inovasi KEBAS memiliki banyak manfaat. Antara lain, mengurangi sampah kertas, menyediakan nutrisi alami untuk tanaman dan meningkatkan aerasi dan kapasitas air tanah. “Inovasi ini tidak hanya edukatif, tapi juga mendorong siswa terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Salim. Ia menargetkan, inovasi KEBAS akan terus disempurnakan sehingga bisa bersaing di Jawa Timur. “Tahun depan Insya Allah maju tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Gresik Inovasi Kompetisi (GIK) 2025 digelar sejak 16 Agustus 2025 pada tahap pendaftaran hingga 17 Oktober 2025 pada tahap pengumuman pemenang. Antusiasme peserta sangat tinggi dalam ajang ini. Mereka yang berpartisipasi mulai perangkat daerah, masyarakat umum, hingga pelajar dan mahasiswa.

Data Bappeda Gresik, GIK 2025 diikuti 116 peserta dengan enam kategori. Rinciannya,  Kategori Perangkat Daerah  43 peserta ;  Kategori Umum, dengan subkategori: Inovasi berbasis Website/Mobile App (33 peserta) ; Inovasi Bidang Agribisnis dan Energi Naru Terbarukan (25 peserta) ; dan Inovasi Sosial, Budaya, dan Kependudukan (15 peserta). (yad)

Inovasi KEBAS, Kompos Kertas Bekas UPT SMP Negeri 2 Gresik Rebut Juara 3 Gresik Inovasi Kompetisi 2025 Selengkapnya

Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik 

GRESIK,1minute.id – Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Perpustakaan di lembaga pendidikan yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik itu ditetapkan sebagai Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) predikat Madya. 

Anugerah nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini diumumkan pada Senin, 3 November 2025.  Anugerah PISA Madya untuk Perpustakaan tipe A ini menjadikan sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim ini berobsesi meraih predikat lebih tinggi, yakni Nidya. Selain Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, Kementerian yang dipimpin oleh Arifah Fauzi ini memberikan anugerah sama, PISA predikat Pratama kepada Ruang Baca Digital Ramah (Rubadira) Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik.

“Tahun ini, Pemkab Gresik mengusulkan 12 perpustakaan. Gresik hanya dua yang meraih Anugerah PISA Pratama dan Madya,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim kepada 1minute.id pada Kamis, 6 November 2025.

Untuk diketahui anugerah PISA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terbagi dalam empat tingkatan yakni Pratama , Madya, Nindya, dan utama. Tahun ini, Kementerian PPPA memberikan 44 anugerah PISA se-Indonesia sebanyak 44 perpustakaan. Untuk predikat Pratama sebanyak 39 perpustakaan dan predikat Madya sebanyak 5 perpustakaan termasuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik.

Salim mengatakan, proses pembentukan PISA sesuai standar ramah anak telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025, melalui tahapan evaluasi mandiri, asesmen, verifikasi lapangan, serta penilaian menyeluruh terhadap kualitas kebijakan, program, pengelolaan, sumber daya manusia, sarana prasarana dan lingkungan, serta monitoring evaluasi.  “Dan, perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik, satu diantara yang lolos mendapatkan predikat Madya,” kata Salim. 

Pembentukan PISA dilaksanakan sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekosistem informasi yang berpihak pada anak. PISA sesuai standar ramah anak bertujuan untuk memastikan tersedianya layanan dan wadah informasi yang ramah anak, berfokus pada penyediaan informasi terintegrasi (informasi, tempat bermain, ruang kreatifitas, serta tempat konsultasi) yang mendukung pemenuhan hak anak melalui pendekatan pelayanan ramah anak. 

PISA dikembangkan dalam berbagai bentuk layanan seperti Perpustakaan Daerah, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Taman Baca Masyarakat, Taman Pintar, dan bentuk layanan informasi lainnya. Salim melanjutkan, pada 2024 perpustakaan Pusaka ilmu Spenda ini mendapat penghargaan dari perpustakaan nasional sebagai peserta kajian perpustakaan nasional. “Alhamdulillah tahun 2025 meraih predikat Madya ini berkat kekompakan tim SRA (sekolah ramah anak), sekolah yang kompak luar biasa,” katanya. 

Anugerah PISA predikat Madya membuat sekolah terus melakukan inovasi. Sebab, sekolah ikhtiar bisa mendapatkan predikat lebih tinggi yakni Nidya. “Harus lanjut kita ke jenjang predikat lebih tinggi untuk raih predikat sekolah anak sebagai wujud keseriusan sekolah melayani menuju KBM aman nyaman dan menyenangkan,” tegasnya. 

Raihan PISA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Keluarga Berencana, PPPA Gresik Titik Ernawati hingga lembaga swadaya masyarakat. (yad)

Kementerian PPPA Berikan Anugerah PISA untuk Perpustakaan Pusaka Ilmu UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Perpusda Gresik  Selengkapnya

Jelang Pilihan Ketua OSIS SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Hadirkan Anggota KPU Gresik Sosialisasi Belajar Berdemokrasi

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) bakal menggelar Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pilkaos) pekan mendatang. Sebelum, pesta demokrasi pemilihan Ketua OSIS periode 2025-2026 dilaksanakan, sekolah menggelar sosialisasi dengan menghadirkan Ahmad Basyiron, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik pada Jumat, 19 September 2025.

Basyiroh mengapresiasi rencana Pilkaos UPT SMP Negeri 2 Gresik itu. Ia mengatakan, belajar berdedikasi untuk  murid SMP adalah salah satu aspek penting dalam pendidikan karena dapat membantu murid SMP mengembangkan kemampuan berpikir kritis, toleransi, dan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Apa yang dilakukan oleh sekolah untuk Pemilihan Ketua OSIS bagian belajar berdemokrasi. Ini sangat baik,” ujar Basyiroh yang juga alumni  Spendagres 1996 ini. Basyiroh didampingi oleh Budi Harsoyo, yang juga alumni 1995.

Ia pun memberikan beberapa himbauan untuk murid SMPN 2 dalam belajar berdemokrasi, pertama adalah mengenal Hak dan Kewajiban dimana belajar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, mengerti pentingnya menghormati hak orang lain dan menjalankan kewajiban dengan baik.

Kedua, Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dimana belajar menganalisis informasi dan membuat keputusan yang tepat dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi isu-isu sosial dan politik. Dan ketiga adalah Membangun Toleransi dan Empati yakni belajar menghargai perbedaan pendapat dan latar belakang dan mengembangkan kemampuan untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain.

Berikutnya, Mengikuti Proses Demokrasi yaitu Belajar tentang proses demokrasi dan partisipasi dalam masyarakat dan Mengikuti pemilihan dan diskusi tentang isu-isu sosial dan politik. Dan terakhir adalah Mengembangkan Kemampuan Berbicara dan Berpendapat. Sini siswa bisa belajar menyampaikan pendapat dan gagasan dengan baik dan mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum dan berdiskusi dengan orang lain.

Apa manfaat Belajar Berdemokrasi, Bashiron menjlentrehkan, antara lain Meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara; Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan toleransi dan Membangun kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan proses demokrasi.

Sementara itu, tahapan penjaringan bakal calon ketua OSIS dalam Pilkoas SMP Negeri 2 Gresik memunculkan enam kandidat. Enam kandidat itu, yakni Muhammad Asyraf Bil Haqqi ; Nabilah Nurul Khusna ; Fairuz Abdul Ghoni ; Queensa Aliyah Rachmadhani ; Muhammad Hilal Sya’ban Novita Ruzki Ramadhani.

Munculnya kandidat perempuan dalam pesta demokrasi di sekolah berada di Jalan KH Kholil, Gresik menjadikan persaingan semakin ketat. Bahkan, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik itu memantau pelaksanaan coblosan alias pencontrengan ini. 

Menurut Ning Choiriyah, pembina OSIS SMP Negeri 2 Gresik, pemilihan Ketua OSIS SMP Negeri 2 Gresik periode 2025-2026 akan dilakukan pada Rabu, 24 September 2025. “Pemilihan dengan sistem elektronik contreng,” kata Ning Choiriyah. Sebelum H-pemilihan, kandidat melakukan kampanye pada Senin, 22 September 2025. “Hari Selasa masa tenang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim memberikan apresiasi proses pilkaos. “Mengapresiasi kreatifitas kesiswaan dalam pilkaos tahun ini yang mempunyai ide bagus ini semoga membawa hasil baik untuk pendidikan berdemokrasi murid Spenda,” kata Salim. (yad)

Jelang Pilihan Ketua OSIS SMP Negeri 2 Gresik, Sekolah Hadirkan Anggota KPU Gresik Sosialisasi Belajar Berdemokrasi Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom 

GRESIK,1minute.id – Mohammad Salim tampil dihadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Kebomas (Smabom) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik (Spendagres) itu menjadi narasumber di acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) GreenTeam 2025 mengusung tema “Menguatkan Karakter Peduli Bersih kepada Siswa” dipusatkan di Aula Smabom.

Salim pun menularkan “virus” positif terkait sekolah zero waste dan kantin halal kepada Green Team School SMA Negeri 1 Kebomas. “Ini tidaklanjut dari studi tiru Green Team School Smabom ke UPT SMP Negeri 2 Gresik,” kata Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Dua program yakni sekolah zero waste dan kantin halal telah diterapkan di Spenda Gresik sehingga qmenjadi jujugan sekolah lain untuk melakukan studi tiru. Antara lain, guru tergabung Green Team Smabom pada 30 Juli 2025. 

Program Sekolah Zero Waste menasbihkan Spenda Gresik menyandang sekolah Adiwiyata nasional. Sedangkan, kantin Halal telah mengantongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023.

Spenda Gresik, menjadi pioner kantin halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

Salim didampingi oleh Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. Mereka disambut oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Saspras) Smabom M.Alil Himah. 

Dalam Diklat GreenTeam Smabom yang diikuti 200 siswa itu, Salim menjlentrehkan tip dalam implementasi sekolah zero waste yaitu, bagaimana mengurangi Jumlah Sampah ; Meningkatkan Kesadaran Lingkungan ; Menerapkan Prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) ;  Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat, Mengembangkan Perilaku Ramah Lingkungan.

“Mengurangi jumlah sampah harus dimulai dari rumah siswa,” ujar Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mencontohkan, larangan pemakaian botol minum plastik. “Siswa menggunakan botol air atau tumbler sebagai wadah minuman,” ujarnya. Sedangkan, Sumiarsih menyampaikan praktik pengolahan limbah dan pemilahan sampah sampai menjadi kompos. Waka Saspras M.Alil Himah memiliki mimpi besar gerakan berbudaya hidup bersih bisa menjadi gaya hidup siswa Smabom. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran

GRESIK,1minute.id – Tekad UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik naik “kelas” menjadi sekolah ranah anak (SRA) Nasional sudah bulat. Sejumlah kegiatan dilakukan oleh sekolah yang berada di Jalan K.H Kholil, Gresik pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan antara lain, penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menggelar penyuluhan Anti Narkoba dengan menghadirkan penyuluh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Seluruh siswa baru atau 764 siswa kelas VII yang masih memakai seragam sekolah dasar, masing-masing yakni merah-putih; hijau-putih dengan antusias mengikuti paparan tim konselor dari BNNK Gresik, antara lain, Etarina Agustin dan Astutik. “Jadilah pelajar yang penuh prestasi, berperilaku positif dan berkegiatan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang tua,” kata Eterina Agustin, konselor Adiksi dari BNNK Gresik. 

“Hindari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, merokok, minuman keras dan narkoba. Hati hati dalam bergaul carilah teman yang baik dan benar sehingga kalian akan terhindar dari narkoba,” imbuhnya. 

Usai penyuluhan, sejumlah guru dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim melakukan studi tiru dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman alias MoU dengan SMK Negeri 2 Buduran Sidiarjo.

Menurut Mohammad Salim, penyuluhan anti narkoba untuk siswa baru, salah satu bentuk kegiatan ramah anak yang diterapkan oleh sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan sedari dini bahaya narkoba kepada murid baru dalam mengawali tahun ajaran baru,” ujar Salim pada Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan, studi tiru ke SMK Negeri 2 Buduran, Sidoarjo yang dilakukan oleh guru dengan materi meliputi sekolah bebas bullying dan peduli terhadap keberlanjutan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan. “SMK Negeri 2 Bunderan berstatus SRA Provinsi dengan nilai A tentang peningkatan kualitas sekolah ramah anak secara pembelajaran dan layanan menuju Sekolah Aman, Nyaman dan Menyenangkan untuk murid,” terang Salim. 

Dalam studi tiru, para guru Spenda Gresik disambut oleh Kepaka SMK Negeri 2 Buduran Hj. Mariya Ernawati, Waka Kesiswaan, Humas dan Sarana Prasarana itu dilanjutkan dengan 

MoU. Seperti diberitakan sepuluh lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik diusulkan mengikuti Standardisasi Sekolah Ramah Anak Nasional. Sepuluh sekolah itu antara lain, UPT SMP Negeri 1 Gresik dan UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk jenjang SMP Negeri. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tutup MPLS dengan Penyuluhan Anti Narkoba, Guru Studi Tiru Sekolah Ramah Anak di SMK Negeri 2 Buduran Selengkapnya

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning 

GRESIK,1minute.id – Tahun Ajaran baru akan dimulai pekan depan, tepatnya mulai 14 Juli 2025 nanti. Namun, tenaga pendidik (tendik) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik sudah sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut siswa baru dan siswa kelas VIII & IX. 

Seperti apa kesibukan 30 guru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. Kepala UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Mohammad Salim mengatakan, selain pelayanan sistem penerimaan murid baru (SPMB), selama libur sekolah guru-guru justru banyak kegiatan di antaranya, pelatihan dan ujian Google Workpace level 2, persiapan visitasi penilaian SRA, dan worshop Deep Learning.

Pada Selasa, 8 Juli 2025 seluruh guru menjalani workshop Pembelajaran Mendalam alias Deep Learning. Pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kompetensi guru ini bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FTK UINSA) Surabaya. “Ada lima dosen FTK yang menggembleng para guru selasa dua hari (Selasa dan Rabu,Red),” ujar Mohammad Salim pada Selasa, 8 Juli 2025.

Sebanyak delapan materi dalam pelatihan  pembelajaran mendalam bagi guru, yakni, Pengantar Pembelajaran Mendalam ; Desain Pembelajaran ; Strategi Pembelajaran Mendalam based learning, problem-based learning, dan inquiry-based learning dan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Mendalam Bagaimana menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran mendalam, seperti menggunakan aplikasi, perangkat lunak, dan sumber daya online.

Kemudian, Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis ; Pengembangan Keterampilan Kolaborasi; Pengembangan Keterampilan mengajar ; serta Penilaian dan Evaluasi dalam Pembelajaran Mendalam. Pelatihan dilaksanakan lima sesi mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.30 WIB.

“Saya selaku kepala sekolah berterima kasih atas kerjasama UINSA Surabaya yang mengerahkan 5 Dosen, tim terbaiknya untuk berbagi pengalaman praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka di Spenda semoga MoU pendampingan ini terus berkembang menjadi barometer bagi peningkatan kompetensi guru kami,” kata Salim. 

Setiap sesi pemateri berbeda. Lima pemateri itu, adalah Dr Siti Asmaiyah ; Dr Irma Soraya, Ana Nurul Laila , Rakhmawati dan Hilda Izzati Madjid. Seluruh guru sangat antusias mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. “Saya sangat senang sekali. Materi pelatihan sangat bagus dan tepat sasaran untuk mengangkat spirit peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital yang interaktif,” kata Hanik, Guru IPA di Spenda Gresik. (yad)

UINSA Surabaya Gembleng Peningkatan Kompetensi Guru di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Deep Learning  Selengkapnya

Kemendikdasmen Monev SPMB Gresik, Tahap Pertama SPMB SMP di Gresik Lancar 

GRESIK,1minute.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memantau proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Gresik. Pada Senin, 23 Juni 2025, Fauzi, perwakilan dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) didampingi oleh Tika dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBMP) Jawa Timur melakukan kunjungan ke tiga lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Tiga lembaga pendidikan itu, yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik di Jalan KH Kholil,  Gresik ; UPT SMP Negeri 3 Gresik di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik dan UPT SMP Negeri 22 Gresik berada di Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Dirjen Kemendikdasmen disambut langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik Mohammad Salim dan sejumlah guru lainnya. 

Monev dilakukan untuk tahap pertama yakni, domisili, afirmasi dan mutasi orang tua  SPMB Tahun Ajaran 2025/2026. “Alhamdulillah SPMB Tahap 1 jalur Domisili, Afirmasi pada umumnya  di Kabupaten Gresik Lancar khususnya di Spenda tidak ada kendala mulai dari orang tua daftar online, penentuan zona, pagu pilihan jalur,  persiapan dan pengumuman lancar,” kata Kepala UPT SPENDA Gresik Mohammad Salim pada Senin, 23 Juni 2025.

“Semua ini merupakan komitmen sekolah bersama Dinas Pendidikan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga Tahap berikutnya prestasi dan tes Akademik lebih lancar lagi,” imbuh Salim. Berdasarkan Web.spmb-smp.kabgresik.go.id ; saat ini, SPMB memasuki tahap kedua  yakni jalur prestasi akademik, non akademik dan tahfidz mulailah 19 – 24 Juni 2025. Tahap ketiga, jalur prestasi tes potensi akademik mulai 25-26 Juni 2025.

Menurut perwakilan dari Dirjen Dikdasmen Kemendikdasmen, terang Salim, monitoring dan evaluasi pelaksanaan penerimaan murid baru sangat penting untuk memastikan proses yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Berikut beberapa aspek yang menjadi sasaran monev. 

Tahapan Monitoring dan Evaluasi

Tahap Perencanaan :  Pemerintah daerah dan sekokah melakulan Sosialisasi, publikasi juknis secara online untuk masyarakat

Tahap Pelaksanaan :  Menginformasikan jumlah ketersediaan daya tampung dan memastikan jumlah murid yang diterima tidak melebihi daya tampung.

Tahap Pasca Penerimaan

Instrumen Monitoring, antara lain;

instrumen monitoring meliputi pertanyaan tentang sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi SPMB, seperti: Apakah ada papan pengumuman perihal SPMB ; Apakah kegiatan SPMB mengikuti juknis SPMB ; Apakah siswa yang diterima memenuhi persyaratan ; dan layanan aduan dari calon orang tua murid. (yad)

Kemendikdasmen Monev SPMB Gresik, Tahap Pertama SPMB SMP di Gresik Lancar  Selengkapnya

Pertama di Gresik, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Isi Kegiatan Akhir Belajar dengan Pelatihan Dasar Ketarunaan

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 atau SPENDA Gresik beda dengan sekolah lain dalam mengisi kegiatan akhir belajar. Sekolah ramah anak yang memiliki kantin halal dan menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau SKRG berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini, menyelenggarakan pelatihan dasar ketarunaan.

Instruktur pelatihan dasar penguatan baris berbaris untuk siswa kelas VII inj, adalah siswa SMK Taruna Mambaul Ulum Kebomas. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, mulai Senin hingga Selasa, 16-17 Juni 2025. Tempat pelatihannya di halaman sekolah. Setiap harinya, siswa “digembleng” selama 3 jam.

Menurut Kepala UPT SPENDA Gresik Mohammad Salim, pada hari pertama pelantihan dasar ketarunaan penguatan baris berbaris diisi dengan brifing oleh pelatih.  Dalam brifing itu, peserta membawa bekal makan pagi (kotak makan bisa beli di kantin ) untuk sarapan pagi bersama, gelas tambler bebas untuk minum dan air minum.

Materi pelatihan ada empat yakni,  Baris Berbaris ; Cara Hormati Guru / Tenaga Pendidik (Tendik) ; Adap makan minum dan  tata cara bersikap pada guru dan orang tua. “Latihan ketarunaan ini adalah yang pertama di tingkat SMP. Tujuan pelatihan ini untuk memupuk sikap disiplin murid agar tidak hidup manja di kekuarga mereka diharapkan mandiri dengan bertanggung jawab pada diri sendiri dan keluarga sehingga mereka sadar pentingnya menghormati orang tua dan guru untuk bekal masa depan,” terang Salim.

Antusisme siswa mengikuti model pendidikan karakter, pelatihan dasar baris baris ini diluar ekspektasi. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dasar baris berbaris tersebut. Kenza, misalnya. Siswa kelas VII D itu mengaku senang bisa kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dan bersemangat sekali ikut kegiatan ini karena banyak materi baru yang menarik untuk belajar berdisiplin di sekolah dan di keluarga,” katanya.

Sementara orang tua siswa juga setali tiga uang dalam menyikapi kegiatan pelatihan baris berbaris itu. “Saya sebagai orang tua murid sangat mendukung acara ini karena dapat membantu murid hidup bertanggung jawab,” kata Ny Titin. (yad)

Pertama di Gresik, Siswa SMP Negeri 2 Gresik Isi Kegiatan Akhir Belajar dengan Pelatihan Dasar Ketarunaan Selengkapnya

Inagurasi SMP Negeri 2 Gresik Terima Plakat Kandidat Sekolah Rujukan Google Meriah

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik resmi menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google atau SKRG. Satuan pendidikan yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik, Jawa Timur itu menggelar Inagurasi penerimaan Plakat KSRG dari Google kepada pihak sekolah pada Jumat, 25 April 2025.

Inagurasi di halaman sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu berlangsung meriah. Sebab, acara tersebut berbarengan dengan kegiatan project penguatan profil pelajaran Pancasila atau P5 siswa yang menumbuhkan kapasitas dan potensi peserta didik di bidang kuliner khas Gresik dan seni tari.

Prosesi Penyerahan plakat SKRG dari Google Indonesia melalui Country Lead Google for Education itu diserahkan kepada sekolah yang diwakili oleh M. Syahrul Munir yang juga Ketua DPRD Gresik dan saksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S. Hariyanto, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim serta ratusan pasang mata lainnya. Hadir dalam acara itu, antara lain, perwakilan Google di Indonesia Rose Wanodya, serta Perwakilan dari Hello Indonesia.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Gresik M.Syahrul Munir mengajak sekolah terus berinovasi dengan pembelajaran berbasis digital yang aman untuk anak. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua guru, komite, pengawas yang sudah semangat menciptakan suasana belajar yang luar biasa.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto menyampaikan selamat kepada UPT SMP Negeri 2 Gresik atas pencapaiannya sebagai kandidat Sekolah Rujukan Google. “Semoga UPT SMP Negeri 2 Gresik menjadi kebanggaan Kabupaten Gresik sebagai sekolah berbasis teknologi digital dan menjadi percontohan bagi sekolah lain,” ujarnya.

Perwakilan Google Indonesia Rose Wanodya, mengungkapkan bahwa inagurasi di UPT SMP Negeri 2 Gresik ini adalah yang paling heboh banget di antara KSRG sekolah di Indonesia. “Sudah saatnya (UPT SMP Negeri 2 Gresik,Red) naik ke level 2 dan menciptakan trainer Google,” kata Kak Rose, begitu ia biasa disapa.

FOTO BERSAMA ,: Antusiasme para guru dan para undangan inagurasi penerimaan plakat kandidat sekolah rujukan Google di SMP Negeri 2 Gresik (Foto : SMP N 2 Gresik untuk 1minute.id)

Gelaran inagurasi Spenda Gresik sebagai pioner KSRG di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menandai langkah besar menuju digitalisasi pendidikan sehingga disambut suka cita oleh semua guru dan siswa.

Untuk diketahui, UPT SMP Negeri 2 Gresik, sebagai pioner dan satu-satunya satuan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menyandang label Kandidat Sekolah Rujukan Google atau KSRG. Status ini, menjadikan sekolah berlokasi di Jalan K.H. Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan / Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini mendapatkan bantuan alias pinjam pakai 30 unit chromebook dari Hello Indonesia untuk pembelajaran.

Serah terima puluhan unit laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS yang dikembangkan oleh Google itu secara simbolis diserahkan oleh Rose Wanodya, Perwakilan Google Indonesia kepada M. Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik untuk selanjutnya digunakan oleh UPT SMPN 2 Gresik sebagai sarana pembelajaran Google for education oleh peserta didik pada Selasa, 4 Maret 2025.

Sejak saat itu, siswa kelas VIII Spenda Gresik dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan Chromebook. Siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. (yad)

Inagurasi SMP Negeri 2 Gresik Terima Plakat Kandidat Sekolah Rujukan Google Meriah Selengkapnya