Wabup Gresik Tutup Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD, Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari menutup pelatihan teknis penyusunan Standar Minimal Pelayanan (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Hotel Aston Gresik pada Jumat, 24 April 2026. Pelatihan ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Dalam sambutannya, Wabup Alif menyampaikan, pelatihan penyusunan standar pelayanan minimal dan rencana strategis BLUD ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola, kinerja layanan, serta akuntabilitas institusi. 

“Pelatihan penyusunan SPM dan rencana strategis BLUD yang dilaksanakan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam mendukung peningkatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, rencana strategis bukan sekadar dokumen administratif. Disamping itu juga, menjadi arah dan pedoman dalam memberikan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 

“Melalui kegiatan ini peserta telah memperoleh berbagai pemahaman, wawasan, serta keterampilan teknis dalam menyusun dokumen standar pelayanan minimal dan rencana strategis yang tidak hanya memenuhi aspek administratif. Tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan publik secara berkelanjutan,” harapnya.

Wabup Alif berharap, seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini secara optimal di unit kerja masing masing. Sehingga dokumen standar pelayanan minimal dan rencana strategis BLUD yang dihasilkan benar benar berkualitas, terukur dan selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas Kesehatan

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi tingginya kepada narasumber dan fasilitator atas dedikasi serta kontribusi pemikiran yang telah diberikan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta atas kesungguhan, kedisiplinan dan partisipasi aktif selama mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. 

“Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terutama bagi tim pengajar dari LPPSP Fisip Universitas Indonesia. Semoga seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh memberikan manfaat yang besar dan berdampak positif bagi peningkatan kinerja BLUD di Kabupaten Gresik serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wabup Alif juga berpesan kepada semua BLUD bidang kesehatan Kabupaten Gresik agar terus berinovasi meningkatkan kompetensi SDM dan menjaga tata kelola yang baik. Dikatakan, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan fasilitas kesehatan di semua wilayah pelayanan Puskesmas maupun RSUD. 

“Saya titip jangan sampai ada layanan yang tidak baik, jangan dipersulit terutama kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan dengan menggunakan BPJS. Karena itu adalah hak dasar yang juga harus ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, dalam laporannya menyampaikan, progres pelaksanaan pelatihan penyusunan SPM dan Renstra BLUD ini dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 24 April tahun 2026.  Total peserta sebanyak 147 orang berasal dari 3 RSUD, 32 Puskesmas dan UPT Labkesda

“Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama telah dilakukan penyusunan Renstra BLUD, kemudian hari kedua penyusunan SPM BLUD, dan hari ketiga rencana tindak lanjut dan evaluasi. Tidak hanya itu, rencana setelah pelatihan ini akan dilakukan Zoom tiap minggu bersama LPPSP UI dan target penyelesaian dokumen SPM dan Renstra dalam 2 bulan,” ungkapnya.

“Untuk itu, pelatihan ini harus berdampak dan selaras dengan visi dan misi Dinas Kesehatan maupun RPJMD Pemerintah Kabupaten Gresik,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Tutup Pelatihan Teknis Penyusunan SPM dan Renstra BLUD, Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan Selengkapnya

Yayasan Jantung Indonesia Gresik & Sidoarjo Kampanyekan Senam Jantung Sehat di Gresik 

GRESIK,1minute.id – “Sehat Diimulai dari Saya” adalah kampanye kesadaran diri untuk hidup sehat yang berfokus pada tindakan preventif individu. Pola hidup sehat ini, salah satunya dikampanyekan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah penyakit jantung sejak dini.

Hal itu dikemukakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka “Wisata dan Seminar Olahraga Yang Baik dan Benar” Kolaborasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Gresik bersama YJI Kabupaten Sidoarjo di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

“YJI Sidoarjo sangat menginspirasi kita semua, maka dari itu, mari kita kampanyekan ke masyarakat secara luas. Penyakit jantung ini tidak semua dipahami orang, hal seperti ini akan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Wabup Alif berharap, kegiatan ini menjadi energi positif untuk bersama sama meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat melalui aktifitas fisik dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular. Ini adalah peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi dan diabetes melitus. 

Dikatakan, Yayasan Jantung Indonesia memiliki peran penting untuk menggalakkan gaya hidup yang lebih sehat dan menjadi mitra pemerintah dalam mengkampanyekan kebiasaan hidup sehat melalui aktifitas fisik. “Saya berharap kegiatan ini dapat terus digalakkan dan disebarluaskan sehingga masyarakat dapat ikut berperan bersama untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya,” tutur Alif yang juga Pembina Senam Jantung Sehat Kabupaten Gresik ini.

Menurutnya,  kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung. Selain itu, dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan olahraga yang medukung kesehatan jantung, sambil memperluas wawasan tentang pentingnya hidup sehat.

“Saya berharap kolaborasi YJI Kabupaten Gresik dan YJI Sidoarjo dapat mengenalkan senam jantung kepada masyarakat. Dengan begitu upaya mencegah masyarakat terhindar dari penyakit jantung dapat dilakukan,” imbuhnya. 

Di tempat sama, Sekretaris YJI Sidoarjo Suwignyo menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Gresik yang sudah menerima rombongan YJI Sidoarjo. Menurut dirinya, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kebersamaan, kerukunan dan kekompakan selain itu untuk menggerakkan masyarakat hidup sehat. 

“Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo menjalankan misi promotif dan preventif untuk pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah di masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan dengan membentuk Klub Jantung Sehat (KJS) Lokasi Desa se-Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Sebelum seminar, kegiatan gerakan senam jantung juga dilakukan YJI Kabupaten Gresik dan YJI Kabupaten Sidoarjo di halaman Kantor Bupati Gresik. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan kesehatan Gratis yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Yayasan Jantung Indonesia Gresik & Sidoarjo Kampanyekan Senam Jantung Sehat di Gresik  Selengkapnya

Tiga Desa di Ring Satu Kawasan JIIPE Manyar, Gresik Dicanangkan jadi Desa Cantik

GRESIK,1minute.id – Desa Cantik di Kabupaten Gresik terus bertambah. Pada 2024, Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Pada 2025 Desa Leran, Kecamatan Manyar. Dan, tahun ini, Pemkab Gresik bersama BPS mencanangkan tiga desa yakni 

Desa Manyar Sidomukti, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyarejo, biasa dikenal, Manyar Kompleks sebagai desa sasaran Program Desa Cinta Statistik (Cantik) 2026.

Pencanangan tiga Desa Cantik di Kecamatan Manyar itu dilakukan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik Indriya Purwaningsih di Ruang Rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 April 2026. Acara itu, dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, tiga kepala desa dan operator desa.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman bersama soal kebutuhan data yang sesuai kondisi masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, dengan data yang akurat pemerintah lebih mudah merumuskan kebijakan dan menentukan langkah pembangunan yang tepat sasaran.

“Ketersediaan data yang akurat dan berkualitas menjadi kunci utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah. Terutama penguatan tata kelola data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), serta pengentasan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dikatakan, program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Di era digital saat ini, data bukan lagi hanya sekadar angka. Tetapi menjadi landasan utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan,” ucap Wabup Alif.

Ia menambahkan, program Desa Cantik berperan menghadapi tantangan pengelolaan dan integrasi data yang belum optimal. Selain itu, harus selaras dengan salah satu intervensi arah kebijakan pemerintah, melalui penguatan tata kelola dan pendampingan desa adaptif dalam upaya pencapaian sasaran prioritas nasional.

“Dengan data yang baik, kita tidak hanya menyusun program yang tepat sasaran. Tetapi juga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Di tempat sama, Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini sudah dilakukan mulai tahun 2022. Selain itu, Kabupaten Gresik pernah meraih Desa Cantik Award 7 terbaik secara nasional yaitu Desa Gumeng. Sedangkan Desa Leran masuk 4 besar nasional pada tahun 2025.

“Untuk tahun ini kami memilih 3 desa, yakni Desa Manyarsidorukun, Desa Manyarejo, dan Desa Manyarsidomukti. Sesuai ketentuan BPS RI kami harus menangkap kebutuhan stakeholder. Maka kami wujudkan melalui kolaborasi, baik bersama perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, maupun instansi pemerintah,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Indri, membangun sinergi lintas sektor juga diperlukan untuk memperkuat ekosistem data dan mengintegrasikan program Desa Cantik dengan inovasi teknologi atau sistem informasi yang ada di daerah untuk mempercepat digitalisasi data.

“Kami ingin selalu bisa hadir di pemerintah daerah. Salah satu peran BPS sebagai tindak lanjut dalam rangka pembinaan akan kami lakukan secara intens bersama-sama UMG maupun Dinas Tenaga Kerja. Baik mengenai cara pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data statistik yang akurat,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tiga Desa di Ring Satu Kawasan JIIPE Manyar, Gresik Dicanangkan jadi Desa Cantik Selengkapnya

Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan, Peternak Kambing Jalani Program Pelatihan “Krawu Enak”

GRESIK,1minute.id – Puluhan petani dan peternak Gresik mengikuti Pelatihan “Balai Ternak Gresik Krawu Enak” di Lentera Farm Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 9 April 2026.

Pelatihan Kerja berbasis Wirausaha Peternakan, wabil khusus peternakan kambing ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Program ini tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir wirausaha bagi petani dan peternak, khususnya generasi muda.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah ke depan tidak lagi sebatas pemberian bantuan, melainkan membangun sistem usaha peternakan yang utuh dari hulu hingga hilir. “Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kita siapkan sistemnya dari pelatihan, produksi, sampai pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas, dari A sampai Z,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, di tengah pesatnya industrialisasi di Gresik yang semakin mengandalkan teknologi dan otomatisasi, peluang kerja berbasis tenaga manusia semakin terbatas. Karena itu, sektor pertanian dan peternakan menjadi ruang strategis untuk menciptakan wirausahawan baru sekaligus membuka lapangan kerja.

Ia juga menyoroti besarnya peluang pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk kebutuhan pasokan daging untuk berbagai dapur penyedia makanan dalam program nasional. Tantangan utama, lanjutnya, terletak pada konsistensi suplai dan kualitas produk. “Pasar itu ada. Yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga kualitas dan kuantitas. Kalau diminta satu kuintal, harus terpenuhi. Ini yang perlu dilatih,” ujarnya.

Lebih jauh, Wabup Alif mendorong lahirnya model usaha kolektif berbasis komunitas. Dengan semangat gotong royong, peternak kecil dapat membangun kekuatan produksi yang besar tanpa harus memiliki modal besar secara individu. “Kalau satu orang punya dua kambing, lalu satu lingkungan melakukan hal yang sama, maka akan terbentuk kekuatan produksi. Kuncinya ada pada jejaring dan pola pikir wirausaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindhito Putro, menyampaikan bahwa sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu solusi strategis di tengah karakter industri Gresik yang cenderung padat modal.

“Ketika kondisi normal, sektor pangan sering tidak terlihat. Namun saat terjadi krisis, seperti wabah atau konflik global, sektor ini menjadi sangat penting. Karena itu, kami mendorong masyarakat tidak hanya bertani dan beternak, tetapi juga berwirausaha,” jelasnya.

Melalui program Krawu Enak, peserta mendapatkan pembekalan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung, pendampingan, hingga peluang magang. Program ini juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk BAZNAS dan mitra swasta, dalam penyediaan bantuan ternak sebagai modal awal usaha.

Kedepan, skema pembinaan akan diperkuat melalui dukungan pembiayaan dari APBD serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Bantuan ternak yang diberikan kepada peserta diharapkan menjadi stimulan usaha yang berkelanjutan, dengan evaluasi berbasis kinerja.

Eko menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk mencetak peternak muda milenial yang tidak hanya mampu beternak, tetapi juga memahami rantai bisnisnya. “Kami ingin setelah pelatihan ini, peserta bisa langsung action. Tidak berhenti di materi, tapi berlanjut ke praktik, magang, hingga benar-benar menjadi wirausaha peternakan,” tegasnya.

Pelatihan ini juga menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni manajemen kesehatan ternak, efisiensi pakan sebagai komponen biaya terbesar, serta pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem peternakan yang produktif sekaligus berkelanjutan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan, Peternak Kambing Jalani Program Pelatihan “Krawu Enak” Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, mengajak para lulusan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk berani menjadi wirausahawan dan mengambil peran di tengah tantangan global yang semakin dinamis. 

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda ke-48 UMG di Gedung Graha Kartini Gresik pada Rabu, 2 April 2026. Sebanyak 593 wisudawan dari jenjang Diploma 3 hingga Strata 2 atau magister resmi dikukuhkan. 

Menurut Wabup Alif, momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk menentukan arah hidup dan memberi manfaat bagi sekitar. “Wisuda bukan garis akhir, tetapi awal untuk melangkah lebih berani dan berdampak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia mengingatkan, dunia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan mulai dari ketidakpastian ekonomi global hingga perubahan teknologi yang sangat cepat. Namun di balik itu, menurutnya selalu ada peluang bagi mereka yang mau melihat dan berani mengambil langkah.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk tidak hanya berpikir mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang. Ia menyebut Gresik memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor industri, perikanan, UMKM, hingga usaha berbasis digital.

“Gresik ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ladang peluang. Tinggal bagaimana kita mau melihat dan memanfaatkannya,” ungkapnya.

Selain peluang, ia juga menekankan pentingnya karakter dalam menjalani dunia usaha. Menurutnya, sikap pantang menyerah, disiplin, dan empati menjadi bekal utama agar bisa bertahan dan berkembang. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya membuka ruang bagi tumbuhnya wirausaha muda. Bentuk dukungan tersebut mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga kemudahan perizinan usaha. “Kami ingin lulusan UMG bisa menjadi penggerak ekonomi di Gresik,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa wisuda ke-48 ini merupakan momentum penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja. Ia menambahkan, para lulusan juga diharapkan mampu berkontribusi dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

“UMG berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha,” ujarnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong Lulusan UMG Jadi Wirausahawan, Ciptakan Peluang Kerja Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Inovatif, Adaptif dan Pertahanan Kearifan Lokal

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia) Kabupaten Gresik dikukuhkan pada Rabu, 1 April 2026.  Pelantikan pengurus yang diketuai oleh Yuni Rini Agustina, biasa disapa, Yuni Tiara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Asluchul Alif mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah dalam organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk merangkul seluruh anggota dan mendorong kemajuan bersama. “Ini bukan hanya tentang posisi, tetapi bagaimana membawa organisasi menjadi solid dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis, Wabup Alif mengingatkan para pelaku usaha kecantikan untuk tidak bersikap pasif. Ia menekankan pentingnya inovasi serta kemampuan beradaptasi dengan tren yang terus berkembang, tanpa meninggalkan kekuatan nilai-nilai lokal.

“Sebagai pengusaha, kita diuji oleh ketidakpastian. Kuncinya ada pada keberanian berinovasi dan kecepatan membaca tren. Namun, riasan tradisional seperti Jawa, Madura, hingga Makassar tetap memiliki pasar tersendiri. Ini harus dikelola dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dalam pengembangan usaha. Wabup Alif mendorong pelaku usaha, khususnya generasi senior, untuk berkolaborasi dengan generasi muda dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Lebih lanjut, Wabup Alif menyampaikan Pemerintah Kabupaten Gresik telah menghadirkan layanan digital berbasis kecerdasan buatan melalui “Go-WA” di nomor 0812-1788-9986. Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai informasi publik dengan mudah.

“Melalui Go-WA, masyarakat bisa mendapatkan informasi mulai dari lowongan kerja, layanan BPJS, hingga perizinan hanya dengan mengirim pesan ‘halo’. Kami berharap data Tiara Kusuma dapat segera terintegrasi agar Pemkab bisa ikut mempromosikan usaha para anggota,” terangnya.

Menutup sambutannya, Wabup Alif berpesan agar pelaku usaha kecantikan di Gresik senantiasa menjaga kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan merupakan aset utama dalam dunia usaha.

“Jaga kepercayaan pelanggan. Jangan sampai ada kasus seperti uang muka yang tidak jelas. Pemerintah melalui dinas terkait seperti KBPPA akan terus hadir melalui pelatihan dan pemberdayaan, namun keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras dan komitmen masing-masing,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Inovatif, Adaptif dan Pertahanan Kearifan Lokal Selengkapnya

2026 : 230 ASN Pemkab Gresik Purnatugas, Wabup Asluchul Alif  : Masa Purna Tugas bukan Akhir Perjalanan, tapi …

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 230 pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Gresik memasuki masa pensiun. Ratusan aparatur negeri sipil (ASN) memasuki masa purnatugas pada periode Mei hingga Desember 2026. 

Sebelum memasuki masa purna tugas mereka dibekali berbagai materi untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 31 Maret 2026. Bimbingan Teknis Purna Tugas PNS dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menghadirkan pemateri antara lain Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Jazuli. 

Dalam sambutannya, Asluchul Alif menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengajak para peserta untuk memandang masa purna tugas bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai awal dari fase kehidupan yang baru.

“Purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Justru ini saatnya kembali lebih dekat dengan keluarga dan tetap berkontribusi di tengah masyarakat, dengan bekal pengalaman yang luar biasa selama menjadi ASN,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang para PNS yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik. Menurutnya, setiap pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dari perjalanan kemajuan daerah.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan masa pensiun secara matang, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga kesiapan mental, kesehatan, dan rencana aktivitas ke depan agar tetap produktif dan bahagia. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

2026 : 230 ASN Pemkab Gresik Purnatugas, Wabup Asluchul Alif  : Masa Purna Tugas bukan Akhir Perjalanan, tapi … Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 di enam desa di Kecamatan Manyar pada Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan dikemas dalam Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegas dr Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat. Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. 

Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting. Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. 

Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. 

Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting. “Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal. “Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.

Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa. “Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa  Selengkapnya

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ratusan insan pariwisata, budayawan serta jurnalis berkumpul di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Mereka bersilaturahmi untuk mengikuti Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Sebanyak 30 insan pariwisata dan budayawan yang dianggap memiliki peran positif dalam pemajuan pariwisata dan kebudayaan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mendapatkan apresiasi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi oleh Kepala Dinas Parekrafbudpora yang menyerahkan apresiasi tersebut. Penyerahan disaksikan antara lain Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja.

Melati Tedja, perempuan asal Surabaya itu menceritakan perjalanan karir hingga terpilih sebagai Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 . Ia mengaku terpesona dengan keindahan alam di Pulau Bawean. “Kalau ada kesempatan lagi, Saya pasti akan mengunjungi Bawean,” kata Melati Teja.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan media.

“Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen terhadap pengembangan kearifan lokal,” ujar Wabup Alif.

Ia menyoroti potensi besar Pulau Bawean yang kini semakin dikenal luas. Ia menyebut, berdasarkan testimoni beberapa penyelam internasional, titik selam di Bawean dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

Selain keindahan bawah laut, kawasan mangrove dan potensi alam Bawean juga diharapkan dapat terus dipromosikan. Hal ini agar semakin dikenal oleh wisatawan. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Melati Tedja, dapat membantu memperkenalkan potensi tersebut.

Wabup Alif juga menyinggung rencana pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Gresik akan memprioritaskan anggaran daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan, terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Konsentrasi kami di tahun 2026, 2027, dan 2028 adalah perbaikan jalan. Kami ingin masalah infrastruktur ini tuntas,” tegasnya. 

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 16 orang dengan HIV di Kabupaten Gresik menerima bantuan vokasional usaha dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Margo Laras. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyerahkan bantuan itu secara simbolis pada Kamis, 12 Maret 2026.

Asluchul Alif menegaskan bantuan usaha bagi ODHIV harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dijual, melainkan digunakan untuk bekerja dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi penguat agar penerima manfaat lebih mandiri, lebih sejahtera, dan mampu menopang kebutuhan keluarga. “Bantuan ini untuk usaha, untuk bekerja, bukan untuk dijual,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan setelah bantuan disalurkan. Menurutnya, penerima manfaat tidak cukup hanya dibantu dengan peralatan usaha, tetapi juga perlu didampingi, dilatih, hingga dibantu mengembangkan usahanya. “Jangan habis dibantu lalu dilepas. Harus tetap didampingi, dilatih, dan dibantu berkembang,” katanya. 

Wabup Alif berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin sehingga program serupa ke depan dapat diperluas. Ia juga mengapresiasi sinergi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam mendukung pendampingan bagi para penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, Wabup Alif mengingatkan para penerima manfaat agar tetap disiplin menjaga kesehatan dan rutin menjalani pengobatan sebagai modal utama untuk tetap produktif dan menjalankan usaha.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati, Sudarono, mengatakan program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN bagi penerima manfaat di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan APBN yang disalurkan melalui Sentra Margo Laras untuk 16 penerima manfaat di Kabupaten Gresik. Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus terjaga agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sudarono.

Bantuan yang disalurkan menyasar berbagai jenis usaha produktif. Dari total 16 paket bantuan, lima paket diperuntukkan bagi usaha warung kelontong, tiga paket untuk jualan gorengan dan aneka minuman, serta masing-masing satu paket untuk usaha bakso keliling, tahu tek, dimsum, perjahitan, tata rias, sosis bakar, seblak, dan jualan es serta olahan pangan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik  Selengkapnya