Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 di enam desa di Kecamatan Manyar pada Senin, 30 Maret 2026.

Kegiatan dikemas dalam Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegas dr Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat. Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. 

Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting. Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. 

Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. 

Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting. “Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal. “Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.

Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa. “Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan  Perusahaan Percepat Penurunan Stunting di Desa  Selengkapnya

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ratusan insan pariwisata, budayawan serta jurnalis berkumpul di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 13 Maret 2026. Mereka bersilaturahmi untuk mengikuti Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.

Sebanyak 30 insan pariwisata dan budayawan yang dianggap memiliki peran positif dalam pemajuan pariwisata dan kebudayaan di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik mendapatkan apresiasi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif didampingi oleh Kepala Dinas Parekrafbudpora yang menyerahkan apresiasi tersebut. Penyerahan disaksikan antara lain Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja.

Melati Tedja, perempuan asal Surabaya itu menceritakan perjalanan karir hingga terpilih sebagai Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 . Ia mengaku terpesona dengan keindahan alam di Pulau Bawean. “Kalau ada kesempatan lagi, Saya pasti akan mengunjungi Bawean,” kata Melati Teja.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan media.

“Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen terhadap pengembangan kearifan lokal,” ujar Wabup Alif.

Ia menyoroti potensi besar Pulau Bawean yang kini semakin dikenal luas. Ia menyebut, berdasarkan testimoni beberapa penyelam internasional, titik selam di Bawean dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

Selain keindahan bawah laut, kawasan mangrove dan potensi alam Bawean juga diharapkan dapat terus dipromosikan. Hal ini agar semakin dikenal oleh wisatawan. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Melati Tedja, dapat membantu memperkenalkan potensi tersebut.

Wabup Alif juga menyinggung rencana pembangunan daerah dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Gresik akan memprioritaskan anggaran daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan, terutama jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Konsentrasi kami di tahun 2026, 2027, dan 2028 adalah perbaikan jalan. Kami ingin masalah infrastruktur ini tuntas,” tegasnya. 

Menurutnya, kondisi jalan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Berikan Apresiasi Insan Pariwisata dan Budaya Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 16 orang dengan HIV di Kabupaten Gresik menerima bantuan vokasional usaha dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Margo Laras. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyerahkan bantuan itu secara simbolis pada Kamis, 12 Maret 2026.

Asluchul Alif menegaskan bantuan usaha bagi ODHIV harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak dijual, melainkan digunakan untuk bekerja dan mengembangkan usaha.

Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi penguat agar penerima manfaat lebih mandiri, lebih sejahtera, dan mampu menopang kebutuhan keluarga. “Bantuan ini untuk usaha, untuk bekerja, bukan untuk dijual,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan setelah bantuan disalurkan. Menurutnya, penerima manfaat tidak cukup hanya dibantu dengan peralatan usaha, tetapi juga perlu didampingi, dilatih, hingga dibantu mengembangkan usahanya. “Jangan habis dibantu lalu dilepas. Harus tetap didampingi, dilatih, dan dibantu berkembang,” katanya. 

Wabup Alif berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin sehingga program serupa ke depan dapat diperluas. Ia juga mengapresiasi sinergi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) dalam mendukung pendampingan bagi para penerima manfaat.

Di akhir kegiatan, Wabup Alif mengingatkan para penerima manfaat agar tetap disiplin menjaga kesehatan dan rutin menjalani pengobatan sebagai modal utama untuk tetap produktif dan menjalankan usaha.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati, Sudarono, mengatakan program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN bagi penerima manfaat di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan APBN yang disalurkan melalui Sentra Margo Laras untuk 16 penerima manfaat di Kabupaten Gresik. Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus terjaga agar program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sudarono.

Bantuan yang disalurkan menyasar berbagai jenis usaha produktif. Dari total 16 paket bantuan, lima paket diperuntukkan bagi usaha warung kelontong, tiga paket untuk jualan gorengan dan aneka minuman, serta masing-masing satu paket untuk usaha bakso keliling, tahu tek, dimsum, perjahitan, tata rias, sosis bakar, seblak, dan jualan es serta olahan pangan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Asluchul Alif Serahkan Bantuan Vokasional Usaha untuk ODHIV Gresik  Selengkapnya
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (4 dari kiri) mendampingi Penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo dalam peresmian SPPG Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Kamis, 5 Maret 2026 ( Foto : istimewa )

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Dapur ini akan melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya murid sekolah. Saya mengajak warga sekitar untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan aktif dalam pengawasan sehari-hari,” ujar Wabup Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Alif berharap keamanan dan kualitas makanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola dapur. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari memastikan dapur selalu steril, peralatan memasak bersih, hingga menu yang disajikan benar-benar higienis dan layak konsumsi.

“Bicara soal gizi maka komposisinya harus benar-benar seimbang. Mulai dari kandungan vitamin, karbohidrat hingga cara masak yang benar dan betul. Selain itu, sertifikat kebersihan, sertifikat gizinya juga harus dipastikan,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Peresmian dapur SPPG dihadiri oleh penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo, Kepala SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Nopijal Rizki Rahman.

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku makanan. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Dikatakan, kehadiran SPPG Sinar Giri Kedaton berkolaborasi dengan Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) mencerminkan sinergi nyata lintas elemen dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak kita adalah aset bangsa, program ini akan berhasil jika semua pihak mau saling mengingatkan dan bekerja bersama,” pungkasnya.

Di tempat sama, anggota DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, selaku Mitra SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik menambahkan, program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian. “Untuk itu, peran sentral pengelola dapur dan yayasan dalam menjaga kualitas layanan dan disiplin kebersihan sangat diperlukan,” ujarnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan  Selengkapnya

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan langsung tahap pertama bagi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan itu bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam memberikan dukungan sosial dan penguatan kemandirian ekonomi bagi ODHIV. “Penanggulangan HIV dan AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” ungkap dokter Alif yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik ini.

Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan dalam bentuk dukungan nutrisi dan pemenuhan kebutuhan Activity Daily Living (ADL) kepada 18 ODHIV yang tergolong pada kelompok masyarakat desil 1-5. Tahap kedua berupa bantuan kewirausahaan kepada 16 penerima manfaat sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan produktivitas.

Wabup Alif mengingatkan pentingnya disiplin dalam kontrol kesehatan serta rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Ia turut mengajak seluruh pihak berkomitmen menerapkan prinsip “3 Zero”, yakni zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

“Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menuju eliminasi HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada tahun 2030,” tegasnya. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang inklusif, tanpa stigma dan diskriminasi, serta penuh empati. Hal ini agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV  Selengkapnya

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi 

GRESIK,1minute.id – Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Gresik Sehati atau RSGS memasuki tahun kedua pada 2026. Pada tahun pertama beroperasi rumah sakit yang berada di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu menunjukkan tren pertumbuhan layanan yang konsisten.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau progres rumah sakit tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  Gresik dr. Mukhibatul Khusnah pada  Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan layanan kesehatan daerah.

Dalam arahannya, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa capaian satu tahun ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan RSUD Gresik Sehati ke depan. “Setahun ini kita melihat progres yang nyata. Dari fase awal dengan jumlah pasien yang masih sangat terbatas, sekarang grafik kunjungan terus meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Tugas kita memastikan penguatan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan jumlah pasien harus diikuti dengan perencanaan SDM yang matang, penguatan fasilitas, serta tata kelola keuangan yang sehat, terutama setelah rumah sakit resmi menerapkan pola pengelolaan BLUD pada 2026. 

Menurutnya, beberapa langkah penguatan yang akan dilakukan meliputi penambahan tenaga kesehatan secara bertahap berbasis proyeksi kenaikan pasien, percepatan pengisian tenaga penunjang medis seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, optimalisasi ruang rawat inap, serta penguatan sistem informasi rumah sakit melalui pembaruan SIMGOS dan penambahan kapasitas server.

“Rumah sakit ini harus tumbuh dengan perencanaan yang benar. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil. Fasilitas diperkuat bertahap. Yang terpenting, kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Sementara itu, Direktur RSUD Gresik Sehati dr. Riyan Charlie Milyantono, memaparkan bahwa sepanjang 2025 layanan rawat jalan telah melayani 370 kunjungan pasien dari berbagai poli, meliputi Klinik Gigi, Klinik Kandungan, Klinik Spesialis Anak, Klinik Spesialis Bedah, Klinik Penyakit Dalam, dan Klinik Umum. 

Memasuki Januari–Februari 2026, capaian kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibanding fase awal operasional. Pada layanan rawat inap di lantai dua, yang pada awal Januari 2025 belum menerima pasien, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) sekitar 83 persen.

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), peningkatan signifikan juga terlihat. Dari tiga pasien pada Januari 2025, jumlahnya melonjak menjadi 109 pasien pada Januari 2026. Total pasien IGD yang telah dilayani sejak awal operasional mencapai 179 pasien.

Layanan kamar operasi pun menunjukkan perkembangan positif. Sejak mulai aktif melayani tindakan, khususnya pasien BPJS pada Agustus 2025, jumlah operasi meningkat hingga mencapai 15 tindakan pada Desember. Total pasien yang telah menjalani tindakan operasi sebanyak 51 pasien.

Dari sisi tata kelola, sejak Januari 2026 RSUD Gresik Sehati resmi menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Realisasi pendapatan Januari 2026 tercatat Rp 121.205.794,26 dan hingga 23 Februari 2026 sebesar Rp 18.821.292,97, dengan klaim BPJS, pelayanan Januari 2026 sebesar Rp 78.946.700 yang masih dalam proses pencairan.

Pada aspek digitalisasi, rumah sakit telah menggunakan SIMGOS sejak Januari 2026 dan tengah mengajukan pembaruan sistem dari Kementerian Kesehatan. Penambahan server juga telah dianggarkan Dinas Kesehatan tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan.

Memasuki tahun kedua, RSUD Gresik Sehati tidak lagi berada pada fase perintisan, melainkan memasuki fase penguatan dan ekspansi layanan. Dengan tren pasien yang terus meningkat serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, RSGS diarahkan menjadi rumah sakit daerah yang semakin kokoh, profesional, dan dipercaya masyarakat utamanya di wilayah Gresik Selatan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Memasuki Tahun Kedua Operasional RSGS, BOR 83 Persen, 51 Tindakan Operasi  Selengkapnya

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

GRESIK,1minute.id – Kementerian Kebudayaan menetapkan Ketupat Keteg ; Malem Selawe , Rebowekasan, Pasar Bandeng, hingga Pencak Macan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Sertifikat WBTB diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada acara penyerahan apresiasi pelaku budaya, tambahan honorarium juru pelihara dan sertifikat WBTB yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Jawa Timur di Taman Krida Budaya Kota Malang pada Minggu, 22 Februari 2026.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan Kupat Keteg, Rebowekasan, Pasar Bandeng, Malem Selawe hingga Pencak Macan sebagai WBTBI.

Wabup  mengungkapkan, penetapan WBTB ini bukan hanya kebanggaan bagi kita, tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan zaman. “Penetapan ini juga menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Gresik,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Ia berharap dunia pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mengenalkan sejarah, makna, dan filosofi tradisi kepada generasi muda.

“Dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur Jatim Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya tak benda adalah roh dari peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya. Pihaknya mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai bagian strategis dalam pembangunan daerah. Menurut Khofifah, Potensinya tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga dalam mendorong pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif. Hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional dan internasional.

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada simbol, melainkan terus berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” tandasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Apresiasi yang diberikan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya. 

Seniman dan pelaku budaya yang semula menerima Rp 500 ribu kini mendapatkan Rp1 jutq. Kenaikan lebih besar menyasar tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya, yang melonjak dari Rp550 ribu menjadi Rp 1,5 juta. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kementerian Kebudayaan Menetapkan Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng hingga Pencak Macan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Selengkapnya

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah

GRESIK,1minute.id – Pemrov Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Pendapa rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik pada Jumat, 13 Februari 2026.

Di Kabupaten Gresik, GPM yang dilakukan secara serentak se-Indonesia ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Gerakan ini sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gerakan ini dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha pangan tidak diperbolehkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Februari 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram serta 700 ribu ton minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Penindakan tegas akan dilakukan jika ditemukan pelanggaran, sesuai instruksi langsung Presiden.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wabup Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik tegak lurus dengan instruksi Presiden dalam menjaga kestabilan harga pangan. “Kami ingin memastikan masyarakat Gresik menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang. Tidak boleh ada kelangkaan maupun lonjakan harga yang memberatkan. Pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Beras SPHP tersedia sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Beras premium disediakan 500 kilogram dengan harga Rp 14.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia 360 liter dengan harga Rp 15.000 per liter.

Ada gula pasir, dan komoditas holtikultura seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah dan telur ayam ras. Semua harganya dibawah harga pasaran. 

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Siti, warga Kecamatan Kebomas, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Ia mengantre untuk membeli beras dan minyak goreng.

“Menjelang puasa biasanya harga naik. Jadi kegiatan seperti ini sangat dinanti. Alhamdulillah bisa beli beras dan minyak dengan harga lebih terjangkau,” tuturnya.

Tak hanya menjaga keterjangkauan harga, kegiatan ini juga menghadirkan mobil Laboratorium Keliling Pengawasan Keamanan Pangan yang mampu melakukan pemeriksaan kandungan bahan pangan secara langsung di lokasi. Langkah ini memastikan produk yang dijual tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman dan layak konsumsi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman Jelang Ramadan, Pemkab Gresik Geber Gerakan Pangan Murah Selengkapnya

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean 

GRESIK1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan pompa air tenaga surya (PATS) di Masjid As-Shalihin Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik pada Rabu, 11 Februari 2026. PATS tersebut merupakan hasil kerja sama Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org.

Wabup Asluchul Alif berharap, selain mendukung pengairan pertanian serta kebutuhan air Masjid As-Shalihin dan SD Muhammadiyah 1 Bawean, keberadaan sumur bor dan pemasangan pompa tenaga surya bisa mendukung ketahanan pangan. “Dengan adanya pompa air tenaga surya (PATS) ini bisa menjadi contoh bagi 30 desa yang ada di dua kecamatan, 17 desa di Kecamatan Sangkapura dan 13 desa di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,” harap dokter Alif, sapaan akrab,  Asluchul Alif.

Ia mengungkapkan, ke depan nantinya setiap desa bisa mewujudkan ketahanan air dan listrik. Jika keduanya dimiliki oleh seluruh desa di Pulau Bawean, insya Allah sangat bermanfaat dan berdampak pada masyarakat Bawean untuk keperluan persawahan, perkebunan, peternakan yang bisa dilakukan secara mandiri.

Wabup Gresik yang akrab disapa Dokter Alif mengucapkan selamat dan berterima kasih atas terlaksananya program intervensi antara Lazismu Jawa Timur dengan Kitabisa.org. “Mudah-mudahan keberadaan sumur bor bertenaga surya ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Masjid. Selain itu bisa digunakan untuk pengairan sawah yang ada,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah K.H. Muhammad Toha Mahsun dalam sambutannya menyampaikan syukur Alhamdulillah bahwa sumur bor yang dibuat telah mengeluarkan air tanpa menggunakan pompa. Ini bukti bahwa sumur tersebut banyak sumber air, dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengairan sawah yang ada di sekitar masjid.

Ia berharap dengan sumur bor ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar masjid. Selain untuk kebutuhan Masjid As-Shalihin dan sekolah yang ada, nantinya bisa mendukung program ketahanan pangan. “Selamat dan sukses buat PCM Sangkapura atas terlaksananya program Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Pulau Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur Zaenal Abidin mengatakan bahwa Lazismu bekerja sama dengan Kitabisa.org untuk pengadaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) berupa pembuatan sumur bor bertenaga surya yang berada di samping Masjid As-Shalihin.

“Awalnya Muhammadiyah mengajukan kerja sama program kepada Kitabisa.org untuk penawaran tiga titik di Gresik termasuk Bawean. Setelah disurvei, lokasi yang disetujui dan dipilih untuk menjadi intervensi program bersama-sama di Pulau Bawean,” terangnya.

Lebih lanjut, Zaenal Abidin menambahkan, penyelenggaraan program ini kita berharap tidak hanya untuk keperluan Masjid As-Shalihin, tetapi pemanfaatannya juga untuk masyarakat sekitar masjid. “Ke depan untuk pengairan sawah dan lebih jauh lagi akan digunakan untuk kebutuhan air minum serta kebutuhan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Pertama, Wabup Asluchul Alif Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Jemaah Masjid As-Shalihin, Bawean  Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul didampingi Anggota DPRD Lutfi Dhawam dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari meninjau pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Sangkapura pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dan penanganan stunting.  Wabup Asluchul Alif menyaksikan langsung pemasangan implant kepada 10 akseptor sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga berencana di wilayah kepulauan.

Wabup Asluchul Alif mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB berjalan maksimal, meningkatkan kepesertaan KB terutama MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), dan mendukung percepatan penurunan stunting. “Pemerintah daerah terus memperkuat komitmen terhadap program Bangga Kencana, serta percepatan penurunan stunting melalui peninjauan langsung pelayanan KB, khususnya jenis implan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Wabup Asluchul Alif. 

Menurutnya, penggunaan MKJP seperti implan dianggap sangat efektif untuk mengatur jarak kelahiran, yang secara langsung berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak. “Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Wakil Bupati juga memberikan motivasi kepada para kader KB dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Saya memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan serta kader di Bawean atas komitmennya dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Sangkapura Syaiful Umami mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati saat memantau langsung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya program pemasangan alat kontrasepsi implant di Puskesmas Sangkapura. “Program implant ini sangat strategis untuk memberdayakan perempuan usia subur dengan akses KB yang aman dan terjangkau,” ujarnya. 

Syaiful Umami menegaskan komitmen Puskesmas Sangkapura untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus berlanjut. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Wabup Gresik Asluchul Alif Mengunjungi Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Pastikan Pelayanan KB Maksimal  Selengkapnya