Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 256 siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti lomba tingkat (LT) III Regu Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gresik. Selama 4 hari, mulai 13-16 Juli 2022 mereka mengikuti perlombaan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Gedung 

Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Gresik pada Rabu, 13 Juli 2022. Sebanyak 33 kegiatan akan dilombakan yakni Giat Umum 5 ;  Perkemahan 3 ; Ketangkasan 2 ; keterampilan 9 ; wawasan kebangsaan 3 ; dan jelajah 11. Perlombaan dilakukan beregu. Putra dan Putri. Gerakan kepanduan yang dihadiri Wakil Ketua Kwartir Cabang Gresik Anang Subakti ini mengusung tema Berbudaya, Berprestasi, dan Produktif.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan keberadaan Pramuka sangat penting dalam menjaga kesatuan Indonesia saat ini. Selain itu, Pramuka juga sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang berkarakter demi berlangsungnya masa depan negara.

“Kami berharap dengan lomba tingkat III ini, mampu menghasilkan anggota pramuka yang berkarakter sebagai calon pemimpin masa depan yang baik,”kata Washil yang juga Pembina di Kwarcab Gresik ini. Kak Washil-sebutan di organisasi kepanduan itu mengingatkan tentang ancaman anak muda di era digital. 

“Dinamika masyarakat saat ini tentunya sangat memprihatinkan, seperti maraknya konsumsi miras, privalensi merokok pada usia muda, penggunaan narkoba, kriminal dan kekerasan seksual yang melibatkan kaum muda,” terang mantan Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik ini.

Ia berharap kepada keluarga besar Gerakan Pramuka Gresik untuk benar- benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam membentuk pemuda yang bertaqwa mulia, berkepribadian, dan berkecakapan cukup.

Hal ini sejalan dengan program kerja dari Pramuka Jatim tentang pramuka produktif dalam menggali sumber daya manusia dalam kepramukaan. Terakhir, beliau mengharapkan agar seluruh partisipan mengikuti perlombaan ini dengan serius supaya mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. “Lomba Tingkat III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gresik ini dilaksanakan sepenuh hati dan segenap jiwa raga,”harapnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan LT III Kwarcab Gresik Sri Rahayu mengharapkan setelah kegiatan, para partisipan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dalam bermasyarakat dan memiliki masa depan yang gemilang. 

LT III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik ini diikuti 256 peserta penggalang. Putra dan Putri. Mereka berasal dari 16 diantara 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Dua kecamatan yang tidak ikut adalah Duduksampeyan dan Sangkapura, Pulau Bawean. 

Untuk di ketahui, Lomba Tingkat dibedakan berdasarkan tingkat penyelenggaraan dan pesertanya, yaitu:

LT I : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan ditingkat  Gugusdepan  (biasanya berupa sekolah SMP atau MTs) dengan peserta dari masing-masing regu anggota Gugus Depan tersebut.

LT II : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) dengan peserta dari masing-masing Gugusdepan yang ada di Kwartir Ranting tersebut.

LT III : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Cabang (Kabupaten / Kota) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Ranting yang ada di Kwartir Cabang tersebut.

LT IV : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Daerah (Provinsi) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Cabnag yang ada di Kwartir daerah tersebut.

LT V : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Nasional (Nasional) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Daerah yang ada di Indonesia.

Lomba Tingkat bersifat berjenjang. Artinya, pemenang pada suatu tingkatan akan mewakili mengikuti Lomba Tingkat di tingkat atasnya. (yad)

Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia Selengkapnya

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik

GRESIK,1minute.id – Ratusan bibit pohon ditanam dan ribuan benih ikan ditebar di dekat rumah pompa Banjar Anyar 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 30 Maret 2023.  Penanaman 665 pohon dan  penebaran 5 ribu benih ikan dilakukan untuk memperingati Hari Air Sedunia itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Puluhan jenis pohon produktif yang ditanam lahan aset Pemkab Gresik di dekat jalan Tol KLBM itu. Yang menarik perhatian adalah tanaman Buah Merah Khas Bawean. Tanaman langka asli Bawean itu ditandur oleh Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman. 

Achmad Washil Miftahul Rachman pada kesempatan itu meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Gresik aksi menanam pohon ini tidak hanya sekadar simbolis. “Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat dengan baik. Sehingga bisa tumbuh dengan baik,”ujarnya. Saat ini, penanaman pohon masih di musim hujan kemungkinan bakal hidup. 

“Kami berharap teman-teman di rumah pompa bisa melakukan penyiraman secara penuh pada musim kemarau nanti. Sehingga dampaknya pohon yang ditanam bisa hidup. Dan,  ini salah satu yang membahagiakan kita setelah sekian tahun kemudian. Pohon-pohon menjadi resapan air tanah,”tegas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu. 

Washil-panggilan-Achmad Washil Miftahul Rachman berharap gerakan menanam pohon tidak terhenti. Ia lalu mencontohkan program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bernama Sehari Menanam Satu (SMS) Pohon. “Kalau bisa ditambahkan sehari menanam sak karape ,”ujarnya.  

Lahan penanaman harus dilakukan ditempat strategis. “Bila kemungkinan berkembang bisa untuk anak cucu kita kelak yang bisa menjadi sumber air,”ujar mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dina Cipta Karya  Perumahandan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik itu. Peringatan Hari Air Sedunia diperingati setiap 22 Maret. Tahun ini bertemakan “Air Tanah, Membuat yang Tak Terlihat menjadi Terlihat“. (yad)

Ada Buah Merah Khas Bawean Diperingatan Hari Air Sedunia Di Gresik Selengkapnya

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya

GRESIK,1minute.id – Banjir di Kota Gresik menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Curah hujan yang tinggi membuat sejumlah kawasan di Gresik Kota Lama (GKL) terendam air. Air meluap hingga ke jalan raya hingga di rumah warga.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mendatangi lokasi pascabanjir di sejumlah tempat itu. Antara lain, Boozem Telogo Dendo atau Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) , kawasan perkampungan di Jalan Pahlawan hingga Jalan Samanhudi, Gresik-pusat perdagangan di GKL.

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Sekda Gresik Washil-panggilan-Achmad Washil Miftachul Rachman melihat banyak tumpukan sampah. Mulai dari batang pohon, bantal hingga kasur kapuk berada di saluran air yang dangkal dan sebagai lagi dipenuhi tumbuhan tanaman.
Menurut Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, kondisi drainase saat ini sudah waktunya dilakukan pengerukan karena kondisinya yang dangkal.

“Saya dengar tadi bahwa sekitar lebih dari 20 tahun gorong-gorong ini tidak dikeruk. Maka tak heran setiap musim hujan dating dan saat intensitas hujan tinggi, tempat ini (jalan Samanhudi) pasti banjir,” kata Gus Yani pada Senin, 13 Desember 2021.

Gus Yani megatakan, tahun depan, 2022  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melakukan pengerukan dan normalisasi di sepanjang drainase area Jalan Samanhudi untuk agar tidak ada lagi kejadian serupa seperti tahun-tahun seebelumnya. “Kalau ini terus dibiarkan, kasihan masyarakat. Ekonomi pasti tergangu. Kami Pemerintah Daerah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan permasalahan yang ada,”katanya. 

DANGKAL : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menunjukkan kondisi saluran drainase di Gresik Kota Lama yang dangkal dan dipenuhi tumbuhan karena puluhan tahun tidak ada normalisasi pada Senin, 13 Desember 2021 (Foto : Prokopim Gresik)

Gus Yani juga menghimbau kepada warga sekitar aliran drainase tidak membuang sampah ke selokan. “Percuma dong kita susah payah melakukan normalisasi tetapi kebiasaan masyarakat  membuang sampah masih sembarangan. Ini berakibat pada penumpukan sampah di saluran air. Seperti yang kita lihat barusan, petugas menemukan kasur dari dalam selokan. Ayo kita saling support, pemerintah yang melakukan perbaikan, masyarakat yang mendukung dan mensupport,” pintanya.

Sementara itu, Sekda Washil mengatakan, bahwa sejumlah bangunan liar diatas saluran juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. “Kami berharap agar dalam beberapa waktu mendatang untuk dilakukan penertiban bangunan liar diatas saluran air tersebut,” ujarnya.

Selain itu, kapasitas bozem yang ada di bawah Gedung Wahana Ekspresi Poseponegoro pada 2022 mendatang juga akan direncanakan untuk penambahan kapasitas. Kita akan lakukan pengerukan pada 2022. “Pak Bupati ingin agar masyarakat tak khawatir lagi apabila musim hujan tiba. Mudah-mudahan ini menjadi solusi yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (yad)

GKL Banjir, Bupati dan Sekda Susur Drainase. Begini Kondisinya Selengkapnya

Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya!

SEKDA Gresik Washil Miftachul Rachman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 dari 27 kandidat pimpinan Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Rabu besok, 23 November 2021.
Mereka menjalani tes Kesehatan setelah panitia seleksi terbuka (Pansel) menetapkan mereka melaju ketiga besar.

Belasan pejabat itu memperebutkan menduduki lima kursi jabatan eselon dua yang lowong saat ini. Lima kursi yang belum memiliki pimpinan definitif itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) ; Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bappeda).

Sedangkan,12 pejabat lainnya menjalani General check up pada Kamis lusa, 24 November 2021. Mereka kandidat calon pimpinan di Dinas kesehatan (Dinkes) Gresik; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Untuk diketahui, panitia seleksi terbuka (Pansel) telah mengumumkan 3 besar jabatan pimpinan Pratama di Lingkungan Pemkab Gresik. Sebanyak 27 pejabat itu memperebutkan 9 kursi yang lowong di Pemkab Gresik.  

Sembilan kursi yang lowong berdasarkan pengumuman bernomor 09/PANSEL/2021 diteken oleh Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman itu yakni Dinas Pendidikan (Dispendik); Dinas Kesehatan (Dinkes) ; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) ; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPM-PTSP) dan Dinas Sosial (Dinsos). Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ; Direktur Utama RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 

Mereka yang lolos ketiga besar setelah Pansel melakukan penilaian Seleksi Administrasi, Penelusuran Rekam Jejak, Seleksi Kompetensi dengan Metode Assessment Center, Penulisan Makalah, Presentasi dan Wawancara serta Tes Kesehatan (termasuk Tes Bebas Narkoba). “Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik Tahun 2021 bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat,”ujar Washil dalam surat pengumuman yang diteken Senin, 22 November 2021. 

Untuk tahapan berikutnya, 27 pejabat itu harus menjalani General check up di RSUD Ibnu Sina Gresik. Tes Kesehatan dibagi dua sesi yakni Selasa dan Rabu, 23-24 November 2021. Hari pertama untuk calon kandidat yang menduduki kursi Kadispendik; Kepala DPM-PTSP; DPUTR; Pol PP dan Bappeda. Sedangkan, hari Kamis, untuk posisi Kadinkes; Kadinsos ; Direktur RSUD Ibnu Sina dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan Rakyat. 
Ini 9 kursi dan 27 kandidat pejabat yang bakal mengisi kursi secara definitif itu. (yad)

Nama ini disusun berdasarkan urutan abjad sebagai berikut: 
A. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Ali Mahfud ; Daifi  ; S. Hariyanto 
B.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik Achmad Hadi ; Dhiannita Tri Astuti dan Ketuk Pratikno
C. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Gresik. A.M. Reza Pahlevi  ; Farida Haznah Makruf  dan Subhan
D. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah Gresik. Herawan Eka Kusuma ; Misbahul Munir dan Narto 
E. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  Gresik. Mochamad Jusuf Ansyori  ; Musnadi dan Suprapto 
F. Asisten Perintahan dan Kesejahteraan  Rakyat Setda Gresik. Moh. Nadlelah ; Oedi Margiantonius dan Suyono
G. Kepala Dinas Kesehatan Gresik. dr. Mukhibatul Khusnah ; dr. Puspitasari Whardani dan dr. Wiwik Susanti 
H. Kepala Dinas Sosial Gresik
Hamim ; Kiki Nuriyadi dan dr. Ummi Khoiroh
I. Direktur RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik
dr. Kartiko Husodo Odi ; dr. Soni  dan dr. Titik Ernawati 

(Data Pansel)

Siapa yang Bakal Mengisi 9 Kursi Eselon II yang Lowong di Pemkab Gresik. Ini Kandidatnya! Selengkapnya

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk

GRESIK,1minute.id – Jabatan Washil Miftachul Rachman bertambah satu lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik itu terpilih sebagai Ketua One Pesantren, One Produk (OPOP) di Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin, Sampaikan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.  

Washil, kali pertama menduduki posisi ketua OPOP di Kabupaten/kota di Jatim. Karena baru Kabupaten Gresik yang memiliki pengurus OPOP. Kopilaborasi Sambang Pesantren digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim di Yayasan Ponpes Qomaruddin Bungah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadiri acara Kopilaborasi Sambang Pesantren dalam kesempatan menyampaikan merupakan suatu terobosan besar yang dilakukan oleh Gubernur Jatim dimana OPOP sangat bagus dalam kemandirian pesantren. 

Menurutnya, OPOP merupakan sebuah program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren. “Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berfikir kemandirian itu dari pesantren dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani. 

Gus Yani berharap untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan usaha sekecil. Apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras. Semangat itu yang harus ditanam oleh adik adik santri. “Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,”tegasnya. 

Sekjen One Pesantren One Produk (OPOP) Jatim Mohammad Ghofirin mengapresisasi respon cepat Pemkab Gresik. Ia menyebut  Gresik adalah satu-satunya Kabupaten yang kali pertama merespon dan mengukuhkan pengurus OPOP tingkat Kab/Kota di Jawa Timur. “Di Jawa Timur, baru Kabupaten Gresik yang mengukuhkan Pengurus OPOP,”kata Ghofirin. 

Ia mengatakan Jatim memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Pihaknya berharap ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren untuk digarap secara serius dalam perwujudan produk-produk untuk kebangkitan pesantren dan masyarakat sesuai slogan OPOP “Pesantren berdaya masyarakat sejahtera,” tegasnya. 

Pengukuhan Pengurus OPOP ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  Plt. Diskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, Pengasuh dan pengurus Ponpes Qomaruddin KH. iklil, Gus Alaudin dan KH. Nawawi.  Serta, sejumlah kepala OPD Pemkab Gresik. 

Plt. Kadiskoperindag Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan Santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri dan siap berkolaborasi. OPOP yang menjadi unggulan tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Maka Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai 3 pilar OPOP Provinsi Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur, Ini dilakukan sebagai upaya pondok pesantren memberikan pendidikan wirausaha kepada santri selain mengaji. (yad)

Washil, Ketua OPOP Gresik, Mewujudkan Santripreneur melalui One Pesantren, One Produk Selengkapnya

Washil, Sekda Gresik Baru Siap Ber-AKSI

GRESIK,1minute.id – Achmad Washil Miftachul Rachman resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Pria yang mengawali karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1998 itu sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk melakukan akselerasi kebijakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menuju Gresik Baru.

Washil-panggilan akrab-Achmad Washil Miftachul Rachman menamakan program AKSI (Akselerasi, Kolaborasi, Sinergi dan inovasi). Pertama, Akselerasi, kata Washil, program internal tentang sumberdaya manusia. Kepegawaian di lingkungan Pemkab.

“Profesionalitas dan pelayanan,”terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik itu usai pelantikan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati pada Kamis, 30 September 2021.  Sedangkan, kolaborasi akan membentuk teamwork antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Washil berharap antarOPD bisa sinergi dan berinteraksi dengan baik.

Berikutnya, Sinergi sebuah konsep tentang penganggaran.  Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik ini, akan menyinergikan anggaran pusat, daerah maupun CSR (Corporate Social Responsibility) untuk mendukung penanganan Covid-19 Gresik. 

Terakhir, Inovasi. Washil akan mendorong kepala OPD untuk membuat program yang inovatif. “Diharapkan bisa maju satu langkah dari OPD,”ujarnya. Program inovasi ini kerap digaungkan oleh Bupati maupun Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah mendorong kepala OPD melakukan terobosan baru. Tidak melakukan copy paste (copas). (yad)

Washil, Sekda Gresik Baru Siap Ber-AKSI Selengkapnya

Washil, Nakhoda Baru Sekretaris Daerah Gresik, Bupati Optimistis Gresik Baru lebih Bermanfaat

GRESIK, 1minute.id – Achmad Washil Miftachul Rachman, nakhoda baru Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Sekda Washil dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 September 2021.

Pelantikan Washil sebagai Sekda Gresik dari hasil seleksi terbuka (Selter) yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) mengakhiri kekosongan jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik. Selama 14 bulan, kursi Sekda dijabat Pj Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno yang merangkap sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pemprov Jatim. 

Fandi Akhmad Yani berharap Sekda Washil bisa menjadi dirigen yang bisa mengharmonisasi jalan roda pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik yang lebih harmonis. Sebab, dimasa pandemi Covid-19 sangat sulit ini dibutuhkan akselerasi, inovasi, kreatifitas dan kerja keras OPD dengan di nakhodai oleh Sekda.

“Sekda Washil mampu mengharmonisasi, membentuk teamwork yang kuat, gotong royong, kolaborasi dengan OPD yang lain,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai pelantikan kepada wartawan. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Sekda Gresik Washil. 

SK PENGANGKAT SEKDA: Bupati Gresik Fandi Akhmad menyerahkan SK Sekda Gresik kepada Achmad Washil Miftachul Rachman usai pelantikan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 September 2021 ( Foto: Humas Pemkab Gresik)

Sebelumnya, Gus Yani dalam sambutannya meminta Washil langsung tancap gas bekerja dan membangun sinergi yang baik antar OPD. “Kita dukung bersama Pak Washil sebagai Sekretaris Daerah, saya harap Pak Washil mampu mengharmonisasi seluruh peran kepala OPD, membentuk teamwork yang kuat, demi mewujudkan Gresik baru yang bermanfaat,”ujar Bupati Yani. 

Seperti diberitakan selama 14 bulan kursi Sekda lowong. Tugas sehari-hari sementara diemban oleh Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno selaku Pj. Sekretaris Daerah. Sesuai dengan amanat undang – undang nomor 5/2014 tentang aparatur sipil negara dan peraturan pemerintah nomor 11/2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil bahwa pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS sesuai dengan persyaratan yang telah dilakukan dengan seleksi terbuka. 

Ada tujuh pejabat eselon II yang melamar sebagai kandidat calon Sekda Gresik. Dua pelamar gugur di seleksi administrasi. Lima orang running tahapan berikutnya. Lima orang itu adalah Kepala DLH Gresik Mokh Najikh ;  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman ; Asisten Abu Hasan ;  Kadisnaker Budi Rahardjo dan Kepala Inspektorat Edy Hadisiswoyo.  

Lima kandidat diambil tiga orang. Mereka adalah Achmad Washil Miftachul Rachman  ; Abu Hasan dan Budi Rahardjo. Ketiga nama ini dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan Gubernur Jatim. Hasil koordinasi Gubernur Jatim dan rekomendasi KASN memutuskan Washil sebagai Sekda Gresik.  (yad)

Washil, Nakhoda Baru Sekretaris Daerah Gresik, Bupati Optimistis Gresik Baru lebih Bermanfaat Selengkapnya