Wabah PMK, Dispertan Gresik Ingatkan Pelapak Hewan Kurban Tidak Berjualan di Pinggir Jalan

GRESIK,1minute.id – Idul Adha 1443 Hijriah kurang hitungan jari. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) juga belum berakhir. Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra menghimbau pedagang hewan kurban tidak membuka lapak di pinggir jalan atau lapangan. Karena berpotensi terjadinya persebaran PMK.

“Kabupaten Gresik masih masuk daerah wabah. Penjualan hewan kurban harus berbasis kandang,”ujar Eko Anindito Putra menanggapi mulai maraknya pedagang hewan kurban di Kabupaten Gresik pada Rabu, 29 Juni 2022. Penjualan berbasis kandang, jelas Eko Anindito Putra, artinya dilapak pedagang hanya memasang spanduk. “Pemilihan hewan kurban di kandang,”tegasnya. 

Anjuran itu dilakukan sebab Kabupaten Gresik masih tergolong daerah wabah PMK. Lalu lintas distribusi hewan dibatasi. Tidak boleh keluar Gresik, tidak boleh masuk Gresik. “Kita batasi arus lintas ternaknya.Harapannya tidak ada lapak, tidak ada migrasi dari luar ke dalam,”tegasnya. 

Data dari Dinas Pertanian Gresik menunjukkan hewan ternak terpapar PMK semakin banyak. Data per 29 Juni 2022 sebanyak 5.122 ekor dilaporkan terindikasi terpapar PMK. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan tercatat 4.474 ekor terpapar PMK. Sebanyak 892 ekor sembuh dan 114 ekor mati. Sedangkan, populasi hewan ternak 59.709 ekor. 

Bila dibandingkan data sebelumnya terjadi peningkatan jumlah ternak yang terpapar PMK. Per 13 Juni 2022, wabah PMK telah menyebar 96 Desa di 14 dari 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Total hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 3.731 ekor. Rincianya, 779 ekor sapi diantaranya dilaporkan sembuh, 99 ekor mati dan 161 ekor terpaksa dipotong paksa lantaran terpapar PMK.

Kadispertan Eko Anindito melanjutkan, pihaknya masih melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang hewan kurban yang melanggar ketentuan. “Kita himbau untuk tutup, supaya semakin lama tidak semakin banyak (lapak penjualan hewan kurban),”ujarnya. Masih menurut Eko Anindito Putra, pelapak hewan kurban masih di dominasi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Kebanyakan penjual berasal dari Gresik. Mudah-mudahan tidak mengambil dari luar sehingga bisa dikondisikan,”katanya. Eko menegaskan larangan pelapak berjualan di pinggir jalan atau lapangan untuk kebaikan bersama. Berikhtiar meminimalisir dan pencegahan terjadinya persebaran PMK di Gresik. Penjualan hewan kurban tetap bisa berjualan dengan basis kandang. “Harapannya tidak ada hewan yang tercecer keluar. Bisa berpotensi penyebaran PMK,”ujarnya. (yad)