EMPAT wisatawan domestik (wisdom) tersesat di Pantai Tanjung Ghe’eng atau Gaang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Kamis, 1 Januari 2026. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Koramil dan Perangkat Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura berhasil melakukan evakuasi warga Kompleks Perumahan Surya Regency, Gedangan, Sidoarjo itu.
Seperti apa Pantai Tanjung Gaang itu? Wartawan 1minute.id sempat mengunjungi pantai Tanjung Ghe’eng pada 29 Juli 2021. Saat itu, bersama dengan tujuh orang termasuk pemandu wisata pemuda setempat. Kami menyewa Jhukong (perahu bersayap khas Bawean).
Pantai Tanjung Gaang, destinasi wisata ini belum tersentuh modernisasi. Masih “perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kami tertarik mengunjungi destinasi ini karena mendapatkan informasi menjadi salah satu spot terbaik Sunset di Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean.
Rombongan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Perjalanan menggunakan Jhukong lebih kurang 45 menit. Benar juga. Destinasi satu ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Biota laut bisa diintip dari atas perahu. Berbagai jenis ikan warna-warna bisa dinikmati dengan mata telanjang. Beberapa teman juga sempat menikmati rumput laut disana.
Bagi penghobi snorkeling atau diving akan sangat dimanjakan dengan kekayaan laut hasil ciptaan Sang Kholiq iniq. Tapi, harus membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat persewaan alat untuk menyelam. Karena Tanjung Gaang, Bawean bukan seperti destinasi Bangsring Underwater di Banyuwangi. Sebab, pantai Tanjung Gaang, masih perawan. “Apik seru!” seru seorang teman.

Batu karang yang melindungi kami dari sengatan matahari itu seperti marmer. Bentuknya, sangat eksotis. Bentuknya pun aneka ragam. Bahkan, ada yang menyerupai dinosaurus. Foto-foto Tanjung Gaang bisa dinikmati di buku berjudul Grissee Kota Bandar cetakan ke-2 karya Chusnul Cahyadi yang juga wartawan media online, 1minute.id ini.
Setelah berendam dan menikmati biota laut. Kami kemudian kembali naik Jhukong menuju sebuah pantai masih di Desa Kumalasa. Pantai itu salah satu akses menuju puncak batu karang untuk menikmati Sunset yang menurut warga setempat salah satu spot terindah Sunset di Pulau Bawean itu. Akses jalan menuju puncak batu karang tidak mudah. Sebab, Beberapa batu karang ujungnya juga runcing. Sehingga harus ekstrahati-hati. Semua perjalanan itu, terbayar lunas karena pemandangan membuat mata seakan enggan berkedip karena begitu memesona. (Chusnul Cahyadi)
Editor : Chusnul Cahyadi

