Dikukuhkan Bupati, 11 Unsur di Dewan Pendidikan Gresik Siap Perkuat Mutu Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Gresik di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 September 2026.

Di bawah kepemimpinan Sururi sebagai ketua, dewan diisi 11 orang dari latar belakang beragam – mulai dari organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, PGRI, pengawas sekolah, dunia usaha dan industri, hingga tokoh perempuan. Keberagaman ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan menyerap aspirasi pendidikan.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

“Dewan Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Kita ingin guru-guru semakin berkualitas, begitu juga dengan anak-anak kita,” kata Gus Yani.

Ia menekankan, peningkatan mutu harus menyentuh akademik sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak Gresik ditargetkan unggul dalam bahasa asing dan matematika tanpa tercerabut dari akar budaya.

“Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Komposisi anggota yang berasal dari sejumlah unsur dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam merumuskan solusi.

“Ini PR Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Gus Yani berharap dewan menjadi mitra strategis Pemkab, Dinas Pendidikan, dan DPRD untuk merumuskan solusi. Salah satu fokusnya adalah memastikan tidak ada anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal melalui program Jaketku (Kejar Paketku).

Di tengah efisiensi fiskal Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Gresik memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan. Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) dan insentif guru PAUD hingga TK diupayakan terjaga sampai 2027.

“Di tengah efisiensi, kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal prioritas, termasuk pendidikan,” kata alumnus Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan dukungan sarana prasarana, baik untuk sekolah negeri yang ditopang APBD maupun sekolah swasta melalui pengelolaan hibah yang terukur dan transparan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Gresik Sururi menyatakan siap menjalankan amanah dengan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya.

“Keberagaman ini menjadi modal bagi kami untuk menampung aspirasi dan mencari solusi pendidikan,” kata Sururi.

Menurutnya, dialog tidak harus selalu formal. Ruang diskusi yang cair diyakini bisa melahirkan gagasan baru untuk kemajuan pendidikan Gresik.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi. Sekolah, kata dia, tidak hanya menjadi ruang pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kemampuan sosial, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Susunan Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik 2026-2031:

Ketua: Sururi; Sekretaris: Saiful Kirom; Bendahara: A. Syifaul Qulub; Anggota: Mabrur Ajmain, Noor Amiruddin, Sutrisno, Sujiati, Fauzi, Nur Cholis, Suhartini, dan M. Arfan Muammar. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi