2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai bergerak pada Jumat, 25 September 2026. Kali terakhir, mutasi dilakukan Pemkab Gresik pada 2024. 

Mutasi kali pertama masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik dipusatkan di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Ada 25 pejabat yang dimutasi, rotasi dan promosi. Meteka pejabat eselon III  dan IV. “Mutasi kami lakukan secara bertahap,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo usai acara. 

25 pejabat yang dilantik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini, terdiri dari 22 orang jabatan administrator eselon III A, dan B, dan 3 pejabat pengawas eselon IV. Ada sejumlah kriteria dalam penempatan pejabat baru. “Penilaian Kinerja, diantaranya,” kata Agung. 

Puluhan pejabat yang ikut gerbong pertama mutasi ini, diantaranya, Meista Dedy Hartadi. Jabatan sebelumnya Camat Duduksampeyan kini dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). “Saya sekarang bakal lebih banyak ke desa-desa,” kata Dedi, sapaan, Meista Dedy Hartadi. 

Hendrawan Susilo menempati posisi Inspektur Pembantu III Inspektorat. Ia sebelumnya menjabat sebagai Camat Manyar. Sedangkan, Nur Samsi, diangkat sebagai Sekretaris BKPSDM Gresik sebelumnya menjabat Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Gresik. 

Mutasi kali pertama ini, belum bisa mengisi jabatan di eselon III dan IV Pemkab Gresik. Sehingga, ada sejumlah kursi yang masih lowong dan ada yang diisi oleh pelaksana tugas atau Plt. 

Agung menegaskan, mutasi, rotasi dan promosi menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemkab Gresik untuk memastikan jabatan yang kosong maupun yang membutuhkan penguatan dapat segera diisi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

2 Tahun Terhenti, Gerbong Mutasi di Pemkab Gresik Bergerak lagi Selengkapnya

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga

GRESIK,1minute.id – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik rampung. 100 persen. Ada 7.363 Sambungan Rumah (SR) tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung, dan kini menunggu pengoperasian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman dmengecek kesiapan Jargas di Desa Domas pada Jumat, 18 September 2026.

Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap Jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tutur Bupati Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.

Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.

Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.

Sebelum pembangunan tahap ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.

Bagi warga, kehadiran Jargas diharapkan memberikan kemudahan sekaligus kepastian akses energi. Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga Selengkapnya

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun. Di Kabupaten Gresik, peringatan PMI dipusatkan di Lapangan Pusdiklat PMI, Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Kamis,17 September 2026.

Peringatan dihadiri di antaranya, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menyebut, wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian antara lain Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Sementara beberapa wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, ia memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih  Selengkapnya

Bupati Gresik Minta Kewenangan SMA/SMK Dikembalikan ke Daerah, Soroti UU 23/2014

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Simposium Nasional dengan tema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik pada Selasa, 8 September 2026.

Fandi Akhmad Yani menegaskan sinergi total antara lembaga pendidikan dan dunia industri demi menekan angka pengangguran serta mewujudkan visi Gresik Berkarya. “Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Narasumber dalam simposium ini di antaranya, Dr. Suko Widodo ( Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR ) ; Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti ( External Relation & SEZ Director ) ; Mochamad Kharis (PT. Kawasan Industri Gresik ) ; Irawan Agustiar( PT. Maspion Industrial Estate) . Kemudian praktisi pendidikan lainnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas Pendidikan  Gresik S. Hariyanto.

Fandi Akhmad Yani berharap, tata kelola SMA/SMK/SLB dapat dikembalikan menjadi kewenangan pemerintah daerah agar bisa memegang tanggung jawab penuh terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik. Dikatakan, selama ini berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan jenjang pendidikan menengah tersebut berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi.

“Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani

Menurutnya, pengalihan kewenangan ini sangat krusial bagi kesinambungan program pembangunan SDM lokal. Jika pengelolaan berada di bawah kendali pemerintah daerah, maka Pemkab dapat mengintervensi program pendidikan secara langsung dan terarah. Bagi siswa lulusan SMA, Pemkab ingin memastikan mereka mendapatkan pengawalan optimal agar mampu melanjutkan serta diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Yani menambahkan, perhatian khusus juga diarahkan untuk sektor pendidikan vokasi. Pihaknya menekankan lulusan SMK di Gresik harus dibekali dengan kompetensi yang unggul dan siap pakai, karena Gresik merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Menurut bupati, sinkronisasi antara kurikulum SMK dan kebutuhan pasar kerja dinilai akan jauh lebih cepat terealisasi apabila berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menilai, pembatasan ruang gerak daerah akibat UU Nomor 23 Tahun 2014 membuat pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kebijakan strategis di tingkat sekolah menengah secara maksimal. Melalui pengembalian hak kelola dari provinsi ke kabupaten, Yani optimis sinergi antara dunia pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah, dan penyaluran tenaga kerja di Kabupaten Gresik dapat berjalan jauh lebih efektif.

Untuk itu, Yani mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan, hingga manajemen sekolah untuk aktif melakukan peningkatan kapasitas diri (upgrade keterampilan). Langkah transformatif ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan tidak gagap dalam menjawab tantangan era digitalisasi serta dinamika industri yang berkembang sangat cepat.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Salah narasumber, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, investasi menciptakan permintaan baru terhadap kompetensi, produktivitas, sekaligus budaya kerja. “Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Ia menjelaskan, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama untuk mendorong hilirisasi manufaktur. Dengan adanya proses hilirisasi tersebut, pertumbuhan kawasan memiliki nilai tambah yang tinggi sekaligus meningkatkan standar kebutuhan industri terhadap talenta yang dihasilkan dunia pendidikan di Gresik.

Karena itu, demand atau kebutuhan industri harus selaras dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Keselarasan tersebut penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar mempunyai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Selain persoalan kompetensi, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah pengalaman peserta didik terhadap dunia kerja. Tidak semua lulusan memiliki pengalaman yang cukup untuk beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja industri ketika menyelesaikan pendidikan.

Persoalan tersebut dapat disiasati dengan memperbanyak kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di industri. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat memahami secara langsung standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga penggunaan teknologi yang diterapkan di dunia industri.

Di sisi lain, kompetensi guru atau tenaga pengajar juga perlu diperkuat agar sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan. Guru vokasi perlu memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sehingga pengetahuan yang diberikan kepada siswa tidak tertinggal dari perkembangan di lapangan.

Menurut Rr Ayu Dwi Hastuti, kolaborasi antara industri dan sekolah vokasi perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebutuhan kompetensi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri. Pertumbuhan kawasan industri dan investasi yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga masyarakat Gresik dapat mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi di daerahnya.

Besarnya potensi investasi di KEK Gresik akan berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Bahkan, hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai 200 ribu orang.

Saat ini terdapat 33 industri di kawasan tersebut. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sementara tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambahkan investasi yang telah masuk sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK, yang mencapai sekitar Rp5 triliun, total investasi yang terkait dengan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Besarnya investasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang semakin spesifik. Sejumlah sektor industri di KEK Gresik membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika. “Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

Revitalisasi sekolah vokasi di Gresik pun diharapkan tidak sekadar memperbarui sarana dan prasarana pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi harus diarahkan pada penyelarasan kebutuhan industri dengan standar kompetensi lulusan, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan pengalaman kerja siswa melalui program magang dan PKL.

Dengan langkah tersebut, pertumbuhan investasi dan industrialisasi di Gresik diharapkan berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal. Sekolah vokasi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi menjadi bagian penting dari rantai pasok talenta bagi industri yang terus berkembang di Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Minta Kewenangan SMA/SMK Dikembalikan ke Daerah, Soroti UU 23/2014 Selengkapnya

Bupati Gresik Salurkan Bansos DBHCHT 263 KPM dan 9.932 Bantuan Pangan 

GRESIK,1minute.id – Hore…! Bantuan sosial cair. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyalurkan bansos Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 kepada 263 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing menerima Rp 900 ribu. Selain itu, juga menyalurkan bantuan pangan pemerintah alokasi bulan Juli–September 2026 kepada 9.932 warga di Kecamatan Dukun pada Kamis, 20 Agustus 2026.

“Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dan PT Bulog Cabang Surabaya, untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan menjaga stabilitas ketahanan pangan bagi masyarakat desil 1 sampai desil 4 di Kabupaten Gresik,” terang Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Hadir dalam penyaluran bansos ini, antara lain, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Nur Fuad Indra Mitra, serta pimpinan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Gresik Johan Riyadi beserta jajaran. 

Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen untuk memastikan bahwa dana alokasi bagi hasil cukai yang diterima oleh daerah kembali dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Menurut mantan Ketua DPRD Gresik ini, DBHCHT bukan sekadar angka dalam APBD melainkan wujud keadilan ekonomi yang disalurkan secara terarah kepada masyarakat. 

“Hari ini, BLT DBHCHT sebesar Rp 900 ribu yang diserahkan sekaligus satu kali pencairan masing-masing akan diberikan kepada 263 KPM. Selain itu, bantuan pangan berupa beras 30 kilogram mudah- mudahan meringankan beban hidup warga, memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal khususnya di wilayah wilayah produktif seperti Kecamatan Dukun,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, penyaluran BLT DBHCHT difokuskan secara presisi kepada kategori penerima utama yang memiliki peranan penting serta kerentanan ekonomi. Di antaranya, buruh pabrik rokok, buruh petani tembakau dan masyarakat rentan khususnya lansia maupun disabilitas.

“Bapak dan Ibu sekalian adalah bagian penting dari roda penggerak industri hasil tembakau yang turut menyumbang pendapatan negara. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi dan perlindungan pemerintah atas kerja keras saudara saudara sekalian dalam menopang perekonomian keluarga,” ungkapnya.

“Pemerintah daerah tidak melupakan warga kurang mampu, lansia, maupun penyandang disabilitas yang terdaftar dalam basis data Gresik Soya maupun desil namun belum terjangkau oleh bantuan sosial lainnya,” tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh, memaparkan laporan mengenai penyaluran dua jenis bantuan sosial kepada masyarakat. Ia menjelaskan, bantuan pertama bersumber dari DBHCHT yang menyasar 263 KPM untuk petani dan buruh tembakau kemudian penyandang disabilitas dan warga yang tercatat belum pernah menerima bantuan sosial apa pun dari pemerintah.

“Perlu diketahui di Kecamatan Dukun ada enam hektare lebih lahan tembakau yang dikelola. Selain DBHCHT, pemerintah juga menyalurkan bantuan kedua berupa bantuan pangan beras. Dalam program ini, sebanyak 9.932 warga masing-masing menerima alokasi bantuan beras seberat 30 kilogram (kg),” terang Ummi Khoiroh. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Salurkan Bansos DBHCHT 263 KPM dan 9.932 Bantuan Pangan  Selengkapnya

Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, melepas ekspor rajungan ke Amerika Serikat di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik (KIG) pada Senin, 29 Juni 2026.

Pelepasan ekspor ini menjadi simbol kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam memperkuat hilirisasi produk unggulan kawasan transmigrasi, sekaligus menegaskan peran Gresik sebagai simpul industri pengolahan komoditas perikanan berorientasi ekspor.

Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas. Bahan baku rajungan dipasok dari kawasan transmigrasi di Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat), serta kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Seluruh hasil tangkapan kemudian diolah di Gresik sebelum diberangkatkan menuju pasar Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik sinergi yang terbangun antara kawasan transmigrasi dengan industri pengolahan di Gresik. Menurutnya, letak strategis Gresik sebagai kawasan industri menjadi modal penting untuk menghubungkan potensi sumber daya dari berbagai daerah dengan pasar ekspor.

“Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ujar Gus Yani.

Ia menjelaskan, keberhasilan ekspor rajungan ditopang oleh dua kekuatan utama. Pertama, ketersediaan bahan baku yang melimpah dari kawasan pesisir dan kawasan transmigrasi di Indonesia Timur. Kedua, industri pengolahan rajungan merupakan sektor padat karya yang mengandalkan keterampilan sumber daya manusia, khususnya para pekerja perempuan yang mampu menghasilkan produk sesuai standar ekspor.

“Nilai utama industri ini bukan teknologi yang tinggi, melainkan keterampilan tenaga kerjanya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gresik membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami membuka seluas-luasnya dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja. Apabila perusahaan membutuhkan pelatihan bagi para pekerjanya, Pemerintah Kabupaten Gresik siap memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Dalam sesi doorstop, Gus Yani menambahkan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang hilirisasi bagi komoditas unggulan lainnya dari kawasan transmigrasi. “Posisi Gresik sangat strategis karena memiliki industri pengolahan yang sudah berkembang. Hari ini rajungan menjadi contoh sukses. Ke depan bukan tidak mungkin komoditas lain seperti kakao maupun kopra dari kawasan transmigrasi juga dapat diolah di Gresik. Kami berharap dukungan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan kawasan transmigrasi yang memiliki nilai tambah melalui industri di Gresik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi kini tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi tanaman pangan, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas perikanan yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Bahan bakunya berasal dari Sorong, Maluku, Maluku Utara, Pasangkayu, hingga kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Viva Yoga, arah baru pembangunan transmigrasi saat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan hilirisasi produk unggulan.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi memiliki empat misi utama, yakni memperkuat persatuan bangsa, mengentaskan kemiskinan, mendukung swasembada pangan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda. Karena itu pengembangannya juga harus spesifik, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Viva Yoga mengungkapkan, permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih sangat tinggi. Saat ini ekspor dilakukan secara rutin dua kali setiap bulan dengan volume sekitar 16 ton per kontainer dan nilai mencapai sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.

Ia juga mengapresiasi proses pengolahan rajungan di CV Kudatama Mas yang telah memenuhi standar internasional. Menurutnya, hampir seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri ini bukan hanya menghasilkan devisa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak nelayan di kawasan transmigrasi yang memperoleh manfaat dari rantai nilai ekspor ini,” ujarnya.

Selain memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, Kementerian Transmigrasi juga terus membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas kawasan pesisir transmigrasi melalui pemberdayaan nelayan, penguatan rantai pasok, dan pengembangan hilirisasi sesuai potensi masing-masing daerah.

Viva Yoga menambahkan, apabila pasokan rajungan dari kawasan transmigrasi semakin besar dan berkelanjutan, peluang pembangunan fasilitas pengolahan di kawasan transmigrasi juga semakin terbuka. Dengan demikian, nilai tambah industri tidak hanya dinikmati di daerah pengolahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat Selengkapnya

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung. 

Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya. 

Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik.  “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. 

“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.

Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. 

“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

GRESIK,1minute.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung kedatangan Menteri PPPA ini di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya ini adalah bukti bahwa hak-hak anak di sini benar-benar diprioritaskan.

Selain itu, Kabupaten Gresik juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan. Seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan pekerja.

Selain itu, Arifah turut mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Menteri Arifah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang sudah terjalin.  “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. 

Berbagai upaya dilakukan, seperti pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. Menurut Bupati Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan.

Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993, yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Arifah turut meninjau TPA Masmundari. Kehadiran Menteri PPPA disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sempat berbagi cerita kepada Ibu Menteri. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang semenjak ada fasilitas ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Selengkapnya

Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti senilai Rp 3 Miliar, Bupati Gresik Dukung Rencana Kajari Bangun Gudang Barang Bukti 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memusnahkan barang bukti dari ratusan perkara tindak pidana umum (Pidum) yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah di halaman Kantor Kejari Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026.

Pemusnahan barang bukti senilai Rp 3 miliar ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Badan Narkotika Nasional Indonesia Kabupaten (BNNK) Gresik AKBP Suharsi serta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, 

Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari penanganan perkara oleh Polres Gresik sejak Januari hingga Mei 2026 atau memasuki triwulan kedua tahun 2026. Perkara penyalahgunaan narkoba masih mendominasi di Kota Santri. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan perkara di Kabupaten Gresik, dan berharap kedepan Gresik bisa bebas narkoba. 

BAKAR Barang Bukti : (ki-ka) Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Perwakilan dari PN Gresik membakar barang bukti pakaian di halaman Kantor Kejari Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan mengatakan, memasuki triwulan kedua terdapat sekitar 231 perkara pidana umum. Kasus narkoba menjadi perkara yang paling mendominasi, terutama dari kategori pengguna dengan barang bukti relatif kecil.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sehingga menjadi kewenangan jaksa penuntut umum untuk mengeksekusinya. “Untuk barang bukti ini sudah tugas kejaksaan penuntut umum dan JPU,” ujar Kajari Zam Zam Ikhwan.

“Barang bukti narkoba kebanyakan dari tahap pemakai dan barang buktinya tidak terlalu banyak, sekitar nol koma sekian gram,” ia melanjutkan. Adapun barang bukti yang dimusnahkan yang berasal dari 213 perkara yakni sabu-sabu seberat 2.331,61 gram, ganja 68,66 gram, pil dobel L sebanyak 804.892 butir, timbangan 22 unit, telepon genggam 188 unit, satu unit laptop, alat hisap 108 buah, pakaian 117 buah, serta senjata tajam berupa paving tiga buah dan shock breaker delapan buah.

HANCURKAN HP : Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan menghancurkan handphone disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, perwakilan PN Gresik di halaman Kantor Kejari pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Berdasarkan hitungan Kejaksaan, barang bukti yang dimusnahkan pada triwulan pertama ini berkisar Rp 3 miliar. “Kalau diuangkan perkiraan kami sebesar Rp 3 miliar,” tegasnya kepada wartawan. Kejaksaan Negeri memusnahkan barang bukti bernilai miliar rupiah dengan empat cara. 

Untuk narkoba, pil dobel dimusnahkan dengan cara di blender dengan dicampur ditergen. Barang bukti elektronik seperti handphone dihancurkan menggunakan palu; senjata tajam dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong besi dan barang bukti baju dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pembangunan Gudang Barang Bukti 

BERITA ACARA : (ki-ka) Kasi Barang Bukti Kejari Gresik, Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsi, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, perwakilan PN Gresik dan Kasi Pidum Kejari Gresik dalam pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam kesempatan itu, Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan juga meminta dukungan terkait penyediaan gudang penyimpanan barang bukti. Pasalnya, hingga saat ini korp Adhyaksa yang berkantor di Jalan Raya Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas belum memiliki gudang khusus untuk menampung barang bukti perkara. Barang bukti berupa kendaraan roda dua atau empat disimpan di luar sehingga mengakibatkan nilai barang ketika dilelang mengalami penurunan nilai. 

Pada triwulan pertama/2026, Kejaksaan Negeri berhasil menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 291.064.500. Ia mengatakan, rencana pembangunan gudang barang bukti menempati lahan seluas 20 meter x 70 meter yang lokasi berada di kompleks kantor Kejaksaan. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa proses penegakan hukum harus terus berjalan secara tegas, terutama terhadap kasus narkotika yang masih mendominasi di wilayah Gresik. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum, termasuk terkait dukungan fasilitas penyimpanan barang bukti bagi Kejari Gresik. “Proses kepastian hukum ini harus terus ditegakkan dan memang kasus yang dominan masih narkoba,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti senilai Rp 3 Miliar, Bupati Gresik Dukung Rencana Kajari Bangun Gudang Barang Bukti  Selengkapnya