Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, melepas ekspor rajungan ke Amerika Serikat di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik (KIG) pada Senin, 29 Juni 2026.

Pelepasan ekspor ini menjadi simbol kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam memperkuat hilirisasi produk unggulan kawasan transmigrasi, sekaligus menegaskan peran Gresik sebagai simpul industri pengolahan komoditas perikanan berorientasi ekspor.

Ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas. Bahan baku rajungan dipasok dari kawasan transmigrasi di Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat), serta kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Seluruh hasil tangkapan kemudian diolah di Gresik sebelum diberangkatkan menuju pasar Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik sinergi yang terbangun antara kawasan transmigrasi dengan industri pengolahan di Gresik. Menurutnya, letak strategis Gresik sebagai kawasan industri menjadi modal penting untuk menghubungkan potensi sumber daya dari berbagai daerah dengan pasar ekspor.

“Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya terus meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ujar Gus Yani.

Ia menjelaskan, keberhasilan ekspor rajungan ditopang oleh dua kekuatan utama. Pertama, ketersediaan bahan baku yang melimpah dari kawasan pesisir dan kawasan transmigrasi di Indonesia Timur. Kedua, industri pengolahan rajungan merupakan sektor padat karya yang mengandalkan keterampilan sumber daya manusia, khususnya para pekerja perempuan yang mampu menghasilkan produk sesuai standar ekspor.

“Nilai utama industri ini bukan teknologi yang tinggi, melainkan keterampilan tenaga kerjanya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gresik membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami membuka seluas-luasnya dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja. Apabila perusahaan membutuhkan pelatihan bagi para pekerjanya, Pemerintah Kabupaten Gresik siap memfasilitasi pelatihan yang tersertifikasi sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Dalam sesi doorstop, Gus Yani menambahkan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang hilirisasi bagi komoditas unggulan lainnya dari kawasan transmigrasi. “Posisi Gresik sangat strategis karena memiliki industri pengolahan yang sudah berkembang. Hari ini rajungan menjadi contoh sukses. Ke depan bukan tidak mungkin komoditas lain seperti kakao maupun kopra dari kawasan transmigrasi juga dapat diolah di Gresik. Kami berharap dukungan Kementerian Transmigrasi terus diperkuat agar semakin banyak produk unggulan kawasan transmigrasi yang memiliki nilai tambah melalui industri di Gresik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi kini tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi tanaman pangan, tetapi juga mampu menghasilkan komoditas perikanan yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Bahan bakunya berasal dari Sorong, Maluku, Maluku Utara, Pasangkayu, hingga kawasan pesisir Gresik dan Lamongan. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Viva Yoga, arah baru pembangunan transmigrasi saat ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan hilirisasi produk unggulan.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Transmigrasi memiliki empat misi utama, yakni memperkuat persatuan bangsa, mengentaskan kemiskinan, mendukung swasembada pangan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Setiap kawasan transmigrasi memiliki produk unggulan yang berbeda. Karena itu pengembangannya juga harus spesifik, termasuk melalui hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Viva Yoga mengungkapkan, permintaan rajungan dari Amerika Serikat masih sangat tinggi. Saat ini ekspor dilakukan secara rutin dua kali setiap bulan dengan volume sekitar 16 ton per kontainer dan nilai mencapai sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.

Ia juga mengapresiasi proses pengolahan rajungan di CV Kudatama Mas yang telah memenuhi standar internasional. Menurutnya, hampir seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri ini bukan hanya menghasilkan devisa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan yang luas. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak nelayan di kawasan transmigrasi yang memperoleh manfaat dari rantai nilai ekspor ini,” ujarnya.

Selain memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha, Kementerian Transmigrasi juga terus membangun sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan produktivitas kawasan pesisir transmigrasi melalui pemberdayaan nelayan, penguatan rantai pasok, dan pengembangan hilirisasi sesuai potensi masing-masing daerah.

Viva Yoga menambahkan, apabila pasokan rajungan dari kawasan transmigrasi semakin besar dan berkelanjutan, peluang pembangunan fasilitas pengolahan di kawasan transmigrasi juga semakin terbuka. Dengan demikian, nilai tambah industri tidak hanya dinikmati di daerah pengolahan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik dan Wamen Transmigrasi Lepas Ekspor Rajungan ke Amerika Serikat Selengkapnya

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter

GRESIK,1minute.id – Catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bertambah satu pada Minggu, 28 Juni 2026. Rekor baru adalah Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grissee di Gresik Universal Science (GUS) Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Pengakuan tersebut diberikan atas penyusunan gunungan setinggi sekitar 4,5 meter yang terdiri dari 3.000 bungkus nasi krawu.

Nasi atau sego krawu adalah warisan budaya tak benda (WBTB) Nasional oleh Kemendibudristek pada 2022 lalu. Rekor ini menambah panjang piagam MURI yang di koleksi di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Pada 17 Juli 2022, PT Petrokimia Gresik memecahkan rekor baru yakni 50 ribu jubung. Pemecahan rekor MURI dilakukan disela acara seremoni pembukaan PetroNite Fest 2022 di halaman Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik. 

Kemudian, 28 Oktober 2024, giliran Pengadilan Agama (PA) Gresik yang memecahkan rekor baru sebagai Pionir/Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan untuk komitmen bersama dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional.

Didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Bupati Yani mengapresiasi konsistensi Komunitas Wartawan Grissee yang selama empat kali penyelenggaraan terus menghadirkan inovasi dalam mengangkat nasi krawu sebagai ikon kuliner khas Gresik. Menurutnya, upaya merawat budaya akan memberi dampak yang lebih luas ketika dilakukan secara kolaboratif dan dikemas menjadi kegiatan yang mampu menarik partisipasi masyarakat.

“Nasi krawu bukan sekadar makanan khas. Nasi krawu adalah identitas Kabupaten Gresik. Di mana pun orang mengenal Gresik, salah satu yang langsung diingat adalah nasi krawu. Karena itu, upaya melestarikan kuliner ini menjadi sangat penting,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, Festival Nasi Krawu telah menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan manfaat di berbagai sektor. Selain menjadi sarana memperkenalkan identitas daerah, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Berangkat dari budaya, kemudian tumbuh menjadi ruang wisata yang mempertemukan masyarakat. Orang datang bersama keluarga untuk menikmati festival, mengenal kuliner khas Gresik, dan pada saat yang sama kegiatan ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap keberhasilan meraih Rekor Dunia MURI menjadi penyemangat untuk terus melahirkan inovasi dalam mempromosikan potensi Kabupaten Gresik. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan awal dari berbagai gagasan baru yang dapat semakin memperkuat citra Gresik sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Hari ini prestasinya telah mencapai Rekor Dunia MURI. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang membawa nama Kabupaten Gresik semakin dikenal,” katanya. 

Sementara itu, Perwakilan MURI Ari Andriani menjelaskan bahwa pengukuhan Rekor Dunia diberikan tidak hanya karena jumlah sajian yang berhasil disusun, tetapi juga karena festival ini mengangkat nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gresik.

“Sego krawu bukan sekadar nasi dengan suiran daging, serundeng, dan sambal. Sego krawu adalah identitas, warisan leluhur, sekaligus simbol kehangatan serta keramahan masyarakat Gresik,” jelas Ari.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil verifikasi, gunungan sego krawu yang terdiri atas 3.000 bungkus dengan tinggi sekitar 4,5 meter memenuhi seluruh persyaratan pencatatan rekor. Atas dasar itu, MURI menetapkan capaian tersebut sebagai rekor dunia karena dinilai berhasil mengangkat kuliner tradisional Indonesia melalui sebuah perhelatan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Usai prosesi penyerahan piagam Rekor Dunia MURI kepada KWGe, ribuan bungkus nasi krawu yang tersusun dalam gunungan dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga yang memadati kawasan GUS menjadi penutup manis festival yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga mempertegas bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebanggaan daerah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Catatan MURI di Gresik Bertambah, Terbaru Festival Tumpeng Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Damarkurung telah bertransformasi. Lukisan bercerita yang dipopulerkan oleh maestro Damarkurung Masmundari ini telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional. Kini, Damarkurung memiliki “rumah” sendiri. Namanya, rumah kreasi Damarkurung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson Kecamatan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan langsung rumah kreasi sekaligus membuka pameran lukisan bertajuk “Damarkurung Melintas Waktu” pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri, tetapi juga sebuah kota yang kaya akan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung. 

Salah satunya permata budaya yang paling berharga, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, adalah damar kurung. Ia berharap rumah kreatif damar kurung dapat menjadi ruang episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya. 

Kehadiran rumah kreasi dan pameran lukisan ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga mampu terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Melalui integrasi tersebut, ruang kreatif ini diproyeksikan dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal, menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaiduddin Ghozali.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, damarkurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan sangat jujur. “Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, Damar Kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia,” ucapnya. 

Untuk itu, lanjut Bupati, peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas ini tidak padam. Tempat ini kita dedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik.  “Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah. Tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Gresik mengapresiasi dibukanya rumah kreasi dan pameran lukisan yang bertajuk “Damar Kurung Melintas Waktu”. Menurut bupati, tema tersebut membawa pesan yang sangat kuat.”Melintas Waktu” mengingatkan bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. 

“Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi,” tuturnya.

Bupati Yani juga, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dinas terkait, para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang telah bekerja keras mewujudkan ruang dan pameran tersebut. Pihaknya berharap, kolaborasi seperti ini dibutuhkan dalam membangun ekosistem kebudayaan Gresik yang maju dan berkelanjutan.

“Semoga tempat ini membawa berkah, menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya, dan pemantik semangat kita semua untuk terus melestarikan warisan leluhur. Selamat menikmati pameran, mari kita jaga kekayaan budaya Gresik,” tandasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia pembukaan rumah kreasi dan pembukaan pameran lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar menyampaikan, Rumah Kreasi Damar Kurung diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mampu mendorong generasi muda untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. 

“Saya berharap, tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damarkurung “Melintasi Waktu”, Dorong Terintegrasi Pariwisata, Dongkrak Ekonomi Warga Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

GRESIK,1minute.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung kedatangan Menteri PPPA ini di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya ini adalah bukti bahwa hak-hak anak di sini benar-benar diprioritaskan.

Selain itu, Kabupaten Gresik juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan. Seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan pekerja.

Selain itu, Arifah turut mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Menteri Arifah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang sudah terjalin.  “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. 

Berbagai upaya dilakukan, seperti pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. Menurut Bupati Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan.

Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993, yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Arifah turut meninjau TPA Masmundari. Kehadiran Menteri PPPA disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sempat berbagi cerita kepada Ibu Menteri. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang semenjak ada fasilitas ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Selengkapnya

Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti senilai Rp 3 Miliar, Bupati Gresik Dukung Rencana Kajari Bangun Gudang Barang Bukti 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memusnahkan barang bukti dari ratusan perkara tindak pidana umum (Pidum) yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah di halaman Kantor Kejari Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026.

Pemusnahan barang bukti senilai Rp 3 miliar ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Badan Narkotika Nasional Indonesia Kabupaten (BNNK) Gresik AKBP Suharsi serta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, 

Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari penanganan perkara oleh Polres Gresik sejak Januari hingga Mei 2026 atau memasuki triwulan kedua tahun 2026. Perkara penyalahgunaan narkoba masih mendominasi di Kota Santri. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan perkara di Kabupaten Gresik, dan berharap kedepan Gresik bisa bebas narkoba. 

BAKAR Barang Bukti : (ki-ka) Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Perwakilan dari PN Gresik membakar barang bukti pakaian di halaman Kantor Kejari Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan mengatakan, memasuki triwulan kedua terdapat sekitar 231 perkara pidana umum. Kasus narkoba menjadi perkara yang paling mendominasi, terutama dari kategori pengguna dengan barang bukti relatif kecil.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sehingga menjadi kewenangan jaksa penuntut umum untuk mengeksekusinya. “Untuk barang bukti ini sudah tugas kejaksaan penuntut umum dan JPU,” ujar Kajari Zam Zam Ikhwan.

“Barang bukti narkoba kebanyakan dari tahap pemakai dan barang buktinya tidak terlalu banyak, sekitar nol koma sekian gram,” ia melanjutkan. Adapun barang bukti yang dimusnahkan yang berasal dari 213 perkara yakni sabu-sabu seberat 2.331,61 gram, ganja 68,66 gram, pil dobel L sebanyak 804.892 butir, timbangan 22 unit, telepon genggam 188 unit, satu unit laptop, alat hisap 108 buah, pakaian 117 buah, serta senjata tajam berupa paving tiga buah dan shock breaker delapan buah.

HANCURKAN HP : Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan menghancurkan handphone disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, perwakilan PN Gresik di halaman Kantor Kejari pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Berdasarkan hitungan Kejaksaan, barang bukti yang dimusnahkan pada triwulan pertama ini berkisar Rp 3 miliar. “Kalau diuangkan perkiraan kami sebesar Rp 3 miliar,” tegasnya kepada wartawan. Kejaksaan Negeri memusnahkan barang bukti bernilai miliar rupiah dengan empat cara. 

Untuk narkoba, pil dobel dimusnahkan dengan cara di blender dengan dicampur ditergen. Barang bukti elektronik seperti handphone dihancurkan menggunakan palu; senjata tajam dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong besi dan barang bukti baju dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pembangunan Gudang Barang Bukti 

BERITA ACARA : (ki-ka) Kasi Barang Bukti Kejari Gresik, Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsi, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, perwakilan PN Gresik dan Kasi Pidum Kejari Gresik dalam pemusnahan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam kesempatan itu, Kajari Gresik Zam Zam Ikhwan juga meminta dukungan terkait penyediaan gudang penyimpanan barang bukti. Pasalnya, hingga saat ini korp Adhyaksa yang berkantor di Jalan Raya Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas belum memiliki gudang khusus untuk menampung barang bukti perkara. Barang bukti berupa kendaraan roda dua atau empat disimpan di luar sehingga mengakibatkan nilai barang ketika dilelang mengalami penurunan nilai. 

Pada triwulan pertama/2026, Kejaksaan Negeri berhasil menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 291.064.500. Ia mengatakan, rencana pembangunan gudang barang bukti menempati lahan seluas 20 meter x 70 meter yang lokasi berada di kompleks kantor Kejaksaan. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa proses penegakan hukum harus terus berjalan secara tegas, terutama terhadap kasus narkotika yang masih mendominasi di wilayah Gresik. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum, termasuk terkait dukungan fasilitas penyimpanan barang bukti bagi Kejari Gresik. “Proses kepastian hukum ini harus terus ditegakkan dan memang kasus yang dominan masih narkoba,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti senilai Rp 3 Miliar, Bupati Gresik Dukung Rencana Kajari Bangun Gudang Barang Bukti  Selengkapnya

Susun Draf RKPD 2027 Ditengah Kondisi Fiskal Cekak, Bupati Gresik Pertajam Prioritas Pembangunan untuk Masyarakat 

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik Tahun 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 15 Januari 2026.

Forum Konsultasi Publik ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan RKPD 2027 yang bertujuan menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan secara partisipatif. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya penajaman prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Bupati juga mengingatkan tantangan pembangunan ke depan dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas pembangunan yang tepat sasaran.

“Dalam situasi keterbatasan fiskal, kolaborasi dan saling mendukung menjadi kunci. Program pembangunan harus dipilih secara selektif dan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muhammad Syahrul Munir, menyampaikan sejumlah masukan strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RKPD 2027. Masukan tersebut meliputi pengelolaan sampah di tingkat desa, peningkatan kualitas jalan dan lingkungan desa, perawatan jalan kabupaten, perbaikan sekolah negeri dan swasta yang mengalami kerusakan berat, peningkatan layanan kesehatan khususnya di Pulau Bawean, serta penataan pertanahan dan optimalisasi aset daerah.

Terkait pengelolaan sampah, Munir menegaskan perlunya sistem pengelolaan yang terintegrasi hingga tingkat desa. “Pengelolaan sampah perlu terintegrasi sampai ke desa. Sistem ini harus dijalankan hingga tingkat desa. Saya menerima aspirasi dari kelompok masyarakat desa yang pengelolaan sampahnya belum terintegrasi dengan baik, baik di TPS maupun TPST. Harapannya, sistem ini benar-benar diterapkan secara menyeluruh,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rahman, memaparkan kondisi kapasitas riil keuangan daerah sebagai dasar penyusunan RKPD 2027. Pada Rancangan Awal RKPD 2027, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp3,38 triliun, lebih rendah dibandingkan proyeksi RPJMD 2027 sebesar Rp3,99 triliun.

Dari sisi pendapatan transfer, pada Rancangan Awal RKPD 2027 diperkirakan sebesar Rp1,75 triliun, turun dibandingkan proyeksi RPJMD 2027 yang mencapai Rp 2,30 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dan efisien dalam merancang program pembangunan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Susun Draf RKPD 2027 Ditengah Kondisi Fiskal Cekak, Bupati Gresik Pertajam Prioritas Pembangunan untuk Masyarakat  Selengkapnya

Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadan, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menggelar pasar murah di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Selasa, 14 Januari 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung pasar murah yang menjual bahan kebutuhan pokok penting (bapokting), seperti, beras, minyak goreng, telur, gula dan daging ayam itu. 

Kehadiran dua pucuk pimpinan di Jawa Timur dan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu untuk memastikan pelaksanaan Pasar Murah berjalan tertib serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Dalam hitungan tidak lebih 3 jam, nilai transaksi mencapai Rp 39.127.000 atau Rp 39,12 juta. 

Menurut Khofifah Indar Parawansa, menjelang bulan suci, Ramadan biasanya harga kebutuhan pokok akan terkerek naik bila kebutuhan meningkat sedangkan pasokan berkurang. “Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Kebutuhan logistik pasti meningkat. Kalau permintaan tinggi tapi pasokan standar, harga akan naik,” ujar Khofifah di sela-sela kegiatan.

Pasar Murah, imbuhnya, menjadi cara pemerintah menjawab situasi tersebut. Bukan hanya menahan harga, tetapi memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. “Kita ingin memastikan bahwa di Jawa Timur ketika demand tinggi, supply juga kuat. Dengan begitu, daya beli masyarakat bisa kita jaga melalui pasar-pasar murah seperti ini,” tegasnya. 

Ia menjamin sluruh komoditas yang dijual dipastikan berada jauh di bawah harga pasar. Daging ayam ras yang di pasaran rata-rata Rp 39.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp30.000. Telur ayam ras yang biasanya Rp 29.000, dilepas Rp22.000 per pack. Beras SPHP yang di pasar bisa mencapai Rp13.500 per kilogram, di sini dijual Rp 11.000. Bahkan gula pasir yang HET-nya Rp 17.800, dijual Rp14.000 per kilogram.

“Ini bentuk konkret bagaimana pemerintah menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat,” tegas Khofifah. Antusiasme warga terlihat jelas dari cepatnya stok habis. Gula pasir, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, hingga daging ayam ras ludes terjual. Dari stok beras SPHP sebanyak 4 ton, tercatat 1 ton terjual hanya dalam waktu singkat.

Berdasarkan data transaksi, Pasar Murah di Balai Desa Banjarsari mencatat total nilai transaksi sebesar Rp39.127.000. Dari jumlah tersebut, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp32.944.000, sementara produk IKM menyumbang Rp6.183.000. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadan, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Pasar Murah Selengkapnya

Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Ketua Pengadilan Agama (PA) Gresik Zainal Fanani menyerahkan secara simbolis dokumen hasil sidang terpadu isbat penetapan asal usul anak, dan dokumen Kependudukan Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Salah satu PMI yang mendapatkan hak pembuatan dokumen akta kelahiran anak adalah, pasangan suami-istri, Sugi Utomo-Marwah, warga Desa Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Khususnya dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar warga negara, yaitu hak atas identitas hukum dan kepastian status kependudukan. 

“Dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik. Seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 13 Januari 2026.

Menurutnya, bagi Pekerja Migran Indonesia, persoalan administrasi kependudukan termasuk penetapan asal- usul anak sering kali menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengadilan Agama dan seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Gresik dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Penyerahan dokumen pada hari ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi anak-anak PMI dan keluarganya. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita lindungi dan pastikan hak-haknya terpenuhi sejak dini, tanpa terkecuali,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Ia pun mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik untuk membuat konsep kepada prapekerja Migran maupun pasca atau purna migran. “Dinas Tenaga kerja harus aktif dalam mengkonsep para pekerja migran mulai dari pra penempatan dengan kontrak kerja yang benar untuk menghindari TPPO atau yang sudah purna. Dimana setelah mendapatkan penghasilan lebih sampai habis kontrak kerjanya ini yang menjadi konsentrasi dari Disnaker,” terang Gus Yani yang juga menjabat Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini.

Dikatakan, pekerja migran juga membutuhkan perlindungan pemerintah daerah baik dari pernikahan di sana yang sah secara agama namun tidak sah secara hukum. Selain itu anak anak pekerja migran juga harus mendapatkan hak hak mereka dalam mengakses pendidikan, kesehatan karena sudah diatur juga dalam peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah daerah memberikan perlindungan dalam memberikan hak anak -anak yang lahir dari pekerja migran. Jangan sampai anak tersebut tidak mempunyai hak baik identitas, pendidikan, kesehatan dan seluruh hak yang mereka dapatkan, dibutuhkan kolaborasi Pemkab Gresik bersama Pengadilan Agama, maupun stakeholder lain,” ucap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia juga berharap, dengan diterimanya dokumen penetapan asal usul anak serta dokumen kependudukan ini, para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Serta tidak lagi mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik dan administrasi pemerintahan.

“Secara bertahap anak anak pekerja migran ini nantinya akan kita bawa pulang, kita identifikasi dahulu untuk sementara nanti kita pulangkan lima anak. Pemkab Gresik akan semaksimal mungkin membantu pemulangan anak anak pekerja migran, agar mendapatkan hak haknya,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Bupati Yani menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pekerja migran beserta keluarganya.

Ia juga memerintahkan kepada Camat untuk mengidentifikasi area yang menjadi kantong pekerja migran di wilayahnya untuk mengedukasi warganya yang akan menjadi pekerja migran melalui jalur yang benar. “Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran melalui jalur tikus atau ilegal dengan negara tujuan Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Arab Saudi,” tuturnya. 

Tidak berhenti disitu, Gus Yani yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik itu juga akan membuat posko bagi pekerja migran yang juga menjadi pembahasan saat Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Partai PDIP di Jakarta beberapa hari lalu. “Saat Rakernas kemarin salah satunya juga dibahas perlindungan pekerja migran. Selain itu mendorong DPR RI untuk merevisi UU pekerja migran,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik Hari Syawaludin dalam laporannya menyampaikan, administrasi kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. 

“Dalam praktiknya, masih banyak PMI yang menghadapi kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan. Terutama terkait dengan status anak yang lahir di luar negeri maupun permasalahan pencatatan sipil lainnya,” tutur Hari. 

Dikatakan, dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, namun merupakan pintu masuk untuk memperoleh pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai hak keperdataan lainnya. 

“Dilaksanakannya kegiatan ini Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Stakeholder dalam memberikan perlindungan, kepastian hukum, serta pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi PMI,” harapnya. 

Pihaknya menjelaskan, kegiatan penyerahan dokumen ini bertujuan untuk, memberikan kepastian hukum atas status identitas anak hasil penetapan asal usul anak. Memfasilitasi PMI dan keluarganya dalam memperoleh dokumen kependudukan yang sah dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Selain itu, meningkatkan akses layanan administrasi kependudukan bagi PMI, mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Serta mendukung perlindungan hak sipil anak dan keluarga PMI.

“Dokumen yang diserahkan kepada penerima meliputi, dokumen surat nikah, dokumen pengesahan anak, dokumen kartu keluarga, dokumen Akta Kelahiran Suami / Istri, dokumen KTP-el, dan dokumen KIA (Kartu Identitas Anak),” terangnya. 

Dengan terlaksananya kegiatan penyerahan dokumen hasil penetapan asal usul anak dan dokumen kependudukan bagi Pekerja Migran Indonesia. Diharapkan para penerima manfaat dapat memperoleh kepastian hukum atas identitas dirinya dan keluarganya serta dapat mengakses berbagai layanan publik dengan lebih mudah.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional,” tandasnya.(yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul & Adminduk Anak Pekerja Migran Selengkapnya

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melakukan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. 

Program KKN-BBK UNAIR 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat. “Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Januari 2026

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga Surabaya Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater. “Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (yad)

718 Mahasiswa Unair Surabaya KKN-BBK di Empat Kecamatan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Januari 2026.

Puluha kepala sekolah yang dilantik, terdiri dari 53 kepala Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Ia berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti bantuan operasional sekolah daerah maupun nasional (BOSDAdan BOSNAS). Selain itu, juga mengistruksikan membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karier di bidang pendidikan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Lantik 55 Kepala Sekolah, Bupati Gresik : Titip Sekolah Ramah Anak, No Bullying & Radikalisme Selengkapnya