Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Gus Yani Soft Launching Edu Wisata Digital Termegah di Jawa Timur, Gresik Universal Science

GRESIK,1minute.id – Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Gresik semakin seru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membuka destinasi wisata anyar. Namanya, Gresik Universal Science (GUS). Destinasi wisata edukasi digital terbesar di Jawa Timur itu telah soft launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 24 Desember 2025.

Wisata anyar itu berada di kompleks Gresik Islamic Center, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa Gresik Universal Science dirancang sebagai wisata edukatif yang memadukan teknologi digital, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik dalam satu pengalaman yang interaktif dan imersif.

“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan soft launching wisata edukasi digital Gresik Universal Science. Ini menjadi wisata yang sarat nilai edukasi, baik itu digitalisasi, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Soft launching Gresik Universal Science ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatus Sa’diyah, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik Reza Pahlevi serta sejumlah lainnya. 

Menurutnya, pemilihan lokasi di Kecamatan Balongpanggang merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan wilayah. Selain itu, GUS juga telah terintegrasi dengan layanan TransJatim, sehingga dapat diakses masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

“Lokasinya berada di Balongpanggang dan sudah terintegrasi dengan TransJatim, jadi biayanya akan terjangkau. Ini menjadi wisata edukasi yang menarik untuk anak-anak, tidak hanya dari Kabupaten Gresik, tetapi juga kabupaten dan kota tetangga,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap, keberadaan Gresik Universal Science dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini menjadi alat edukasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman melaporkan bahwa Gedung Gresik Universal Science dibangun menggunakan APBD murni, terdiri dari tiga lantai dengan total 12 zona edukasi. 

Lantai 1 menjadi pintu masuk utama eksplorasi Gresik Universal Science. Di lantai ini, pengunjung disambut Interactive Map Guidance yang berfungsi sebagai panduan digital untuk memahami keseluruhan zona. Selanjutnya, Zona Sejarah Gresik menyajikan perjalanan sejarah daerah, diikuti Zona Makanan Khas Gresik yang mengenalkan kekayaan kuliner lokal, serta Zona Peta Kebudayaan yang menampilkan keragaman budaya dan potensi wilayah Kabupaten Gresik secara visual dan interaktif.

Lantai 2 menghadirkan pengalaman yang lebih imersif melalui Zona Budaya Lokal (Immersive Room) yang memadukan visual, audio, dan teknologi digital. Di lantai ini juga terdapat Zona Sejarah Islam Gresik yang mengulas peran penting Gresik dalam perkembangan Islam di Nusantara, serta Damar Kurung (Mirror Room) yang menampilkan seni khas Gresik dengan pendekatan visual reflektif dan modern.

Sementara itu, lantai 3 dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif dan imajinatif. Pengunjung dapat menikmati Interactive Story Wall yang menyajikan cerita-cerita lokal secara digital, Zona Permainan yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain, serta Zona Semesta Imaji sebagai ruang edukasi berbasis imajinasi dan kreativitas yang mendorong rasa ingin tahu generasi muda.

Nantinya, operasional zona di GUS tersebut akan melibatkan Karang Taruna Kabupaten Gresik sebagai bagian dari penguatan peran pemuda. Selain sebagai bentuk riil dukungan Pemerintah pada pemuda, keterlibatan Karang Taruna dalam pengelolaan Gresik Universal Science ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi. Disamping itu, ini merupakan bentuk dukungan akan keberlanjutan wisata edukasi berbasis digital di Kabupaten Gresik. (yad)

Gus Yani Soft Launching Edu Wisata Digital Termegah di Jawa Timur, Gresik Universal Science Selengkapnya

BKPSDM Launching Portal Kedaton, Bupati Gresik: Instrumen Penguatan Akurasi dan Keterpaduan Data ASN 

GRESIK,1minute.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Gresik menghadirkan terobosan baru berupa portal berbasis website bernama Kedaton (Kepegawaian Data Online).

Kedaton merupakan rumah untuk aplikasi-aplikasi penunjang layanan kepegawaian agar dapat menjadi sarana pelayanan yang terintegrasi, efektif, dan efisien sekaligus sebagai instrumen penguatan akurasi dan keterpaduan data ASN.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut baik Portal Kedaton tersebut. Ia menilai peluncuran portal aplikasi kepegawaian Kedaton ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda transformasi digital birokrasi, khususnya di bidang manajemen kepegawaian.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam upaya kita membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat peluncuran website Kedaton di Ruang Putri Cempo Kantor Pemkab Gresik pada Selasa, 23 Desember 2025. 

Di acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, selain transformasi digital, menekankan hal yang tidak kalah penting, yaitu kualitas data kepegawaian dan tingkat kedisiplinan ASN. Dua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan.

“Data yang akurat mencerminkan tanggung jawab dan profesionalisme. Sedangkan kedisiplinan mencerminkan integritas serta komitmen ASN dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Menurutnya, di era digital saat ini, data yang lengkap dan mutakhir bukan lagi sekadar kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pengambilan kebijakan serta evaluasi kinerja pemerintahan. Disiplin pegawai juga merupakan hal yang sangat disorot oleh masyarakat.

“Keberhasilan pelayanan kepegawaian ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh perangkat daerah dan setiap ASN untuk senantiasa menjaga validitas data serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kegiatan launching dan Awarding ini akan terbangun budaya kerja ASN yang berbasis data, berorientasi kinerja, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. ASN diharapkan mampu memanfaatkan aplikasi kepegawaian ini secara optimal, tidak hanya sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

“Kepada BKPSDM sebagai pelaksana kepegawaian dan juga seluruh pimpinan perangkat daerah, saya minta untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan kepada seluruh jajaran agar pelaksanaan implementasi aplikasi kepegawaian ini dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem kepegawaian yang tertib, transparan, dan akuntabel sejalan dengan prinsip good governance. Pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada instansi penerima penghargaan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan dan pelaksanaan aplikasi Kedaton ini.

“Semoga upaya yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas ASN dan pelayanan publik di daerah kita tercinta. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama menuju birokrasi yang lebih profesional, berintegritas, dan melayani,” tandasnya.

Sementara itu, dalam Kepegawaian Award 2025 dengan indeks kelengkapan data dan dokumen kepegawaian terbaik, yakni : 

Indeks Kelengkapan Data

Kategori OPD kecil dengan jumlah ASN 0–50 : 

1. Kantor Kecamatan Panceng

2. Kantor Kecamatan Sidayu

3. Kantor Kecamatan Menganti

Kategori OPD besar dengan jumlah pegawai di atas 50 : 

1. Kantor Kecamatan Gresik

2. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag)

3. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)

Indeks Disiplin ASN 

Kategori OPD kecil 

1. Kantor Kecamatan Bungah

2. Kantor Kecamatan Driyorejo

3. Kantor Kecamatan Tambak

Kategori OPD besar 

1. Dinas Kesehatan

2. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)

3. Satuan Polisi Pamong Praja

Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) :

1. UPT SD Negeri 100 Gresik

2. UPT SD Negeri 180 Gresik

3. UPT SD Negeri 385 Gresik (yad)

BKPSDM Launching Portal Kedaton, Bupati Gresik: Instrumen Penguatan Akurasi dan Keterpaduan Data ASN  Selengkapnya

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik akhir pekan lalu.

Acara yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini berorientasi pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) 2027. Sebanyak 250 peserta hadir dalam forum ini, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, hingga staf perencanaan di lingkungan Pemkab Gresik.

Kick Off RKPD 2027 dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan dan menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan, terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan, perencanaan yang transparan dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Untuk mewujudkan good government, perencanaan harus dilakukan secara benar dan transparan, serta disertai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan setiap tahun,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ditambahkan, perencanaan pembangunan daerah harus berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan utama pencapaian pembangunan. “RPJMD menjadi garis besar arah pembangunan daerah. Infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan merupakan sektor mandatori yang harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin, mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang telah memulai tahapan perencanaan RKPD 2027 tepat waktu. “Kami mengapresiasi Pemkab Gresik yang memulai kick off perencanaan RKPD 2027 sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menekankan pada minggu kedua Januari 2026, Pemkab Gresik harus sudah menyusun arah kebijakan serta program prioritas pembangunan tahun 2027. “Pemkab Gresik harus segera menyusun arah kebijakan program prioritas yang akan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalamnya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo, menyampaikan pentingnya posisi RKPD 2027 dalam tahapan pembangunan daerah. “RKPD 2027 memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Gresik 2025–2029. Oleh karena itu, program prioritas yang disusun harus mulai menunjukkan capaian yang signifikan dan terukur,” ujarnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Narasumber memaparkan materi terkait penyusunan RKPD dan Renja tahun 2027, serta peran strategis legislatif dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah. (yad)

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat Selengkapnya

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif

GRESIK,1minute.id – Seni lukis yang populer karya almarhumah maestro Damarkurung Masmundari terus bertransformasi. Di tangan Moch Anhar Chusnan, lampion dengan lukisan bercerita itu telah menjadi puluhan bentuk yang sangat menarik. 

Lukisan bercerita yang mirip di Damarkurung itu, kini bisa berbentuk baju, wallpaper hingga kemasan minuman berskala nasional. Damarkurung yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Takbenda (WBTB) semakin banyak dikenal di nusantara. Anhar harus bekerja keras untuk membumikan salah satu ikon di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Ia bersama dengan pelukis lainnya keluar masuk ke sekolah. 

Mulai jenjang Taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat untuk memberikan pembelajaran melukis Damarkurung. Ia tidak pernah berhitung njelimet alias untung atau rugi. Bahkan, sering tekor. Akan tetapi, bapak dua anak itu tetap tersenyum bangga. Sebab, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mencintai seni Damarkurung. 

“Saya tidak pernah memasang tarif. Cukup ganti kerangka saja. Misalnya harga Rp 20 ribu per kerangka. Karena empat sisi, bisa urunan lima ribuan dan mereka tidak keberatan,” katanya usai melakukan Testimoni dalam acara bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif : Menggali Kisah Sukses Ekraf menuju Gresik Kota Kreatif “di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

Gelaran yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik ini dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti , Wakil Ketua Kadin Jawa Timur serta Kadisparekrafbudpora Syaifudin Ghozali. 

Selain Anhar, adalah kisah sukses ekonomi kreatif juga menampilkan Irfan Akbar Prawiro, salah satu penggagas komunitas Gresik Movie yang film pendeknya berjudul Gemintang pernah di putar di Cannes, Prancis itu. Kemudian, ada Najih dari Legend Tren menceritakan perjalanannya membawa minuman khas Gresik, Legen  menembus pasar internasional.

Acara itu mendapatkan apresiasi dan menginspirasi ratusan undangan lainnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Budaya dan ekonomi kreatif justru menjadi fondasi penting dalam membangun identitas, daya saing, sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, ekonomi kreatif diharapkan dapat dijadikan program kerja berkelanjutan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus bersinergi dalam konteks pembangunan daerah. Bersama seluruh dinas terkait, khususnya Disparekrafbudpora, pemerintah akan terus mendampingi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif agar budaya lokal tetap lestari dan abadi hingga generasi penerus. “Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyoroti penguatan ekonomi kreatif dari sisi legislasi dan kebijakan nasional. Ia menyampaikan bahwa negara saat ini tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para pelaku kreatif.

Seiring dengan itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, Gresik tidak hanya sebagai kota Industri dengan investasi tertinggi di Jawa Timur. Gresik, katanya, memiliki talenta luar biasa dalam ekonomi kreatif. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan piagam apresiasi kepada 26 pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Gresik dari berbagai subsektor. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.(yad)

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif Selengkapnya

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi 

GRESIK,1minute.id – Arsya Fahriza dan Nadia Tiara Farradilla akhirnya terpilih sebagai Duta Wisata, Cak & Yuk Gresik 2025. Grand final Pemilihan Cak & Yuk Gresik dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu malam, 14 Desember 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo menjadi saksi mata Pemilihan Cak & Yuk 2025 yang mengusung tema “Symphony of Dhurung, Breathing Legacy Living Harmony” yang merepresentasikan kearifan lokal sebagai simbol harmoni sosial dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan Kabupaten Gresik. 

“Pemilihan Duta Cak & Yuk merupakan bagian penting dari proses kaderisasi generasi muda Kabupaten Gresik yang harus terus berjalan secara berkelanjutan dan terarah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Ajang bergengsi dua tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik. Sebanyak 15 pasangan yang tampil dalam Grand Final. Para finalis ini telah menyisihkan ratusan peserta lainnya. 

Cak Arsya Fahriza adalah Duta Hukum Universitas Trunojoyo Madura 2024. Sedangkan, Yuk Arsya Fahriza, siswi SMAN 1 Cerme serta anggota Paskibraka Kabupaten Gresik 2024.

Bupati Fandi Akhmad Yani berpesan agar seluruh finalis menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas diri. “Kalah dan menang merupakan bagian dari proses. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Orang nomor satu Kabupaten Gresik ini berharap ajang Pemilihan Duta Cak & Yuk Gresik dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berdaya saing serta mampu berkontribusi nyata dalam promosi pariwisata dan citra positif Kabupaten Gresik. “Kami ingin kaderisasi ini terus berjalan dan mampu mengantarkan generasi muda Gresik tampil percaya diri serta berprestasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali menegaskan bahwa seluruh rangkaian Pemilihan Duta Cak Yuk Gresik 2025 dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan objektivitas.

“Kami memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil. Penilaian dilakukan secara murni berdasarkan kemampuan, sikap, wawasan, dan potensi para finalis, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun,” tegas Ghozali. Proses penilaian pada Grand Final dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo, Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja, serta Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya I Dewa Gde Satrya Widya Dutha. (yad)

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi  Selengkapnya

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah 

GRESIK,1minute.id – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik membukukan pendapatan sebesar Rp 957,04 miliar atau 87,15 persen dari target sebesar Rp 1,09 triliun. BPPKAD optimistis pendapatan bisa mencapai 100 persen di akhir Desember 2025.

Beberapa jenis pajak seperti Opsi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Opsen PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), masing-masing sebesar Rp 117,53 miliar atau 100,39% dan Rp 54,74 miliar (100,60%).

Kemudian, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) khusus Makanan dan Minuman sebesar Rp 41,71 miliar (105,61%), sedangkan PBJT realisasi Rp 335,2 miliar (91,51%). Capaian positif menunjukkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Andhy Hendro Wijaya memberikan apresiasi kepada wajib pajak (WP) yang patuh membayar pajak. 

Reward yang diberikan mulai televisi, sepeda motor hingga ibadah Umrah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberikan langsung apresiasi bagi WP PKB , BBNKB, serta PBJT Makanan dan minuman di Kafe & Resto Koromi pada Selasa, 9 Desember 2025. Apresiasi periode kedua, periode pertama digelar pada Juli 2025. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kepada wajib pajak yang menunjukkan kepatuhan, kontribusi, dan komitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

“Acara ini merupakan apresiasi kepada masyarakat yang sudah berkontribusi membangun daerah melalui membayar pajak kendaraan secara rutin, BBNKB, serta pajak yang diambil dari restoran di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pum berharap momentum ini memberi energi baru bagi seluruh pihak. “Saya berharap ini memberikan spirit dan motivasi bagi pelaku usaha, pemilik kendaraan, serta masyarakat Gresik untuk semakin taat, tepat waktu, dan sadar akan pentingnya pajak daerah,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia juga memberikan apresiasi kepada BPPKAD atas capaian pajak yang mendekati 100 persen menjelang akhir tahun, serta memastikan strategi baru akan disiapkan agar tren positif ini terus terjaga.

Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan apresiasi wajib pajak memiliki tujuan ganda. Yakni meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, sekaligus memberi teladan bagi wajib pajak lainnya. Ia menyoroti pentingnya teknologi tapping box sebagai instrumen transparansi dan akurasi pencatatan pajak restoran, yang berdampak langsung terhadap penguatan pendapatan daerah.

Saat ini terdapat 173 unit tapping box yang terpasang: 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan. Tahun ini akan ditambah 30 unit baru. “Dengan pengawasan real time melalui dashboard monitoring, sistem ini diyakini akan berdampak pada kenaikan signifikan PBJT makanan dan minuman,” kata Andhy Hendro Wijaya. 

Ia menegaskan bahwa sisa waktu hingga 31 Desember akan dimaksimalkan. Ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru, akan menjadi strategi kunci melihat potensi basis pajak di Gresik yang masih luas dan belum seluruhnya tergarap. (yad)

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah  Selengkapnya

Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 9,86 juta batang rokok dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung pemusnahan barang ilegal yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 9,63 miliar itu.

Gerakan nyata memberantas peredaran rokok ilegal melalui Sosialisasi Edukasi Penanganan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Tahun 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pemusnahan barang bukti berupa 9.863.502 batang rokok ilegal dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal merupakan hasil operasi kolaboratif Sat Pol PP Gresik, Bea Cukai Gresik, serta berbagai unsur penegak hukum. Lewat kegiatan ini, total potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai Rp 9.630.179.900.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan ini tidak hanya menjadi tindakan penegakan aturan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang taat ketentuan. Ia menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal merusak struktur penerimaan negara dan menghambat manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang seharusnya kembali kepada masyarakat.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwasanya yang kita musnahkan hari ini merugikan kita semua. Maka kami dukung terus penegakan hukum ini, mudah mudahan Gresik menjadi bebas dari rokok dan minuman beralkohol ilegal,” ujar Gus Yani. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi edukasi ini bertujuan membangun pemahaman masyarakat agar semakin banyak warga yang mengetahui ketentuan cukai dan mampu mengidentifikasi rokok ilegal. Ia menyebut bahwa penyatuan pandangan publik mengenai bahaya rokok ilegal adalah langkah penting agar masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengawasan.

“Kami ingin masyarakat ikut membantu menyebarluaskan aturan, karena semakin banyak yang paham, semakin sempit ruang peredaran rokok tanpa cukai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Jawa Timur Andik Fadjar Tjahjono menegaskan bahwa implementasi pengawasan barang kena cukai ilegal membutuhkan kerja lintas daerah. Menurutnya, kolaborasi Sat Pol PP di berbagai kabupaten/kota akan memperkuat efektivitas penindakan serta mengurangi potensi celah distribusi barang ilegal antarwilayah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur Untung Basuki, menyampaikan bahwa pembatasan konsumsi dan peredaran rokok ilegal bukan sekadar urusan fiskal, tetapi juga terkait dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sosial. Karena itu, instrumen cukai harus dipastikan berjalan sebagaimana mestinya. “Setiap batang rokok ilegal bukan hanya merusak pasar, tetapi juga memotong hak masyarakat atas penerimaan negara,” tegasnya. (yad)

Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar  Selengkapnya

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anak disabilitas riang. Mereka bahagia mengikuti kegiatan Serasi : Semarak Warna-Warni Gresik Inklusi. Kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 dihelat di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan kolaborasi antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemkab Gresik menegaskan pesan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkembang, dan seluruh pihak berkewajiban menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, untuk membuka rangkaian acara.

Acara diisi dengan penandatanganan Manifesto Gresik Kabupaten Inklusi serta Parade Serasi yang melibatkan 350 anak istimewa dari 11 SLB dan unit layanan ABK di Kabupaten Gresik. Tampilan mereka menjadi pusat perhatian dan menghadirkan suasana hangat, di tengah antusiasme orang tua, dan guru yang hadir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik terus mengevaluasi dan memperkuat layanan agar Gresik semakin inklusif. Ia menyampaikan bahwa kesetaraan perhatian dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas adalah komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh OPD.

“Kami ingin memastikan bahwa semua anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan belajar, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat tanpa hambatan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sejumlah langkah konkret yang telah dijalankan. Saat ini, Pemkab Gresik memiliki layanan penjemputan khusus bagi anak berkebutuhan khusus, yang telah berjalan selama setahun dan melayani 100 siswa untuk mengikuti pendidikan maupun terapi di fasilitas layanan kabupaten. Pemkab Gresik juga menjalankan program pemagangan gratis bagi 136 guru, agar kemampuan mengajar anak berkebutuhan khusus terus meningkat. Upaya ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak istimewa yang tertinggal dari akses pendidikan.

Upaya inklusivitas ini juga di dukung oleh berbagai dinas di lingkungan Pemkab Gresik. Di sektor ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja terus membuka peluang kerja di perusahaan-perusahaan di Gresik bagi penyandang disabilitas. Dinas Sosial berperan dalam pemberian alat bantu dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas. 

Dinas KBPPA menjalankan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar terbebas dari kekerasan dan diskriminasi. Sementara itu, Dispendik turut memberikan edukasi kepada orang tua agar semakin memahami karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

Dalam kesempatan yang sama, secara khusus Bupati Yani menyampaikan terima kasih kepada para guru ABK yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan para pendidik dan dukungan masyarakat. (yad)

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional  Selengkapnya

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik berhasil mengelimaniasi 664 kasus baru TBC. Pada akhir November 2025, tercatat sebanyak 2.740 kasus. Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni 3.404 kasus baru yang disebabkan oleh virus tuberkulosis (TBC).

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh dr Mukhibatul Khusnah ini menargetkan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bebas TBC pada 2028. “Target itu (Gresik Bebas dari TBC lebih cepat dua tahun dari target nasional bebas TBC pada tahun 2030,” ujar dr Mukhibatul Khusnah dalam Seminar Kesehatan yang mengusung tema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan : Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Seminar sehari hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik ini menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Seminar ini dihadiri para Kepala Puskesmas se-Kab Gresik, perwakilan dari Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengurus dan anggota PWI Gresik. Seminar dibuka oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kegiatan seminar Kesehatan ini. “Peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Gresik ini mendapat apresiasi dari Kemendagri. Terbaik di Indonesia. Terima kepada Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini mengatakan, penyakit TBC bisa disembuhkan. Virus tuberkulosis memang bisa menular. Akan tetapi, masyarakat tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi terhadap para penderita TBC. “Yang perlu dilakukan saling jaga diri, dan jaga lingkungan,” tegasnya. 

Kalau ada warga yang terkena TBC, kata Bupati Fandi Akhmad Yani, jangan dikucilkan. “Ngak apa-apa. Kita hadapi saja. Langkah selanjutnya, kita melaporkan ke Puskesmas untuk melakukan pengobatan secara gratis. Kemudian dilakukan tracing dan skrening dan seterusnya. Untuk pengobatannya mulai dari pemeriksaan, pendampingan sampai dengan pengobatannya gratis,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, sebanyak 10 puskesmas kini menyandang status one stop services. 

Di sepuluh puskesmas ini sudah ada PCM TBC sehingga tidak perlu lagi dirujuk RSUD Ibnu Sina Gresik. “Dulu hanya ada di RSUD Ibnu Sina Gresik. Kalau ada yang dicurigai TBC untuk cek dahak. PCM TBC itu di Ibnu Sina. Sekarang tersebar di 10 Puskesmas. Di Gresik bagian Selatan, Gresik Tengah dan Gresik Utara,” ujar dr Khusnah. 

PCM TBC adalah tes cepat molekuler untuk diagnosis tuberkulosis dengan metode laboratorium yang menggunakan GeneXpert untuk menganalisis sampel, seperti dahak, bilasan lambung dan lainnya secara otomatis.  Selain metode laboratorium, PCM TBC menggunakan teknologi PCR alias Polymerase Chain Reacction untuk mendeteksi materi genetik mikrobateri tuberkulosis. Keunggulan PCM TBC adalah  akurat dan hasil cepat sekitar 2 jam. 

“Untuk warga dicurigai TBC bisa ke seluruh puskesmas. Nanti sampel akan dikirim ke puskesmas yang memiliki PCM TBC. Puskesmas kita sudah terkoneksi,” ujarnya. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono membuka acara dengan menegaskan pentingnya keterlibatan pers dalam edukasi publik. Menurutnya, TBC merupakan penyakit yang tampak tidak mencolok namun berbahaya, sehingga perlu terus digaungkan kepada masyarakat.

“Kita ketahui TBC ini penyakit yang smooth tapi membahayakan. Tidak hanya Dinas Kesehatan, ini juga salah satu tugas pers untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Deni menambahkan, kerja sama PWI dan Dinkes Gresik telah terjalin sejak lama dan kembali dikuatkan lewat diskusi ini. “Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik. Apalagi berdasarkan data ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresik, dan tahun 2028 kita menuntaskan zero TBC,” harapnya. (yad)

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC  Selengkapnya