Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif

GRESIK,1minute.id – Seni lukis yang populer karya almarhumah maestro Damarkurung Masmundari terus bertransformasi. Di tangan Moch Anhar Chusnan, lampion dengan lukisan bercerita itu telah menjadi puluhan bentuk yang sangat menarik. 

Lukisan bercerita yang mirip di Damarkurung itu, kini bisa berbentuk baju, wallpaper hingga kemasan minuman berskala nasional. Damarkurung yang telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Takbenda (WBTB) semakin banyak dikenal di nusantara. Anhar harus bekerja keras untuk membumikan salah satu ikon di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. Ia bersama dengan pelukis lainnya keluar masuk ke sekolah. 

Mulai jenjang Taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat untuk memberikan pembelajaran melukis Damarkurung. Ia tidak pernah berhitung njelimet alias untung atau rugi. Bahkan, sering tekor. Akan tetapi, bapak dua anak itu tetap tersenyum bangga. Sebab, semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mencintai seni Damarkurung. 

“Saya tidak pernah memasang tarif. Cukup ganti kerangka saja. Misalnya harga Rp 20 ribu per kerangka. Karena empat sisi, bisa urunan lima ribuan dan mereka tidak keberatan,” katanya usai melakukan Testimoni dalam acara bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif : Menggali Kisah Sukses Ekraf menuju Gresik Kota Kreatif “di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Jumat, 19 Desember 2025.

Gelaran yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik ini dihadiri antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti , Wakil Ketua Kadin Jawa Timur serta Kadisparekrafbudpora Syaifudin Ghozali. 

Selain Anhar, adalah kisah sukses ekonomi kreatif juga menampilkan Irfan Akbar Prawiro, salah satu penggagas komunitas Gresik Movie yang film pendeknya berjudul Gemintang pernah di putar di Cannes, Prancis itu. Kemudian, ada Najih dari Legend Tren menceritakan perjalanannya membawa minuman khas Gresik, Legen  menembus pasar internasional.

Acara itu mendapatkan apresiasi dan menginspirasi ratusan undangan lainnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Budaya dan ekonomi kreatif justru menjadi fondasi penting dalam membangun identitas, daya saing, sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, pengembangan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, ekonomi kreatif diharapkan dapat dijadikan program kerja berkelanjutan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus bersinergi dalam konteks pembangunan daerah. Bersama seluruh dinas terkait, khususnya Disparekrafbudpora, pemerintah akan terus mendampingi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif agar budaya lokal tetap lestari dan abadi hingga generasi penerus. “Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegasnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyoroti penguatan ekonomi kreatif dari sisi legislasi dan kebijakan nasional. Ia menyampaikan bahwa negara saat ini tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para pelaku kreatif.

Seiring dengan itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong gagasan program KUR Ekraf sebagai akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengatakan, Gresik tidak hanya sebagai kota Industri dengan investasi tertinggi di Jawa Timur. Gresik, katanya, memiliki talenta luar biasa dalam ekonomi kreatif. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan piagam apresiasi kepada 26 pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Gresik dari berbagai subsektor. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.(yad)

Anhar, Damarkurung jadi Kemasan Produk Minuman Nasional, Pemkab Gresik Apresiasi 26 Pelaku Ekonomi Kreatif Selengkapnya

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi 

GRESIK,1minute.id – Arsya Fahriza dan Nadia Tiara Farradilla akhirnya terpilih sebagai Duta Wisata, Cak & Yuk Gresik 2025. Grand final Pemilihan Cak & Yuk Gresik dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu malam, 14 Desember 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo menjadi saksi mata Pemilihan Cak & Yuk 2025 yang mengusung tema “Symphony of Dhurung, Breathing Legacy Living Harmony” yang merepresentasikan kearifan lokal sebagai simbol harmoni sosial dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan Kabupaten Gresik. 

“Pemilihan Duta Cak & Yuk merupakan bagian penting dari proses kaderisasi generasi muda Kabupaten Gresik yang harus terus berjalan secara berkelanjutan dan terarah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Ajang bergengsi dua tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik. Sebanyak 15 pasangan yang tampil dalam Grand Final. Para finalis ini telah menyisihkan ratusan peserta lainnya. 

Cak Arsya Fahriza adalah Duta Hukum Universitas Trunojoyo Madura 2024. Sedangkan, Yuk Arsya Fahriza, siswi SMAN 1 Cerme serta anggota Paskibraka Kabupaten Gresik 2024.

Bupati Fandi Akhmad Yani berpesan agar seluruh finalis menjadikan ajang ini sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas diri. “Kalah dan menang merupakan bagian dari proses. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Orang nomor satu Kabupaten Gresik ini berharap ajang Pemilihan Duta Cak & Yuk Gresik dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berdaya saing serta mampu berkontribusi nyata dalam promosi pariwisata dan citra positif Kabupaten Gresik. “Kami ingin kaderisasi ini terus berjalan dan mampu mengantarkan generasi muda Gresik tampil percaya diri serta berprestasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali menegaskan bahwa seluruh rangkaian Pemilihan Duta Cak Yuk Gresik 2025 dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan objektivitas.

“Kami memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil. Penilaian dilakukan secara murni berdasarkan kemampuan, sikap, wawasan, dan potensi para finalis, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun,” tegas Ghozali. Proses penilaian pada Grand Final dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Yanuar Utomo, Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024 Melati Tedja, serta Kepala Program Studi Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya I Dewa Gde Satrya Widya Dutha. (yad)

Arsya & Nadia, Terpilih sebagai Duta Cak & Yuk Gresik 2025, Gus Yani : Generasi Muda, Percaya Diri dan Berprestasi  Selengkapnya

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah 

GRESIK,1minute.id – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik membukukan pendapatan sebesar Rp 957,04 miliar atau 87,15 persen dari target sebesar Rp 1,09 triliun. BPPKAD optimistis pendapatan bisa mencapai 100 persen di akhir Desember 2025.

Beberapa jenis pajak seperti Opsi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Opsen PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), masing-masing sebesar Rp 117,53 miliar atau 100,39% dan Rp 54,74 miliar (100,60%).

Kemudian, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) khusus Makanan dan Minuman sebesar Rp 41,71 miliar (105,61%), sedangkan PBJT realisasi Rp 335,2 miliar (91,51%). Capaian positif menunjukkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Andhy Hendro Wijaya memberikan apresiasi kepada wajib pajak (WP) yang patuh membayar pajak. 

Reward yang diberikan mulai televisi, sepeda motor hingga ibadah Umrah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memberikan langsung apresiasi bagi WP PKB , BBNKB, serta PBJT Makanan dan minuman di Kafe & Resto Koromi pada Selasa, 9 Desember 2025. Apresiasi periode kedua, periode pertama digelar pada Juli 2025. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kepada wajib pajak yang menunjukkan kepatuhan, kontribusi, dan komitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

“Acara ini merupakan apresiasi kepada masyarakat yang sudah berkontribusi membangun daerah melalui membayar pajak kendaraan secara rutin, BBNKB, serta pajak yang diambil dari restoran di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pum berharap momentum ini memberi energi baru bagi seluruh pihak. “Saya berharap ini memberikan spirit dan motivasi bagi pelaku usaha, pemilik kendaraan, serta masyarakat Gresik untuk semakin taat, tepat waktu, dan sadar akan pentingnya pajak daerah,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia juga memberikan apresiasi kepada BPPKAD atas capaian pajak yang mendekati 100 persen menjelang akhir tahun, serta memastikan strategi baru akan disiapkan agar tren positif ini terus terjaga.

Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan apresiasi wajib pajak memiliki tujuan ganda. Yakni meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak, sekaligus memberi teladan bagi wajib pajak lainnya. Ia menyoroti pentingnya teknologi tapping box sebagai instrumen transparansi dan akurasi pencatatan pajak restoran, yang berdampak langsung terhadap penguatan pendapatan daerah.

Saat ini terdapat 173 unit tapping box yang terpasang: 142 di restoran, 15 di lokasi parkir, 9 di hotel, dan 6 di tempat hiburan. Tahun ini akan ditambah 30 unit baru. “Dengan pengawasan real time melalui dashboard monitoring, sistem ini diyakini akan berdampak pada kenaikan signifikan PBJT makanan dan minuman,” kata Andhy Hendro Wijaya. 

Ia menegaskan bahwa sisa waktu hingga 31 Desember akan dimaksimalkan. Ekstensifikasi pajak melalui penambahan wajib pajak baru, akan menjadi strategi kunci melihat potensi basis pajak di Gresik yang masih luas dan belum seluruhnya tergarap. (yad)

Realisasi Pendapatan 2025 Nyaris Sentuh 100 Persen, BPPKAD Gresik Berikan Apresiasi Wajib Pajak Umrah  Selengkapnya

Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 9,86 juta batang rokok dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung pemusnahan barang ilegal yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 9,63 miliar itu.

Gerakan nyata memberantas peredaran rokok ilegal melalui Sosialisasi Edukasi Penanganan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Tahun 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pemusnahan barang bukti berupa 9.863.502 batang rokok ilegal dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal merupakan hasil operasi kolaboratif Sat Pol PP Gresik, Bea Cukai Gresik, serta berbagai unsur penegak hukum. Lewat kegiatan ini, total potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai Rp 9.630.179.900.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan ini tidak hanya menjadi tindakan penegakan aturan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang taat ketentuan. Ia menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal merusak struktur penerimaan negara dan menghambat manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang seharusnya kembali kepada masyarakat.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwasanya yang kita musnahkan hari ini merugikan kita semua. Maka kami dukung terus penegakan hukum ini, mudah mudahan Gresik menjadi bebas dari rokok dan minuman beralkohol ilegal,” ujar Gus Yani. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi edukasi ini bertujuan membangun pemahaman masyarakat agar semakin banyak warga yang mengetahui ketentuan cukai dan mampu mengidentifikasi rokok ilegal. Ia menyebut bahwa penyatuan pandangan publik mengenai bahaya rokok ilegal adalah langkah penting agar masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengawasan.

“Kami ingin masyarakat ikut membantu menyebarluaskan aturan, karena semakin banyak yang paham, semakin sempit ruang peredaran rokok tanpa cukai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Jawa Timur Andik Fadjar Tjahjono menegaskan bahwa implementasi pengawasan barang kena cukai ilegal membutuhkan kerja lintas daerah. Menurutnya, kolaborasi Sat Pol PP di berbagai kabupaten/kota akan memperkuat efektivitas penindakan serta mengurangi potensi celah distribusi barang ilegal antarwilayah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur Untung Basuki, menyampaikan bahwa pembatasan konsumsi dan peredaran rokok ilegal bukan sekadar urusan fiskal, tetapi juga terkait dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sosial. Karena itu, instrumen cukai harus dipastikan berjalan sebagaimana mestinya. “Setiap batang rokok ilegal bukan hanya merusak pasar, tetapi juga memotong hak masyarakat atas penerimaan negara,” tegasnya. (yad)

Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar  Selengkapnya

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anak disabilitas riang. Mereka bahagia mengikuti kegiatan Serasi : Semarak Warna-Warni Gresik Inklusi. Kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 dihelat di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan kolaborasi antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemkab Gresik menegaskan pesan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkembang, dan seluruh pihak berkewajiban menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, untuk membuka rangkaian acara.

Acara diisi dengan penandatanganan Manifesto Gresik Kabupaten Inklusi serta Parade Serasi yang melibatkan 350 anak istimewa dari 11 SLB dan unit layanan ABK di Kabupaten Gresik. Tampilan mereka menjadi pusat perhatian dan menghadirkan suasana hangat, di tengah antusiasme orang tua, dan guru yang hadir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik terus mengevaluasi dan memperkuat layanan agar Gresik semakin inklusif. Ia menyampaikan bahwa kesetaraan perhatian dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas adalah komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh OPD.

“Kami ingin memastikan bahwa semua anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan belajar, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat tanpa hambatan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sejumlah langkah konkret yang telah dijalankan. Saat ini, Pemkab Gresik memiliki layanan penjemputan khusus bagi anak berkebutuhan khusus, yang telah berjalan selama setahun dan melayani 100 siswa untuk mengikuti pendidikan maupun terapi di fasilitas layanan kabupaten. Pemkab Gresik juga menjalankan program pemagangan gratis bagi 136 guru, agar kemampuan mengajar anak berkebutuhan khusus terus meningkat. Upaya ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak istimewa yang tertinggal dari akses pendidikan.

Upaya inklusivitas ini juga di dukung oleh berbagai dinas di lingkungan Pemkab Gresik. Di sektor ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja terus membuka peluang kerja di perusahaan-perusahaan di Gresik bagi penyandang disabilitas. Dinas Sosial berperan dalam pemberian alat bantu dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas. 

Dinas KBPPA menjalankan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar terbebas dari kekerasan dan diskriminasi. Sementara itu, Dispendik turut memberikan edukasi kepada orang tua agar semakin memahami karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

Dalam kesempatan yang sama, secara khusus Bupati Yani menyampaikan terima kasih kepada para guru ABK yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan para pendidik dan dukungan masyarakat. (yad)

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional  Selengkapnya

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC 

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik berhasil mengelimaniasi 664 kasus baru TBC. Pada akhir November 2025, tercatat sebanyak 2.740 kasus. Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni 3.404 kasus baru yang disebabkan oleh virus tuberkulosis (TBC).

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh dr Mukhibatul Khusnah ini menargetkan Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bebas TBC pada 2028. “Target itu (Gresik Bebas dari TBC lebih cepat dua tahun dari target nasional bebas TBC pada tahun 2030,” ujar dr Mukhibatul Khusnah dalam Seminar Kesehatan yang mengusung tema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan : Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Seminar sehari hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik ini menghadirkan dua narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Seminar ini dihadiri para Kepala Puskesmas se-Kab Gresik, perwakilan dari Pondok Pesantren (Ponpes) dan pengurus dan anggota PWI Gresik. Seminar dibuka oleh Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kegiatan seminar Kesehatan ini. “Peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Gresik ini mendapat apresiasi dari Kemendagri. Terbaik di Indonesia. Terima kepada Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini mengatakan, penyakit TBC bisa disembuhkan. Virus tuberkulosis memang bisa menular. Akan tetapi, masyarakat tidak boleh melakukan tindakan diskriminasi terhadap para penderita TBC. “Yang perlu dilakukan saling jaga diri, dan jaga lingkungan,” tegasnya. 

Kalau ada warga yang terkena TBC, kata Bupati Fandi Akhmad Yani, jangan dikucilkan. “Ngak apa-apa. Kita hadapi saja. Langkah selanjutnya, kita melaporkan ke Puskesmas untuk melakukan pengobatan secara gratis. Kemudian dilakukan tracing dan skrening dan seterusnya. Untuk pengobatannya mulai dari pemeriksaan, pendampingan sampai dengan pengobatannya gratis,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, sebanyak 10 puskesmas kini menyandang status one stop services. 

Di sepuluh puskesmas ini sudah ada PCM TBC sehingga tidak perlu lagi dirujuk RSUD Ibnu Sina Gresik. “Dulu hanya ada di RSUD Ibnu Sina Gresik. Kalau ada yang dicurigai TBC untuk cek dahak. PCM TBC itu di Ibnu Sina. Sekarang tersebar di 10 Puskesmas. Di Gresik bagian Selatan, Gresik Tengah dan Gresik Utara,” ujar dr Khusnah. 

PCM TBC adalah tes cepat molekuler untuk diagnosis tuberkulosis dengan metode laboratorium yang menggunakan GeneXpert untuk menganalisis sampel, seperti dahak, bilasan lambung dan lainnya secara otomatis.  Selain metode laboratorium, PCM TBC menggunakan teknologi PCR alias Polymerase Chain Reacction untuk mendeteksi materi genetik mikrobateri tuberkulosis. Keunggulan PCM TBC adalah  akurat dan hasil cepat sekitar 2 jam. 

“Untuk warga dicurigai TBC bisa ke seluruh puskesmas. Nanti sampel akan dikirim ke puskesmas yang memiliki PCM TBC. Puskesmas kita sudah terkoneksi,” ujarnya. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono membuka acara dengan menegaskan pentingnya keterlibatan pers dalam edukasi publik. Menurutnya, TBC merupakan penyakit yang tampak tidak mencolok namun berbahaya, sehingga perlu terus digaungkan kepada masyarakat.

“Kita ketahui TBC ini penyakit yang smooth tapi membahayakan. Tidak hanya Dinas Kesehatan, ini juga salah satu tugas pers untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Deni menambahkan, kerja sama PWI dan Dinkes Gresik telah terjalin sejak lama dan kembali dikuatkan lewat diskusi ini. “Harapannya dari diskusi ini menjadi kontribusi dalam percepatan penanganan TBC di Kabupaten Gresik. Apalagi berdasarkan data ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresik, dan tahun 2028 kita menuntaskan zero TBC,” harapnya. (yad)

Tahun 2025 ; Eliminasi 664 Kasus, Tahun 2028, Dinas Kesehatan Targetkan Gresik Bebas TBC  Selengkapnya

Gresik Sabet Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bupati Gresik : Kami Dedikasikan untuk Masyarakat Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima penghargaan kategori kinerja pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Fiskal sedang. Di antaranya sektor penyerapan tenaga kerja dan sektor peningkatan akses dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Penghargaan tersebut masing-masing diserahkan Menteri Tenaga Kerja Yassierli dan Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025  diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media Group di Hotel Borobudur Jakarta pada Senin malam, 1 Desember 2025.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Tentunya menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan program konkret kepada masyarakat,” ucap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, penghargaan yang diraih Kabupaten Gresik telah melalui proses penilaian yang independen dari tim yang kompeten dengan melihat langsung kondisi di lapangan. Baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan layanan kesehatan.

“Untuk penyerapan tenaga kerja dengan nilai 0,98 persen melampaui penurunan kesempatan kerja terendah hingga 0,35 persen. Sehingga menegaskan kemampuan Gresik dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan, salah satu yang harus terus dijaga adalah daya saing industri Kabupaten Gresik sebagai kota industri. “Kami akan komitmen dan konsisten menjaga iklim investasi, agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, dengan kemudahan perizinan dan nilai investasi yang semakin meningkat,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan melalui berbagai program strategis. Ada Rumah Sakit Sehati di selatan Gresik, termasuk pembangunan fasilitas baru seperti Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina untuk pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Selain itu, Pemkab Gresik juga fokus pada peningkatan aksesibilitas di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Serta 29 dari 32 puskesmas di Kabupaten Gresik sekarang memiliki layanan rawat inap. Tidak hanya itu, masyarakat Kabupaten Gresik juga tercakup dalam Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen. “Program-program ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut tim penilai, Kabupaten Gresik dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan yaitu 87,99 persen, serta layanan cek kesehatan gratis 98,98 persen. Seluruh puskesmas memiliki otonomi pengelolaan keuangan melebihi rata-rata 83,85 persen dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster di mana sudah sama dengan rata-rata kelompok yaitu 100 persen.

“Saya ucapkan terima kasih atas apresiasi ini, dan kami akan lebih semangat dalam melayani masyarakat dan mewujudkan daya saing daerah yang menjadi harapan warga Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Gresik Sabet Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bupati Gresik : Kami Dedikasikan untuk Masyarakat Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Pulangkan Anak Pekerja Migran Indonesia, Gus Yani : Ini Kemanusiaan, Selamatkan Pendidikan Anak 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan memulangkan anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Pemulangan anak yang terancam stateless alias tidak memiliki kewarganegaraan karena hasil pernikahan yang tidak tercatat oleh negara untuk menyelamatkan masa depan anak tersebut. 

“Pemulangan anak PMI untuk menyelamatkan masa depan anak. Ini kemanusiaan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Semarang, Jawa Tengah pada akhir November 2025. Rencana pemulangan anak PMI telah mendapatkan restu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. 

“Setelah kami bawa pulang, mereka akan sekolah di Gresik. Bila yang pingin mondok juga bisa,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin mengatakan, pemulangan anak PMI akan dilakukan dalam waktu dekat. “Tahun ini, ada anak PMI di Malaysia yang akan dipulangkan ke Gresik,” kata Zainul dikonfirmasi pada Selasa, 2 Desember 2025. Akan tetapi, mantan Camat Manyar itu, belum bisa memastikan kapan waktu pemulangan.

Informasi yang dihimpun, rencana pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia asal Gresik akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, pada Desember 2025 ada sebanyak enam anak PMI yang dipulangkan ke Gresik.

Anak tersebut masih berusia sekolah. Akan tetapi mereka tidak bisa belajar di lembaga pendidikan formal di Malaysia karena tidak memiliki kewarganegaraan alias stateless. Sebab, pernikahan orang tua mereka itu tidak dilakukan secara hukum negara. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah membentuk tim Ad Hoc untuk tugas kemanusiaan pemulangan anak Pekerja Migran Indonesia asal Gresik di negeri Jiran, Malaysia itu. 

Pelaksanaan teknis tim.Ad Hoc Pemulangan Anak PMI asal Gresik, Rian Pramana Suwanda ketika dikonfirmasi membenarkan adanya tim tersebut. “Untuk pemulangan anak PMI ini, kami dibantu oleh komunitas Pekerja Migran Indonesia di Malaysia,” katanya. Saat ini, kata Rian, masih proses pengurusan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

“Ini tindak lanjut dari MoU dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia,” katanya dikonfirmasi pada Selasa, 2 Desember 2025. Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya. (yad)

Pemkab Gresik Pulangkan Anak Pekerja Migran Indonesia, Gus Yani : Ini Kemanusiaan, Selamatkan Pendidikan Anak  Selengkapnya

Bupati Gresik & Sekjen Kemensos Visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang untuk Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera

SEMARANG,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) RI Robben Rico melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang pada Ahad, 30 November 2025. 

Kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui pengelolaan SRT berlokasi di Kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produkvitas Kota Semarang ini, puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan membangun gedung sekolah rakyat (SR) baru di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Gedung SR anyar yang modern itu diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang sekolah adalah tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa. 

Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. 

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan ini dalam rangka mempelajari program, maupun pengelolaan SRT 45 Semarang yang dinilai berhasil. Sekolah ini merupakan inisiatif pemerintah yang berada di bawah kewenangan operasional Kemensos, dengan fokus untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang setara SD/SMP/SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA, kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik serta wartawan. Rombongan disambut oleh Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Kepala SRT 45 Kota Semarang Ridho Irwanto serta siswa setempat.

JEMPOL SISWA SRT 45 Semarang : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa siswa SRT 45 Kota Semarang saat melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi secara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga hingga ruang terbuka hijau.

“Berdiri di atas lahan lebih dari 5 hektare dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, SR Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Dikatakan, SRT 45 Semarang sendiri merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

Sekolah berasrama atau Boarding School di SRT 45 Kota Semarang mendidik dan merawat anak-anak dibawah garis kemiskinan. “Ternyata campur siswa SD, disini anak-anak SMA membantu anak SD belajar. Tumbuh rasa kebersamaan. Kalau kami tidak kesini (SRT 45 Kota Semarang) tidak mengetahuinya,” ujarnya. 

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Ia melanjutkan SRT 45 Semarang merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi. Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dirjen Kementerian Sosial RI Robben Rico didampingi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin melakukan visitasi bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ke SRT 45 Kota Semarang pada Ahad, 30 November 2025 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di tempat sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata inklusi pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.

Robben menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menawarkan jalur pendidikan alternatif, tetapi juga membuka ruang pemulihan sosial bagi warga. Menurutnya, banyak peserta yang sebelumnya kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak memiliki arah hidup, kini mulai berani bermimpi. “Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang dulu tidak pernah membayangkan bisa menjadi guru, direktur, atau profesional. Sekolah Rakyat membuat harapan itu hidup kembali. Semoga kelak yang bisa menjadi Bupati ” ujarnya.

Menurut Robben, ada tiga prinsip utama yang harus dijalankan oleh sekolah rakyat: pertama, memuliakan orang kecil; kedua, menjangkau mereka yang belum terjangkau pendidikan; dan ketiga, memungkinkan hal yang tampaknya mustahil. “Lulusan sekolah rakyat bukan hanya pintar, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan terampil. Selain itu, Kemensos juga menyediakan 2.600 beasiswa bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat,” ujar Robben.

Robben mengungkapkan bahwa awalnya banyak kabupaten/kota yang kurang peduli dengan pendirian sekolah rakyat. Kini kesadaran tentang pentingnya program ini semakin berkembang, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

“Saat ini terdapat 13.864 anak usia 7–12 tahun di Jawa Tengah dan 23.041 anak di Jawa Timur yang belum mengenyam pendidikan. Keberadaan sekolah rakyat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua lapisan masyarakat,” tandasnya. (yad/adv)

Bupati Gresik & Sekjen Kemensos Visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang untuk Kembangkan Sekolah Keluarga Prasejahtera Selengkapnya

Perkuat Peran UMKM dalam Ekosistem Industri, Bupati Gresik: UMKM menjadi Bagian Pertumbuhan Industri, Bukan Penonton

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat peran UMKM dalam ekosistem industri melalui kegiatan Business Matching dan Inkubasi Bisnis pada Jumat, 28 November 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan UMKM harus menjadi bagian pertumbuhan industri dan tidak menjadi penonton. Program Business Matching dan Inkubasi Bisnis menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan perusahaan dan kawasan industri di Gresik. 

Gresik merupakan tempat yang tepat bagi investasi dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan UMKM. Produk UMKM Gresik tidak kalah dengan daerah lain. “Saya pernah sampaikan, tidak ada industri yang tumbuh di tengah masyarakat yang gagal. Saat ini Kabupaten Gresik menjadi tempat investasi yang cocok, karena kolaborasi yang hebat antara pemerintah dan industri serta berdampak konkrit ke UMKM kita,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ia menambahkan bahwa komitmen bersama antara perusahaan dan UMKM harus dibangun agar pelaku usaha lokal mampu terlibat dalam rantai pasok industri. “Goal-nya adalah mengakselerasi masyarakat penerima bantuan sosial untuk naik secara ekonomi melalui UMKM yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Dukungan industri disampaikan oleh Direktur Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Agung P. Guritno, yang menilai bahwa UMKM telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perekonomian Gresik. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku UMKM dan industri menjadi penting untuk perkembangan usaha.

“Kegiatan ini punya peran besar dalam menghubungkan UMKM dengan perusahaan dan kawasan industri. Kemajuan industri dan UMKM harus selaras,” kata Agung. Ia menegaskan kesiapan kawasan industri, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE] untuk mendukung forum semacam ini dan meyakini UMKM Gresik memiliki potensi besar.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program inkubasi bisnis yang menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM. Kegiatan ini diikuti 30 pelaku usaha yang telah melalui seleksi dan pendampingan, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 pengusaha makanan-minuman.

“Selama program inkubasi berlangsung, peserta menerima materi strategis seperti legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kesiapan packaging, hingga penguatan model bisnis. Mereka juga menjalani proses coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih besar,” jelas Darmawan.

Darmawan berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kolaborasi konkret antara pelaku UMKM dan perusahaan, serta membuka peluang pasar baru yang berkelanjutan. “Ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi membangun jaringan kemitraan ekonomi daerah yang lebih kuat,” tutupnya. (yad)

Perkuat Peran UMKM dalam Ekosistem Industri, Bupati Gresik: UMKM menjadi Bagian Pertumbuhan Industri, Bukan Penonton Selengkapnya