Wamenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan Otto Hasibuan : KUHP baru Berlaku Efektif 2 Januari 2026

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Seminar Nasional yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 27 November 2025. Seminar dengan tema “Implikasi Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Peran Aparat Penegak Hukum dalam Penegakan Hukum Pidana”, bekerja sama dengan Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.

Acara ini diikuti oleh ratusan peserta dari unsur advokat, akademisi, kejaksaan, kehakiman, hingga praktisi hukum menghadirkan keynote speaker Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan yang juga ketua DPP Peradi Otto Hasibuan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan tamu undangan,” ujarnya. Ia berharap seminar ini menjadi ruang diskusi produktif bagi seluruh peserta.

Otto Hasibuan menjelaskan bahwa seminar ini penting untuk menyosialisasikan KUHP baru kepada masyarakat luas. “Seminar ini menjadi sarana penting untuk menyosialisasikan KUHP baru secara tepat dan menyeluruh,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa KUHP baru akan berlaku efektif pada 2 Januari 2026 mendatang. Otto menekankan pentingnya pemahaman yang benar agar implementasinya tidak menimbulkan kerancuan di lapangan. KUHP baru menempatkan pemidanaan sebagai instrumen perlindungan masyarakat dan pemulihan keadilan. Prinsip individualisasi pidana dan konsep ultimum remedium juga menjadi landasan penting dalam penegakan hukum pidana. 

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Gresik Kukuh Purnomo Budi menyampaikan dukungan bagi Pemkab Gresik. “Kami siap membantu pemerintah daerah dalam penyusunan produk hukum yang mencerminkan local wisdom masyarakat Gresik agar selaras dengan pembaruan KUHP,” ujarnya. 

Melalui seminar ini, seluruh pihak berharap mampu memperkuat kesiapan dalam menghadapi pemberlakuan KUHP baru. Acara ini juga diharapkan memperkuat koordinasi penegak hukum menuju sistem yang modern dan humanis. (yad)

Wamenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan Otto Hasibuan : KUHP baru Berlaku Efektif 2 Januari 2026 Selengkapnya

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan tetap menjadi prioritas, meski transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat berkurang lebih dari Rp 0,5 triliun. 

“Meski terjadi penyesuaian TKD secara nasional, hak-hak guru tetap menjadi prioritas,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Semarak Peringatan Hari Guru Nasional di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Rabu, 26 November 2025. “Yang berkaitan dengan guru, Insya Allah tahun 2026 aman. Kami akan terus memprioritaskan hak-hak guru,” imbuhnya dan mendapatkan aplaus dari para guru.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu, terus mendorong para guru untuk berinovasi sehingga kegiatan belajar mengajar menyenangkan. Pendidikan di Gresik, katanya, harus menyenangkan dan berorientasi pada nilai, karakter, dan kualitas pembelajaran. Ia pun mengenang pada tahun 2022, di masa kepemimpinan periode pertama, dimana Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Gresik telah menerapkan kebijakan baca tulis Al-Quran sebagai muatan lokal di sekolah negeri.

“Tahun 2022 saya menginstruksikan bahwa baca tulis Quran menjadi muatan lokal di sekolah negeri. Alhamdulillah hari ini kita semua melihat hasilnya. Sudah tidak ada lagi anak SD dan SMP negeri di Gresik yang tidak bisa mengaji,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Fandi Akhmad Yani dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Sejumlah capaian strategis telah terwujud, di antaranya 2.086 tenaga PPPK dan 670 PPPK paruh waktu yang telah diangkat, sehingga total mencapai 2.756 guru.

Pemkab Gresik juga memberikan insentif bagi 3.206 guru PAUD non-sertifikasi, serta alokasi anggaran hampir Rp 30 miliar untuk guru swasta, masing-masing sebesar Rp7,2 juta per tahun yang disalurkan langsung ke rekening guru.

Selain itu, Pemkab juga memberikan Penghargaan Pelaksanaan Program Pendidikan Inklusi Hatiku Padamu kepada Kecamatan Menganti untuk kategori Inklusif Transformatif, Kecamatan Bungah untuk kategori Inklusif Dedikatif, serta Kecamatan Gresik untuk kategori Inklusif Kolaboratif.

Serta, peningkatan layanan pendidikan, Pemkab Gresik terus memperbaiki sarana prasarana sekolah. Tahun 2025 mendatang ditargetkan hanya tersisa 9 persen ruang kelas yang rusak atau sekitar 760 ruang kelas, sementara 91 persen atau 8.324 ruang kelas sudah dalam kondisi baik

Sementara itu, kegiatan Semarak Peringatan Hari Guru Nasional  berlangsung semarak. Gedung WEP dipadati siswa dan guru Se-Kabupaten Gresik. Diawali dengan Khatmil Quran seribu penghafal quran dari kelas Tahfidz. Lalu, pemberian penghargaan kepada Guru Berprestasi.  

Yakni, Siti Chomsiyah dari UPT SDN 145 Gresik dengan prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif Kepala SD ; Mufarrochah (TK Muslimat NU 7 Pongangan) dengan prestasi Lomba Cipta Alat Permainan Edukatif ; Satria Yudha Prakosa (UPT SDN 35 Gresik) sebagai Duta Pemuda Kreatif Jawa Timur, dan Andi Herawanto (UPT SDN 45 Gresik) selaku Pelopor Komunitas Guru Pendidikan Dasar (Dikdas).

Berikutnya,Ahmad Nur Hadi (UPT SDN 125 Gresik) dengan prestasi Inovasi Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Nur Khomsidah (UPT SDN 149 Gresik) dengan prestasi Menulis 750 Kata. (yad)

TKD 2026 Mengalami Penyesuaian, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Komitmen Pemkab, Pendidikan tetap Prioritas  Selengkapnya

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka acara penganugerahan bagi pendonor darah sukarela sebanyak 50 kali dan 75 kali di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis, 20 November 2025.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pendonor sukarela yang selama puluhan tahun menjaga ketersediaan darah untuk masyarakat. Selain memberikan anugerah kepada para pendonor, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani juga  menyerahkan penghargaan prestasi Pasukan Palang Merah Remaja (PMR) pada Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) X Provinsi Jawa Timur 2025.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang nyata bagi pendonornya. “Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih bagi semua pendonor, bahkan yang sudah 50 kali, 75 kali donor. Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa donor darah ini juga membuat badan sehat,” ujarnya.

Sedangkan, kepada para anggota PMR yang hadir, ia berpesan agar terus menjaga semangat dalam PMI. “Adik-adik PMR, teruslah bersemangat. Mudah-mudahan kalian bisa terus ikut berjuang di PMI,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di hadapan jajaran PMI dan para relawan, magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu, memberikan dorongan khusus kepada PMI  Gresik untuk terus bergerak maju pada tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa tahun depan akan terjadi penyesuaian besaran dana hibah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), namun ia berharap PMI tetap bisa menjaga kinerjanya dan memperkuat profesionalisme.

“Tahun depan ada penyesuaian anggaran akibat pemotongan TKD. Tetapi saya berharap PMI tetap kuat, tetap tumbuh, tetap melayani. Kita hadapi bersama, dan pemerintah daerah akan tetap mendukung semampunya,” tegasnya.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir menjelaskan, bahwa kegiatan apresiasi ini merupakan penghargaan bagi mereka yang telah berulang kali berdonor dan menjadi tulang punggung ketersediaan darah di Gresik. “Ini bentuk penghargaan kepada mereka yang selalu berdonor untuk kemanusiaan di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Nadlir juga menyampaikan rencana besar PMI Gresik yang pada tahun mendatang ditargetkan sudah memenuhi Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sehingga pengelolaan darah bisa dilakukan secara mandiri dan berdampak lebih luas bagi masyarakat. Ia turut menyampaikan kebanggaan atas capaian kontingen PMR Gresik pada Jumbara PMI Jawa Timur, di mana Gresik berhasil meraih peringkat 4, sebuah pencapaian membanggakan mengingat ini adalah keikutsertaan pertama di ajang tersebut.

Prestasi itu hadir melalui rangkaian kontribusi para anggota PMR. Di antara mereka, Jauharotun Nazilah berhasil meraih peringkat utama. Natta Andromeda Devaranandha keluar sebagai juara pertama bidang kepemimpinan tingkat mula. sementara Muhammad Kaysi Asyfaq Jazmiy meraih peringkat dua simulasi pertolongan pertama tingkat mula.

Di jenjang yang lebih tinggi, Aisyah Rasika Allyandra meraih peringkat dua bidang pertolongan pertama tingkat madya, dan Musmita meraih peringkat dua bidang donor darah siswa tingkat madya. Kreativitas PMR Gresik juga diakui melalui prestasi Gadiza Ananda Septiana yang memperoleh peringkat tiga bidang media sosial.

Selain itu, Tsania Mei Naura Albaity berhasil masuk enam besar bidang sanitasi kesehatan tingkat wira, dan Muchammad Tajuddin, meraih peringkat empat pada bidang wahana kepalangmerahan.

Testimoni juga diberikan oleh Sumanto, pendonor asal Kedanyang yang telah mendonorkan darahnya 75 kali sejak 1981. Dalam testimoninya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan hidup. “Ayo kita donorkan darah kita. Selain menyehatkan, ini juga perbuatan mulia,” ujarnya. (yad)

PMI Gresik Anugerahi Pendonor 50 & 75 Kali, Bupati Gresik: Donor Darah untuk Kemanusiaan, dan Menyehatkan  Selengkapnya

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim  menggelontorkan bantuan sosial (bansos) memperkuat jaring pengaman sosial senilai Rp 5,8 miliar tepatnya, Rp 5.806.690.000.

Bansos bertajuk SAPA Bansos ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada sejumlah kelompok penerima manfaat, antara lain lanjut usia, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, pelaku UMKM perempuan, hingga relawan sosial di Pendapa Bupati Gresik pada Senin, 28 Juli 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan bantuan sosial secara tepat. “Saya mohon kepada masyarakat Gresik agar menjaga amanah ini. Mengingat adanya temuan penyalahgunaan bansos untuk perjudian online di tingkat nasional, saya minta bantuan ini digunakan sesuai peruntukannya. Semoga Gresik barokah, Jawa Timur barokah, dan Indonesia barokah,” pesan Khofifah. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong pemulihan sosial-ekonomi masyarakat serta memperkuat solidaritas sosial di tingkat daerah.

Sementara itu, Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam upaya pengentasan kesenjangan sosial di daerah.“Ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu dan memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen mengawal penyaluran agar seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh yang membutuhkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pemkab Gresik & Pemprov Jatim Kolaborasi Salurkan Bansos, Gubernur Jatim : Agar Barokah, Jangan Digunakan Judol Selengkapnya

Bupati Gresik Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Malaysia senilai USD 5000

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana pakan ternak produksi PT Aji Bakuh Anugrah ke Malaysia pada Selasa, 24Juni 2025. Didampingi Kepala Pengawasan Kantor Bea dan Cukai Gresik Wahjudi Adrijanto, pelepasan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan menembus pasar internasional.

“Ekspor perdana (Malaysia) ini adalah langkah strategis dan inspiratif. Saya mengapresiasi PT Aji Bakuh Anugrah yang terus berkembang dan kini mampu menjangkau pasar Malaysia. Semoga ini menjadi pemicu bagi UMKM lainnya di Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani. 

Pada 2024, perusahaan yang dipimpin oleh Subkhi ini telah mengekspor ke Jepang dan Korea. Ia menyebut, Pemkab Gresik terus berkomitmen mendampingi UMKM melalui fasilitasi pelatihan ekspor, pendampingan legalitas, sertifikasi, hingga strategi branding produk. “Perjalanan ekspor ini adalah hasil dari proses belajar, kolaborasi, dan kerja nyata. Kami hanya menjadi fasilitator—pelaku utama adalah para pelaku UMKM yang terus mau bergerak,” tambahnya.

Produk pakan ternak yang di ekspor berbahan dasar cocoa shell (kulit kakao), yang diolah menjadi pakan bergizi tinggi. Bahan baku diperoleh dari PT Cargill Indonesia, kemudian di proses secara sederhana dengan menyesuaikan permintaan pembeli. Kali ini, sebanyak 10 ton produk dikirim dalam kontainer berukuran 20 kaki, dengan nilai transaksi mencapai USD 5.000. Ini merupakan tahap awal (trial) menuju potensi ekspor hingga 300 ton.

Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani  juga menyerahkan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada Koperasi Merah Putih Desa Pangkah Kulon, yang mengelola Kampung Perikanan Budidaya Rumput Laut. Sertifikat tersebut menunjukkan bahwa budidaya rumput laut di wilayah tersebut telah memenuhi standar mutu, sanitasi, dan keamanan pangan sesuai prinsip HACCP.

“Ini membanggakan. Kopdes Merah Putih yang baru dibentuk ini sudah memenuhi standar mutu perikanan nasional. Saya berharap capaian ini menjadi inspirasi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokalnya,” ucap Gus Yani.

Ia menekankan bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari sinergi antara Pemkab Gresik, instansi teknis, dan pelaku usaha. Kolaborasi yang solid dari Diskoperindag, Dinas Perikanan, Bea Cukai, Balai Mutu KKP, serta UMKM, membuktikan bahwa Gresik memiliki ekosistem ekspor yang terbuka dan responsif.

“Semoga langkah hari ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak ekspor dari tanah Gresik. Kreativitas lokal mampu menjawab kebutuhan global. Ekspor bukan lagi monopoli perusahaan besar—UMKM pun bisa, asal mau belajar dan bekerja sama,” pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Lepas Ekspor Pakan Ternak ke Malaysia senilai USD 5000 Selengkapnya

Ini Pesan Bupati Gresik untuk Kontingen Atlet Gresik yang Bakal Berlaga di Porprov Jatim

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas keberangkatan kontingen atlet Kabupaten Gresik untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX pada Ahad, 15 Juni 2025.

Porprov Jatim digelar di Malang Raya mulai 28 Juni hingga 5 Juli 2025 mendatang. Pelepasan atlet Gresik itu dipusatkan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik bersamaan dengan acara Car Free Day. Tampak hadir antara lain, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas semangat juang para atlet serta berpesan agar mereka menjaga kondisi fisik selama bertanding. “Kami sangat bangga atas semangat juang yang ditunjukkan oleh para atlet kita. Namun, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan pola hidup selama berada di sana agar dapat tampil maksimal,” pesan Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Sebanyak 716 orang, yang terdiri dari 572 atlet dan 144 ofisial, akan mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang olahraga dua tahunan ini. Mereka akan bertanding di 50 dari 63 cabang olahraga atau cabor yang dipertandingkan. Para atlet akan berlaga di berbagai venue yang tersebar di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mulai Sabtu, 28 Juni 2025.

Pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Gresik berhasil menempati peringkat ke-7. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan peningkatan prestasi dengan masuk lima besar klasemen akhir.

Ketua KONI Gresik dr. Anis Ambiyo Putri, menyatakan bahwa para atlet telah menjalani persiapan intensif selama beberapa bulan terakhir. “Kami yakin para atlet sudah siap bertanding dan membawa pulang medali. Tahun lalu Gresik berada di posisi ke-7, hanya terpaut sedikit poin dari peringkat ke-6. Tahun ini kami menargetkan masuk lima besar,” ujarnya optimistis.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemkab Gresik juga menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 40 juta untuk setiap peraih medali emas, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 35 juta. Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX akan dibuka secara resmi pada Sabtu, 28 Juni 2025 di Stadion Gajayana, Kota Malang, dan akan ditutup pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (yad)

Ini Pesan Bupati Gresik untuk Kontingen Atlet Gresik yang Bakal Berlaga di Porprov Jatim Selengkapnya

May Day Kondusif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Buruh Jaga Iklim Investasi 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Industri Gresik berlangsung kondusif pada Kamis, 1 Mei 2025.

Ribuan buruh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (Sekber DPC SP/SB) Gresik menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi damai yang di akhiri dengan tasyakuran bersama dan pembagian doorprize di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir berbaur dengan para pekerja. Polres Gresik menyiagakan 427 personel untuk pengamanan aksi damai Peringatan Hari Buruh itu.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan para buruh dalam menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib. “Hidup bekerja! Kalian luar biasa,” ucap Mantan Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari para buruh.

Alumnus Akpol 2006 itu menilai, pelaksanaan May Day di Gresik tahun ini menjadi contoh positif dari sinergi antara aparat keamanan, para pekerja, dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis dalam pengamanan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Bupati Gresik Fandi Achmad Yani juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan berserikat dan menyuarakan aspirasi di lingkungan kerja. “Inilah hari kebebasan, hari menyuarakan kesejahteraan dan keadilan di lingkungan kerja,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi sikap dewasa para buruh Gresik yang tidak hanya memperjuangkan hak-hak pekerja, namun juga mendukung iklim investasi yang sehat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai hal ini sebagai bentuk kolaborasi strategis yang mencerminkan kemajuan demokrasi di Gresik.

Salah satu aspirasi utama yang disuarakan adalah pembentukan Satgas PHK nasional. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik merespons cepat dengan menyatakan komitmennya untuk merancang sistem antisipatif terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Di antaranya adalah penyusunan anggaran cadangan serta skema subsidi bagi industri terdampak krisis. “Kami tidak ingin industri berhenti. Kami ingin semua tetap berjalan, pekerja tetap bekerja, dan kesejahteraan tetap terjaga,” tegas Fandi Akhmad Yani. (yad)

May Day Kondusif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Apresiasi Buruh Jaga Iklim Investasi  Selengkapnya

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 239 unit koperasi desa atau kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Gresik segera dalam proses pengesahan badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi atau Menkumham Republik Indonesia. 

Pemkab Gresik gerak cepat dengan menanggung semua biaya pendirian koperasi Merah Putih itu. Biaya pendirian ratusan koperasi itu diurus oleh 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi atau NPAK ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Gresik 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait penguatan koperasi.

“Kami tancap gas merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh pelosok desa dan kelurahan. Ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah gerakan ekonomi akar rumput yang bertujuan menggali potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Gresik,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di forum rapat koordinasi daerah atau Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Lebih lanjut, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para camat, kepala desa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta semua pihak yang telah bahu-membahu mendampingi proses pembentukan koperasi ini. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang kita saksikan hari ini adalah cerminan optimisme Gresik dalam membangun fondasi ekonomi desa yang kuat melalui koperasi,” katanya.

Keberhasilan monumental ini bukanlah hasil dari upaya sesaat. Pemerintah Kabupaten Gresik telah menerbitkan panduan teknis komprehensif melalui Surat Bupati Nomor 197 Tahun 2025, yang dilengkapi dengan template administrasi standar untuk mempermudah tahapan pendirian koperasi. 

Sebagai wujud komitmen penuh, seluruh biaya pengajuan badan hukum koperasi untuk 330 desa dan 26 kelurahan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik. Pada Rakorda Pendirian Koperasi Merah Putih itu, sebanyak 239 desa/kelurahan telah mengajukan pendirian koperasi dan dilayani 37 notaris.  Jumlah sekitar 67 persen dari target 356 desa/kelurahan. 

Seperti diberitakan pengajuan pendirian koperasi merah putih massal yang diinisiasi oleh Pemkab Gresik ini, menurut staf ahli Menteri Koperasi UKM Rudi Wijaya sebuah fonomena baru dan terbanyak di Indonesia. “Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, turut menambahkan perspektif penting dalam kesempatan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukanlah untuk berkompetisi dengan koperasi yang telah eksis, melainkan untuk memperkuat keseluruhan ekosistem perkoperasian di Gresik.

“Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini diharapkan dapat menjadi pilar penyangga dan memberikan dukungan bagi koperasi-koperasi yang sudah ada. Anggota koperasi wanita, KUD, maupun koperasi petani tetap memiliki peluang untuk bergabung. Bahkan, KDMP berpotensi berperan sebagai local lender dan menjalin kemitraan strategis melalui joint venture untuk membentuk unit usaha bersama, seperti unit penggilingan gabah,” jelas Wakil Bupati Alif.

Ditempat sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Gresik  Darmawan mengungkapkan pihaknya 

berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta para camat untuk mengawal secara intensif setiap musyawarah desa (musdes) dan rapat pendirian koperasi.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, baik pertemuan tatap muka langsung maupun melalui platform telekonferensi. Untuk mempercepat proses legalisasi, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menggandeng 37 Notaris Pencatat Akta Koperasi (NPAK) yang secara strategis ditugaskan mendampingi setiap kecamatan.

Dengan keberhasilan membentuk 239 koperasi dalam waktu singkat, Kabupaten Gresik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir nasional dalam gerakan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi. Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan seluruh proses pembentukan koperasi dapat diselesaikan 100% pada pekan pertama Mei 2025, sebelum pengesahan badan hukum secara final dilakukan pada bulan Juni mendatang. (yad)

Pemkab Gresik Tanggung Biaya Pendirian Koperasi Desa Merah Putih se- Gresik Selengkapnya

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, meninjau lokasi rencana penempatan Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang pendidikan. Turut hadir dalam kunjungan ini Asisten I Pemkab Gresik Suprapto, Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik Syifaul Qulub serta tokoh masyarakat setempat.

Menurut Robben Rico, sekolah rakyat ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan terjangkau. Sekolah ini diperuntukkan secara khusus bagi warga Gresik yang tercatat dalam desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan ekonomi nasional. 

Program ini akan mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2025 dan diselenggarakan secara gratis. “Ini amanat langsung dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Sekolah Rakyat merupakan gabungan dari berbagai program unggulan yang diintegrasikan, mulai dari makan gratis, pendidikan gratis, hingga penyediaan fasilitas terbaik. Seluruh pembiayaan ditanggung negara melalui APBN hasil efisiensi anggaran,” tegas Robben Rico dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah ini tidak boleh diisi oleh siswa dari luar Gresik. “Kami imbau agar penerimaan siswa dilakukan sesuai ketentuan, yakni khusus untuk warga desil 1 dan 2 yang termasuk dalam 20% kelompok masyarakat berpendapatan terendah atau tergolong miskin ekstrem. Tidak boleh ada titipan. Para guru pun harus melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan bahwa Sekolah Rakyat akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) dengan sistem boarding school dan asrama, serta akan menjadi model nasional. Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam proses seleksi peserta didik maupun tenaga pengajar, agar program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Rombongan kemudian meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah, mulai dari tempat ibadah, ruang kelas, toilet, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Hasil tinjauan ini akan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menjalankan program sesuai standar yang ditetapkan.

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari proses Data Entry Seleksi (DES) oleh Kementerian Sosial. “Ada sekitar 86 kabupaten/kota yang mengikuti DES di Jakarta, termasuk Gresik. Proposal dan dokumen kami telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap oleh Kementerian PUPR. Saat ini kami tinggal menunggu proses hibah atau alih status aset untuk keperluan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan, UPT SMP Negeri 30 Gresik ditetapkan sebagai embrio Sekolah Rakyat dan akan menerima dua rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran 2025. Masing-masing dengan kapasitas maksimal 25 siswa. “Yang diterima hanya masyarakat Gresik yang tergolong miskin ekstrem, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2. Ini merupakan syarat mutlak,” tegasnya.

Untuk diketahui Desil 1 adalah rumah tangga dalam kelompok 10% terendah. Kelompok ini memiliki tingkat ekonomi yang paling tidak sejahtera atau fakir miskin. Desil 2 adalah rumah tangga dalam kelompok antara 10-20% terendah. Kelompok ini mempunyai tingkat ekonomi kurang sejahtera atau miskin.

Lebih lanjut, Pemkab Gresik juga telah menyiapkan lahan di Raci Tengah untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026. “Mudah-mudahan hasil survei ini membawa kabar baik bagi Pak Sekjen, sehingga bisa segera dilaporkan kepada Menteri Sosial maupun Bapak Presiden. Gresik siap menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota embrio Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. 

Diharapkan, embrio Sekolah Rakyat di UPT SMP Negeri 30 Gresik ini dapat menjadi model pendidikan inklusif berbasis karakter dan teknologi, serta menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung kebijakan strategis nasional demi mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (yad)

Gresik Siap Jadi Pilot Project Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos dan Bupati Gresik Tinjau UPT SMP Negeri 30 Gresik  Selengkapnya

Kali ke-10 Pengelolaan Keuangan Pemkab Gresik Raih Opini WTP dari BPK

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Raihan WTP dalam pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan  Badan Pemeriksa Keuangan atau LHP BPK Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

WTP 2024 ini, kali kesepuluh atau satu dasawarsa secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemkab Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Penyerahan LHP dilaksanakan di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo pada Rabu, 17 April 2025. Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya, serta Inspektur  Gresik Achmad Hadi.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin menyampaikan bahwa opini WTP merupakan bentuk apresiasi atas kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. “Opini WTP merupakan bentuk apresiasi atas kewajaran penyajian laporan keuangan, namun bukan berarti tanpa catatan. Kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti temuan dan rekomendasi agar tata kelola keuangan semakin baik dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tindak lanjut pemeriksaan sangat bergantung pada sinergi antara kepala daerah, perangkat daerah, serta peran strategis DPRD dalam pengawasan.

Sementara ituBupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini. “Alhamdulillah, opini WTP yang ke-10 ini adalah buah dari kerja sama dan komitmen seluruh pihak di lingkungan Pemkab Gresik. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi amanah yang harus terus kita jaga dengan integritas dan transparansi. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan demi mewujudkan Gresik yang lebih baik dan sejahtera,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Atas capaian ini, Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, jajaran ASN, serta masyarakat Gresik atas dukungan dan partisipasi aktifnya. Sinergi yang terbangun diharapkan terus memperkuat pondasi pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Capaian opini WTP ke-10 ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel di masa mendatang. (yad)

Kali ke-10 Pengelolaan Keuangan Pemkab Gresik Raih Opini WTP dari BPK Selengkapnya